
Bisnis Vanteko Ma
"Terima kasih kak Viky… kak memang sangat baik… aku tuangkan anggur ke gelas kak Viky yah…" Ucap Dewi dengan ekspresi yang kembali berubah dengan cepat, dan dia mengambil botol anggur yang berada di atas meja kemudian dia menuangkan anggur tersebut ke dalam gelas Viky dan juga ke dalam gelas dia.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan menatap bingung ke arah Dewi, semua orang berpikiran sama, dengan sikap Dewi seperti ini, hanya ada dua kemungkinan, bisa menjadi daya tarik untuk orang lain, atau bisa saja menghancurkan semua orang.
"Ayo kak… kita bersulang…" Ucap Dewi dengan memberikan gelas anggur kepada Viky yang sudah dia isi dengan anggur di dalamnya. kemudian Viky mengambil gelas yang di berikan oleh Dewi dan bersulang dengan Dewi.
"Dewi… apa kamu yakin ingin minum anggur… terakhir kamu minum anggur kamu membuat kami semua malu…" Ucap Desi melihat ke arah Dewi, sebelum Dewi meminum anggur yang berada di gelasnya.
"Iya Benar Dewi… kamu sangat sensitif sekali dengan anggur, aku sarankan kamu tidak minum…" Timpal Danu.
"Tidak apa-apa… aku sekarang sudah bisa mengontrol diri aku saat minum anggur… kalian semua bisa tenang…" Jawab Dewi dengan percaya diri, setelah dia berkata dia meminum anggur yang berada di dalam gelas dengan sekali tegakkan.
"Tuh kalian lihat kan… aku baik-baik saja… lagian di sini ada Kak Viky… aku tidak akan membuat diri aku dan kalian semua malu di depan kak Viky…" Lanjut Dewi setelah dia selesai meminum habis anggurnya, namun wajah Dewi langsung berubah mereka.
"Aku berharap seperti itu… tapi aku merasa tidak yakin dengan kata-kata kamu…" Ucap Dini, dengan sedikit tidak yakin bahwa Dewi akan baik-baik saja setelah minum anggur, dan bukan hanya Dini saja tapi semua orang juga berpikiran seperti ini.
"Sudahlah… kalian tidak perlu mempermasalahkan hal itu… kita semua saudara, jadi kita semua harus bisa memahami satu sama lain dan juga saling menjaga serta saling menutupi segala kekurangan saudara kita dengan kelebihan diri kita…" Ucap Viky, dia tahu situasi saat ini terjadi karena saat ini dia berada di sana.
"Tapi kak…" Jawab Vanteko Ma, namun belum selesai dia berkata, Viky sudah mengangkat kan tangannya, dan Vanteko Ma menghentikan kata-kata yang akan dia ucapkan.
"Teko… Apa kamu sudah lupa, saat dulu kamu pertama kali minum anggur… apa yang terjadi kepada kamu, dan apa yang kamu lakukan saat itu…" Ucap Viky melihat ke arah Vanteko Ma dengan sedikit tersenyum, karena mengingat masa lalu di saat Vanteko Ma minum anggur untuk pertama kalinya.
"He… he… he… kak Viky masih saja mengingat kejadian itu… aku jadi malu kak…" Jawab Vanteko Ma dengan wajah yang sedikit memerah karena malu mengingat kejadian dulu yang terjadi.
"Memang apa yang terjadi dengan Kak Vanteko… kak Viky…?" Ucap Dewi tiba-tiba bertanya kepada Viky dengan wajah penasaran.
"Kak… jangan di ceritakan… jujur aku sangat malu banget kak…" Potong Vanteko Ma, di saat Viky akan menjawab pertanyaan dari Dewi.
"Huh… curang, kak saja dulu sama seperti aku… kenapa sekarang kak Vanteko melarang aku untuk minum anggur…" Jawab Dewi dengan sedikit cemberut dan nada yang kesal kepada Vanteko Ma.
__ADS_1
"Karena kita berbeda… kamu itu perempuan, aku laki-laki… jadi orang akan memandang kamu dengan cara yang berbeda…" Ucap Vanteko Ma menjelaskan kepada Dewi.
