Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 182 Satu Kata


__ADS_3

Satu Kata


Di aula utama kediaman keluarga Ling, semua orang tengah melihat ke arah meja utama, lebih tepatnya ke arah Viky, Vanteko Ma dan juga putri dari keluarga Ling yaitu Grisha Ling. mereka semua merasa sangat bingung dan tidak mengerti dengan apa yang Viky dan Grisha Ling serta Vanteko Ma tengah bicarakan.


Sulis Ling dan istrinya Amanda, serta Dadan Ling juga tidak jauh berbeda dengan semua orang, bahkan mereka semua lebih bingung lagi, karena mereka sangat tahu dengan sikap Grisha Ling itu seperti apa, dan juga kenapa Viky memanggil Grisha Ling dengan nama Dewi.


Di tengah kebingungan semua orang, dengan santainya Dewi, berjalan ke arah Viky, dan duduk di sebelah Viky.


"Terima kasih kakak aku yang baik…" Ucap Dewi setelah dia duduk di kursi sebelah Viky, dengan melihat ke arah Viky dengan tersenyum sangat manis


"Heemmm…" Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Viky tidak bisa berkata lebih, karena dia baru melihat Dewi atau Grisha Ling, yang berpenampilan sangat cantik seperti ini, di saat Viky terakhir bertemu dengan Dewi, dia tidak secantik ini, dan hanya memakai baju serta riasan wajah yang sederhana bahkan mungkin tidak memakai riasan wajah sama sekali dan itu pun sudah sangat cantik, apa lagi sekarang Dewi memakai baju yang bagus serta riasan wajah yang pas, menjadikan Dewi ke indahan yang sempurna.


"Kak pertanyaan aku yang tadi belum di jawab… kenapa kakak bisa ada di sini…? bukanya kakak ada acara yah dan tidak mau bantu aku…?" Lanjut Grisha Ling bertanya kepada Viky, dengan nada yang manja.


"Gerisha… jaga sikap kamu kepada Tuan Viky, kamu ini seorang perempuan, ayah sudah mengingatkan kamu berkali-kali untuk menjaga sikap kamu… tunjukan rasa sopan santun kamu, jika kepada orang-orang dari keluarga Ling, ayah tidak akan mempermasalahkan hal itu, tapi untuk orang luar kamu harus bisa menjaga sikap dan kehormatan keluarga Ling…" Ucap Sulis Ling dengan nada yang sedikit kesal kepada Gerisha, karena dia sudah tidak bisa menahan emosi karena melihat sikap Gerisha yang tidak tahu sopan santun seperti itu.


"Memang apa yang salah dengan sikap aku… toh aku tidak merugikan orang lain, hanya sikap bukan harga diri, banyak di luar sana yang sikapnya baik, tapi harga diri mereka sangat rendah… mereka semua berpura-pura baik di depan tapi di belakang bahkan lebih busuk dari pada bangkai… apa ayah mau aku seperti itu…?" Jawab Dewi dengan nada yang sedikit tinggi kepada Sulis Ling.


Raut wajah Sulis Ling, terlihat memerah karena marah, dan Sulis Ling tidak bisa berkata apa-apa lagi karena sangat marahnya dia, dan dia menahan amarahnya karena di sana ada Viky, dan yang lainnya, jika tidak, mungkin Sulis sudah meluapkan emosinya dari tadi kepada Grisha Ling, seperti biasa.


"Kenapa… apa ayah mau marah kepada aku…? asal ayah tahu, dengan sikap aku yang seperti ini, walau aku sering pergi ke club malam tapi aku bisa menjamin bahwa aku masih seorang perawan, aku adalah seorang perempuan yang selalu menjaga harga dirinya, semuanya akan aku berikan kepada……" Lanjut Dewi berkata, namun ketika Dewi akan berbicara lagi, tangan Viky menepuk pundak Dewi.


