Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 305 Lahirnya Seorang Lord Baru


__ADS_3

Lahirnya Seorang Lord Baru


"Terim kasih tuan… jika boleh, saya ingin menanyakan sesuatu kepada tuan…?" Ucap Zemi bertanya kepada Viky, dengan raut wajah yang sedikit bingung.


"Bertanya apa…? jika aku bisa menjawab, maka pasti akan aku jawab…" Jawab Viky.


"Ini masalah tentang perusahaan yang di berikan oleh keluarga Try atas permintaan maaf dengan kejadian kemarin tuan…" Ucap Zemi bertanya, dan menjelaskan kepada Viky, atas masalah yang di hadapinya.


"Lantas dimana masalahnya…?" Ucap Viky bertanya.


"Masalahnya aku tidak bisa mengelola perusaahan tersebut tuan, dan mereka bilang katanya setengah kekayaan keluarga Try di berikan kepada aku… jika bisnis bawah tanah, aku masih bisa mengelolanya, tapi ini bisnis atas tanah…" Jawab Zemi namun dengan niat memberikan perusahaan tersebut kepada Viky, untuk di kelola oleh Viky.


"Kamu urus saja sendiri perusahaan itu, karena apa yang di berikan oleh keluarga Try adalah Hak kamu, aku tidak punya hak untuk ikut andil dalam perusahaan tersebut tapi aku hanya bisa mengingatkan saja kepada kamu, jangan mengeluarkan orang-orang yang sudah bekerja di sana, biarkan saja mereka tetap bekerja, dan buat mereka lebih nyaman dalam bekerja atas pergantian pemegang kekuasaan perusahaan…" Jawab Viky, memberikan sedikit arahan kepada Zemi, bukan dia tidak mengerti maksud dari kata-kata Zemi sebelumnya, tapi di pikiran Viky, 1 perusahaan saja dia tidak bisa mengurusnya secara langsung apa lagi di tambah 2 perusahaan, akan lebih tidak terurus lagi.


"Baik tuan… aku akan berusaha belajar untuk mengelola perusahaan yang di berikan oleh keluarga Try, dan akan selalu mengingat kata-kata dari tuan…" Jawab Zemi, dengan nada yang sedikit lemas, karena dia tahu jawaban dari Viky adalah menolak perusahaan yang dia berikan kepada Viky, namun dia juga merasa sedikit aneh, karena jika hal itu dia masih bersama dengan Prasetyo, maka sudah jelas semua yang di ambil dari keluarga Try, pasti akan di ambil oleh Prasetyo.


"Jika kamu mengalami kesulitan dalam mengurus perusahaan tersebut, nanti kamu bisa minta bantuan kepada Rere, karena kamu juga akan selalu bersama Rere nanti… jadi akan mudah jika meminta bantuan kepadanya…" Jawab Viky dengan memberikan arahan lain kepada Zemi jika mengalami kesulitan.


"Baik tuan… kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi nanti meminta bantuan kepada Nona besar…" Jawab Zemi dengan penuh semangat, karena dia pikir bahwa Viky bukan menolaknya tapi memberikan perusahaan tersebut kepada Rere atau calon istrinya, tapi hal itu hanya di pikiran Zemi saja, bukan maksud dari Viky yang sebenarnya.


Ketika akan menjawab pertanyaan dari Zemi, dan berniat meluruskan pemikiran Zemi, karena Viky tahu bahwa Zemi salah mengartikan maksudnya, salah satu pintu kamar yang ada di sama terbuka, dan terlihat seseorang keluar dari kamar tersebut dengan aura kekuatan seorang Lord.


"Salam Lord…" Ucap orang tersebut yang tidak lain adalah Eagle, dengan menundukkan kepalanya serta mengepalkan salah satu tangannya dan di simpan di dada sebelah kiri, lebih tepatnya di dekat jantung.


"Eagle… kamu sudah keluar…? tapi aura Lord kamu masih sangat lemah…" Ucap Viky membalas sapaan dari Eagle dan menilai kekuatan yang di miliki oleh Eagle.

__ADS_1


Perkataan dari Viky, membuat Zemi dan Girsang sedikit tersedak, karena aura dari orang yang ada di hadapannya sangat kental, dan sangat menyeramkan bagi mereka ber 2, namun Viky dengan santainya mengatakan bahwa aura tersebut sangat lemah.


"Aura yang sangat menyeramkan seperti ini di bilang sangat lemah… bagaimana dengan kondisi yang maksimalnya, akan seperti apa jadinya dan akan sedahsyat apa kekuatan tersebut…?" pikir Zemi dan Girsang, walau pun memiliki kepala dan pikiran yang berbeda tapi mereka ber 2 memikirkan hal yang sama, dan jika ada orang lain di sana, orang tersebut pun pasti memiliki pemikiran yang sama seperti mereka.


