Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 82 Bertaruh


__ADS_3

Bertaruh


Tidak berselang lama pelayan tersebut kembali ke meja Viky dan menyerahkan secarik kertas kepada Viky.


"Ini Tuan Total semuanya adalah 230 juta, itu sudah termasuk dengan pesanan yang Nona tadi pesan…" Ucap Pelayan tersebut dengan menyerahkan sebuah map bersisi kertas bil pembayaran.


Semua orang di sana tampak kaget setelah mendengar nominal yang di sebutkan oleh si pelayan walau pelayan tersebut berkata pelan tapi di saat ini semua orang yang berada di restoran perhatiannya tertuju kepada Viky dan bisa mendengar dengan sangat jelas apa yang si pelayan ucapkan, semua orang berpikir 230 juta hanya untuk makan, sangat di sayangkan, dan bisa di bilang bodoh.


Tapi berbeda untuk Viky, uang tidak masalah, asal bisa membuat orang-orang yang dia sayang bahagia, karena kebahagian tidak bisa di beli dengan uang.


"Pembayarannya menggunakan kartu ini… bisa…" Ucap Viky kemudian menyerahkan sebuah kartu dan map yang berisi bil pembayaran.


"Kartu apa ini… apa bisa membayar dengan kartu ini… ini sih seperti kartu mainan anak-anak…" Gumam pelayan tersebut, tapi dia tetap bertindak profesional dan mengambil kartu dan map yang Viky berikan.


"Bisa Tuan… mohon tuan tunggu sebentar, saya akan menggesek kartu ini…" Ucap pelayan tersebut kemudian pergi dari meja Viky, walau ada sedikit keraguan di hatinya tentang masalah sukses atau tidak nanti di saat melakukan pembayaran.


Dari sudut restoran terdengar beberapa orang tengah bergosip membicarakan Viky.


"Sekarang saatnya pertunjukan seru… aku yakin dia tidak akan bisa membayar semua makanan yang dia pesan…" Ucap orang pertama.


"Benar aku juga berpikiran seperti itu… dan akhirnya dia berakting bahwa kartu banknya rusak dan meminta kelonggaran…" Timpal orang ke dua.


"Tapi aku merasa jika dia bisa membayarnya… aku bisa melihat dari raut wajahnya bahwa dia tidak sedang berakting…" Ucap orang ketiga.


Setelah orang ke tiga berkata, orang pertama dan kedua menatap ke arah orang ke tiga dengan berbarengan.


"Apa kamu yakin jika orang itu bisa membayar semuanya…" Ucap orang pertama bertanya kepada orang ke tiga.


"Yah aku ada sedikit keyakinan dia bisa membayarnya…" Ucap orang ke tiga sedikit ragu-ragu.


Sebenarnya yang dia lihat bukanlah Viky tapi orang yang bersama Viky, yaitu Beben dan juga Reva, karena jika dia tidak salah ingat 2 orang tersebut adalah orang bank. dan salah satu di antaranya mempunyai kedudukan yang tinggi di bank, jadi pikirnya tidak mungkin orang yang bersamanya adalah orang biasa.

__ADS_1


"Jika kamu yakin bagaimana kalau kita bertaruh…" Ucap orang pertama menawarkan pertaruhan.


"Iya… benar bagaimana kalau kita bertaruh…" Timpal orang ke dua.


"Bertaruh… bertaruh apa, dan bagaimana cara menilai pemenangnya…" Ucap orang ke tiga yang terus menatap ke arah Beben mencoba mengingat lebih jelas, agar dia bisa yakin.


"Bagaimana kalau kita bertaruh 20 juta dari setiap orang, jika orang itu tidak bisa membayar kamu harus membayar kami masing-masing 20 juta, dan jika orang itu bisa membayarnya kamu akan mendapatkan 20 juta dari kami…" Ucap orang pertama mencoba membodohi orang ke tiga, kemudian dia memberi isyarat kepada orang ke dua.


"Iya benar… bagaimana apa kamu setuju dengan taruhan ini… jika kamu benar kamu akan mendapatkan 20 juta dari kamu… " Ucap orang kedua mencoba meyakinkan orang ke tiga.


