Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 116 Kepala Pecah


__ADS_3

Kepala Pecah


Di saat ini baik Herman atau pun Novi, mereka berdua tidak bisa tidur karena mendengar suara Rere yang begitu nyaring, dan suara tersebut terdengar begitu lama.


Awalnya karena gejolak di dalam diri Herman sudah mencapai puncaknya, dia juga hendak mengajak Novi untuk bermain kuda-kudaan tapi niat tersebut dia gagalkan karena jika itu terjadi makan suara dari Novi akan terdengar hingga ke kamar sebelah.


Herman dan Novi mereka tidak bisa tidur dan hanya berguling-guling tidak jelas di tempat tidur.


"Herman… kenapa kamu belum tidur…" Ucap Novi tiba-tiba kepada Herman, karena dia menyadari bahwa Herman juga belum tidur.


"Aku tidak bisa tidur karena mendengar suara Rere yang begitu nyaring… terus kamu juga kenapa belum tidur…" Jawab Herman yang berbalik melihat ke arah Novi, dengan posisi berbaring di tempat tidur


"Aku juga merasakan hal yang sama…" Jawab Novi, yang mana posisi dia sudah berbalik ke arah Herman


"Terus apa kita akan bermain kuda-kudaan…?" Tanya Herman mengajak Novi, dengan nada yang sedikit bersemangat.


"Tidak… akan tidak enak nanti kepada Rere dan juga Viky jika suara aku di dengan oleh mereka…" Jawab Novi menolak ajakan Herman.


"Jika begitu… kamu tidak usah bersuara saja, gampang kan…" Jawab Herman yang memberi saran kepada Novi.


"Jika tidak bersuara, maka rasanya tidak akan terlalu enak…" Jawab Novi.


"Terus sekarang kita akan bagaimana…?" Tanya Herman kembali.


"Yah sekarang kita diam saja dan mendengarkan suara nyaring dari Rere…" Jawab Novi simpel.


"Tapi suara dari Rere membuat gejolak di dalam diriku naik dan aku menginginkan hal itu…" Jawab Herman dengan nada yang sedikit lemas, karena ajakannya di tolak oleh Novi


"Jika kamu menginginkannya maka tahan lah sampai besok… karena besok kita akan berada di rumah baru yang mana tidak akan terdengar oleh orang lain di saat kita melakukannya… dan juga nanti kamar kita akan sedikit berjauhan dengan kamar Rere… jadi kita bisa bermain dengan puas…" Jawab Novi, memberi saran kepada Herman.


"Aku menginginkannya juga sekarang… jika besok mungkin kepalaku akan pecah sekarang…" Jawab Herman dengan lemas dan ada sedikit nada memohon kepada Novi.


"Jika kepala kamu pecah, maka kamu mati, dan aku bisa mencari lelaki lain yang lebih muda dari kamu…" Ucap Novi menggoda Herman.

__ADS_1


"Sudahlah kamu tidur sana… jangan terlalu di pikirkan, nanti kamu malah pusing sendiri…" Ucap Novi kemudian dia berbalik badan membelakangi Herman.


Herman hanya diam tidak menjawab apa-apa, di hati Herman ada sedikit kekesalan, baik itu kepada Novi, atau kepada Viky dan Rere yang berada di sebelah kamar mereka.


……


Pagi sudah menjelang, bagi Viky dan Rere waktu berputar begitu cepat tapi tidak untuk Herman dan Novi, waktu malam bagi mereka terasa lebih lama dari biasanya.


Setelah membersihkan badan, semua orang keluar dari kamar dan hendak turun ke bawah untuk menyantap saràpan sebelum melakukan aktivitasnya masing-masing.


Ketika Viky dan Rere menuju meja makan, di sana sudah ada Aldo, Ratna, Lisa, Herman dan Novi. mereka semua sedang menunggu Viky dan Rere baru memulai makan sarapan pagi.


