Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 104 Satu Serangan


__ADS_3

Satu Serangan


Suasana di aula tiba-tiba hening setelah terdengar suara yang sangat keras tadi, semua mata menatap ke arah Jeri dan Viky, karena mereka berdua tidak ada yang bergerak satu sama lain setelah benturan serangan dari Jeri di tahan oleh Viky


Semua orang menatap tidak percaya, sebab serangan seorang pemimpin pasukan di Divisi perang sangatlah kuat, namun Viky saat ini tampak tidak terluka sama sekali bahkan masih bisa berdiri dengan tegak, tanpa mundur walau hanya 1 mili saja.


"Kamu hanya seorang pemimpin sebuah pasukan kecil dari Divisi Perang… sudah berani berbuat arogan seperti ini… apa kamu tahu siapa aku…?kamu ingin menyerang istriku bahkan untuk mengetahui aku yang sebenarnya siapa, kamu belum masuk kualifikasi… jika kamu benar seorang pemimpin pasukan besar di Divisi perang maka cobalah terima dan tahan satu serangan dariku…" Ucap Viky mendekatkan wajahnya dan berbisik kepada Jeri dengan posisi Viky masih memegang kepalan tangan dari Jeri.


Jeri setelah mendengar kata-kata dari Viky dia menjadi lebih marah, karena di kalimat terakhir Viky ingin menyerangnya, jadi dia bergegas mundur beberapa langkah untuk bersiap.


"Aku tidak tahu siapa kamu… tapi tadi aku tidak mengerahkan semua kemampuan aku, karena jika itu terjadi Rere akan mati disini, dan aku juga tidak mau mengotori tanganku karena membunuh seorang pel*** acur seperti dia, dan ini juga acara bahagia keluarga Neo jadi pasti akan mencoreng nama baik keluarga Neo dan juga nama baikku… tapi sekarang karena kamu sudah berbuat seperti itu maka aku tidak akan menahan diri lagi…" Ucap Jeri setelah mundur beberapa langkah, dan memang tadi dia tidak mengerahkan semua kemampuannya, karena bisa di lihat sekarang bahwa aura pembunuh yang keluar dari tubuh Jeri lebih pekat lagi dari sebelumnya, dan tekanan energi pun mulai keluar dari tubuhnya.


Suasana di aula pun menjadi sangat mencekam seketika, dan semua orang bergidik ngeri melihat ke arah Jeri, dan juga semua orang merasakan hal yang tidak enak dan tekanan yang kuat akibat energi dan aura yang Jeri keluarkan serta menyebar ke seluruh ruangan.


Wajah semua orang sangat ketakutan tanpa terkecuali, bahkan orang yang berada di pojok ruangan pun tidak lebih baik dari orang-orang yang berada di dekat Jeri.


Rere yang paling dekat dengan Jeri, di saat ini dia sudah sangat lemas dan hampir tidak bisa menahan lagi keseimbangan tubuhnya, dan ketika Rere akan kehilangan kesadaran akibat merasakan tekanan dari energi yang keluar dari tubuh Jeri, Viky memegang tubuh Rere dan menyalurkan sebuah energi agar Rere bisa bertahan dari tekanan energi milih Jeri.


Aura membunuh dan energi dari tubuh Jeri meluap-luap keluar dari tubuhnya, secara terus menerus, dan sudah ada orang yang pingsan karena tidak bisa menahan tekanan dari energi Jeri, Bahkan Herman, Novi dan Jarvice mereka bertiga sudah terduduk lemas karena tubuhnya sudah tidak bisa lagi menahan tekanan energi dari Jeri, Rahma dan Sarah sudah pingsan dari tadi.


Namun Nenek Sushi masih bisa bertahan karena dia mempunyai sedikit kemampuan untuk menahan tekanan energi dan aura pembunuh yang keluar dari tubuh Jeri.


