
Aktivitas Seperti Bisa
Pagi hari…
Suasana Kota Taraka berjalan seperti biasanya, ada yang pergi untuk bekerja, ada yang pergi ke pasar untuk berbelanja dan ada juga anak-anak yang pergi ke sekolah, namun tidak sedikit orang yang masih berselimut di atas tempat tidur.
Di salah satu rumah mewah yang ada di Kota Taraka, melakukan aktivitas yang selalu di lakukan setiap pagi, yaitu makan sarapan pagi dan sedikit berbincang, namun ada hal yang tidak biasanya, yaitu hanya ada 3 orang yang duduk di meja makan, yaitu Viky, Lisa dan ibunya Ratna, sedangkan Aldo tidak ada bersama mereka, karena dia sedang menjalankan perintah yang di berikan oleh Viky kemarin.
Setelah selesai sarapan Viky dan Lisa pergi ke luar rumah… Viky akan pergi ke Octa Grup sebagaimana biasa dia lakukan setiap hari dan Lisa akan pergi ke tempat kuliah. Lisa pergi terlebih dulu, dan Viky masih berada di depan rumah untuk menunggu Rere dan Herman.
Tidak lama Rere dan Herman keluar dari rumahnya setelah siap dan selesai sarapan.
"Viky kenapa kamu sendiri…? dimana Aldo…?" Ucap Herman bertanya karena dia tidak melihat Aldo bersama Viky.
"Ada hal yang sedang dia kerjakan sekarang ini… jadi untuk beberapa hari ke depan ayah akan pergi sendiri ke Octa Grup…" Jawab Viky.
"Oh seperti itu, aku bisa pergi sendiri ke Octa Grup… yah sudah kalau begitu ayah pergi dulu, karena ada beberapa hal yang harus aku siapkan pagi ini…" Jawab Herman, kemudian dia masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas pergi meninggalkan Viky dan Rere.
Rere berjalan ke arah Viky, untuk pergi bersama Viky ke Octa Grup, namun Rere hanya diam saja tanpa mengatakan satu kata pun dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa menyapa Viky, atau hanya sekedar basa-bari, Viky mengernyitkan alisnya melihat sikap Rere yang masih sama seperti semalam, Viky pun tidak bisa berkata apa-apa… kemudian dia masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas pergi meninggalkan rumahnya menuju ke Octa Grup.
Entah apa yang terjadi kepada Rere, sikapnya sedikit berubah dari saat mereka pergi dari acara reuni sampai saat ini, Rere tidak berkata satu kata pun, dan bukan hanya kepada Viky saja, tapi kepada Nayla ada Aqila pun sama.
Membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari biasanya untuk Viky bisa sampai di Octa Grup, karena keadaan jalan cukup padat, mengakibatkan Viky tidak bisa memacu mobilnya lebih cepat, dan selama perjalanan di dalam mobil tidak ada yang mengeluarkan 1 kata pun.
"Aku akan pergi membantu pekerjaan ayah… kamu jangan mencari aku karena setelah selesai nanti aku akan langsung pergi ke tempat Nayla…" Ucap Rere sebelum dia turun dari dalam mobil.
"Tapi kita akan pergi ke tempat lain terlebih dulu sebelum pergi ke tempat Nayla…" Jawab Viky, dengan maksud mengajak Rere untuk pergi bersama.
"Kamu pergi sana sendiri… aku akan menunggu kamu di tempat Nayla nanti…" Jawab Rere yang tetap tidak mau pergi bareng bersama Viky.
__ADS_1
"Yah sudah kalau itu mau kamu… tapi nanti kamu pergi ke sana di antar dengan sopir yang ada di sini yah… jangan pergi sendiri dan naik taksi…" Jawab Viky yang tidak punya pilihan lain, karena dia juga sedikit mengerti dengan melihat sikap Rere yang tidak seperti biasanya, bisa di katakan bahwa Rere butuh sendiri.
Setelah mendengar jawaban dari Viky, Rere menganggukkan kepadanya dan segera turun dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam gedung Octa Grup, kemudian Viky pun keluar dari dalam mobilnya dan pergi menuju ke dalam gedung Octa Grup, namun Viky dan Rere berpisah saat di lift.
Di saat Viky berjalan pergi menuju ke ruangannya dia mengeluarkan ponselnya, kemudian dia mengetik sebuah pesan dengan isi pesannya adalah.
