
Penjelasan Cipto Ma
"Kak Cipto… semua fasilitas yang di berikan dari keluarga Ma sudah di cabut tapi kakak masih saja terus berulah dan tidak ada efek jera… sudah bagus kak Viky sudah mengampuni nyawa kakak di saat kejadian terkahir… aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mengurusi kakak… apa perlu pedang yang ada di tangan aku ini yang berbicara…?" Ucap Vanteko Ma berdiri di hadapan Cipto Ma, dengan dingin serta mata yang tajam menatap ke arah Cipto Ma serta memegang pedang di tangannya, dan aura tingkat kesatria bintang 5 menyelimuti tubuhnya.
"Aku tidak melakukan apa-apa… karena aku dan Rahma juga adalah sama-sama korban… kami ber 2 di sekap di dalam rumah tersebut, selama beberapa hari kebelakang…" Jawab Cipto Ma menjelaskan dengan tubuh yang sedikit gemetar, karena melihat ekspresi dari adiknya Vanteko Ma yang terlihat sangat menyeramkan, serta tekanan dari aura Vanteko Ma yang sedikit menekan mental dia.
"Jika kak adalah korban… bisa kakak jelaskan, kenapa kakak mengirimkan surat kepada kak Viky, bahwa kakak ipar di culik…? dan juga kenapa kakak mengatakan kepada aku jangan ikut campur dengan masalah kakak Viku…?" Ucap Vanteko Ma bertanya dengan maksud meminta penjelasan kepada Cipto Ma atas apa yang dia lakukan.
"Untuk masalah surat yang aku kirimkan… sebenarnya aku tidak tahu isi yang sebenarnya dari surat tersebut, karena aku dan rahma hanya di perintahkan untuk mengirim surat itu saja ke Octa Grup dan menyimpan sebuah kotak di salah satu hotel yang sudah mereka siapkan, tanpa boleh membaca dan membuka kotak tersebut… jika aku tidak melakukan hal itu maka aku akan di bunuh oleh mereka…" Jawab Cipto Ma menjelaskan tentang apa yang terjadi kepada dia.
"Dan untuk masalah surat yang aku berikan kepada kamu… di saat itu aku mendengar pembicaraan orang-orang yang menangkap aku, mereka mengatakan bahwa mafia terbesar yang bernama Danone King yang pernah di kalahkan oleh pasukan Magnium yang sangat kuat, adalah salah satu organisasi yang mereka dukung, dan mereka juga berkata sedang mempersiapkan diri untuk membalaskan dendam atas pemusnahan salah satu organisasi yang mereka dukung kepada pasukan Magnium… aku tidak tahu hubungan antara Tuan besar dan semua organisasi tersebut… tapi yang jelas menurut aku bahwa orang atau organisasi yang akan melawan Tuan besar, mereka adalah kekuatan yang sangat kuat, jadi aku meminta kepada kamu untuk tidak ikut campur, karena kamu adalah kepada keluarga Ma mungkin bisa saja nanti keluarga Ma juga akan di musnahkan oleh mereka… setelah berurusan dengan pasukan Magnium…" Lanjut Cipto Ma menjelaskan kepada Vanteko Ma tentang surat yang dia kirim untuk Vanteko Ma beserta alasannya.
"Penjelasan kak Cipto cukup masuk akal… tapi untuk masalah pengampunan kalian ber 2, biarkan kak Viky yang memutuskannya… dan untuk masalah aku akan ikut campur atas masalah kak Viky atau tidak, itu terserah aku… dan aku juga yang akan menanggung semua akibat yang terjadi dengan keputusan aku ini, baik itu kepada diri aku sendiri atau untuk keluarga Ma karena sekarang aku adalah kepala keluarga Ma jadi apa yang aku lakukan secara otomatis keluarga Ma pun akan ikut, begitu pun sebaliknya… perlu kakak tahu setiap jalan yang di tempuh pasti akan memiliki resiko yang harus di tanggung, semakin besar resiko maka akan semakin besar hasil yang akan kita dapat…" Ucap Vanteko Ma, memberikan jawaban atas surat yang di berikan Cipto Ma untuknya, dan sedikit memperingatkan Cipto Ma bahwa siapa dia saat ini.
