Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 195 Antara Citra Dan Lisa


__ADS_3

Antara Citra dan Lisa


"Aldo… menurut aku baik, belum tentu baik menurut orang lain… aku tidak mau kamu terpaksa menjalani hubungan dengan orang yang ga kamu sukai… kalau menurut aku, kamu baiknya dengan Citra, karena jika kamu bersama adikku, kamu tidak akan ada perubahan akan tetap seperti ini selamanya… tapi itu juga tergantung dari kamu, apa kamu mau bersama Citra atau tidak… yang jelas kamu harus bisa membedakan mana misi atau bukan, karena ini masalah hati jadi aku hanya bisa memberikan saran dan pilihan kepada kamu…" Ucap Viky memberikan sedikit penjelasan kepada Aldo.


"Mau itu perempuan mana pun, yang terpenting adalah yang menurut lord menjadi yang terbaik buat aku… asalkan tidak mengganggu aku untuk terus mengikuti lord karena bagiku semua perempuan itu sama, mau itu adik lord atau Citra…" Jawab Aldo masih dengan pendirian awal.


"Aku mengerti sekarang… jadi menurut aku, lebih baik di coba dulu dengan Citra, aku lihat Citra sangat menyukai Aldo dan dia juga baik… bukan hanya itu saja… yang aku lihat, Lisa ini sudah menganggap Aldo seperti kakaknya sendiri kecil kemungkinan untuk bisa timbul rasa sayang dan ingin saling memiliki…" Ucap Rere memberikan saran dan juga memberitahukan kepada Viky menurut pandangan dia tetang Aldo, Citra dan juga Lisa adiknya Viky.


"Baiklah kalau menurut kamu seperti itu…" Jawab Viky dengan melihat ke arah Rere.


"Jadi sekarang, kita pergi dulu ke kediaman keluarga Epson, untuk memastikan semuanya, jika nanti memang kamu tidak cocok dengan Citra, aku tidak akan melarang kamu untuk bersama adikku… bahkan aku akan merasa tenang jika kamu bisa bersama adikku…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Aldo.


"Viky menurut aku sih… kamu tidak perlu ikut campur untuk urusan pribadi Aldo, dia mau bersama dengan Lisa adik kamu atau dengan Citra, yah itu sih pilihan dia sendiri…" Ucap Herman mengeluarkan pendapatnya.


"Jika itu orang lain, aku tidak perlu khawatir… tapi ini Aldo, aku sangat mengenal dia, jika tidak seperti ini, mau perempuan sebanyak apa pun dan secantik apa pun perempuan tersebut mencoba mendekati Aldo, maka hasilnya pasti akan sama semua… aku tidak memaksa Aldo untuk bersama siapa pun, itu semua terserah Aldo, tapi menurut aku, jika Aldo bersama Citra minimal Aldo bisa merubah sikapnya yang terlalu kaku… walau pun mereka ber 2 pada akhirnya tidak dapat bersama pun aku tidak masalah…" Jawab Viky atas saran dari Herman.


"Yah kalau masalahnya seperti itu sih aku tidak bisa berkomentar…" Jawab Herman.


"Rencana kamu memang bagus, tapi apa nantinya tidak akan menyakiti perasaan Citra…? jika nanti Aldo pergi begitu saja meninggalkan Citra dan bersama dengan wanita lain…" Timpal Rere yang mempertanyakan perasaan Citra nanti, karena dia juga seorang perempuan dan tahu bagaimana perasaan seorang perempuan, dengan nada yang sedikit khawatir.


"Untuk hal itu aku juga sudah memikirkannya… dan salah satu antisipasi jika hal tersebut menyakiti perasaan Citra adalah pergi ke kediaman keluarga Epson untuk membicarakan hal ini dengan Citra dan juga ayahnya… kita lihat dulu bagaimana respon dari keluarga Epson, setelah itu kita akan memikirkan rencana selanjutnya, apa yang harus di lakukan…" Jawab Viky atas pertanyaan Rere dan mencoba meyakinkan agar Rere tidak perlu khawatir atas apa yang akan dia lakukan karena tidak ada yang akan tersakiti nantinya.


