Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 172 Membeli kalung


__ADS_3

Membeli kalung


Viky dan Dewi pergi meninggalkan restoran tersebut dengan menggunakan mobil Viky, dengan arahan dan petunjuk dari Dewi tidak lama mereka sudah sampai di sebuah toko perhiasan, toko ini di lihat dari luar terlihat sangat besar dan juga sangat mewah, Setelah memarkirkan mobilnya Viky dan Dewi berjalan memasuki toko perhiasan tersebut, dan Dewi berjalan duluan masuk ke toko tersebut.


Viky mengernyitkan alisnya melihat punggung Dewi yang berjalan masuk ke dalam toko perhiasan.


Viky merasa ada sedikit keanehan dari Dewi, dari wawasan, cara berkata, sorot mata, dan juga dari sikap Dewi yang selalu berubah-ubah, kadang manja, kadang terlihat sangat Dewasa, dan saat ini toko perhiasan yang Dewi tunjukan kepada Viky bukan toko perhiasan biasa, karena di toko tersebut terlihat semua perhiasan yang ada sangat lengkap dan juga bukan perhiasan murah, mungkin jika asap menebak harga yang terendah tidak akan kurang dari 30 juta.


"Selamat datang Nyonya dan Tuan… silahkan…" Ucap Penjaga keamanan di pintu masuk dengan sopan, dan mempersilahkan Dewi dan Viky untuk masuk.


Dewi dan Viky masuk ke dalam toko tersebut, kemudian seorang perempuan muda berjalan menghampiri Viky dan Dewi yang baru saja masuk.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya, perkenalkan nama saya adalah Ria… saya adalah marketing di sini… Jika tuan tidak keberatan saya bisa menemani Tuan dan Nyonya berkeliling untuk melihat-lihat semua perhiasan di sini…" Ucap perempuan tersebut memperkenalkan diri serta menawarkan dirinya untuk menemani Viky dan juga Dewi berkeliling di toko tersebut.


"Baiklah… bisa kamu tunjukan kepada kami perhiasan seperti apa yang terdapat di sini…" Jawab Viky.


"Mari tuan ikut saya… Nyonya, ingin melihat perhiasan apa, cincin, kalung, atau yang lainnya…?" Ucap Ria mempersilahkan Viky untuk mengikutinya, dan dia bertanya kepada Dewi sambil berjalan dan melihat ke arah Dewi, karena dia tahu walau pun Viky adalah orang berpengaruh di luar, tapi di sini, wanita lah yang memutuskan dan bisa di bilang paling berkuasa untuk membeli perhiasan yang seperti apa, karena laki-laki hanya bisa membayar saja tanpa berkomentar yang lain.


"Kamu bisa tunjukan kepada kami perhiasan yang paling istimewa di sini…" Jawab Dewi, berjalan mengikuti Ria dan di ikuti oleh Viky.


"Baik Nyonya… bisa ikut saya, karena perhiasan ini sangat istimewa jadi di simpan di ruangan paling dalam…" Jawab Ria, mengajak Dewi dan Viky berjalan masuk lebih ke dalam toko tersebut, Viky dan Dewi hanya mengikuti Ria dari arah belakang, dan Dewi memegang tangan Viky, sambil melihat kanan kiri karena di sana terdapat banyak perhiasan yang bagus dan tersusun rapih di dalam lemari kaca.


"Jika ada yang menarik perhatian kamu… kamu bisa mengambilnya, tapi jangan lebih dari satu yah…" Ucap Viky tiba-tiba, karena melihat Dewi yang terus memperhatikan setiap perhiasan di yang terdapat di sana.


"Kakak serius mau membelikan satu untuk aku…?" Jawab Dewi dengan bertanya kepada Viky.


"Yah… Kakak serius… sebagai ucapan terima kasih kakak untuk kamu… karena sudah memberikan jalan keluar untuk masalah yang sedang kakak hadapi, dan juga untuk menemani kakak mencari hadian untuk Rere…" Jawab Viky.


"Baiklah kalau begitu… kakak tenang saja, aku tidak akan memilih perhiasan yang terlalu mahal kok…" Jawab Dewi, dia tahu bahwa Viky akan mampu membayarnya walau dia memilih perhiasan yang mahal sekali pun, tapi Dewi merasa tidak enak jika dia melakukan hal itu, bisa di bilang tidak sebanding dengan apa yang dia berikan kepada Viky.

__ADS_1


"Tuan… Nyonya… ini ada perhiasan paling istimewa yang ada di toko kami, ini adalah dua kalung yang berbeda desain tapi kualitas berlian dan juga batu jade merah hati yang sama…" Ucap Ria, dengan menunjuk ke arah 2 kalung, yang di pajang di dalam sebuah lemari kaca yang berbeda, dan menjelaskan lebih rinci tentang kalung tersebut kepada Dewi dan Viky.


"Yang membedakan harga dari 2 kalung ini adalah dari batu jade merah hatinya, bukan hanya dari warna batu Jade nya saja… tapi kalung yang pertama hanya di bentuk hati saja, dan untuk kalung yang ke 2 terdapat sebuah ukiran huruf R di dalamnya…" Ucap Ria menjelaskan tetang kalung tersebut.


