
Rencana Pergi Ke Acara Reuni
Setelah semua orang masuk ke dalam air, Viky berbalik dan pergi dari sana.
"Eagle apa yang kamu tunggu, ayo kita pergi dari sini… biarkan mereka semua menikmati dinginnya air di sungai ini…" Ucap Viky mengajak Eagle pergi dari sana, dan untuk airnya, walau berada di dekat bukit, sebenarnya tidak terlalu dingin untuk orang normal, tapi ini di lakukan oleh orang yang sudah meminum obat dari Viky, maka bisa di bandingkan bahwa airnya akan terasa dinginnya 5 kali lipat bahkan bisa Lebih, dan hari juga baru menjelang sore.
Eagle pun berjalan mengikuti Viky meniggalkan tempat tersebut dan kembali ke dalam rumah.
"Eagle… apa kamu juga sama mengalami kesulitan untuk menaikan kekuatan kamu ke tahap Jendral Perang Bintang 5…?" Ucap Viky bertanya kepada Eagle setelah dia duduk di sofa.
"Benar Lord… aku sudah mencobanya beberapa kali, untuk naik ke tahap Bintang 5 tapi selalu gagal…" Jawab Eagle dengan nada yang sedikit lemas.
"Baiklah… aku akan memberi tahukan kepada kamu nanti untuk kamu agar bisa naik ke tahap bintang 5, sekalian yang lain juga ingin naik ke tahap Jendral Perang…" Jawab Viky menjelaskan.
"Terima kasih Lord…" Jawab Eagle yang berterima kasih kepada Viky, dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia sekali, karena dia tertahan di tahap bintang 4 sudah lebih dari 2 tahun, dan bukan hanya dia saja, 4 pilar juga sama tertahan di tingkat kesatria Bintang 5.
"Oh iya… aku sedari tadi tidak melihat Aldo… apa kamu tahu dia pergi kemana…?" Ucap Viky bertanya karena dia tidak melihat Aldo dari saat dia datang tadi.
"Tadi pagi dia masih di sini, dan terkahir dia juga ikut berlatih dengan yang lain… tapi di saat menjelang siang, ada 2 orang yang mencarinya, dan entah kemana perginya dia dengan 2 orang tersebut… dan dia juga tidak bilang akan pergi kemana…" Jawab Eagle.
"Oh seperti itu… kemana anak ini membawa 2 orang yang akan dia latih ini…?" Jawab Viky, bertanya, namun sebenarnya dia bertanya bukan kepada Eagle tapi entah kepada siapa tidak jelas.
Kemudian Viky mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Aldo.
"Aldo… dimana kamu sekarang…? apa ke 2 orang yang kamu latih baik-baik saja…?" Ucap Viky bertanya setelah sambungan telpon dengan Aldo tersambung.
"Aku sedang menuju ke sungai yang ada di belakang rumah tempat latihan… aku akan merendam ke 2 orang ini di sana, dan mereka juga baik-baik saja, mereka ber 2 melewati tahan pertama dengan baik dan juga lancar tanpa ada sesuatu yang terjadi kepada mereka…" Jawab Aldo di lain telpon menjelaskan kepada Viky.
"Baiklah… aku juga menyimpan Dewi dan yang lainnya di sana, kamu bisa gabungkan mereka semua di sana nanti… jika sudah selesai, kamu pergilah ke sini, aku akan memberikan sesuatu untuk kamu nanti…" Jawab Viky dengan menyuruh Aldo untuk menggabungkan semua orang di dalam satu tempat, karena akan dapat dengan mudah mengontrol mereka jika terjadi sesuatu yang berada di luar perkiraan mereka.
__ADS_1
"Baik Lord…" Jawab Aldo di lain telpon.
Kemudian Viky mematikan telponnya, setelah mendengar jawaban dari Aldo barusan, namun ketika Viky akan memasukan ponselnya kembali ke dalam sakunya, ada sebuah telon masuk.
"Hallo… ada apa…?" Ucap Viky bertanya setelah mengangkat telpon masuk tersebut.
"Kamu dimana sekarang…?" Jawab orang di balik telpon dengan suara yang lembut, karena yang menelpon Viky adalah seorang perempuan.
