
Pimpinan Tertinggi Bintang 6 Emas
"Aku rasa kamu sudah mengerti kenapa aku meminta kamu untuk memanggil aku kakek setelah melihat Balok 6 Bintang Emas ini… dan selama ini kami semua tidak memberikan ini kepada orang lain, karena kami sangat menghormati orang yang dulu memakai ini di pundaknya, dan orang tersebut adalah seorang teman sekaligus seorang panutan bagi kami semua, yang mana jika beliau tidak ada maka kami semua tidak akan menjadi seperti sekarang ini… dan kamu adalah orang yang sangat cocok untuk menggantikannya, bukan hanya dari darah yang sama, tapi juga dari kemampuan yang sudah memenuhi syarat…" Ucap Pimpinan 1 menjelaskan kepada Viky, dan hal itu juga menyadarkan Viky dari bayangan masa lalu, dengan menyerahkan Balok 6 bintang Emas yang di pegangnya.
"Jadi kakek, mengenal kakek aku…?" Ucap Viky bertanya, namun ada sedikit keraguan untuk dia bertanya, karena dulu dia juga sudah berjanji tidak akan mengungkapkan identitasnya kepada orang lain, sambil menerima apa yang pimpinan 1 berikan kepadanya.
"Bukan hanya mengenalnya… dia juga adalah sosok teman, saudara dan kakak yang baik bagi kami, dan dia juga adalah sosok pemimpin yang sangat baik dan peduli kepada bawahannya…" Jawab Pimpinan 1, dengan nada yang sedikit serak.
"Jika kamu ingin lebih tahu tentang siapa kakek kamu yang sebenarnya… maka cepat-cepatlah pergi ke Envio Tobacco Center markas pusat Divisi perang Montana… kami semua akan senantiasa menceritakan semua yang ingin kamu tahu tentang sosok kakek kamu…" Lanjut pimpinan 1 berkata.
Viky mengepalkan tangannya dengan sangat erat… kemarahan dalam dirinya yang selama ini dia pendam mulai berkobar jika mengingat tentang sosok kakeknya, karena kemarahan yang ada di dalam diri Viky begitu besar, tanpa sadar aura pembunuh di dalam diri Viky mulai keluar dari tubuhnya, dan orang-orang yang ada di sekitar Viky pun mulai mengeluarkan auranya untuk melindungi diri sendiri dari serangan aura yang keluar dari tubuh Viky.
Eagle, Aldo, 4 pilar pasukan Magnium beserta Ritz, mereka ber 6 sudah bersiap dengan kuda-kuda mereka masing-masing, untuk menahan serangan dari Viky yang memba.bi buta karena kejadian seperti ini pernah terjadi di masa lalu saat di medan perang, ketika seorang anak asuhan Viky, yang sangat dia sayang dan juga yang mana anak tersebut sangat berbakat. di bunuh oleh musuh di depan mata Viky dengan sebuah anak panah yang menancap tepat di dadanya. dengan kemarahan yang sudah tidak terkontrol… Viky menerjang ke arah musuh dan membantai semua musuh yang ada di depannya, bahkan sampai musuh di pukul mundur, tidak berhenti sampai di situ, ketika musuh sudah mundur Viky mulai menyerang pasukannya sendiri, hingga para elit di pasukan Magnium turun tangan untuk menghentikan Viky, dengan susah payah akhirnya Viky bisa di hentikan, walau semua elit di dalam pasukan Magnium bekerja sama, mereka juga sampai kehabisan tenaga untuk menghentikan Viky.
"Viky… kamu harus sabar, semua sudah di takdir kan pada jalannya masing-masing… kamu jangan larut dalam kenangan masa lalu… kehidupan itu sama seperti kita mengendarai sebuah kendaraan… kaca spion itu penting untuk kita bisa melihat ke belakang, tapi itu hanya sesekali karena kita akan lebih sering melihat ke depan karena jalan ke depan menentukan arah mana yang akan kita ambil, dan itu juga akan menentukan keselamatan kita…" Ucap Rere menenangkan Viky dengan mengelus lembut punggung Viky, karena dia merasakan aura pembunuh yang keluar dari tubuh Viky dan dia juga yakin Viky sedang mengalami tekanan mental yang amat sangat kuat.
Viky akhirnya tersadar dari kenangan pahit di masa lalu setelah Rere berkata seperti itu dan juga usapan lembut tangan Rere di punggungnya.
