Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 81 3 kartu Bank Telah Jadi


__ADS_3

3 Kartu Bank Telah Jadi


"Toni… kamu buatkan 3 kartu Platinum atas Nama Viky sekarang, dan kirimkan ke Restoran Diton sekarang juga… untuk lebih detail datanya kamu bisa tanya kepada Rana…" Ucap Beben setelah telpon tersambung.


"Baik Manager… akan segera saya kerjakan sekarang juga…" Jawab orang yang berada di lain telpon, orang tersebut tidak bertanya lebih karena dia tahu bahwa Managernya tidak akan sembarangan menyuruh jika tidak ada alasan yang kuat.


Setelah mendengar jawaban tersebut Beben menutup telponnya, dan melihat ke arah Viky


"Sudah selesai… kita tinggal menunggu orang yang akan mengantarkan kartunya ke sini…" Ucap Beben setelah selesai menelpon.


"Bisa secepat itu yah… aku kira harus datang ke bank untuk mengisi data dan lain-lain…" Ucap Viky dengan sedikit heran.


"Memang benar apa yang kamu katakan, tapi ada beberapa nasabah bank yang tidak perlu datang ke bank, hanya untuk membuat sebuah kartu, karena ada hak dan perlakuan khusus dari bank…" Ucap Beben menjelaskan.


"Oh seperti itu yah… pantas saja… kalau aku tahu dari awal aku tidak akan pergi ke bank hanya untuk membuat sebuah kartu…" Ucap Viky, tapi di kata awal dia tidak melanjutkannya dan mengalihkan pembicaraannya.


Setelah apa yang Beben sampaikan dia akhirnya mengerti kenapa dulu dia di berikan kartu bank Red Diamond oleh seseorang bahkan tanpa Viky minta untuk membuat kartu tersebut.


"Jika kamu tidak datang ke bank, mungkin kita tidak akan bisa bertemu seperti ini… dan juga Reva pasti akan terus mencari kamu…" Jawab Beben dengan nada sedikit lemas.


"Memang sih… jika aku tidak pergi ke bank, aku tidak akan bertemu dengan kalian dalam waktu dekat…


"Viky… jadi kapan tepatnya kamu akan menikah…" Ucap Beben mengalihkan pembicaraan.


"Acaranya akan di laksanakan di akhir bulan ini, untuk tanggal pastinya aku belum bisa menentukannya, dan akan aku serahkan kepada istriku untuk menentukan tanggal pastinya…" Jawab Viky dengan melirik ke arah Rere.


"Aku punya seorang kenalan yang bergerak di bidang percetakan undangan pernikahan, jika kamu mau, aku bisa menghubungkan kamu dengannya…" Ucap Beben memberikan bantuan.


"Boleh… jika kamu tidak keberatan kamu bisa atur pertemuannya dan juga sekalian kalian berdua juga bisa membuat kartu undangan untuk pernikahan kalian…" Jawab Viky sekaligus menggoda Beben dan Reva.


"Undang pernikahan kita… apa kamu tidak salah berkata… aku masih belum siap menikah sekarang-sekarang ini…" Ucap Reva mencoba menghindar.


"Hanya belum siap kan…? bukan berarti tidak mau…" Jawab Viky menggoda Reva.


"Kamu ini yah… memang dari dulu tidak berubah, masih saja menyebalkan seperti dulu…" Jawab Reva dengan cemberut dan dengan posisi tangan dilipatkan ke dada.


"Jadi bagaimana…? apa kita akan mengadakan acara Double Married…?" Jawab Viky dengan santai dan terus menggoda Reva.


"Kalau aku sih terserah Reva… gimana maunya…" Jawab Beben dengan pelan, dan sedikit malu-malu.


"Kamu ini yah… benar-benar, sudah aku bilang jangan kasih tahu dulu Viky, aku sudah peringatkan kepada kamu Viky itu pintar mengorek informasi…" Ucap Reva dengan sedikit kesal kepada Beben.


"Maaf… aku tidak sengaja berkata seperti itu, lagian apa salahnya memberitahu Viky, mau itu sekarang atau nanti juga sama saja kan…" Jawab Beben membela diri.

__ADS_1


"Yah sudah kalian tidak perlu bertengkar seperti itu… gara-gara masalah sepele, lagian aku juga cukup senang dengan kalian berdua bisa bersama…" Ucap Viky melerai pertengkaran di antar mereka.


Ketika Reva akan menjawab kembali, ponsel Beben berdering, ada sebuah panggilan masuk.


