
Rere Di Culik
Viky pergi meninggalkan Octa Grup dengan mobil yang telah di di siapkan oleh Deky, dia pergi dengan hati dan perasaan yang penasaran, atas kejutan apa yang di siapkan oleh Rere untuknya, namun ada juga sedikit perasaan senang karena akan mendapatkan kejutan dari Rere.
Dengan kecepatan yang stabil tidak lama Viky telah sampai di sebuh hotel yang cukup mewah. setelah memarkirkan mobilnya dia bergegas menuju kamar yang di katakan di dalam surat tadi, dengan di antar oleh seorang pelayan yang menunjukan arahnya kepada Viky.
Viky di temani si pelayan mengetuk pintu kamar beberapa kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar.
"Kenapa tidak ada jawaban…?" Gumam Viky dengan nada yang pelan.
"Aku tidak tahu tuan… mungkin orang yang berada di dalam masih tidur tuan… aku baru berganti sip tadi pagi, jadi tidak tahu apa-apa…" Jawab si pelayan, menjawab pertanyaan dari Viky barusan, karena dia menganggap Viky bertanya kepadanya.
"Aku tidak bertanya kepada kamu…" Ucap Viky sambil melihat ke arah si pelayan yang ada di sampingnya.
"Maaf tuan… tapi coba saja buka pintunya tuan, siapa tahu tidak di kunci…" Jawab si pelayan dengan menundukkan kepalanya dan memberikan saran kepada Viky.
Setelah berpikir beberapa saat kemudian Viky membuka pintu kamar tersebut, karena di pikiran Viky, terakhir Rere memberikan kejutan untuknya, dia tidak mengatakan apa pun dan langsung memintanya untuk langsung masuk ke dalam kamar.
Ketika pintu di buka, di dalam kamar tersebut tidak ada orang, dan tempat tidur yang ada di sana terlihat masih rapih, kemudian Viky berjalan masuk ke dalam kamar tersebut di ikuti oleh si pelayan, Viky melihat kiri dan kanan untuk mengecek keberadaan Rere, namun Rere tidak ada di sana, kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi, siapa tahu Rere sengaja bersembunyi di sana.
Ketika Viky membuka pintu kamar mandi, di sana juga tidak ada Rere, Viky mengernyitkan alisnya sambil melihat ke arah dalam kamar mandi, dia berbalik melihat ke arah si pelayan dengan raut wajah Viky terlihat sangat bingung.
"Tuan… ini ada sebuah amplop, mungkin ini sengaja di tinggalkan oleh orang yang tuan cari, untuk tuan…" Ucap si pelayan dengan menunjuk sebuah amplop berwarna coklat yang ada di meja lampu di dekat tempat tidur yang dia temukan, dan dia tidak berani mengambil amplop tersebut, karena sebuah etika dalam bekerja, dan dia juga berdiri tidak jauh dari meja kecil tersebut.
Viky berjalan ke arah meja yang di tunjuk oleh si pelayan, kemudian dia mengambil amplop tersebut dan membuka isi amplop tersebut.
__ADS_1
"Apa kamu masih ingin main petak umpet dengan aku…?" Ucap Viky dengan nada yang pelan sambil membuka isi amplop tersebut.
Setelah mengatakan hal itu, si pelayan akhirnya mengerti dengan apa yang terjadi, di pikiran si pelayan bahwa orang yang ada di depannya tersebut sedang bermain petak umpet untuk memberikan sebuah kejutan di akhir, dan hal itu sudah sering terjadi di sana, di mana permainan ini biasanya di lakukan oleh pasangan yang baru menikah.
Ketika Viky membaca isi surat tersebut, raut wajahnya langsung berubah rumit, antara marah, kesal dan juga sedikit penasaran dengan siapa yang berada di balik semua ini.
Di saat dia membaca surat tersebut, tanpa sadar aura pembunuhnya merembes keluar dari dalam tubuhnya.
"Akhirnya kamu berani juga menunjukan diri kamu, aku tidak perlu repot-repot menyelidiki siapa kamu, dan siapa orang yang berada di belakang kamu… jika kamu ingin bermain dengan aku… ok akan aku ikuti permainan kamu… tapi kamu melakukan hal ini adalah sebuah kesalahan yang sangat besar…" Ucap Viky dengan pelan setelah dia selesai membaca isi surat tersebut, dan dia juga mengeluarkan senyum dingin yang terlihat sangat menyeramkan bagi si pelayan, karena si pelayan juga merasakan aura yang keluar dari tubuh Viky.
Namun raut wajah si pelayan berubah menjadi rumit, antara takut dan juga bingung, takut karena merasakan aura yang keluar dari tubuh Viky, bingung karena dia baru pertama kalinya melihat seseorang yang melakukan permainan ini tapi tidak terlihat bahagia, dia tidak berani berkata apa-apa karena dia sendiri merasa tertekan akibat aura yang di keluarkan oleh Viky.
"Terima kasih karena sudah menemani aku dan menemukan sebuah petunjuk yang aku butuhkan…" Ucap Viky, dengan dingin melihat ke arah si pelayan yang masih berdiri di tempat tadi.
Sebelum pergi dia memberikan beberapa lembar uang kepada si pelayan sebagai tips, dan si pelayan pun hanya bisa terbengong melihat sikap dari orang yang dia antar, pergi meninggalkan dia sendirian di dalam kamar dengan beberapa lembar uang 100.000.
Viky keluar dari hotel tersebut dan menuju mobilnya, dengan aura pembunuh yang masih keluar dari tubuhnya serta raut wajah yang dingin, orang-orang yang berpapasan dengan Viky, mereka bergidik ngeri melihat Viky, baik itu karyawan di sana atau tamu hotel.
Viky meninggalkan hotel tersebut dengan keadaan yang bisa di bilang masih dalam keadaan tenang, karena dia adalah seorang Lord dari pasukan Magniun, jadi dia masih bisa mengontrol emosi yang ada di dalam dirinya walau pun di dalam hatinya dia sangat marah karena ada orang yang berani mengusik dirinya.
Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Cheetah.
"Cheetah… kamu lacak keberadaan Rere, di mana ponselnya terakhir kali masih aktif… dan kamu juga coba masuk ke dalam keamanan hotel A, cari kamar dengan No 35, siapa yang terakhir masuk ke dalam kamar tersebut… dan kamu cari tahu identitas orang tersebut… kita bertemu di tempat latihan dalam beberapa menit… dan bilang kepada yang lain untuk segera bersiap…." Ucap Viky setelah telponnya tersambung dengan Cheetah.
"Baik Lord…" Jawab Cheetah di balik telpon tanpa bertanya kenapa dan ada apa, karena dia sedikit mengerti dengan situasi yang terjadi, yaitu pasti ada ada sesuatu yang terjadi kepada Rere, walau pun dia tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi sebenarnya.
__ADS_1
"Ternyata ada informasi yang telah bocor ke pihal lain… mungkin pihak lain sudah tidak menganggap aku lagi yang sebagai pemimpin pasukan Magnium…"
"Apa karena aku terlalu santai dalam bertindak di sini…? atau kalian tidak tahu dengan siapa kalian akan berhadapan…? baiklah, akan aku beritahu kalian dengan siapa aku yang sebenarnya, dan akan aku tunjukan kepada kalian juga bawah aku masihlah orang yang sama dengan orang yang memimpin pasukan Magnium… hanya berbeda tempat dan waktu saja…" Ucap Viky sambil mengemudikan mobilnya setelah panggilan dengan Cheetah terputus, dan dia juga memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...