"Aku sebagai kakak kamu… aku tidak mau kamu celaka… aku hanya bisa memberitahukan apa yang aku tahu kepada kamu… namun semua itu kembali kepada diri kamu… kamu bebas menentukan jalan mana yang akan kamu ambil, karena aku yakin kamu juga sudah pasti tahu tentang resiko atas apa yang akan kamu ambil…" Ucap Cipto Ma dengan mengatakan niat yang sebenarnya atas surat yang dia kirim kepada Vanteko Ma.
"Baik lah… aku ucapkan terima kasih banyak atas perhatian dari kakak… namun setiap apa yang di lakukan ada sebuah resiko yang harus di hadapi, oleh karena itu Untuk sekarang hukuman dari aku, kak tidak boleh keluar dari kediaman keluarga Ma selama 1 tahun… jika kakak pergi keluar, maka kakak tidak akan bisa masuk lagi ke dalam keluarga Ma… namun jika nanti ada bukti bahwa kakak berbohong dan kakak adalah salah satu dari mereka… maka aku tidak akan bisa mengampuni kakak lagi… setelah 1 tahun nanti, mungkin aku akan memikirkan kembali untuk memberikan semua fasilitas dari keluarga Ma untuk kakak… " Lanjut Vantoke Ma mengatakan hukuman untuk Cipto Ma.
__ADS_1
"Kak Viky… sekarang terserah kakak, mau memberikan hukuman seperti apa kepada Kak Cipto dan Rahma… hukuman dari aku untuk kak Cipto, aku rasa sudah cukup untuk sekarang…" Ucap Vanteko Ma dengan melihat ke arah Viky.
"Untuk sekarang aku tidak akan ikut campur, untuk memberikan hukuman kepada Cipto Ma karena tidak ada bukti yang kuat bahwa dia adalah salah satu dari mereka… dan untuk Rahma Neo, biarkan Jeri Neo nanti yang memberikan hukuman untuk dia… dan sekarang kamu amankan mereka ber 2 terlebih dulu, sampai Jeri Neo datang…" Jawab Viky dengan memberikan perintah kepada Vanteko Ma untuk mengamankan Cipto Ma dan juga Rahma Neo untuk sementara.
Setelah Vanteko Ma membawa Cipto Ma dan juga Rahma Neo pergi dari sana, Viky menatap dingin kepada 3 orang yang berdiri dan 1 orang yang tergeletak di atas tañah dengan tatapan yang tajam.
"Untuk kalian ber 3… pertanyaan aku masih sama… yaitu kenapa Rere dan Lisa di tempatkan di tempat yang berbeda…? dan yang ke 2, apa tujuan kalian menculik Rere dan juga Lisa…?" Ucap Viky dengan melemparkan pertanyaan yang sama yang di berikan kepada Cipto Ma kepada ke 3 orang yang masih sadar yang di bawa oleh Cheetah, karena Viky belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan dia dari Cipto Ma.
Ke 3 orang tersebut tidak buru-buru menjawab pertanyaan dari Viky, mereka semua hanya menundukkan kepalanya, dan juga tubuh mereka ber 3 sudah bergetar dari tadi karena ketakutan melihat Viky dan semua orang yang ada di sana, apa lagi sekarang, Viky menatap tajam ke arah mereka ber 3, mereka pun menjadi lebih ketakutan lagi.
"Maaf Tuan… kami semua tidak tahu soal penculikan tersebut, karena kami semua hanya di bayar 10 juta setiap orang untuk menjaga rumah tersebut… dan untuk masalah ke 2 orang tadi berada di dalam rumah pun, kami semua tidak di beri tahu…" Ucap salah seorang dari ke 3 orang tersebut, setelah dia mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan dari Viky.
"Maaf Tuan… Apa bukti pengiriman uang untuk kami ber 4 bisa di jadikan bukti…? karena kami ber 4 tidak memiliki bukti lain untuk membenarkan kata-kata kami…" Jawab orang tersebut, dengan balik bertanya kepada Viky, sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya karena dia tidak memiliki bukti lain atas kebenaran dari kata-katanya, hanya bukti transfer saja yang mereka miliki, bahwa mereka ber 4 tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan semua kejadian ini.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
__ADS_1
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...