
Hadiah Untuk Nenek
"Jendral… ini barang yang kami bawa, kami semua tidak tahu apa isi di dalam kotak ini karena kami semua tidak pernah membuka isi kotak ini, dan kami juga tidak berani untuk membukanya…" Ucap orang ke 3, dengan mengangkat sebuah kotak yang berukuran sekitar 20x20 cm dari lantai dan menyerahkannya kepada Viky.
"Baiklah… terima kasih…" Jawab Viky sambil mengambil kotak yang di berikan oleh orang ke tiga.
Kotak tersebut sudah sangat usang dan terlihat sangat kuno, dengan ukiran yang sangat indah untuk sebagian orang yang mengerti seni, 3 orang tersebut tidak berani bertanya apa isi di dalam kotak tersebut.
Viky kemudian membuka kotak tersebut, di dalamnya terdapat sebuah gelang yang terbuat dari batu giok berwarna biru tua, dengan ukuran kepala naga di bagian atas, walau gelang tersebut tidak terlalu langka tapi khasiat dari menggunakan gelang batu tersebut adalah baik untuk kesehatan.
Karena Viky menguasai teknik pengobatan jadi gelang tersebut tidak terlalu berguna untuk Viky, oleh sebab itu Viky menitipkan gelang tersebut kepada Fikri, tapi sebagai gantinya Viky harus menerima kartu bank Red Diamond yang di berikan Fikri.
"Barang nya masih sama seperti yang dulu… tidak ada yang berubah sedikit pun…" Ucap Viky setelah melihat barang tersebut.
"Jendral… apa ada hal lain yang bisa kami bantu…" Tanya pria ke 3.
"Untuk saat ini sih aku rasa tidak ada… oh iya aku ingin tahu mengenai kartu Red Diamond itu sebenarnya ada berapa kartu yang tersebar…" tanga Viky kepada ke 3 pria yang ada di hadapannya, dan mengeluarkan kartu Red Diamond dari dalam sakunya.
"Baik Jendral… kartu Red Diamond itu kami hanya memproduksi 3 untuk saat ini, dan yang Jendral gunakan adalah produk khusus dan hanya ada satu karena di dalamnya saldo yang tertera adalah 0 atau bisa di bilang tidak ada limit maksimum untuk setiap transaksi, tapi untuk minimumnya pembelanjaan atau pengambilan uang, minimalnya adalah 50 juta itu pun tidak semua tempat mempunyai akses untuk membuka kartu tersebut…" Ucap pria pertama menjelaskan.
"Oh seperti itu… baiklah terima kasih…, Aku tidak bisa menemani kalian terlalu lama, karena aku masih ada urusan yang lain, kalian nikmatilah dulu hidangan yang telah di sajikan, jika di rasa kurang kalian semua jangan sungkan untuk meminta kepada Deky…" Ucap Viky.
"Baik Jendral… Kami rasa semua ini sudah cukup… dan mungkin kami juga akan berada di sini sebentar lagi, karena kami semua juga sudah di tunggu oleh kerjaan yang sudah menumpuk di kantor… aku mewakili semua teman-temanku mengucapkan terima kasih banyak atas semua jamuan yang telah Jendral sedia kan untuk kami…" Ucap Pria kedua dengan sopan.
"Baiklah kalau begitu… aku pergi dulu…" Setelah selesai berkata Viky berdiri dan di ikuti oleh ke 3 pria yang ada di depannya.
"Terima kasih Jendral…" Ucap ke 3 pria tersebut secra bersamaan. dan Viky pun melangkah pergi ke arah pintu dan meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah berada di luar ruangan Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Aldo, dan menanyakan di ruangan mana Aldo menempatkan Citra.
Setelah mengetahui ruangan mana Citra berada Viky bergegas ke sana untuk bertemu dengan Citra. dan dengan cepat Viky berada di pintu depan ruangan, karena ruangan Citra tidak terlalu jauh dari Viky berada sekarang.
Di dalam ruangan tersebut terlihat Aldo dan Citra yang duduk di kursi masing-masing, ketika Viky memasuki ruangan tersebut baik Citra atau pun Aldo berbalik melihat ke arah Viky.
__ADS_1
"Citra maaf sudah membuat kamu menunggu lama, karena ada yang harus aku persiapkan untuk acara pernikahan aku…" Ucap Viky setelah berada di ruangan tersebut, melihat ke arah Citra.
