
Identitas Viky
Rere, Viky dan juga Deky sudah sampai di ruangan yang telah di siapkan oleh bawahan Deky.
Rere tercengang di depan pintu masuk melihat suasana ruangan tersebut, ruang tersebut sangat mewah dan elegan, perpaduan antar budaya lokal dengan budaya eropa, serta di bagian ujung terlihat sebuah aquarium yang sangat besar, di dalamnya terdapat sebuah ikan hias yang sangat cantik, dan pastinya cukup mahal.
Rere pernah mendengar pembicaraan dari teman-temannya bahwa di Siren Country terdapat sebuah ruangan khusus yang sangat elegan, di dalamnya terdapat sebuah aquarium dengan ikan hias berwarna emas, ruangan tersebut hanya pernah di masuki 1 kali, itu pun oleh penguasa kota di saat Deky mengundangnya.
Untuk orang biasa agar dapat masuk ke sana setidaknya harus mempunyai kartu anggota Platinum dengan minimal 8 bintang dan dengan deposit tidak kurang dari 1 Miliar.
Viky yang melihat sikap Rere seperti itu, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. dia lupa memberitahu Deky untuk menyiapkan ruangan biasa saja. tapi nasi sudah menjadi bubur, Viky hanya bisa menjelaskannya nanti kepada Rere.
Karena Rere yang masih terdiam di depan pintu akhirnya Viky bertindak dan membawa Rere ke dalam ruangan tersebut, dan mendudukkan Rere di sebuah kursi yang berada di sana.
Rere tidak berkata apa-apa dan hanya mengikuti arahan dari Viky, dia yang sedari tadi melihat-lihat sekeliling, menatap tidak percaya, di pikirannya mungkin orang bisa yang pertama masuk dan makan di sana hanya lah dia.
Setelah melihat sekeliling dengan seksama, Mata Rere berubah merah dan menatap ke arah Viky. dengan tatapan penuh tanya dan meminta penjelasan dari Viky. tapi di hatinya ada sedikit kebahagian untuknya.
"Kenapa…?" Tanya Viky dengan polosnya dan penasaran, karena melihat Rere yang matanya memerah
"Kenapa…? kenapa kamu bilang… apa kamu tidak bisa melihat dengan semua ini…? aku minta sebuah penjelasan dari kamu…" Jawab Rere dengan kesal kepada Viky. karena Viky adalah tipe seorang laki-laki yang kurang peka bahkan bisa di bilang tidak peka.
"Aku bingung harus menjelaskannya kepada kamu dari mana…?" Ucap Viky sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dia bingung harus menjelaskannya dari mana, karena kalau menjelaskan semuanya secara langsung sekarang, Rere tidak akan percaya bahkan mungkin bisa jadi Rere mengaggap Viky sudah gila.
"Jujur aku sangat bahagia aku bisa masuk ke Siren Country dan bisa makan di tempat semewah ini tapi aku ingin tahu kenapa kita bisa berada di sini…? di ruangan yang sangat mewah seperti ini…" Ucap Rere dengan air mata yang mulai keluar dari matanya, karena bahagia.
"Kita berada di sini, karena kamu yang minta makan di sini…" Jawab Viky dengan asal.
__ADS_1
"Bukan begitu juga maksudnya… kamu bisa masuk ke Siren Country tanpa mempunyai kartu anggota dan sekarang kita berada di ruangan khusus, aku pernah dengar dari teman-temanku tetang ruangan ini… dan ruangan ini bukan ruangan biasa…" Rere menjawab dengan kesal kepada Viky
"Ok…ok… aku sudah tahu kamu akan bertanya seperti itu… kamu mau percaya boleh tidak juga tidak apa-apa tapi selama kamu berada di samping aku, lambat laun kamu harus tau semuanya…"
Viky menarik napas dalam-dalam dan kembali menatap serius kea arah Rere.
"Sebenarnya Siren Country dan juga Octa Grup adalah milikku…Selama ini aku mempercayakan semuanya kepada Deky untuk mengurus kedua perusahaan tersebut… karena aku mempunyai satu tanggung jawab yang tidak bisa aku tinggalkan…" Ucap Viky dengan wajah yang berubah serius.
"Tanggung jawab apa…? terus kenapa di tubuh kamu banyak belas luka…?" Tanya Rere dengan penuh penasaran. Rere belum lama mengenal Viky, jadi dia ingin tahu dengan identitas Viky yang sebenarnya.
"Baik aku akan menceritakannya dari awal… aku dulu pernah bergabung dengan Divisi perang, selama 2 tahun aku bertugas di Kota Taraka dan di tahun ke 3 aku di panggil oleh Divisi perang pusat, dan di kirim ke medan perang…"
"Selama 5 tahun terakhir aku terus berperang tanpa henti di luar sana… dari situlah aku mendapatkan banyak luka seperti ini… berperang dengan banyak musuh dari berbagai organisasi di wilayah luar dan menghancurkan mereka satu persatu… sampai pada akhirnya aku dapat menghancurkan organisasi terkuat di dunia ini yang menopang organisasi kecil dari seluruh penjuru dunia yang berasal dari barat bernama Danone King"
"Aku baru berada di sini belum genap 1 minggu… dan belum melapor secara resmi ke Divisi perang… aku masih memikirkan apa aku akan kembali lagi ke Divisi perang atau aku akan melanjutkan bisnis ini dan mengembangkannya…"
Viky melihat ke arah Rere, dia ingin tahu bagaimana respon dari Rere setelah mengetahui semuanya, tapi Rere hanya terdiam melihat ke arah Viky, tanpa mengucapkan apa-apa dan tanpa bergerak, hanya bagian perut saja yang bergerak kembang kempis ( Bernapas ).
Suasana di tempat tersebut menjadi hening seketika. tidak ada yang berbicara atau pun bergerak, mereka berdua saling menatap satu sama lain, jika tidak terhalang oleh meja makan, mungkin bisa terjadi babak ke dua dari peperangan yang cukup sengit.
"Aku akan mendukung dan tetap berada di samping kamu apa pun itu keputusan kamu… tapi dengan 1 syarat…?" Ucap Rere setalah beberapa saat hening di ruangan tersebut.
"Syarat apa…?" Tanya Viky, dia sudah tahu tetang syarat yang akan Rere ajukan setelah mengetahui dengan identitas yang sebenarnya dari Viky.
"Jika kamu sama dengan wanita lain… aku akan meninggalkan kamu dan tidak akan pernah kembali, walau pun kamu sudah menyerahkan segalanya kepadaku…" Gumam Viky dengan melihat ke arah Rere menunggu jawaban apa yang keluar dari Rere.
Dengan identitas Viky, hanya perempuan bodoh yang tidak menyerahkan segalanya kepada Viky, cukup satu kata dari Viky perempuan tersebut bisa bertekuk lutut di depannya, tapi hanya bertekuk lutut tidak dengan hati yang tulus.
Rere mengumpulkan keberaniannya menatap ke arah Viky dan menarik napas berat berkata:
__ADS_1
"Aku tidak akan meminta banyak dari kamu… aku hanya ingin kamu menikahi aku… tidak peduli pernikahan tersebut mewah atau tidak tapi kamu harus meminta restu kepada nenekku untuk mengembalikan harga diri dari ayahku…" Ucap Rere, terdengar dari kalimat terakhir, ada nada kesedihan yang tersimpan sangat dalam.
#Kemarin tidak update karena ada keperluan yang mendadak, author akan usahakan untuk crazy up hari ini.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1