
Salsa
"Jadi… Taruhan seperti apa yang kamu inginkan…?" Ucap Viky bertanya, setelah mendengar jawaban dari putri ibu pengasuhnya tersebut, Viky sengaja membuat taruhan dengan putri dari ibu pengasuhnya tersebut bukan karena dia ingin bertaruh, akan tetapi karena dia ingin bisa lebih dekat dengan putri dari ibu pengasuhnya tersebut.
"Aku tidak ingin bertaruh apa pun dengan kamu… lagian aku juga tidak mengenal kamu walau pun kamu mengenal ibu aku, tapi sangat aneh kamu tiba-tiba bertemu dengan aku, dan mengajak aku bertaruh… aku katakan kepada kamu untuk berkata jujur dengan niat kamu datang ke sini… jika tidak aku akan meminta pacar aku untuk mengurus kamu, dengan status yang di miliki pacar aku, sangat gampang untuk mengurus kamu…" Jawab gadis yang ada di depan Viky, dengan tatapan yang aneh, dan juga dengan raut serta wajah yang sedikit kesal, awalnya dia hanya ingin sedikit bermain dengan Viky, namun menurut dia, Viky tidak bisa di ajak bermain, karena Viky terlalu kaku.
"Baiklah… baiklah… akan aku katakan, yang pertama niat aku datang ke sini adalah untuk makan siang di rumah kamu, dan yang ke 2 adalah, untuk mengajak ibu kamu dan juga kamu untuk bisa tinggal bersama di rumah aku… selebihnya aku tidak ada niat lain, apa lagi dengan apa yang kamu katakan tadi, bahwa ibu kamu ingin menjodohkan aku dengan kamu… dan untuk masalah taruhannya, aku hanya ingin agar kita bisa lebih dekat saja, namun dalam artian satu keluarga, tidak lebih…" Jawab Viky menjelaskan, karena dia melihat raut wajah gadis yang ada di depannya sudah terlihat seperti bad mood.
"Memangnya siapa kamu…? dan punya hubungan apa dengan ibu aku…?" Ucap gadis yang ada di depan Viky bertanya.
"Tadi sudah aku katakan siapa aku… dan untuk masalah hubungan aku dengan ibu kamu, mungkin kamu bisa tanyakan sendiri sama ibu kamu, biar dia sendiri yang menjelaskannya kepada kamu…" Jawab Viky.
"Baiklah… baiklah… jika kamu tidak mau mengatakannya juga tidak apa-apa… kamu mau memiliki hubungan apa pun dengan ibu aku, semua itu tidak ada hubungannya dengan aku…" Jawab gadis tersebut dengan nada yang kesal.
"Jadi… apa kamu mau tinggal di rumah aku…?" Ucap Viky bertanya, dengan maksud mengarahkan pembicaraan di antara mereka ber 2 kembali ke awal.
"Tidak… aku tidak mau tinggal bersama dengan kamu…" Jawab gadis yang ada di depan Viky, dengan nada yang tegas dan tanpa ragu-ragu.
"Yakin kamu mau menolaknya… kamu saja belum tahu bagaimana kondisi rumah yang akan kamu tinggali nanti…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit bercanda dan juga nada yang bisa membuat anak dari ibu pengasuhnya penasaran.
"Memang seperti apa rumah yang kamu miliki…? melihat dari pakaian yang kamu pakai saja, aku rasa rumah kamu tidak akan sebagus yang di berikan oleh pacar aku nanti…" Jawab gadis yang ada di depan Viky dengan tatapan yang merendahkan Viky.
Dia berkata seperti itu, karena di sekitar Viky tidak ada mobil, jadi dia berpikir bahwa pakaian yang di pakai oleh Viky hasil dari sewa, dan tadi ketika Viky mencari alamat, dia meninggalkan mobilnya aga jauh.
"Hanya seorang manajer… tidak akan sebanding jika di bandingkan dengan aku… aku tidak bisa memberitahu kamu secara rinci, namun perlu kamu tahu, jika pacar kamu itu memang benar bekerja sebagai manajer di perusahaan yang di kelola oleh Keluarga Latimore, maka akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi dia, karena bisa dekat dengan kamu… tapi jika sebaliknya, dia hanya mengaku-ngaku untuk tampil hebat di depan kamu, dia tidak akan pernah bisa membayangkan resiko apa yang akan dia tanggung nanti…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit kesal.
