Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 226 Kenyataan Yang Sangat Pahit


__ADS_3

Kenyataan Yang Sangat Pahit


Ke 5 orang tersebut berbaris di depan Viky, ada sedikit aneh dan rasa takut di hati mereka ber 5.


"Aldo… kamu ambil salah satu tanda pangkat ke 2 orang itu…" Ucap Viky memerintahkan Aldo untuk mengambil tanda pangkat ke 2 orang yang akan di latih oleh Aldo.


"Baik Lord…" Jawab Aldo, kemudian dia mengambil tanda pangkat ke 2 orang yang Viky suruh tadi.


Ke 5 orang itu sedikit tercengang setelah mendengar bahwa tadi panggilan untuk orang yang memakai balok Bintang 6 Emas adalah Lord. di pikiran mereka jika panggilannya adalah Lord, Berarti Lord Jendral yang mereka tunggu-tunggu, dan kaki mereka ber 5 mulai bergetar karena ketakutan, takut di berhentikan dari militer, karena 2 dari 5 orang di antara mereka di ambil tanda pangkatnya.


Ke 2 orang yang tanda pangkatnya di ambil oleh Aldo, apa pun yang terjadi selanjutnya hanya bisa pasrah.


"Aldo kamu simpan tanda pangkat tersebut… dan untuk kalian ber 2 bisa kembali ke barisan… setelah acaranya selesai, kalian ber 2 bisa temui Aldo untuk mengambil tanda pangkat kalian… dan kalian akan mengikuti pelatihan khusus… tapi jangan sampai ada orang yang tahu…" Ucap Viky menjelaskan kepada ke 2 orang yang tanda pangkatnya di ambil oleh Aldo.


Kemudian ke 2 orang tersebut kembali ke barisan mereka, perasaan ke 2 orang tersebut antara senang dan takut bercampur menjadi satu.


"Dan untuk kalian ber 3 akan aku berikan pelatihan secara khusus… jika kalian menerimanya kalian serahkan tanda pangkat kalian… jika tidak maka kalian bisa kembali ke barisan kalian… setelah kalian menyerahkan tanda pangkat kalian makan tidak ada jalan untuk kembali… dan proses latihan kalian akan sangat melelahkan serta bisa saja nyawa kalian menjadi taruhannya… tapi jika kalian ber 3 bisa bertahan, makan ke dudukan kalian bisa jadi lebih tinggi dari seorang komandan sebuah Divisi di sebuah kota…" Lanjut Viky berkata, setelah ke 2 orang tadi pergi dari sana dan menjelaskan kepada ke 3 orang sisanya.


Ke 3 orang tersebut awalnya sedikit ragu-ragu untuk menyerahkan tanda pangkat mereka kepada Viky, karena tidak ada angin dan hujan merek ber 3 terpilih untuk di latih secara khusus, dan mereka pikir mereka juga bukanlah orang spesial yang bisa terpilih.


"Ijin bertanya Lord…" Ucap Salah seorang memberanikan diri untuk meminta ijin bertanya kepada orang yang berada di depannya, dan dia juga memakai panggilan kepada orang yang ada di depannya sama seperti orang mengambil tanda pangkat ke 2 orang tadi.


"Silahkan…" Jawab Viky.


"Siap… Lord kenapa Lord memilih kami ber 3 yang mana kami semua adalah orang-orang yang tidak memiliki kemampuan dan juga sebuah prestasi di Divisi perang, dan pangkat kami juga adalah pangkat yang terendah di Divisi perang…" Ucap orang tersebut bertanya dan meminta penjelasan kepada Viky kenapa Viky memilih mereka.

__ADS_1


"Orang lain mungkin tidak bisa melihat bakat terpendam kalian… tapi perlu kamu tahu bahwa aku adalah orang yang berbeda dari yang lain… mau pangkat kalian yang terendah atau bukan dan kalian mempunyai prestasi atau tidak, semua itu bukan ukuran untuk aku pilih… aku tidak punya banyak waktu lagi, sekarang kalian pilih untuk mengikuti pelatihan yang akan aku berikan kepada kalian atau tidak… kesempatan ini hanya akan kalian terima 1 kali dalam seumur hidup kalian…" Jawab Viky menjelaskan kepada mereka ber 3.


