Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 78 Saingan Abadi


__ADS_3

Saingan Abadi


Kemudian mereka pun pergi dengan dua mobil yang saling beriringan, dengan posisi di mobil pertama Viky, Rere dan juga Lisa, di mobil ke dia adalah ibu-ibu bersama Aldo yang mengendarai mobilnya.


Dua mobil mewah disaat ini tengah membelah jalanan kota Taraka dengan kecepatan yang lumayan tinggi. dan menjadi perhatian semua orang, mobil yang paling depan adalah mobil BMW Seri S.24 dan yang di belakang nya adalah BMW Seri S.23 hanya setingkat di bawahnya.


Dengan arahan dari Rere akhirnya dua mobil tersebut bisa sampai dengan cepat ke restoran Diton.


Restoran Diton sendiri cukup terkenal di kota Taraka, karena makanan yang sangat enak dan juga dengan kelas yang cukup mewah.


Setelah Viky dan Aldo memarkirkan mobilnya mereka ber 6 pergi masuk ke dalam Restoran, ketika akan memasuki pintu gerbang terdengar suara seorang wanita yang memanggil Rere.


"Rere… Benar itu kamu Rere kan…" Ucap Wanita tersebut.


Semua orang berhenti dan berbalik arah untuk melihat ke arah sumber suara, terlihat orang yang memanggil Rere adalah seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh putih mulus di balut dengan sebuah gaun mini berwarna abu-abu dengan tubuh yang cukup berisi di hiasi dengan dua buah gunung kembar yang cukup besar dengan sebuah jurang yang dalam di atara keduanya, dan bisa terlihat walau hanya sedikit bagian saja.


Dan di samping nya menggandeng seorang laki-laki dengan postur tubuh yang cukup tegak dan lumayan ganteng, memakai sebuah jas berwarna hitam dengan dalaman memakai kemeja putih, terlihat sangat pas dan rapi.


Wanita tersebut bernama Falmia, dia adalah teman sekolah Rere dulu, tapi mungkin bisa disebut adalah Rival dari Rere dalam segala hal, tapi wanita tersebut tidak pernah mengungguli Rere sampai dimana mereka berdua berpisah setelah lulus sekolah, namun hal tersebut masih terus berlanjut walau sudah jarang bertemu. persaingan tiada henti antar Rere dan Falmia.


"Benar kamu Rere.. aku tidak salah orang.." Ucap wanita tersebut setelah berada di depan Rere.


"Falmia… " Namun raut wajah Rere berubah rumit setelah melihat dengan jelas wanita tersebut.


"Rere… perkenalkan ini adalah pacarku bernama Hitters… dia adalah salah satu pengusaha muda sukses di Kota Taraka ini…" Ucap Falmia, dengan bangga memperkenalkan Pacarnya.


Hitters dengan posisi membusungkan dada melihat ke arah Rere dan semua orang, dengan tatapan bangga akan dirinya dan juga merendahkan kepada semua orang karena memakai baju yang biasa-biasa saja.


"Hemm…" Rere menjawab dengan sebuah anggukan, karena dia malas meladeni Filma.


"Dan kami juga akan menikah di bulan ini…Rere kamu tahu ga kalau acara pernikahannya adalah di Loka Center… Aku sangat senang sekali…" Ucap Filma dengan bangga dan memeluk erat dan mesra pacarnya.


"Bagus kalau begitu… selamat yah…" Jawab Rere dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Kamu… kapan mau menikah… jangan bilang kamu masih tidak punya pasangan…" Tanya Filma kembali, dengan rasa puas karena telah mengungguli Rere.


"Ini adalah pacarku Viky… dan kami juga akan menikah di bulan ini…" Jawab Rere.


"Kalian akan menikah dimana…? kalau belum memilih tempat kalian bisa ikut bareng bersama kita di Loka Center… tapi untuk waktunya kalian harus mengikuti waktu yang kita tentukan… " Ucap Filma menyindir dan melirik ke arah Viky.


Filma bisa menilai dari pakaian yang Viky pakai, Viky bukan berasal dari keluarga kaya, dan pastinya acara pernikahan mereka akan berlangsung biasa-biasa saja.


"Terima kasih Nona Filma atas tawarannya… tapi aku sudah menyiapkan tempat special untuk pernikahan kami…" Jawab Viky yang hampir terbawa emosi.