"Yah sudah kalau begitu… tapi aku tidak bisa ikut pergi bersama kamu ke kediaman keluarga Epson… ada kerjaan yang harus aku selesaikan disini… mungkin ayah bisa pergi menemani kamu…" Ucap Rere dengan rasa yang sedikit lega, karena Viky tidak hanya memikirkan masalah Aldo tapi juga memikirkan tentang perasaan Citra.

__ADS_1


"Kalian ber 2 urus saja masalahnya sendiri… aku tidak ingin ikut campur urusan anak muda… dan jika aku ikut ke sana, aku tidak terlalu di butuhkan dan aku juga tidak terlalu mengenal Maman Epson apa lagi orang-orang dari keluarga Epson…" Jawab Herman.


"Baiklah jika kalian ber 2 tidak mau ikut aku bisa pergi ber 2 bersama Aldo…" Jawab Viky, kemudian dia berdiri di ikuti oleh Aldo.


"Aku antar kamu sampai depan…" Ucap Rere dengan berdiri dan menggandeng lengan Viky kembali.


"Heemm…" Jawab Viky dengan menganggukkan kepalanya, dan mereka semua keluar dari ruangan tersebut dan pergi menuju lift, namun Herman berpisah dan keluar dari lift sebelum lift tersebut mencapai Loby gedung Octa Grup, dan pergi ke ruangannya..


"Oh iya… Rere jika nanti ada orang yang mencari aku dari tokok perhiasan… kamu tolong temui dia, aku berencana membelikan perhiasan untuk ibu dan juga adikku… nanti kamu tolong pilihkan yang bagus tapi tidak terlalu mencolok untuk di pakai, kamu tahukan bahwa Lisa akan kuliah, jadi aku takut akan mengundang kejahatan jika dia memakai perhiasan yang mencolok… dan untuk ibu, itu terserah kamu, mau memilihkan perhiasan seperti apa… dan dia juga nanti akan mengantar surat-surat dari perhiasan yang kamu pakai itu…" Ucap Viky ketika di dalam Lift setelah Herman tidak ada di sana.


"Baiklah… kamu bisa serahkan semuanya kepada aku… aku sedikit tahu soal perhiasan jadi kamu bisa tenang…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit manja kepada Viky.


"Satu lagi… kamu tanyakan kepada dia… apa ada perhiasan yang sudah siapa di pakai dan cocok untuk kamu pakai saat pernikahan kita nanti… jika tidak ada, tolong buatkan perhiasan yang cocok untuk kamu… bilang pada dia, aku ingin sebuah kejutan…" Lanjut Viky berkata.


"Perhiasan itu hanya cocok untuk kamu pakai sehari-hari… tidak cocok di pakai saat pernikahan nanti… aku ingin kamu terlihat lebih cantik lagi dari biasanya saat pernikahan kita nanti…" Jawab Viky dengan mencubit dagu Rere dengan mesra.


"Yah sudahlah terserah kamu saja… akan percuma jika aku menolak juga…" Jawab Rere dengan sedikit pasrah, karena dia tahu mau bagaimana pun menolak, Viky tidak akan pernah mendengarkan dia untuk urusan seperti itu.


Mereka ber 3 berpisah di pintu masuk Octa Grup, Rere kembali ke lantai atas dan pergi ke ruangannya, Viky dan Aldo pergi ke arah parkiran mobil… kemudian Mobil Viky pergi meninggalkan Octa Grup dan menuju ke arah kediaman keluarga Epson.


Tapi yang mereka tidak tahu adalah bahwa di Kota Taraka saat ini sedang heboh, karena kabar berita tentang karyawan di Octa Grup hampir setengahnya di keluarkan… setelah orang-orang yang tersisa tadi di lapangan membubarkan diri, mereka semua segera menyebarkan berita tersebut, dan berita tersebut menyebar dengan sangat cepat di Kota Taraka, dan berita tersebut menjadi topik terhangat yang sedang di bicarakan setiap orang yang ada di Kota Taraka, bukan hanya tentang masalah orang-orang yang di keluarkan saja tapi dalam 2 hari ke depan Octa Grup akan membuka lowongan pekerjaan secara besar-besaran… setelah membenahi kekosongan akibat dari mengeluarkan karyawan.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2