"Aku sedang berada di tempat latihan… memangnya kenapa…?" Jawab Viky dengan balik bertanya kepada orang tersebut.
"Apa kamu masih lama di sana…?" Jawab orang di balik telpon dengan balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan dari Viky.
"Tidak tahu… kenapa memangnya…?" Jawab Viky yang tidak memberikan jawaban dan terus bertanya.
"Yah sudah kalau kamu masih lama berada di sana… aku berencana akan pergi ke reuni acara sekolah aku malam ini dan aku ingin mengajak kamu pergi ke sana bersama… tapi jika kamu sedang sibuk maka aku akan pergi sendiri saja ke sana…" Jawab orang di balik telpon mengatakan atas niatnya menghubungi Viky.
"Jam berapa pergi ke acara reuninya…?" Tanya Viky kembali.
"Baiklah… kamu pulang dulu saja, nanti aku kabarin lagi bisa atau tidaknya… oh iya Rere, bagaimana dengan hasil rapat tadi… apa yang mereka katakan…" Ucap Viky dengan bertanya mengenai hasil dari apa yang Rere dapat dari ikut rapat bersama pihak sekolah tadi, dan yang menelpon Viky adalah Rere.
"Mereka bilang mau siapa pun yang datang, itu terserah dari pihak Octa Grup, karena mereka juga mengerti bahwa tuan besar pasti akan sangat sibuk, tapi mereka sangat berharap bahwa yang datang adalah tuan Besar sediri… walau tuan besar itu adalah kamu sendiri, tapi aku ingin tahu kenapa kamu tidak langsung mengaku saja bahwa kamu, Viky adalah tuan besar dari Octa Grup…?" Ucap Rere menjelaskan kepada Viky dan bertanya tentang alasan kenapa Viky tidak mengaku secara langsung.
"Tidak apa-apa sih… aku juga tidak memiliki rencana atau alasan kenapa aku tidak ingin mengaku secara langsung kepada mereka… tapi aku tidak tahu reaksi apa yang akan teman kamu Nayla tampilkan setelah mengetahui siapa aku yang sebenarnya… aku takut di cap pembohong oleh teman kamu…" Jawab Viky dengan santai, karena dia juga tidak ada maksud lain untuk tidak mengatakan identitasnya, tapi dia sedikit bingung harus menjelaskan apa kepada Nayla.
"Yah sudah… nanti aku akan bantu kamu menjelaskan kepada Nayla secara perlahan… agar kamu tidak di cap sebagai pembohong, jika aku yang menjelaskan kepadanya, aku yakin dia pasti akan mengerti akan hal ini…" Jawab Rere atas sedikit masalah yang di hadapi oleh Viky, dan dia juga mengerti dengan apa yang Viky maksud.
Karena Viky tidak mau jika persahabatan Rere dengan Nayla akan hancur karena ulahnya, namun niatnya juga tidak jahat hanya saja ingin tahu Nayla seperti apa, jika di awal Viky tahu tentang siapa Nayla, maka dia tidak akan berbohong kepada Nayla tentang identitasnya, oleh karena itu, Viky meminta bantuan dari Rere untuk menyelesaikan masalah ini.
"Baiklah… terima kasih, kamu hati-hati di jalan, jika ada apa-apa kamu langsung hubungi aku dan jika kamu sudah sampai di rumah jangan lupa untuk kirim pesan kepada aku yah…" Ucap Viky, yang sangat khawatir kepada Rere, karena dia pergi kemana-mana sendirian.
__ADS_1
"Baiklah… kalau begitu aku akan pulang sekarang… sampai jumpa nanti di rumah…" Jawab Rere kemudian dia menutup telponnya.
Setelah panggilan dengan Rere terputus Viky memasukan ponselnya kembali ke dalam sakunya dan melihat ke arah Lion, Jaguar dan Cheetah yang sudah kembali dari membeli bunga tanaman hias yang Viky perintahkan.
"Apa kalian mendapatkan banyak bunga tanaman hiasnya…?" Ucap Viky bertanya, karena ke 3 orang tersebut tidak membawa satu kantong pun di tangan mereka masing-masing, jadi dia berpikir bahwa Lion, Jaguar dan Cheetah mendapatkan banyak barang tersebut dan tidak bisa membawanya masuk ke dalam.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...