"Oh… bagus lah kalau begitu… karena jika ingin menikah di Loka Center, bukan hanya masalah uang tapi koneksi yang kuat pun di perlukan… pacarku pun sangat kesusahan untuk dapat mengadakan acara pernikahan di sana, bahkan pernikahan kami di undur karena ada Tuan Besar dari Octa Grup yang mempergunakan seluruh tempat di Loka Center untuk melakukan acara pernikahan…" Jawab Filma yang menyombongkan pacarnya, karena dapat memesan tempat di Loka Center.


Memang benar di Loka Center, bukan hanya masalah uang tapi koneksi dan kekuatan keluarga pun berpengaruh untuk dapat mengadakan sebuah acara di sana.


"Boleh juga, meminimalisir pengeluaran saat acara pernikahan… kalian nanti kasih tahu tanggalnya kita akan samakan tanggal pernikahannya…" Ucap Viky mengikuti apa yang Falmia inginkan karena jika di lawan maka akan bertambah panjang.


"Ok… nanti aku akan kasih tahu kepada Rere tetang tanggal acara pernikahanku di langsungkan… untuk sekarang kami belum bisa menentukannya karena orang-orang dari Loka Center belum memberi tanggal kepada kami, kapan kami bisa menyelenggarakan acara pernikahan di sana…" Ucap Filma, dengan menatap aneh kepada Viky.


"Baiklah… Terima kasih… kalau begitu kami pergi masuk dulu… jika kamu mau sebagai ucapan rasa terima kasih dari kita, kamu bisa makan satu meja yang sama dengan kami…" Ucap Viky mengajak Filma,


"Baiklah… mungkin aku ikut bersama kamu saja…" Ucap Filma menatap penuh cinta kepada Hitters.


"Rere, Viky mungkin lain waktu aku bisa bergabung dengan kalian, biasa lah orang sibuk kadang suka lupa dengan janjinya jadi seperti ini lah kejadiannya…" Ucap Filma, yang masih menyombongkan dirinya.


"Baguslah jika kalian pergi dari sini… aku harap kita tidak akan bertemu lagi di masa depan…"Gumam Rere, tapi dia menatap ke arah Filma dengan tersenyum yang sangat di paksakan


Filma dan Hitters pun pergi dari restoran tersebut, dengan sedikit terburu-buru. kemudian Viky berjalan masuk ke dalam dan di ikuti oleh Rere dan semua orang, setelah kepergian Filma dan juga Hitters.


"Rere kenapa wajah kamu di tekuk seperti itu…" Tanya Viky dengan polosnya.


"Kenapa… kamu bilang kenapa… apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan tadi…" Jawab Rere dengan marah kepada Viky.


"Aku tahu dan aku sadar dengan apa yang aku ucapkan tadi… jika aku tida berbicara seperti itu, kita akan tertahan lama di pintu masuk…" Jawab Viky menjelaskan tetang apa yang dia maksud tadi.

__ADS_1


"Terus apa kita akan melangsungkan pernikahan dengan menumpang di acara mereka…?" Tanya Rere kepada Viky, karena dia belum paham dengan apa yang Viky maksud.


"Tidak juga… mungkin mereka yang akan numpang di acara pernikahan kita…" jawab Viky dengan santai.


"Yah Sudahlah… terserah kamu, yang jelas kamu jangan membuat malu aku…" Jawab Rere dengan lemas.


"Baiklah… nanti setelah makan kita akan pergi untuk mengukur gaun pengantin untuk kamu kenakan nanti aku sudah membuat janji dengan seseorang…" Ucap Viky kemudian dia duduk di sebuah meja dengan ukuran yang cukup besar.


"Gaun pernikahan… apa kamu sudah lupa dengan syarat yang aku ajukan…? sekarang saja kamu belum memenuhi salah satu dari 2 syarat yang aku ajukan bagaimana kita akan melangsungkan pernikahan…" Jawab Rere dengan ketus kepada Viky.


"Tenang saja Aku masih ingat dengan syarat yang kamu ajukan… aku sudah menyiapkan rencananya untuk membuat Nenek merestui pernikahan kita…" Jawab Viky dengan percaya diri.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2