
Dipermainkan Ketua Keamanan
Viky berjalan menuju ke pintu yang di tunjuk oleh ketua keamanan tadi, setelah ketua keamanan tidak terlihat lagi di lantai tersebut.
"Krek…" tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Viky langsung membuka pintu tersebut, Viky rasa tidak perlu untuk mengetuk pintu, karena sebelumnya dia juga sudah memberitahu Deky bahwa dia akan datang.
Ketika pintu terbuka, terlihat ada sekitar 20 orang yang sedang duduk di sebuah meja besar yang sedang berdiskusi, dan orang-orang tersebut sedang mengeluarkan pendapat mereka masing-masing, jadi ruangan tersebut pun sedikit ramai, namun ketika pintu masuk secara tiba-tiba terbuka, Sontak semua orang terdiam dan melihat ke arah pintu yang baru saja terbuka, serta melihat ke arah Viky yang berdiri tepat di pintu masuk tersebut, dengan posisi tangan yang masih memegang pegangan pintu.
Viky sambil berdiri melihat ke arah semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, menyapu dari kiri hingga kanan, namun tidak ada orang yang Viky kenali satu pun.
"Maaf… aku salah ruangan…" Ucap Viky dengan raut wajah yang rumit, serta sikap yang terlihat sangat bingung, karena bagaimana pun di antara semua orang di sana tidak ada yang Viky kenal atau pun sebaliknya, akan tetapi di dalam hati Viky, dia sangat kesal sekali kepada ketua keamanan, yang mana ketua keamanan memberitahukan tempat yang salah kepada Viky.
Walau pun sebenarnya perusahaan tersebut sudah menjadi milik Viky, akan tetapi belum secara resmi oleh karena itu tidak ada yang Viky kenal atau pun sebaliknya, tidak ada yang kenal dengan Viky.
"Tunggu…" Ucap salah seorang yang berada di dalam ruangan dengan berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ke arah Viky, di saat Viky akan pergi dan menutup kembali pintu tersebut, dan Viky pun berhenti untuk menutup pintu serta melihat ke arah sumber suara tersebut.
Terlihat seorang pria paruh baya dengan umur sekitar 35 sampai 40 tahun berjalan ke arah Viky.
"Kamu siapa…? dan ngapain kamu ke sini…?" Ucap pria tersebut bertanya kepada Viky, karena dia baru pertama kali melihat Viky di dalam gedung Widya Grup.
"Aku Viky… aku ke sini ingin bertemu dengan Kent Latimore… karena aku tidak tahu ruangnya di sebelah mana, jadi tadi dari bawah aku di antara oleh ketua penjaga keamanan dan dia menunjuk ke ruangan ini… entah aku yang salah atau ketua keamanan yang salah memberitahu aku…" Jawab Viky dengan sopan, namun dia tidak memberitahukan siapa dia yang sebenarnya karena dia ingin melihat sendiri bagaimana kondisi perusahaan Keluarga Latimore.
"Tapi untuk hari ini… tuan muda pasti tidak bisa di temui karena dia sedang bersama dengan orang kepercayaan tuan besar… aku sarankan untuk kamu kembali saja besok, takutnya nanti kamu sendiri yang akan menerima akibat yang tidak baik…" Jawab orang tersebut dengan nada yang sopan, dan dengan sikap yang berwibawa.
Dia berkata seperti itu, karena orang yang ada di depannya memanggil nama tuan muda dengan sebutan nama secara langsung, jadi dia berpikir bahwa orang yang ada di depannya tersebut memiliki hubungan yang dekat dengan tuan muda mereka atau Kent Latimore.
__ADS_1
"Tapi aku sudah membuat janji dengan Kent Latimore… bisakah tuan menunjukkan kepadaku dimana ruangan Kent Latimore…" Jawab Viky dengan nada yang sopan, karena lawan bicaranya pun bersikap dengan sopan.
"Maaf anak muda… aku tidak bisa memberitahu kamu dimana ruangannya tuan muda… kalau hari-hari biasa, aku bisa saja mengantarkan kamu ke ruangannya… namun berbeda dengan hari ini… dan aku juga tidak bisa memberitahukan alasan pastinya terhadap kamu yang orang luar…" Jawab pria paruh bayar tersebut dengan nada yang masih sopan, dan dia juga melihat bahwa Viky masih muda, oleh karena itu dia menyebut Viky dengan sebutan anak muda, tidak dengan nama, karena dia juga takut melakukan kesalahan dalam menyebut nama.
"Tidak perlu tuan cerita pun aku sudah tahu… karena tadi ketua keamanan sudah sedikit menceritakannya kepada aku, tapi aku datang ke sini karena aku ingin menyampaikan suatu hal yang sangat penting kepada Kent… jadi bisakah tuan membantu mempermudah pekerjaan saya…" Jawab Viky, yang kembali membuat alasan yang asal agar dia bisa mendapatkan informasi dari orang yang berada di depannya.