"Sebentar… rasanya pertaruhan ini ada yang tidak beres, jika aku kalah aku harus membayar kalian 40 juta tapi jika aku kalah aku hanya akan mendapatkan 20 juta…" Ucap orang ke tiga dengan berpikir dan berbalik menatap kepada 2 orang yang mengajaknya bertaruh.


"Tidak… tidak ada yang aneh, jadi bagaimana kamu setuju atau tidak…" Ucap orang kedua mencoba menutupi kata-katanya agar tidak ketahuan kalau dia curang.


"Tidak… tidak… bagaimana kalau begini, jika aku kalah aku akan memberikan uang 40 juta untuk kalian, tapi jika aku menang kalian harus memberiku uang 50 juta… bagaimana adil kan…" Jawab orang ke tiga merubah pertaruhan, walau di hatinya dia sedikit ragu-ragu dengan apa yang dia ucapkan.


Dua orang tadi saling menatap satu sama lain dan menganggukkan kepalanya satu sama lain tanda bahwa mereka berdua setuju dengan pertaruhan tersebut.


2 orang tersebut sangat percaya diri bahwa mereka akan menang, mendapatkan 20 juta setiap orang sudah di depan mata, sangat bodoh jika tidak di ambil.


Mereka bertiga menatap ke arah meja Viky menunggu si pelayan datang membawa kabar baik atau buruk bagi mereka bertiga.


Setelah mereka menunggu cukup lama akhirnya orang yang di tunggu-tunggu pun datang, pelayan tersebut datang menghampiri meja Viky dengan sedikit lemas dan wajah yang sedikit kusut.


3 orang tersebut sekarang jantung mereka berdebar sangat kencang menanti apa yang akan si pelayan katakan. terutama si orang ketiga yang melihat raut wajah si pelayan seperti itu, dia hanya bisa pasrah dan merelakan uang 50 jutanya.


"Tuan… maaf kartunya tidak bisa terbaca dan pembayarannya gagal…" Ucap pelayan tersebut dengan masih sopan kepada Viky.


Setelah si pelayan tersebut berkata, di meja lain terlihat 3 orang memperlihatkan raut wajah yang berbeda, terlihat 2 orang dengan wajah berseri-seri sebuah senyum bahagia penuh kemenangan dan satu orang lagi berwajah rumit, terlihat seperti beban berat menimpa dirinya.


"Apa kamu sudah yakin… kamu jangan membuat teman kau malu… aku sarankan agar Manager kamu yang pergi urus semuanya…" Ucap Beben dengan nada tinggi kepada si pelayan.

__ADS_1


"Maaf Tuan… aku tidak berani pergi meminta bantuan kepada Manajer tetang masalah sepele seperti ini…" Jawab si pelayan, terdengar di akhir kalimatnya ada sedikit nada merendahkan kepada Beben.


"Jika menurut kamu ini masalah sepele, kenapa kamu tidak mengurus nya dengan benar… Aku beritahu kamu… aku adalah Beben seorang manager di salah satu bank besar di Kota Taraka ini, aku yakin kamu tidak melakukan prosesnya dengan benar…" Jawab Beben, dia tahu bahwa si pelayan menggesek kartu Viky di mesin gesek biasa


"Aku bertanya sekali lagi kepada kamu… kamu akan mengurus prosesnya dari awal dengan benar atau kamu akan tetap menganggap bahwa kartu ini sudah rusak…" Lanjut Beben, menatap marah kepada si pelayan.


"Tuan… aku sudah mencobanya beberapa kali tadi, dan hasilnya masih tetap sama, kartu ini tidak terbaca oleh mesin pembayaran kami, dan aku juga yakin aku sudah melakukan prosesnya dengan benar bahkan aku sampai mengulangnya beberapa kali…" Jawab si pelayan, memang benar apa yang di lakukan si pelayan, sudah melakukan semua prosesnya dengan benar, tapi itu semua berlaku hanya untuk kartu biasa, bukan kartu khusus yang Viky Miliki.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2