"Iya… iya… aku percaya dengan semua yang kamu katakan… tapi ingat kamu jangan membicarakan hal ini di depan pacar aku nanti…" Jawab gadis yang ada di depan Viky, dengan nada yang malas, karena dia pikir bahwa Viky sedang membuat di depannya.
__ADS_1
"Iya… iya… tapi diman rumah kamu… kaki aku sudah pegal dari tadi berdiri di sini…" Ucap Viky dengan mengalihkan pembicaraan, namun nadanya terdengar sedikit kesal, bukan karena kata-kata dari gadis di depannya, melainkan kesal karena dia tidak dapat merayu gadis di depannya untuk bisa tinggal di rumahnya, dan hal itu menandakan bawah gadis yang ada di depannya mempunyai karakter yang baik dan juga punya pendirian yang teguh.
"Salah siapa kamu mengajak aku ngobrol di sini… lagian aku juga jadi membuang-buang waktu aku untuk membicarakan hal yang tidak jelas seperti ini… harusnya aku sudah merias diri dari tadi…" Jawab gadis yang ada di depan Viky, dengan nada yang masih juteknya.
"Itu… rumah aku, terhalang oleh mobil itu…" Lanjut gadis tersebut berkata sambil menunjuk ke arah sebuah rumah yang terlihat bias saja, dan mobil yang di maksud adalah mobil Viky.
"Baiklah… ayo kita ke rumah kamu, aku sudah lapar dari tadi…" Jawab Viky mengajak gadis tersebut untuk segera pergi ke rumahnya.
Kemudian mereka ber 2 berjalan menuju ke rumah yang di tunjuk oleh anak dari ibu pengasuhnya Viky.
"Dari tadi, kamu belum mengatakan nama kamu siapa…?" Ucap Viky bertanya sambil berjalan menuju rumah yang di tunjuk.
"Penting yah nama aku…?" Jawab gadis yang berada di sampingnya Viky, sambil berjalan, namun matanya melihat ke arah mobil yang terparkir tepat di depan rumahnya tersebut.
"Tidak juga sih… mungkin akan lebih enak saja jika aku memanggil kamu dengan nama kamu…" Jawab Viky, dengan berbalik melihat ke arah gadis yang berjalan di sampingnya.
"Baik… aku akan mengantar kamu dengan mobil ini…" Jawab Viky, dengan sedikit tersenyum karena mendapatkan celah untuk bisa mengajaknya tinggal di rumahnya.
"Jangan hanya membual… aku itu butuh bukti, aku paling tidak suka dengan orang yang suka berbohong…" Jawab Gadis tersebut dengan melihat ke arah Viky, dan berhenti tepat di depan mobil Viky.
"Coba saja kamu masuk ke dalam mobilnya… mobilnya juga tidak aku kunci…" Jawab Viky.
"Kamu mau membunuh aku yah… aku juga tidak bodoh, mobil ini pasti sangat mahal… dan orang yang punya mobil ini pastinya bukanlah orang biasa… jika aku masuk sembarangan ke dalam mobil ini, apa kamu mau tanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan aku…" Jawab Gadis tersebut dengan nada yang sedikit tinggi.
"Kamu sebutkan saja nama kamu… dan aku akan membukakan pintu mobil ini untuk kamu…" Jawab Viky.
"Baiklah… nama aku Salsa… jika kamu tidak bisa membukakan pintu mobil ini, jangan harap kamu bisa masuk ke rumah aku…" Jawab Gadis tersebut mengatakan namanya, dan dia juga sedikit mengancam ke pada Viky, namun Viky hanya tersenyum ke arah Salsa dan balik berjalan ke arah pintu mobilnya.
__ADS_1
"Silahkan masuk Nona besar…" Ucap Viky dengan nada yang sedikit bercanda sambil membukakan pintu mobilnya, dan dengan posisi tangan yang mempersilahkan Salsa untuk masuk ke dalam mobil.
#Maaf author baru up, karena ada masalah di tempat kerja.
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...