"Aldo… kamu antar Ayah dan mamah pergi ke rumahnya untuk memeriksa barang-barang yang bisa di bawa… setelah selesai nanti kamu bersama ayah pergi ke Octa Grup, aku akan menunggu kalian di sana bersama Rere…" Ucap Viky setelah selesai serapan pagi.


"Baik Lord…" Jawab Aldo dengan sopan.


Kemudian mereka ber 5 pergi dari rumah bersama-sama dengan 2 mobil yang berbeda namun setelah melewati pintu gerbang bukit Solvest, 2 mobil itu berpisah karena berlainan arah.


Tidak lama Viky dan Rere sudah sampai di depan gerbang Octa Grup, di sana terlihat banyak orang yang pergi menuju ke dalam kawasan perusahaan untuk bekerja, karena waktu hampir menunjukan pada waktu masuk kerja, mereka semua bergegas untuk dapat melewati pintu gerbang sebelum jam waktu kerja di mulai.


Setelah memarkirkan mobilnya Viky dan Rere berjalan ke arah pintu masuk perusahaan, di pintu masuk terlihat penjagaan lebih ketat dari pintu gerbang, di sana ada sekitar 7 sampai 8 orang yang berjaga di pintu masuk.


Sama Halnya ketika di pintu gerbang, Viky dan Rere masuk dengan sangat mulus, karena semua orang sudah di beri tahu oleh Deky tentang ke datangan Viky, dan hanya orang-orang eksekutif dari Octa Grup serta semua petugas keamanan yang sudah mengetahui tetang identitas Tuan besar dari Octa Grup.


Dan ada perintah khusus untuk semua petugas keamanan untuk tidak terlalu melihat ke arah Viky di dapan orang banyak, mungkin bisa di anggap Viky tidak terlihat.


Disaat Viky dan Rere berjalan melewati pintu masuk, semua orang bergegas berbaris dan menyapa kepada Viky, dan mata semua orang menatap ke arah Rere, mereka semua penasaran dengan siapa wanita yang berjalan di belakang Tuan besar, ada yang mengira bahwa wanita tersebut adalah sekertaris pribadi Tuan besar.


Setelah Viky dan Rere melewati semua orang yang berbaris, ada terdengar desas desus dari semua orang yang membicarakan siapa Rere, walau suara mereka sangat pelan tapi masih bisa terdengar.


"Tuan besar sungguh tampan dan mempesona, aku rela menyerahkan tubuhku untuk tuan besar…" Ucap salah seorang wanita dari arah belakang kerumunan.


"Hey… jangan bermimpi, tuan besar mana mau dengan kamu yang seperti ini…" Timpal orang yang di sampingnya.

__ADS_1


"Memang apa salahnya… tubuhku bagus, wajah ku juga cantik dan yang lebih utama adalah aku masih perawan…" jawab wanita pertama.


"Perawan dari mananya…? kemarin aku lihat kamu keluar dari hotel bersama pacar kamu…" timpal yang lain yang berada di dekat wanita tersebut.


"Tapi kalian lihat, wanita yang bersama Tuan besar, kita semua kalah cantik dari wanita tersebut, dan juga wanita itu mempunya tubuh yang sangat bagus…" Ucap salah satu wanita dari arah lain.


"Iya benar… wanita itu sangat cantik dari kita semua, tapi kita juga tidak tahu ada hubungan apa wanita itu dengan Tuan besar…" Timpal wanita pertama.


"Kalian semua sungguh berharap sesuatu yang tidak pasti, dan mengharapkan perhatian Tuan besar dengan ke kecantikan kalian yang tidak seberapa…" Ucap salah satu laki-laki dengan tiba-tiba, yang dari awal hanya menguping pembicaraan para wanita.


"Kalau kecantikan kami semua tidak seberapa… tapi kenapa kamu mengejar salah satu dari kami…" jawab wanita lain dengan sedikit kesal menatap kepada si pria.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2