"Manager aku sudah berada di depan Restoran Diton…" Ucap seorang wanita dengan lembut setelah telpon tersambung.


"Kamu langsung masuk saja ke dalam… ketika di pintu masuk kamu bisa lihat aku di salah satu meja di dalam…" Jawab Beben kepada wanita yang berada di balik telpon.


"Baik Manager, saya akan masuk sekarang… Jawab wanita di balik telpon.


"Siap… yang menelpon…?" Ucap Reva dengan sedikit cemburu.


"Rana… orang dari bank… ingin mengantar kartu yang sudah selesai di buatkan…" Jawab Beben.


"Bau-bau nya ada yang cemburu nih… he… he… he… " Ucap Viky dengan tersenyum menggoda Reva.


"Tidak… Siapa juga yang cemburu…" Jawab Reva dengan memalingkan wajahnya yang memerah.


Dari luar Rana berjalan memasuki restoran dan dengan cepat sudah berada di dekat meja Viky.


"Manager ini kartu yang anda minta…" Ucap Rana dengan sopan sambil menyerahkan 3 kartu kepada Beben.


"Hallo Tuan…" Rana berbalik menatap ke arah Viky dan menyapanya dengan sopan.


"Sama-sama Tuan… ini juga sudah tugas saya melayani semua nasabah yang memiliki hak prioritas…" Jawab Rana.


"Kamu duduk lah bergabung bersama kami untuk makan…" Ucap Viky menawarkan kepada Rana.


"Tidak… Terima kasih Tuan, setelah selesai aku juga akan pergi, nanti bisa makan siang di kantin bank…" Ucap Rana, menolak dengan sopan.


"Jarak dari sini ke bank cukup jauh, lebih baik kamu makan dulu sebelum kembali…" Ucap Viky sedikit memaksa.


"Rana… jika kamu merasa tidak enak untuk makan satu meja dengan kami, kamu bisa mencari tempat duduk lain dan memesan makanan untuk kamu makan…" Timpal Beben yang mengerti kenapa Rana menolak tawaran dari Viky.


"Tidak Tuan… aku bisa makan nanti di kantin bank…" Jawab Rana yang masih tetap menolak.


"Pelayan…" Ucap Viky sedikit berteriak, kemudian seorang pelayan dengan cepat menghampiri Viky dan berkata:


"Iya Tuan… apa ada yang bisa saya bantu…" Ucap Pelayan tersebut setelah berada di dekat meja Viky.


"Kamu carikan meja untuk Nona ini, dan siapkan makanan untuknya…" Ucap Viky kepada Pelayan tersebut.


"Dan juga nanti tolong kamu ambilkan bil total semuanya, beserta bil Nona ini…" Lanjut Viky kepada pelayan.

__ADS_1


"Baik Tuan… kalau begitu saya permisi dulu…" Jawab pelayan tersebut.


"Mari Nona bisa ikut saya…" Ucap pelayan tersebut melihat ke arah Rana dan mempersilahkan Rana untuk mengikutinya.


Rana akhirnya tidak punya pilihan lain, walau ada sedikit tidak enak kepada Viky, dia mengikuti pelayan tersebut menuju ke meja lain yang berada tidak jauh dari meja Viky.


"Viky ini 3 kartu yang kamu minta…" Ucap Beben setelah Rana dan pelayan tersebut pergi.


"Iya… Terima kasih sudah merepotkan kamu…" Jawab Viky kemudian mengambil kartu bank yang Beben berikan.


"Ibu… Lisa ini kartu untuk kalian…" Ucap Viky melihat ke arah Ibunya dan juga Lisa dengan menyerahkan 1 kartu bank kepada setiap orang.


"Dan ini untuk kamu… kamu pakai untuk membeli semua keperluan kamu…" Ucap Viky melihat ke arah Rere kemudian memberikan satu kartu yang tersisa kepadanya.


Di saat ini Reva yang melihat kemesraan dan perhatian Viky kepada Rere, ada sedikit rasa iri dihatinya apa lagi di berikan sebuah kartu bank jenis Platinum, bukan hanya Reva saja tapi semua perempuan pasti iri kepada Rere.


"Andai aku yang berada di posisi itu, aku pasti akan sangat bahagia, walau tidak di berikan kartu bank pun aku masih mau dan tetap berada di samping Viky…" Gumam Reva yang menatap iri kepada Rere.


*Nih author tambahin 3 Bab


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2