
Sering Kabur Menyelinap Pergi Dari Rumah
"Tuan… Maafkan aku yang tidak menyambut kedatangan tuan… dan tidak bersiap menyiapkan jamuan untuk tuan…" Ucap Maman Epson setelah napasnya normal, dengan sopan dan merasa tidak enak oleh Viky.
"Tidak apa-apa Tuan Maman… aku juga mengerti kamu lagi sibuk bekerja, dan aku juga pergi ke sini secara dadakan… jadi wajar saja tuan maman tidak bersiap apa pun…" Jawab Viky dengan santai, sambil meminum anggur di gelasnya.
"Citra kenapa kamu hanya menyajikan ini saja untuk Tuan Viky… kamu cepat pergi ke dapur dan panggilkan pelayan untuk segera menyiapkan jamuan untuk Tuan Viky…" Lanjut Maman, dengan melihat ke arah Citra dan menyuruhnya pergi ke dapur, karena di atas meja hanya ada cemilan dan juga beberapa botol anggur.
"Tapi ini yang Viky inginkan… tadi aku sudah menawarkan jamuan makan, tapi dia menolaknya dan hanya meminta cemilan dan anggur saja…" Jawab Citra, dengan santai sambil menunjuk ke meja.
"Kamu… berani memanggul Tuan Viky dengan nama langsung… sungguh kamu ini tidak punya sopan santun, setelah ini kita akan berbicara berdua… kamu cepatlah pergi ke dapur sekarang" Jawab Maman dengan nada emosi. dan menyuruh Citra untuk pergi ke dapur.
"Tidak perlu Tuan Maman… segini saja sudah cukup… dan ini juga aku yang memintanya… dan untuk masalah Citra memanggil namaku secara langsung… mungkin Tuan Maman bisa duduk dulu sebentar… kita berbicara dulu serta membahas tetang niat aku berkunjung ke sini…" Ucap Viky yang melihat Maman sangat marah kepada Citra.
Stelah Viky berbicara seperti itu, Maman Epson dengan raut wajah yang bingung hanya bisa menuruti perkataan dari Viky dan dia segera duduk di kursi yang kosong, walau ada sedikit kecemasan di hatinya karena takut Citra berbuat yang tidak-tidak dan menyebabkan Viky tersinggung oleh sikap Citra.
"Jadi begini Tuan Maman… maksud dari kedatangan aku ke sini, adalah untuk bertanya apa benar Citra sudah di jodohkan dengan laki-laki lain…?" Ucap Viky bertanya, dan memulai pembicaraan.
Maman Epson sedikit tercengang atas pertanyaan Viky barusan, sebab yang tahu tentang hal itu hanyalah dia, istrinya dan juga Citra, namun sekarang kenapa Viky mengetahui hal itu, dan bahkan orang-orang dari keluarga Epson yang lain pun belum mengetahui hal ini.
"Untuk hal itu, sebenarnya baru hanya rencana Tuan, bahkan aku pun belum memutuskan siapa calon suami dari Citra… aku ingin menjodohkan Citra karena dengan sikap Citra seperti itu aku sangat mengkhawatirkannya, jadi aku ingin ada orang yang selalu menjaganya, jika orang tersebut hanya seorang pengawal, maka orang tersebut tidak bisa membawa Citra ke arah yang lebih baik dan hanya bisa mengikuti perintah dari Citra tanpa bisa menolak…" Jawab Maman Epson menjelaskan kepada Viky, namun terdengar dari nada Maman, ada sedikit rasa aneh tetang Viky mengetahui rencana perjodohan Citra dengan seorang laki-laki.
"Oh seperti itu… mungkin tuan Maman penasaran kenapa aku bisa tahu soal perjodohan ini… sebelum bercerita ke sana… aku akan menceritakan semuanya dari awal… dulu tuan pernah bilang bahwa anak tuan sedang mengalami masalah di saat acara pertemuan di bukit Solvest dan tuan Maman meminta bantuan aku, tapi apa tuan tahu siapa orang yang bermasalah dengan anak tuan atau Citra…?" Ucap Viky kembali bertanya kepada Maman, dan Maman hanya menggelengkan kepalanya, karena dia tidak tahu siapa orang yang bermasalah dengan anaknya.
__ADS_1
"Jadi orang yang bermasalah dengan Citra adalah aku sendiri… jika di ceritakan lebih detail mungkin akan memakan waktu yang panjang… jadi inti dari ceritanya adalah bahwa masalahnya sudah selesai dan tuan Maman tidak perlu mengkhawatirkan hal itu… namun di saat penyelesaian masalah tersebut aku mencoba mencaritahu tentang Citra, dan di saat itu Citra tidak tahu dengan identitas aku yang sebenarnya sampai beberapa hari yang lalu Aldo menceritakan semuanya kepada Citra, dan aku juga yang menyuruh Citra untuk tetap memanggil nama aku, karena aku juga sudah terbiasa seperti itu…" Jawab Viky sedikit menjelaskan inti cerita tetang dia dan Citra, dan kenapa Citra memanggil Viky secara langsung.
