Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 279 Antara Koneksi dan Kekayaan


__ADS_3

Antara Koneksi dan Kekayaan


"Pakaian yang aku pakai tidak asal kok… mungkin bisa jadi baju yang aku pakai ini lebih mahal dari gaun yang kamu pakai…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit bercanda kepada Nayla, namun kata-kata dari Viky barusan adalah benar, karen baju yang Viky kenakan adalah baju yang di buat oleh seorang desainer terkenal dan gaun yang di kenakan oleh Nayla adalah produk lokal.


"Sudahlah… kamu tidak usah memperdulikan dia… dia mau seperti apa pun terserah dia, jangankan perkataan dari kamu, perkataan dari aku saja sudah tidak di dengarkan oleh dia…" Ucap Rere yang sudah keluar dari dalam mobil dan memotong kata-kata yang akan keluar dari mulut Nayla, dan dengan nada yang masih kesal kepada Viky.


"Rere kamu terlihat sangat cantik sekali memakai gaun ini…" Jawab Nayla yang berbalik melihat ke arah Rere dan memperhatikan Rere dari atas hingga bawah.


"Aku dari dulu memang sudah cantik… mau memakai apa pun tetaplah cantik he… he… he…" Jawab Rere dengan nada bangga dan sedikit bercanda kepada Nayla.


"Iya sih… kamu memang dari dulu sangat cantik… oleh karena itu kamu menjadi bunga sekolah… oh iya, ayo kita masuk, mungkin acaranya akan segera di mulai, tadi sih hanya tinggal menunggu ketua kelas saja, karena dia yang mengadakan acara di sini… atau bisa di bilang dia adalah pemeran utama dari acara reuni malam ini…" Jawab Nayla yang mengajak Rere untuk masuk ke dalam.


"Rere… Nayla…" Ucap seorang wanita dari arah belakang memanggil Rere dan Nayla di saat mereka baru melangkahkan kakinya 1 langkah, dan mereka ber 2 dengan serempak melihat ke arah sumber suara.


"Aqila…" Jawab Rere dan Nayla dengan serempak setelah mengetahui siapa yang memanggilnya barusan, dan yang memanggil mereka ber 2 adalah Nayla.


"Rere… Nayla… kalian juga baru datang…?" Ucap Aqila dengan sedikit berlari kecil ke arah Rere dan Nayla.


"Aku sih sudah dari tadi… hanya Rere saja yang baru sampai… tadi dia tidak tahu tempatnya jadi aku yang menunjukan arah kepadanya…" Jawab Nayla.


"Iya aku baru sampai… kamu juga baru sampai ke sini Aqila…?" Jawab Rere yang balik bertanya kepada Aqila.


"Yah… aku baru sampai… tadi ketika aku mau berangkat pakai mobil, aku lupa menaruh kunci mobilnya di mana, jadinya aku pergi ke sini hanya bisa naik taksi saja…" Jawab Aqila dengan nada yang sedikit lemas.


"Yah sudah ayo kita segara masuk… yang lain juga sudah berkumpul di dalam…" Ucap Nayla yang mengajak Rere dan Aqila untuk masuk ke dalam.


Kemudian mereka ber 4 masuk ke dalam restoran tersebut, ketika akan melawati pintu masuk, Rere berbalik melihat ke arah Viky yang berjalan di belakang mereka ber 3.


"Kamu jangan berbuat yang aneh-aneh yah…" Ucap Rere memberikan peringatan kepada Viky, karena dia tahu bahwa Viky suka bertindak seenaknya yang dia mau, jika Viky bertindak sesuatu maka dia yang akan merasa tidak enak kepada yang lain.


"Ok… asal semua orang tidak mengusik ketenangan aku, maka aku tidak akan berbuat sesuatu kepada mereka…" Jawab Viky dengan santai, dan memang apa yang dia katakan adalah suatu kebenaran, karena jika seseorang tidak mengusik Viky, maka Viky pun tidak akan bertindak kepada orang tersebut.


Rere tidak berkata apa-apa lagi dan berjalan memasuki restoran, dan mereka ber 4 pun langsung menuju ke salah satu ruangan yang mana di ruangan tersebut acara reuni di adakan.

__ADS_1


Ketika Rere, Nayla dan Aqila memasuki ruangan tersebut, mata semua orang melihat ke arah mereka ber 3, dan mereka ber 3 pun menjadi pusat perhatian bagi semua orang.


"Hey lihat tiga bunga kelas kita sudah lengkap…" Ucap salah seorang dari kerumunan teman-teman sekelas Rere.


"Benar… sudah lama kita semua tidak melihat bunga kelas kita tampil bersama-sama seperti ini lagi…" Timpal yang lain berkomentar.


Rere, Nayla dan Aqila terus berjalan masuk ke dalam dan tidak mengindahkan komentar semua orang kepada mereka ber 3, dan mereka juga sudah biasa menjadi pusat perhatian seperti ini sejak masa sekolah dulu.


Kemudian mereka ber 3 duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana, dan di ikuti oleh Viky, namun perhatian semua orang sekarang tertuju kepada Viky, karena mereka melihat bahwa Viky duduk dengan 3 idola mereka semua, dan penampilan Viky saat ini sangat berbanding terbalik dengan 3 bunga sekolah.