Viky melihat sekitar dan suasana di sana tidak terlihat baik-baik saja, "Jika aku tidak segera bertindak maka semua ini akan menjadi lebih buruk lagi…" Gumam Viky.

__ADS_1


Viky berbalik melihat ke arah Jeri, dan energi serta aura pembunuh dari Viky mulai keluar dari tubuhnya dan dia arahkan kepada Jeri untuk menekan energi dan aura membunuh yang keluar dari tubuh Jeri, Namun memang sifat Jeri yang arogan dia tidak mau kalah dan mengeluarkan energi yang lebih besar lagi, karena Viky hanya mengeluarkan sedikit energinya jadi energi Viky tertutup oleh energi dari Jeri.


"Ha… ha… ha… ternyata hanya segitu saja kemampuan kamu… hanya mempunyai sedikit kemampuan kamu sudah berani berlaga di depanku… aku akui aku sedikit terkejut karena kamu mampu menutupi kemampuan kamu… tapi di hadapan seorang pemimpin dari pasukan Divisi perang sepertiku, kemampuan kamu sungguh jauh untuk dapat bersaing denganku bahkan tidak akan mungkin bisa mengalahkan aku…" Ucap Jeri yang merasa dia sudah menang karena bisa terlepas dari tekanan energi yang Viky arahkan kepadanya.


Setelah mendengar kata-kata dari Jeri, Viky sedikit terpancing emosi yang mana awalnya Viky ingin mengeluarkan energi yang lebih besar lagi, tapi dia urungkan niatnya, karena jika itu terjadi maka orang-orang di sekitarnya bukan hanya akan pingsan, bahkan bisa saja mati, karena tidak bisa menahan tekanan energi yang akan Viky keluarkan, dan juga sekarang kesabaran Viky pun sudah habis, dan sudah muak dengan sikap arogan dari Jeri, jadi Viky akan menggunakan cara lain untuk menyelesaikannya.


Viky dengan satu hentakan kaki, dia pergi menyerang Jeri, dengan satu serangan yang cukup kuat dan di arahkan kepada Jeri, Jeri pun menyadari akan serangan dari Viky, tapi sayang Jeri tidak sempat untuk menahan atau menghindari serangan dari Viky, karena serangan yang Viky pancarkan begitu cepat.


"Bruk…"


"Bruk…"


Terdengar dua kali suara benturan, walau suara tersebut tidak terlalu keras dari suara pertama tapi kejadian ini membuat semua orang menahan napas dan menatap tidak percaya, dan juga semua orang bingung dengan apa yang terjadi, karena serangan dari Viky sangat cepat, bagi orang biasa, mata mereka tidak bisa mengimbangi kecepatan dari Viky.


"Kamu memang tidak layak menjadi bagian dari Divisi perang… bukan hanya tidak melindungi warga tapi malah menyakiti mereka… kamu lihatlah sekitar kamu… mereka semua sangat menderita akibat perbuatan kamu… mereka tidak bisa menahan energi dan aura yang kamu keluarkan…" Ucap Viky menatap ke arah Jeri dan Viky sekarang dia berdiri di tempat awal Jeri berdiri.


Jeri yang menerima serangan dari Viky, dia tidak lebih baik dari orang-orang yang berada di sana.


"Uhuk… Uhuk…"


dari mulut Jeri mengeluarkan seteguk darah berwarna hitam, dia menatap darah yang berada di tangannya, dan berbalik menatap ke arah Viky, sorot mata Jeri memancarkan kebencian yang dalam kepada Viky, namun di hatinya ada sedikit ketakutan kepada Viky.


"Aku tidak akan membunuh kamu… karena itu terlalu baik untuk kamu… jadi aku hanya menghancurkan sesuatu yang berharga di dalam diri kamu… dan itu juga adalah balasan atas perbuatan kamu, di saat kamu juga menghancurkan sesuatu yang berharga di tubuh Rere…" Ucap Viky dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah Jeri yang terduduk di lantai dan bersandar pada dinding aula yang hancur.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2