"Maaf Tuan… aku sebagai ayah dari Citra meminta maaf jika Citra sudah merepotkan tuan… dan berterima kasih karena tuan tidak menghukum Citra dan keluarga Epson…" Jawab Epson.
"Untuk apa menghukum keluarga Epson, toh yang membuat masalahnya Citra jadi yang harus di hukum adalah Citra… berani berbuat harus berani bertanggung jawab tapi hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal itu, dan untuk masalahnya juga bukan masalah serius jadi aku sudah memberikan hukuman kepada Citra…" Jawab Viky dengan santai.
"Terima kasih Tuan… terima kasih banyak…" Jawab Maman Epson terus berterima kasih kepada Viky.
"Oh iya Tuan Maman… inti dari saya datang kemari adalah saya ingin Tuan Maman untuk tidak menjodohkan dulu Citra dengan laki-laki lain… untuk alasannya mungkin nanti Citra bisa menjelaskannya kepada tuan Maman secara lengkap, karena tadi juga sebelum tuan Maman datang saya sudah membicarakan hal ini dengan Citra… Aku berbicara mewakili Aldo, di sini untuk meminta ijin untuk lebih dekat dengan Citra… Jika mereka bisa cocok dan akur, maka aku sendiri yang akan menikahkan mereka berdua… tapi jika tidak cocok dan berpisah di tengah jalan, aku sangat meminta maaf kepada tuan Maman atas semuanya…" Ucap Viky menjelaskan kepada Maman tentang niatnya datang berkunjung ke kediaman keluarga Epson.
"Tuan Tidak perlu anda berbicara seperti itu… dalam suatu hubungan ketika tidak menemukan kecocokan maka hasilnya berpisah… dan untuk masalah pernikahan, aku akan menggagalkan rencana tersebut, jika Tuan Aldo menyukai Citra… dan aku juga sangat senang mendengar kabar ini, jadi Citra tidak akan pergi-pergi tidak jelas lagi…" Jawab Maman dengan nada yang terlihat sangat lega sekali.
"Siapa yang pergi-pergi tidak jelas… aku itu pergi karena ayah selalu melarang aku untuk pergi keluar maka dari itu aku sering kabur menyelinap pergi dari rumah… yah paling lama juga 2 hari 1 malam…" Sahut Citra,
"Kalau ayah memberi kamu ijin keluar, kamu kadang suka lupa waktu dan tidak mau di temani oleh pengawal maka dari itu ayah suka melarang kamu pergi keluar sendiri, ayah itu mengkhawatirkan kamu dan takut terjadi apa-apa jika kamu pergi sendiri… dan ayah juga tidak ada maksud untuk selalu mengurung kamu di rumah jika kamu pergi dan mau di temani oleh pengawal…" Jawab Maman, menjelaskan alasannya kenapa dia selalu melarang Citra untuk pergi keluar.
"Tapi ayah tidak mau terjadi sesuatu kepada kamu… yah ayah bisa percaya kepada kamu untuk hal itu… tapi jika tidak ada pengawal apa kamu bisa menjadi diri kamu dari orang yang ingin berbuat jahat sama kamu…" Jawab Maman dengan nada yang sedikit lemas.
"Yah untuk hal menjaga diri sih, aku tidak yakin… tapi kan sekarang sudah ada Aldo yang akan menjaga aku, jadi ayah tidak perlu khawatir lagi jika aku pergi keluar…" Jawab Citra mengalihkan pembicaraan.
"Yah itu sih sekarang… tapi sebelumnya tidak ada kan…?" Jawab Maman. dan Citra hanya bisa diam setelah mendengar pertanyaan dari ayahnya tersebut, karena memang benar adanya seperti itu.
"Sudah… sudahlah tidak perlu membahas yang sudah berlalu… yang sudah berlalu maka biarkan berlalu… sekarang yang harus kita pikirkan adalah masa depan kita, bagaimana caranya menjadi yang lebih baik dari sebelumnya…" Timpal Viky menyudahi pembicaraan antar Citra dan Mama karena dia tidak mau melihat pertengkaran yang tidak jelas antara ayah dan anak.
__ADS_1
#Maaf beberapa hari kemarin author up cuma 1 karena author ada kerjaan yang harus author bereskan di luar kota, sekalian author jalan-jaln juga untuk mencari inspirasi dan sekarang kerjaan itu sudah selesai, jadi mulai besok akan up 2 bab kembali. 🙏🙏
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...