"Maaf… aku terlalu dalam melihat masa lalu aku… sampai-sampai aku tidak bisa mengendalikan diri aku… terima kasih kamu sudah membuat aku tenang dan kembali sadar…" Ucap Viky yang sudah tersadar dan kembali bisa mengontrol dirinya.
Eagle dan yang lainnya bisa bernapas lega karena Viky sudah sadar kembali dan tidak lepas kontrol, jika itu terjadi mungkin sudah bisa di pastikan bahwa di dalam Divisi perang Kota Taraka akan terjadi sebuah pembantaian… jika hanya mereka saja yang menahan Viky, mereka tidak akan sanggup untuk melawan Viky karena sudah jelas mereka akan bisa di kalahkan oleh Viky dengan mudah, dulu saja. semua elit pasukan Magnium sangat kewalahan apa lagi mereka yang hanya ber 6, pasti hasilnya sudah jelas.
__ADS_1
"Apa pun yang terjadi di kehidupan masa lalu kamu… seberat apa pun itu, kamu harus kuat melewati semuanya… dan aku juga akan selalu ada untuk menemani kamu apa pun yang terjadi…" Jawab Rere dengan penuh kelembutan dan kasih sayang kepada Viky.
"Nak… maaf aku tidak bisa menemani kamu lebih lama lagi… aku akan kembali ke Divisi perang pusat… setelah kamu berada di sini dan memastikan bahwa itu adalah benar kamu… aku bisa tenang karena kamu bisa mengurus semuanya di sini… dan aku juga menitip kan Ritz kepada kamu di sini…" Ucap Pimpinan 1 berpamitan kepada Viky.
"Ritz… kamu di sini saja dulu dan tidak perlu kembali ke Divisi perang pusat… jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa menghubungi aku…" Lanjut pimpinan 1 dengan melihat ke arah Ritz.
Setelah berpamitan kepada Viky, dan memberi perintah kepada Ritz, pimpinan 1 juga berpamitan kepada penguasa kota dan yang lainnya, kemudian dia pergi dari sana untuk kembali ke Envio Tobacco Center atau markas Divisi perang pusat Montana.
"Ritz… kamu panggil Jeri Neo ke sini… aku ingin berbicara dengannya…" Ucap Viky memerintahkan Ritz untuk memanggil Jeri Neo, karena ada lah yang harus di selesaikan olehnya.
"Baik Lord…" Jawab Ritz kemudian dia pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk memanggil Jeri Neo.
"Tuan penguasa kota… ada hal yang ingin aku bicarakan dengan tuan… apa tuan ada waktu untuk berbicara dengan saya…" Ucap Viky dengan berjalan ke arah penguasa Kota.
"Baiklah tuan Edi… mungkin akan lebih enak jika tuan Edi memanggil aku Viky saja…" Jawab Viky yang merasa kurang enak di dengar atas panggilan dari Edi Zhou atau penguasa kota, sambil duduk di sofa yang sudah tersedia di sana, dengan di ikuti oleh Rere yang berada di sampingnya.
"Baiklah Tuan Viky… memangnya apa yang akan tuan bicarakan dengan saya… apa ada hal yang bisa saya bantu…?" Ucap Edi Zhou.
"Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan… yang pertama adalah masalah pembangunan taman hiburan tersebar… yang akan di lakukan oleh Octa Grup, dan yang ke 2 adalah mendirikan sebuah sekolah gratis… tapi aku tidak turun secara langsung untuk menjalankan ke 2 rencana pembangunan ini… untuk masalah pembangunan taman hiburan, mungkin Tuan sudah mengenal Deky… dia sediri nanti yang akan turun secara langsung dalam pembangunan tersebut… dan untuk masalah pembangunan sekolah… nanti akan ada seorang yang minta untuk bertemu dengan tuan Edi… karena kemarin ketika aku melihat berkasnya… hanya tinggal menunggu persetujuan dari Tuan Edi saja… orang tersebut hanyalah orang biasa yang mempunyai hati yang baik tapi jalan yang dia tempuh sedikit salah… maka dari itu aku akan menunjukan sedikit jalan yang benar kepadanya… setelah itu semuanya tergantung bagaimana dia akan menempuh jalan tersebut…" Ucap Viky menjelaskan tentang rencananya kepada Edi Zhou atau penguasa Kota.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...