"Bukan aku tidak mau membantu kamu… tapi situasi saat ini sangat sulit… aku tidak mau melakukan kesalahan… tapi jika kamu mau… kamu bisa menyampaikan pesan tersebut kepada aku… nanti aku akan sampaikan kepada tuan muda atas pesan dari kamu…" Jawab pria paruh baya tersebut yang terus menolak untuk mengantar Viky ke ruangan Kent Latimore, mungkin dari kata-katanya dia seperti memberikan solusi, namun maksud yang sebenarnya adalah, agar Viky bisa cepat pergi dari sana.
"Baiklah… tidak apa-apa jika kamu tidak mau mengantar aku ke ruangan Kent, aku akan mencarinya sendiri, karena pesan aku ini sangat penting jadi tidak bisa di titipkan ke orang lain… tapi perlu kamu tahu nanti kamu sendiri yang akan mendapatkan masalah, karena aku yang menurut kamu, aku adalah orang luar, berkeliaran di sini tanpa arah yang jelas, karena tidak tahu ruangan Kent di mana…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit mengancam, yang mana dia menemukan sedikit celah untuk dia bisa masuk.
"Baiklah… baiklah… kalau begitu, kamu tunggu sebentar di sana… aku akan berbicara dulu dengan yang lain…" Jawab pria paruh baya tersebut, dengan menunjuk sebuah kursi yang tidak jauh dari tempat mereka ber 2 berdiri, dia juga tidak punya pilihan lain selain membawa Viky ke ruangan Kent, karena dia tidak mau terjadi masalah yang lebih besar nantinya.
"Baiklah… kalau begitu… tapi jangan terlalu lama, karena informasi yang akan aku berikan ini sangat penting, jadi harus cepat di sampaikan…" Jawab Viky kembali.
Setelah Viky berkata, pria paruh baya tersebut kembali ke dalam ruangan, entah apa yang akan dia lakukan di dalam, karena pintu masuknya di tutup dan Viky tidak bisa melihat hal apa yang terjadi di dalam.
Tidak lama Viky menunggu di kursi tersebut, pria paruh baya tadi, sudah keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ke arah Viky yang masih dengan sabar menunggu pria paruh baya tersebut, ketika pintu ruangan terbuka raut wajah Viky yang kesal pun kembali berubah normal.
"Baiklah… ayo ikut aku, aku antar kamu ke ruangan tuan muda… tapi aku tidak bisa mengantar kamu masuk ke dalam… hanya sampai didepan pintu masuknya saja…" Ucap pria paruh baya tersebut, tanpa menunggu jawaban dari Viky, dia segera berbalik dan berjalan menuju ke arah lift, namun terlihat dari sikapnya bahwa pria paruh baya tersebut seperti sedang terburu-buru, kemudian Viky pun berdiri dan mengikuti pria paruh baya tersebut berjalan.
"Maaf tuan… jika boleh saya tahu, kenapa tuan hanya bisa mengantar saya sampai depan pintu saja…? bukannya tuan adalah karyawan di sini, jadi bukan masalah jika tuan mengantar aku hingga ke dalam ruangan Kent, dan aku lihat juga tadi bahwa tuan sepertinya bukan karyawan biasa…" Ucap Viky bertanya, sambil mengikuti pria paruh baya tersebut, yang masuk ke dalam lift.
"Yang pertama adalah, karena di dalam ada orang kepercayaan tuan besar… dan yang ke 2 adalah, karena aku akan mempersiapkan acara penyambutan kedatangan tuan besar… yang mana tuan muda bilang, bahwa tuan besar akan datang pada sore hari, oleh karena itu aku harus mempersiapkannya dengan segera… namun karena ada kamu di sini, jadi waktu untuk mempersiapkan acara penyambutannya sedikit tertunda, karena aku harus mengantar kamu keruangan tuan muda terlebih dulu…" Jawab pria paruh baya tersebut sambil menekan tombol lift.
"Jika tuan bukan karyawan biasa, harusnya tuan juga berada di ruangan Kent bersama dengan orang yang tuan maksud tadi… tapi kenapa tuan malah berada di ruangan yang berbeda bersama dengan orang-orang tadi…" Ucap Viky kembali bertanya.
__ADS_1
"Karena aku tidak punya urusan lagi di sana, jadi untuk apa aku tinggal di sana lebih lama lagi, yang ada nanti aku akan mengganggu pembicaraan pribadi di antara mereka ber 2… dan untuk masalah kenapa kami semua berada di ruangan yang berbeda karena hal ini juga adalah instruksi dari tuan muda, bahwa kami semua para eksekutif Widya Grup, harus mempersiapkan acara penyambutan kedatangan tuan besar…" Jawab pria paruh baya tersebut, sambil melihat jam tangannya, dengan raut wajahnya terlihat sangat gelisah.
#Maaf author belum bisa up seperti biasa, karena author harus mengurus masalah yang ada di tempat kerja author, dan mulai tanggal 17 author akan kembali fokus untuk menulis.
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...