"Tidak apa-apa… aku juga baru sampai ke sini, belum lama…" Jawab Citra.
Kemudian Viky pergi ke arah Aldo dan duduk di samping Aldo.
"Aldo… kamu juga belum makan kan… kamu makan di sini saja bersama kami…" Ucap Viky melihat ke arah Aldo, Aldo sendiri awalnya setelah Viky datang dia akan segera pergi, tapi Viky meminta dia untuk menemaninya makan, jadi Aldo tidak jadi pergi.
"Baik Tuan… kalau begitu aku akan pergi dulu untuk memberitahukan kepada pelayan untuk menyiapkan makanannya…" Jawab Aldo.
"Heemm… Baiklah kalau begitu…" Jawab Viky menganggukkan kepalanya.
"Citra, apa kamu mau memesan makanan lain atau tidak…" Tanya Viky kepada Citra.
Karena di Siren Country, jika memesan ruangan di sana, menu makanan sudah di siapkan di masing-masing ruangan, bisa di bilang ada standar masing-masing untuk setiap ruangan, dan jika ingin sesuatu yang lain, maka harus memesan terlebih dahulu, tapi untuk kasus ini sangat jarang terjadi, karena makana yang di sediakan juga bisa di bilang sangat cukup.
"Tidak… tidak ada, aku rasa cukup, dan aku juga sudah tahu menu di setiap ruangan yang ada di sini, tapi jika boleh aku ingin minum, coklat panas…" Jawab Citra.
Aldo setelah mendengar permintaan dari Citra, Aldo pun pergi keluar ruangan untuk mencari pelayan, Sebenarnya bisa saja Aldo tidak perlu pergi karena ada sebuah tombol untuk memanggil pelayan. Tapi Aldo pergi untuk memberikan Viky berbicara berdua dengan Citra.
"Yah… dan aku juga akan menikah di akhir bulan ini…" Jawab Viky.
"Oh seperti itu… Viky bagaimana urusan dengan orang yang mobilnya aku rusak… apa sudah selesai… " Ucap Citra menanyakan tentang masalah yang sedang dia hadapi.
"Untuk masalah itu sudah selesai… dan juga bilang kepada ayah kamu agar tidak perlu khawatir lagi untuk masalah yang kamu hadapi…" Jawan Viky
"Kenapa aku harus bilang kepada ayahku…?" Tanya Citra menatap heran kepada Viky.
"Kemarin, ayah kamu meminta bantuan kepada Deky untuk membereskan masalah ini, jadi orang tersebut tidak memperpanjang masalah ini, setelah Aldo sebagai tangan kanan Tuan Besar Octa Grup bertindak…" Jawab Viky mencari alasan kepada Citra, tetang alasan selesainya masalah Citra
"Aldo orang yang tadi bersama aku di sini…?" Tanya Citra kembali.
"Benar… dan aku juga di beri tempat sekarang ini, berkat Aldo yang meminta langsung ke Tuan Besar…" Jawab Viky menjelaskan dengan semua situasinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi… kalau tau begitu aku berterima kasih kepada Tuan Aldo atas semua bantuan yang dia berikan…" Jawab Citra dengan nada kesal kepada Viky.
"Awalnya sih aku ingin memberitahu kan kepada kamu, tapi Aldo melarang aku untuk memberitahukannya kepada kamu tetang bantuan yang dia berikan… jadi kamu juga setelah ini berpura-pura lah tidak tahu, jika tidak aku akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi…" Jawab Viky mencari alasan kembali.
"Baiklah… tapi bagaimana caranya agar aku bisa berterima kasih kepada Tuan Aldo…?" Tanya Citra dengan polosnya.
"Yah itu sih terserah kamu… mau caranya seperti apa, masalah pertama kamu sudah menyelesaikannya walau pun di bantu oleh orang lain dan sekarang timbul masalah kedua, kamu harus cari sendiri jalan keluarnya, aku tidak mau terlibat lagi dengan masalah yang lain…" Jawab Viky.
Viky melemparkan Citra kepada Aldo, karena Viky tidak mau pusing mengurus Citra yang belum dewasa, dan masih polos, dan juga Viky takut akan jadi masalah dengan Rere nanti saat sudah menikah.
*Author up 1 bab untuk sekarang, besok akan up 3 bab 🙏
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...