"Baiklah… baiklah… aku mengerti soal itu, tapi untuk sekarang, boleh kan aku minum sedikit banyak…" Ucap Dewi dengan nada sedikit memohon kepada Vanteko Ma.
"Boleh saja… tapi jangan membuat kami semua malu…" Jawab Vanteko Ma, di kata-kata terakhir sedikit dia tekankan dan maksud membuat kami malu adalah, malu di hadapan Viky.
"Sudahlah… aku juga tidak akan mempermasalahkan semuanya… lagian kita juga akan membicarakan bisnis di sini dan bukan membahas hal lain… jadi biarkan Dewi ini minum anggur dan kita urus dia nanti jika melakukan hal aneh…" Ucap Viky yang mengerti dengan apa yang Vanteko Ma maksud.
"Tuh kak Viky saja tidak mempermasalahkan aku mau minum atau tidak…" Jawab Dewi dengan melihat ke arah Vanteko Ma.
"Baiklah… Teko sebelumnya aku ingin bertanya, bisnis apa yang akan kamu jalani…" Ucap Viky memulai pembicaraan dan bertanya kepada Vanteko Ma.
"Mungkin bisnis seperti ini kak… tapi bisnis ini sangat berlawanan dengan bisnis keluarga Ma…" Jawab Vanteko Ma.
"Apa kamu yakin keluarga Ma kamu tidak berbisnis di bidang ini…?" Ucap Viky kembali bertanya kepada Vanteko Ma.
"Aku tidak tahu kak… aku juga belum tahu bisnis apa saja yang di jalankan oleh keluarga aku…" Jawab kembali Vanteko Ma.
Ke 3 orang yang duduk di sana sedikit tercengang, setelah mendengar apa yang Viky katakan, bisnis milik keluarga Ling di bidang ini lebih besar dari bisnis keluarga Ma miliki di bidang lain, dan Viky bilang ingin menukarnya dengan bisnis lain keluarga Ma.
"Aku sih setuju-setuju saja… tapi bagaimana dengan keluarga aku dan juga keluarga Ling… apa mereka semua akan setuju dengan semua keputusan aku…" Ucap Vanteko Ma dengan sedikit tidak percaya diri, dan dengan sedikit bimbang
"Nanti aku akan bertemu dengan kepala keluarga Ling dan membicarakan hal ini… dan aku juga akan memperhitungkan semua kerugian yang akan kalian dapatkan…" Jawab Viky menjelaskan kepada Vanteko Ma dan sedikit memberikan jawaban tentang kebimbangan dari Vanteko Ma.
"Baiklah kak… aku percaya kepada kakak… aku yakiñ kakak akan memberikan jalan terbaik untuk aku dan keluarga aku…" Jawab Vanteko Ma dengan kepercayaan dirinya yang sudah kembali.
"Tapi semua itu butuh waktu yang panjang dan tidak akan bisa instan… jika kamu tidak terlalu sibuk besok malam kita pergi ke kediaman keluarga Ling, dan membicarakan ini semua, jika bisa di lakukan dengan cepat itu akan lebih baik…" Jawab Viky.
"Baiklah kak… aku sih besok malam tidak terlalu sibuk, dan untuk orang-orang dari keluarga Ma, nanti malam aku akan coba membicarakan hal ini dengan mereka… dan ini juga adalah langkah pertama aku di saat menjadi kepala keluarga Ma…" Jawab Vanteko Ma.
"Mereka semua adalah orang-orang kepercayaan kamu…?" Tanya Viky kepada Vanteko Ma, dengan melihat kepada semua orang.
__ADS_1
"Yah mereka semua adalah orang-orang kepercayaan aku… dan mereka juga sangat mahir dalam mengelola bisnis di bidang ini…" Jawab Vanteko Ma.
"Baguslah kalau begitu, mungkin nanti kita harus berbicara berdua, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kamu secara pribadi…" Ucap Viky.
Ke 3 teman atau orang-orang kepercayaan Vanteko Ma dari awal mereka tidak berkata apa-apa dan hanga mendengarkan saja, dan mereka hanya bisa kaget, karena mendengarkan pembicaraan kedua orang yang berada di depan mereka, apa lagi setelah mereka mengetahui bahwa Vanteko Ma saat ini sudah menjabat sebagai kepala keluarga Ma yang baru, menggantikan ayahnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1