"Cukup…" Ucap Viky, berkata satu kata dan Dewi pun langsung diam tidak melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Sulis Ling sangat tercengang, karena Viky hanya mengucapkan satu kata dan Grisha Ling langsung terdiam, tidak seperti biasanya, jika Grisha Ling sudah berkata tidak ada yang bisa menghentikan dia, sampai kata-katanya selesai.


"Tuan Ling… sebelumnya aku minta maaf… jika memang karakter Grisha Ling atau yang aku kenal Dewi, mempunyai karakter seperti ini, biarkanlah seperti itu, tapi kita harus bisa mengarahkannya sedikit demi sedikit ke arah yang positif namum tidak merubah karakter dia, karena merubah karakter seseorang itu sangat sulit…" Ucap Viky melihat ke arah Sulis Ling.


"Tapi Tuan Viky… dia bersikap tidak sopan kepada tuan Viky… dan aku takut dia bersikap seperti itu kepada orang lain, dan orang itu berbuat jahat kepada Grisha Ling… aku percaya tuan Viky tidak akan berbuat seperti itu… jadi aku sebagai ayahnya hanya bisa mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada tuan Viky…" Jawab Sulis Ling, dia merasa tidak enak atas sikap dari Grisha Ling kepada Viky.


"Tidak apa-apa tuan Sulis, Tuan Sulis jangan terlalu sungkan kepada aku… dan aku juga tidak mempermasalahkan sikap Dewi yang seperti ini, mungkin nanti akan aku bantu untuk mengarahkan Dewi, tapi sebelum itu, aku ingin meminta ijin dulu kepada Tuan Sulis, untuk sedikit mengajarkan pengetahuan aku, baik itu kepada Dadan Ling dan juga Grisha Ling, namun akan berbeda cara dan jalan dari keduanya…" Jawab Viky, dengan memulai pembicaraan, sambil menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja.


"Tentu… tentu saja Tuan Viky, aku mengijinkannya… tanpa perlu tuan Viky memintanya kepada aku, aku pasti akan langsung mengijinkannya…" Jawab Sulis, dengan nada yang bahagia.


"Terima kasih Tuan Sulis sudah bisa mempercayai aku, tapi aku ingin bertanya kepada Dadan, apa kamu bersedia mengikuti pelatihan yang akan ku berikan nanti… ada 2 hal yang perlu kamu ingat, yang pertama di saat pelatihan nanti bisa saja nyawa kamu melayang, tapi jika kamu bisa bertahan hingga akhir, aku tidak bisa menjelaskannya, biarkan kamu yang menikmatinya sendiri seperti apa hasilnya nanti, namun sebagai contoh yang berhasil kamu bisa lihat Deky…" Ucap Viky berterima kasih kepada Sulis, dan melihat ke arah Dadan Ling untuk menanyakan kesiapan Dadan Ling, serta di kalimat terakhir dia menunjuk ke arah Deky.


Dadan tidak menjawab secara langsung, dia memikirkan baik dan buruknya jika mengikuti pelatihan yang Viky berikan nanti, hanya beberapa Detik Dadan memikirkan hal tersebut, kemudian dia menatap ke arah Viky.


"Baiklah… setelah kamu sembuh nanti, kamu bisa temui aku, di Octa Grup, dan untuk kejadian kemarin, aku ucapkan banyak terima kasih kepada kamu atas semua bantuan yang kamu lakukan…" Jawab Viky, karena dia melihat bahwa Dadan Ling masih sedikit terluka walau tidak terlalu parah, karena Viky mengirimkan seorang Dokter dari pasukan Wings Magnium untuk membantu penyembuhan Dadan, jika tidak mungkin Dadan Ling masih terbaring di rumah sakit


"Tidak apa-apa tuan Viky, itu semua hanya sebuah kebetulan, dan aku juga mengenal Nona Rere, jadi aku sedikit membantu Nona Rere saat berurusan dengan Yoki Meng…" Jawab Dadan Ling.


#Maaf kemarin Author tidak up, anak author masih sakit, sekarang lagi di rawat.


Terima kasih atas doa dari kakak semua, dan terima kasih banyak untuk Prince Kilroy atas tips 2 Piala emasnya 🙏🙏


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2