Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 185 Rencana Untuk Keluarga Long


__ADS_3

Rencana Untuk keluarga Long


"Aku tidak terlalu banyak tahu tetang keluarga Long, yang aku tahu keluarga Long ini, sangat kuat tapi aku tidak tahu alasan mereka kenapa tidak memperluas kekuasaan mereka… karena keluarga Ling sendiri jarang bekerja sama dengan keluarga Long, dan mungkin hanya sesekali keluarga Ling berselisih pekerjaan dengan keluarga Long… mungkin anakku sedikit mengetahui tentang keluarga Long, karena dia sering bertemu dengan Tuan muda dari keluarga Long, namanya adalah Luis Long…" Jawab Sulis, dengan menunjuk ke arah Dadan Ling anaknya.


"Dadan Bisa kamu jelaskan kepada aku, menurut kamu bagaimana keluarga Long ini…?" Ucap Viky bertanya kepada Dadan Ling.


"Memang apa yang ayahku bilang adalah benar keluarga Long ini sangat kuat, yang aku tahu alasan mereka tidak memperluas kekuasaan mereka karena mereka lebih fokus kepada kekuatan dari pada kekuasaan, mungkin jika di bandingkan keluarga Ling dengan keluarga Long, dari hal kekuatan bisa di bilang sama atau bisa jadi lebih kuat dari pada keluarga Ling, yang terkuat di antara mereka ada 2, yaitu kepala keluarga Long yang bernama Igor Long dan anak pertamanya Luis Long, informasi yang aku tahu bahwa Luis Long ini di promosikan menjadi pemimpin dari sebuah pasukan yang bernama pasukan Farsifen, yang mana pasukan tersebut adalah pasukan terkuat yang ada di Divisi perang Kota Taraka…" Jawab Dadan Ling menjelaskan kepada Viky, tetang keluarga Long yang dia tahu.


"Baiklah… jika memang seperti itu, aku sudah tahu apa yang akan aku lakukan dengan keluarga Long, tapi sebelum itu, aku memiliki sedikit urusan di masa lalu yang belum aku selesaikan dengan Luis Long… masa depan keluarga Long tergantung dari Luis Long… " Jawab Viky.


"Tapi Tuan Viky… orang-orang yang berada di balik Luis Long ini adalah orang-orang dari Divisi perang, dan mungkin saja bukan hanya dari Divisi perang Kota Taraka tapi dari Divisi perang Montana, dan yang aku tahu bahwa Lord Jendral dari pasukan Wings Magnium yang akan turun tangan secara langsung melantik Luis Long, jadi secara tidak langsung Lord Jendral akan mendukung Luis Long… Jika itu terjadi maka di Kota Taraka bahkan di Montana hanya sedikit keluarga besar yang mampu menyinggung keluarga Long… dan pastinya mereka akan berpikir 2 kali jika akan berurusan dengan keluarga Long…" Ucap Dadan Ling, memberitahukan kepada Viky dan semua orang tentang ke kekhawatiran dia, tetang Luis Long.


"He…he…he… kamu tenang saja, aku sudah memikirkan hal itu, kamu hanya perlu mengikuti rencana yang akan aku lakukan nanti…" Jawab Viky dengan sedikit tersenyum ke arah Dadan Ling.


Dari keluarga Ling hanya lah Sulis Ling yang mengetahui dengan identitas yang sebenarnya tentang Lord Jendral, bahkan Dadan Ling yang anaknya Sulis Ling tidak di beritahu oleh Sulis Ling atas siapa Lord Jendral ini…


"Tuan Sulis… karena semuanya sudah tersampaikan aku ijin pamit, ada seseorang yang harus aku temui sekarang… dan terima kasih atas semua sambutan dari keluarga Ling, serta semua jamuan yang Tuan Sulis siapkan untuk aku …" Lanjut Viky berkata.


"Aku yang seharusnya berterima kasih kepada Tuan Viky, yang sudah mau berkunjung kekediaman keluarga Ling, dan aku juga meminta maaf atas jamuan yang kami siapkan untuk Tuan Viky yang sederhana ini kurang berkenan dan tuan Viky tidak terlalu menikmati semua jamuan ini…" Jawab Sulis Ling.