Setelah mendengar penjelasan dari Viky, ke 3 orang tersebut berdiam sebentar, dan berpikir untuk menerima atau tidak tawaran dari Viky, jika menerimanya maka kegagalan adalah sebuah kematian dan keberhasilan adalah kemuliaan di masa depan.


"Ijin Lord… aku akan menerima pelatihan yang Lord akan berikan kepada aku…" Ucap salah satu di antar mereka, dengan melepaskan tanda pangkat yang ada di bajunya, dan melangkah 1 langkah untuk menyerahkan tanda pangkat tersebut.


Setelah orang pertama berkata seperti itu dan menyerahkan tanda pangkatnya, di susul dengan ke 2 orang sisanya, mengikuti untuk menerima pelatihan dari Viky dan menyerahkan tanda pangkat mereka masing-masing.


"Baiklah… aku akan bertanya satu kali lagi, apa kalian akan mundur dan merubah pilihan kalian…? kesempatan untuk mundur masih bisa… kalian tinggal ambil kembali saja tanda pangkat kalian yang ada di tangan aku…" Ucap Viky dengan mengangkat tanda pangkat ke 3 orang tersebut yang ada di tangannya.


Ke 3 orang tersebut hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Viky, atau mengambil kembali tanda pangkat yang ada di tangan Viky.


"Baiklah… aku anggap jawaban kalian masih teguh pada pendirian awal kalian… sekarang kalian bisa kembali ke dalam barisan… nanti setelah acara ini selesai, kalian bisa pergi menemui aku di depan sana…" Ucap Viky dengan menyuruh ke 3 orang tersebut kembali berbaris dan Viky menunjuk ke arah kursi yang berada di samping panggung.


Sebelum ke 3 orang tersebut pergi dari sana mereka ber 3 memberikan hormat terlebih dulu kepada Viky, setelah Viky membalas hormat dari ke 3 orang tersebut, dan ke 3 orang tersebut balik kanan dan kembali masuk ke dalam barisan.


Semua tamu undangan yang duduk di kursi merasa sedikit aneh karena ada kursi yang kosong, dan kursi tersebut adalah kursi yang berada di tengah di samping kursi yang di duduki oleh penguasa kota dan juga oleh di samping kursi yang kosong tersebut duduk seorang perempuan yang sangat cantik memakai baju khusus seorang istri dari Divisi perang, mereka semua baru pertama kali melihat perempuan tersebut.


Di saat semua orang sedang bingung dan merasa aneh, tapi tidak untuk Sulis Ling dan juga Vanteko Ma, karena mereka ber 2 juga tahu bahwa kursi tersebut di siapkan untuk Viky, tapi pertanyaan di kepala ke 2 orang tersebut adalah dimana Viky sekarang, kenapa tidak duduk di sana.


Di saat semua orang tengah bingung, Viky berjalan ke arah Depan dan duduk di kursi yang kosong tadi, mata semua orang sekarang tertuju kepada Viky, dan tidak memperhatikan penguasa kota yang tengah memberikan sambutan di atas panggung.


"Baiklah… karena Lord Jendral sudah ada di sini, maka aku akan mengakhiri sambutan aku…" Ucap penguasa kota mengakhiri sambutannya, karena dia melihat bahwa perhatian semua orang teralihkan kepada Viky yang baru saja datang.


Setalah penguasa kota selesai berbicara di turun dari atas panggung dan kembali duduk di dekat Viky, dan semua orang sekarang sudah tahu bahwa orang yang baru saja datang adalah Lord Jendral yang mereka tunggu-tunggu.

__ADS_1


Semua orang sangat senang melihat bahwa Lord Jendral sudah ada di sana, tapi kesenangan tersebut tidak berlaku untuk 2 orang, salah satunya untuk seorang perempuan yang tengah duduk di barisan kursi ke 2 dan satu orang lagi yang tengah berdiri di barisan depan orang-orang yang akan di lantik.


Raut wajah ke 2 orang tersebut sangat suram, mereka ber 2 mencoba melihat kembali dengan jelas, takut mereka salah melihat dan berhalusinasi. tapi setelah mencoba beberapa kali, tetap saja hasilnya sama dan hal tersebut bukanlah halusinasi yang hanya mereka ber 2 saja yang melihatnya, tapi hal tersebut adalah sebuah kenyataan pahit yang ada di depan mata mereka.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2