"Siapa pria itu…? dia dengan seenaknya duduk satu meja dengan bunga sekolah kita…" Ucap salah seorang mengomentari Viky.


"Iya… bukanya di kelas kita tidak ada orang ini yah… apa dia adalah pelayan dari salah satu bunga kelas kita…" Timpal yang lain, karena dia melihat pakaian yang Viky pakai.


"Jika dia adalah pelayan dari salah satu bunga kelas kita, kenapa dia berani duduk satu meja dengan tuannya…?" Timpal yang lain, dan menambah 1 pertanyaan lagi di kepala semua orang.


"Hey lihat itu adalah Falmia, wanita yang menjadi saingan abadi dari Rere si bunga sekolah…" Ucap salah seorang dengan menunjuk ke arah pintu masuk, dan semua orang dengan serempak melihat ke arah pintu masuk.


Di pintu masuk Falmia berjalan masuk dengan sangat elegan, dan dia juga memakai sebuah gaun panjang berwarna merah yang sangat cantik dan dia juga terbilang cukup seksi, karena gaun yang dia kenakan hanya menutupi tubuhnya dari sebagian dadanya hingga ujung kaki, serta di bagian dada yang terlihat sangat ketat entah karena ukurannya yang besar atau karena memang dari model gaunnya saja yang ketat pada bagian tersebut, dan dia juga di temani oleh seorang pria yang berjalan di sampingnya, pria tersebut adalah pacar dari Falmia yang bernama Hitters.


"Cantik juga belum bisa menentukan keberuntungan… apalah artinya kecantikan jika tidak menikah dengan orang yang memiliki koneksi dan pengaruh yang kuat…" Timpal yang lain dengan maksud memberikan sedikit semangat kepada si wanita yang pertama berkata, sekaligus memuji keberuntungan Falmia yang mendapatkan seorang pria yang berpengaruh menjadi pasangannya.


"Benar… apa lah arti dari kecantikan dan kekayaan jika tidak memiliki koneksi… bisa di bilang mereka sama saja dengan kita yang orang biasa-biasa saja…" Timpal yang lain yang membernarkan perkataan ke 2 orang tadi.


Tidak sedikit dari mereka memuji kecantikan dan keberuntungan dari Filma dan Falmia juga sangat menikmati setiap sanjungan dari semua orang yang ada di sana, dan dia juga sangat menikmati momen menjadi pusat perhatian semua orang.


Mereka semua berkata seperti itu, karena mereka semua sudah mendengar bahwa Falmia dan pacarnya Hitters, akan melangsungkan pernikahan di Loka Center, yang mana di Loka Center tidak hanya masalah uang saja untuk bisa membuat acara di sana, melainkan harus mempunyai koneksi yang kuat juga.


Di saat semua orang menyambut kedatangan Falmia dan Hitters dengan raut wajah yang senang dan juga bangga memiliki teman seperti Filma. tapi hal itu tidak berlaku untuk satu orang, yaitu Rere, raut wajah Rere berubah rumit, antar kesal, marah dan juga terlihat sangat bad moot.


Viky yang berada di dekat Rere sedikit tersenyum melihat perubahan raut wajah Rere, yang mana awalnya terlihat sangat senang sekali, tapi sekarang di saat saingan abadinya datang, raut wajahnya berubah sangat cepat.


"Viky… kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu…? apa kamu sangat senang sekali melihat seorang wanita cantik datang…?" Ucap Rere dengan nada yang kesal dengan mata yang sedikit melotot kepada Viky.

__ADS_1


"Cantik…? bagiku, kecantikan yang dia miliki tidak ada apa-apanya di bandingkan kamu dan menurut aku, dia terlihat biasa saja… aku tersenyum karena melihat perubahan pada raut wajah kamu saja… yang menanggapi masalah sepele seperti ini menjadi sangat serius dan terlihat sangat besar…" Jawab Viky dengan santai, dan dia juga tidak menaruh perhatian pada kecantikan dari Falmia, karena baginya Falmia tidak ada apa-apa jika di bandingkan dengan wanita-wanita yang berada di sekitarnya.


"Oh jadi kamu senang jika aku sedang kesal seperti ini…" Jawab Rere yang semakin kesal kepada Viky.


"Tidak juga sih… aku hanya ingin tahu apa yang akan kamu lakukan untuk terhadap situasi saat ini…" Jawab Viky, dengan raut wajah yang serius, namun dengan keadaan yang sangat tenang dan juga kata-kata dari Viky memiliki arti yang lain.


"Ok… aku mengerti maksud dari kata-kata kamu…" Jawab Rere yang sudah mengerti arti dan maksud dari kata-kata Viky.


"Baguslah jika kamu sudah mengerti maksud dari perkataan aku…" Jawab Viky dengan santai dan tersenyum manis ke arah Rere.


Di saat Viky dan Rere tengah berbicara, raut wajah Nayla dan Aqila terlihat sangat bingung, karena mereka ber 2 tidak mengerti arah dan tujuan dari pembicaraan Rere dan juga Viky, namun mereka ber 2 juga tidak berani bertanya dan hanya bisa menelan sendiri kebingungan mereka masing-masing.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2