"Baiklah… aku beli kalung yang ke 2… bisa kamu urus semuanya sekarang…" Ucap Viky setelah Ria selesai menjelaskan.


Ria tersentak kaget mendengar kata-kata dari Viky, karena Viky langsung bilang akan membelinya tanpa menanyakan berapa harga dari kalung ini.


"Maaf Tuan… apa tuan tidak bertanya dulu berapa harga dari kalung ini…?" Ucap Ria dengan sedikit gugup, karena jika dapat menjual kalung ini komisi yang akan dia dapatkan sangat lah besar, bahkan bisa lebih besar dari gajih dia selama 2 tahun bekerja di sana.


"Untuk orang yang kita sayang… harga tidak akan menjadi masalah… yang terpenting adalah, kebahagian pasangan kita…" Jawab Viky simpel.


"Nyonya sungguh beruntung sekali mendapatkan pria seperti tuan… yang mementingkan kebahagiaan, dan tidak mempermasalahkan tetang harga dan uang…" Ucap Ria melihat ke arah Dewi dan memuji Viky, Namun baik Dewi atau Viky tidak memperdulikan perkataan dari Ria.


"Dewi… apa kamu sudah menemukan apa yang kamu suka…?" Lanjut Viky bertanya dan berbalik melihat ke arah Dewi yang berada di sampingnya dengan posisi memegang tangan Viky.


Ria sedikit mengernyitkan alisnya setelah mendengar kata-kata dari Viky yang bertanya kepada perempuan di sampingnya atau Dewi, karena dia pikir bahwa kalung yang Viky akan beli adalah untuk wanita yang berada di sampingnya, tapi ternyata bukan, tapi hal tersebut tidak lah aneh, karena banyak kalangan atas yang datang ke sana tapi tidak bersama istrinya melainkan dengan wanita simpanannya atau selingkuhannya, tapi yang membuat Ria merasa sangat aneh adalah kenapa Viky membelikan kalung untuk istrinya tapi pergi bersama dengan wanita simpanannya, karena ini sangat jarang terjadi bahkan tidak pernah.


"Oh Jadi kamu menginginkan kalung itu juga… yah sudah ambil saja yang itu…" Ucap Viky, karena dia melihat Dewi yang memandang kalung tersebut dan tidak melihat ke arah lain dengan mata yang berbinar-binar.


"Beneran kak… tapi aku yakin kalung ini harganya tidak kurang dari 500 juta…" Jawab Dewi yang merasa tidak enak kepada Viky.


"Tidak masalah… asal kamu menyukai kalung ini, dan bantuan yang kamu berikan kepada kakak mungkin tidak seberapa jika di bandingkan dengan kalung ini…" Jawab Viky, mencoba menghilangkan rasa tidak enak Dewi.


"Aku ambil ke 2 kalung ini… bisa kamu segera siapkan kedua kalung ini, dan berapa total jumlah dari ke 2 kaling ini yang harus saya bayar…" Ucap Viky melihat ke arah Ria, dan memerintahkan Ria untuk menyiapkan ke 2 kalung tersebut.


"Ma-maaf… Tu-tuan… apa saya tidak salah dengar… tuan ingin membeli ke 2 kalung ini… yang aku tahu total harga dari ke 2 kalung ini tidak kurang dari 2 miliar…" Jawab Ria dengan sedikit gugup dan rasa yang tidak percaya, karena orang yang berada di depannya membeli perhiasan termahal di sana tanpa bertanya berapa harganya dan tanpa basa basi, dan bukan hanya satu tapi ke 2 kalung ini secara sekaligus.


"Yah sudah jika kamu tidak percaya, kamu langsung lakukan pembayaran saja, dan gesek kartu bang ini…" Jawab Viky dengan memberikan karti bank Red Diamond nya, karena untuk kartu bank lain, Viky yakin tidak akan bisa membayarnya karena pembayaran ini akan melebihi dari limit kartunya.

__ADS_1


"Baik Tuan… akan segera saya proses semuanya… tapi bisakah tuan menunggu sebentar, karena kunci dari lemari ke 2 kalung ini hanya manajer kami saya yang tahu… dan saya tidak bisa memutuskan untuk menjual ke 2 kalung ini, kalau hanya salah satu dari ke 2 nya saya masih bisa memutuskan… sambil menunggu prosesnya, mungkin tuan bisa menunggu di ruangan belakang, sambil menikmati hidangan yang sangat sederhana dari kami…" Jawab Ria menjelaskan kepada Viky, dan menawarkan kepada Viky untuk menunggu di ruangan lain.


"Baiklah… tapi jangan terlalu lama yah…" Jawab Viky.


Kemudian Ria membawa Viky ke salah satu ruangan tunggu yang di buat khusus untuk orang-orang yang seperti Viky dan Dewi. Setelah Viky dan Dewi berada di dalam ruangan tersebut, Ria berpamitan kepada Viky untuk mengurus proses pembayaran dan pengemasan kalung.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2