"Deky… jika kamu sudah selesai dengan semua urusan kamu, kamu segera pergi ke ruangan aku…".
Seperti biasa, Viky duduk di meja kerjanya dan melihat beberapa dokumen yang ada di atas meja tersebut, dengan memegang sebotol minuman bersoda di tangannya.
2 jam telah berlalu, dari saat Viky berada di dalam ruangannya tersebut, dan mempelajari dokumen yang ada di meja kerjanya, dan akhirnya Viky selesai pada Dokumen yang terakhir, kemudian dia berjalan ke arah jendela kaca yang ada di ruangannya dan melihat ke arah luar.
"Rere… maafkan aku, jika aku terlalu memaksakan kamu untuk menjadi seperti yang aku ingin kan… tapi aku berbuat seperti ini, karena demi kebaikan kamu juga… jika kamu ingin terus bersama aku, maka kamu harus bisa menyesuaikan diri kamu karena dengan status yang aku miliki saat ini, akan ada banyak wanita yang cukup kuat yang ingin bersama aku… dan aku juga tidak akan bisa terus berada di samping kamu setiap waktu untuk menjaga kamu karena akan ada musuh yang tidak terlihat setelah aku mengungkapkan kepada publik dimana keberadaan aku saat ini…" Gumam Viky dengan raut wajah yang rumit.
Di saat Viky tengah melamun melihat ke arah luar jendela, dari arah pintu masuk, Deky berjalan ke arah Viky.
"Tidak apa-apa… aku juga tidak terlalu terburu-buru… sebelum kita pergi ke proyek taman hiburan, aku ingin tahu apa kamu pernah menjalin kerja sama dengan keluarga Try…?" Jawab Viky dan balik bertanya kepada Deky, namun posisinya masih melihat ke arah luar jendela.
"Octa Grup dengan keluarga Try sudah menjalin kerja sama yang cukup lama, dengan 2 proyek yang sudah selesai dan 1 proyek lagi, baru kemarin kita menandatangani perpanjangan kerja sama, karena proyek tersebut mempunyai keuntungan jangka panjang… memangnya ada masalah apa tuan…?" Jawab Deky, yang mana dia belum mengetahui informasi yang terjadi semalam, namun dia mengerti maksud dari perkataan Viky, bahwa ada sedikit masalah dengan keluarga Try, karena jika tidak Viky tidak akan menanyakan hal kecil seperti itu.
"Sebenarnya bukan masalah besar, hanya saja proyek tersebut harus di tanda tangani ulang, dan bilang kepada keluarga Try, jika ingin melanjutkan kerja sama dengan Octa Grup, maka jangan mengirimkan orang yang bernama Yu Jin sebagai penanggung jawabnya… jika bisa kepala keluarga Try sendiri yang turun secara langsung sebagai penanggung jawabnya…" Jawab Viky menjelaskan kepada Deky atas apa yang dia mau.
"Baik Tuan… kalau begitu aku akan membicarakan hal ini dengan keluarga Try nanti…" Jawab Deky yang mengerti maksud dari Viky.
"Oh iya… bagaimana dengan struktur yang baru di Octa Grup… apa semua posisi yang kosong sudah terisi…?" Ucap Viky bertanya dan berbalik melihat ke arah Deky.
"Struktur yang baru sudah terbentuk, dan juga semua posisi yang kosong juga sudah terisi dengan orang-orang yang lebih kompeten dari sebelumnya…" Jawab Deky.
"Baguslah kalau begitu… kita bisa pergi sekarang untuk melihat sudah sampai mana proses proyek taman hiburan berjalan…" Jawab Viky, kemudian dia berjalan keluar dari ruangan, di ikuti oleh Deky di belakangnya.
__ADS_1
Di depan gedung Octa Grup sudah terparkir 3 mobil dengan beberapa orang berdiri di dekat mobil tersebut, Viky tidak mengatakan apa-apa, karena hal ini bukan pertama kalinya Deky siapkan untuk pergi ke suatu tempat dengan membawa nama Octa Grup, dan dia langsung masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh orang yang berdiri di dekat mobilnya.
Setelah Viky dan Deky berada di dalam mobil, kemudian orang-orang yang berdiri di dekat mobil pun masuk ke dalam mobil dan menduduki kursi yang kosong, setelah semuanya siap, ke 3 mobil tersebut pun pergi meninggalkan Octa Grup menuju ke arah Utara Kota Taraka.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1