"Yah… kakak sudah mau pulang, padahal aku masing ingin bersama dengan kakak…" Ucap Dewi dengan tiba-tiba, dengan raut wajah polos serta manjanya.


"Nanti kita masih bisa bertemu kembali, kakak ada urusan yang harus kakak selesaikan terlebih dahulu, jika tidak di selesaikan maka pembicaraan kita tadi siang akan sia-sia…" Jawab Viky.


"Jadi kakak belum menjalankan saran dari aku…?" Tanya Dewi.


"Sudah… dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar, serta hasilnya juga seperti apa yang kakak inginkan…" Jawab Viky.

__ADS_1


"Oh baguslah jika hasilnya seperti yang kakak inginkan, aku juga ikut senang mendengarnya… aku antar kakak sampai depan boleh…?" Jawab Dewi, dan bertanya serta menawarkan diri untuk mengantar Viky sampai depan.


"Boleh… terima kasih…" Jawab Viky.


Kemudian Viky pergi dari aula tersebut di ikuti oleh Deky, Herman dan juga Vanteko Ma di belakangnya, namun Dewi berada di samping Viky dan memeluk lengan Viky, dengan sangat manja dan penuh dengan kemesraan, Sulis dan istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari putrinya tersebut, namun ada sedikit rasa bahagia di hatinya, karena melihat putrinya bisa sedekat itu bersama Viky, walau kemungkinan untuk menjadi istri Viky sangat jauh, tapi jika bisa sedekat itu sudah lebih dari cukup.


"Ayah kamu pulang lah terlebih dahulu dengan Deky… aku akan pergi dulu mengurus sesuatu…" Ucap Viky setelah berada di parkiran mobil.


"Kamu mau pergi kemana dan naik apa…?" Tanya Herman.


"Teko bisa mengantar aku, dan untuk lokasi yang aku tuju, belum tahu dimana tempatnya, karena aku juga sedang menunggu seseorang mengirimkan alamat jelasnya…" Jawab Viky.


"Apa kamu pergi menemui Rere…?" Tanya Herman kembali.


"Bukan… mungkin Rere sekarang sudah berada di rumah…" Jawab Viky.


"Jika ayah terlalu banyak di full service nanti ayah bisa kecapean…" Jawab Viky.


"Ah kamu ini… susah mengerti jika kamu belum pernah mengalaminya, nanti juga kamu akan mengerti setelah kamu menikah dengan Rere… dan perlu kamu tahu, fisik ayah ini lebih kuat dari kelihatannya… jadi kamu tenang saja, mau berapa kali pun full service ayah tidak akan merasa kecapean…" Jawab Herman dengan sedikit kesal kepada Viky dan dengan nada yang membanggakan dirinya, kemudian dia berjalan masuk ke dalam mobilnya.


"Dewi… kamu bisa mengantar kakak sampai sini…" Ucap Viky melihat ke arah Dewi.


"Baiklah kakak… kakak hati-hati yah… jangan pulang terlalu malam, dan selalu kasih kabar ke kakak ipar…" Jawab Dewi melepaskan pelukannya dari tangan Viky.


"Viky… aku tidak tahu Rere akan berbuat seperti apa jika dia tahu kamu bermesraan dengan wanita lain di luar…" Ucap Herman setelah berada di dalam mobil dengan membuka kaca mobil dan melihat ke arah Viky, dengan nada bercanda.


Ketika Viky akan menjawab kembali, mobil Herman sudah berjalan pergi meninggalkan parkiran kediaman keluarga Ling, kemudian Viky dan Vanteko Ma pun berjalan ke arah mobil Vanteko Ma dan segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Terma kasih kak… kakak sudah memberikan aku kesempatan menjadi apa yang aku mau… aku akan berusaha semampu yang aku bisa dan aku tidak akan mengecewakan kakak atas kesempatan yang kakak berikan kepada aku…" Gumam Dewi dengan melihat ke arah kepergian mobil Vanteko Ma yang meninggalkan kediaman keluarga Ling.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2