"Sudah Lord… aku sudah berusaha semampu yang aku bisa untuk menyetabilkan kekuatan di tingkat Lord ini, tapi hasilnya tetap seperti ini, aku tidak tahu apa yang salah, mungkin Lord bisa sedikit memberikan penjelasan kepada saya, jika ada proses yang salah yang saya lakukan…" Jawab Eagle dengan nada yang sedikit lemas dan meminta bantuan kepada Viky, untuk meluruskan kesalahan dia.


"Semuanya tidak ada yang salah, karena semua proses yang kamu lakukan hanya bisa sampai di sini, dan untuk menyetabilkan kekuatan lord kamu agar berada di tahap maksimal, bukan dari hasil meditasi melainkan dari hasil latihan fisik… namun latihan yang ada di sini atau yang ada di wilayah pasukan Magnium akan membutuhkan waktu yang lama untuk kamu bisa mengontrol dan memaksimalkan kekuatan tingkat Lord dengan baik…" Jawab Viky, menjelaskan kepada Eagle tentang proses menyetabilkan kekuatan pada tingkatan Lord.


"Jadi apa yang harus saya lakukan Lord… apa ada yang bisa saya lakukan agar saya bisa dengan cepat bisa mengontrol kekuatan di tingkat Lord ini dengan maksimal…?" Ucap Eagle bertanya dan meminta petunjuk dari Viky.


"Ada… hanya saja latihan fisiknya akan sangat melelahkan dan cukup mengurus banyak tenaga, serta kamu juga bisa sekalian mengambilkan sesuatu untuk aku…" Jawab Viky, dengan maksud bertanya kepada Eagle mau mengambil langkah ini atau tidak.


"Baik Lord… itu sangat bagus, bisa berlatih sekalian bisa menjalankan misi dari Lord…" Jawan Eagle dengan nada yang penuh semangat.


"Baik Lord… kalau begitu saya ijin pergi untuk berlatih…" Jawab Eagle, meminta ijin kepada Viky, Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Eagle pergi dari sana setelah mendapatkan ijin dari Viky.


"Jika kamu mempunyai kemampuan, kamu juga bisa menjadi seperti dia… atau setidaknya kamu bisa mendekati pencapaian yang dia capai…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Zemi yang masih terdiam dengan memasang ekspresi yang sangat kaget, dan kata-kata dari Viky menyadarkan kekagetan Zemi dan Girsang.


"Saya rasa akan sangat tidak mungkin tuan… kekuatan aku hanya berada di tingkat Master sedangkan kekuatan yang di miliki tuan Eagle tadi sangat jauh berada di atas aku… mimpi pun saya tidak berani memiliki kekuatan yang di miliki oleh tuan Eagle, apa lagi saya berharap untuk bisa menyamai kekuatan yang di miliki oleh tuan Eagle…" Jawab Zemi, setelah dia sadar dari kekagetannya. dengan rasa yang tidak percaya diri, dan pasrah pada keadaan.


"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin… selama ada kemauan dan di barengi dengan usaha yang keras, semua yang kamu inginkan pasti bisa tercapai… karena usaha tidak akan mengkhianati hasil… tapi perlu kamu tahu, hasil yang di dapat oleh Eagle tadi tidaklah mudah karena perjalanan yang di lalui nya juga bisa di bilang sangat berdarah-darah dan membutuhkan proses serta usaha yang sangat keras, dan kemauan serta tekad yang kuat, karena bukan tidak mungkin di saat melalui prosesnya nyawa pun bisa menjadi taruhannya…" Jawab Viky, dengan memberikan semangat kepada Zemi, namun Viky juga memberi tahukan sedikit resiko yang harus di hadapi.


"Jika kamu mau… aku bisa menunjukan jalannya kepada kamu…" Lanjut Viky dengan maksud bertanya dan menawarkan sebuah tawaran yang cukup menggiurkan kepada Zemi namun dengan resiko yang cukup tinggi.


Zemi hanya diam dan menundukkan kepalanya, dia tidak buru-buru menjawab pertanyaan dari Viky, dia bingung harus menjawab apa, karena dia juga cukup sadar akan kemampuan yang dia miliki. namun diamnya Zemi tersebut bukan berarti dia tidak mau memiliki kekuatan yang sangat kuat, karena siapa pun pasti akan mau memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan dia juga tahu dengan resiko yang harus di hadapi ketika menginginkan kekuatan yang sangat kuat.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2