
Teriakan Dari Rere
Kembali ke beberapa jam sebelumnya, di saat Viky berjalan meninggalkan Herman dan Novi yang berdiri di dekat pintu masuk rumahnya.
"Viky… apa maksud dari perkataan kamu barusan kepada Ayah dan juga Mamah…?" Tanya Rere yang tidak mengerti maksud dari perkataan Viky dengan berjalan pergi ke arah rumah Viky.
"Tidak ada maksud lain kok… mungkin besok kamu bisa tanyakan sendiri kepada Ayah atau Mamah, apa yang terjadi malam ini dengan mereka…" Jawab Viky asal, karena di juga bingung harus menjelaskan apa kepada Rere.
"Heeemmm… oh iya Viky, tadi kamu bilang jika aku meminum gelas yang pertama, aku akan merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut aku dan bisa saja mengancam nyawaku, memangnya kamu pernah melihat sendiri efek saat seseorang meminum obat tersebut…?" Ucap Rere bertanya dan mengalihkan pembicaraan.
"Aku tidak pernah melihatnya sendiri efek dari meminum obat tersebut dengan mata kepala aku… tapi hal tersebut tertulis di dalam buku yang aku pelajari… dan di sana juga tertulis efek dari meminum gelas yang pertama akan berlangsung selama 1 jam, dan untuk efek yang ke 2 itu… di buku tidak di tulis berapa lama waktu pastinya… hanya di katakan bahwa efeknya akan berlangsung sangat lama, tapi jika ingin lebih cepat katanya harus di temani oleh pasangannya… oleh karena itu aku hanya bisa membantu kamu di saat kamu meminum gelas obat yang ke 2…" Ucap Viky menjelaskan sedikit lebih rinci dari efek obat tersebut, dan sebenarnya dia juga belum tahu pasti apa benar efek obat tersebut seperti itu, karena dia juga belum pernah melakukan pengobatan ini, dan ini adalah kali pertamanya dia melakukan pengobatan ini.
"Semoga saja, efeknya tidak terlalu berpengaruh bagi tubuh aku ini… tapi aku merasa sedikit aneh, kenapa efek dari yang ke 2 harus di temani oleh pasangannya…? apa akan terjadi seperti saat kamu menusukan jarum ke tubuh aku tempo hari…?" Jawab Rere sekaligus bertanya, namun di pertanyaan terakhir dia katakan aga pelan karena malu, dan juga wajahnya sedikit memerah.
"Aku tidak bisa menjawabnya sebagai suatu kepastian… mungkin juga bisa iya, mungkin juga bisa tidak…" Jawab Viky yang tidak mengetahui efek lain dari meminum gelas yang ke 2.
Setibanya di dalam rumah, Ratna dan Lisa berpamitan untuk pergi istirahat di kamar masing-masing.
"Aldo… kamu bawa 2 gelas obat tersebut ke kamar aku bersama Rere, setelah itu kamu bisa istirahat… aku akan pergi dulu ke dapur untuk mengambil sesuatu…" Ucap Viky, memberikan perintah kepada Aldo.
"Baik Lord… silahkan Nona…" Jawab Aldo kepada Viky, dan mempersilahkan untuk Rere berjalan terlebih dahulu menuju ke kamar Viky.
Rere dan Aldo pergi ke kamar Viky, dan Viky pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu.
"Nona… apa ada lagi yang bisa aku bantu…" Ucap Aldo setelah berada di kamar Viky, dan dia meletakan 2 gelas yang berisi obat tersebut di atas meja, yang ada di kamar Viky.
"Tidak… terima kasih Aldo… biar nanti aku berbicara kepada Viky langsung jika aku membutuhkan hak lain…" Jawab Rere.
"Baiklah… kalau begitu aku pamit pergi dulu untuk beristirahat… semoga dengan obat ini penyakit Nona bisa di sembuhkan…" Jawab Aldo yang meminta ijin kepada Rere untuk pergi dari sana.
__ADS_1
"Baiklah… kamu bisa pergi sekarang…" Jawab Rere, kemudian Aldo berjalan pergi keluar dari kamar Viky setelah mendengar jawaban dari Rere.
Rere berjalan ke arah sofa yang berada di kamar Viky, dan dia duduk di sana… tidak lama pintu kamar terbuka dan itu adalah Viky.
"Kamu minum dulu pil ini, baru kamu minum habis 1 gelas obatnya…" Ucap Viky setelah berada di dekat Rere yang duduk di sofa, dan menyerahkan 1 butir pil dan 1 gelas air putih kepada Rere.
Rere mengambil pil dan 1 gelas air putih yang di berikan oleh Viky, tanpa bertanya lagi, dia segera meminum pil tersebut.
"Pil itu akan sedikit membantu kamu, di saat terjadi efek obat pertama… dan mungkin aku hanya bisa membantu kamu sampai di sini, dan semuanya tergantung kepada kamu…" Ucap Viky.
"Sekarang kamu bisa minum obatnya… setelah itu kamu berbaringlah di atas tempat tidur, dan nanti efeknya akan segera terasa setelah 1 menit… aku akan menunggu kamu di balkon, jika ada apa-apa kamu bisa memanggil aku…" Lanjut Viky berkata, dia berkata seperti itu karena dia tidak bisa tinggal diam di dalam kamar dan melihat Rere kesakitan, tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Yah… kamu bisa menunggu aku di balkon…" Jawab Rere yang mengerti posisi Viky saat ini.
Tanpa menunggu waktu lagi, Rere segera meminum salah satu gelas obat yang ada di meja, kemudian dia berjalan ke atas tempat tidur, dan Viky berjalan ke arah balkon, kemudian dia mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakan rokok tersebut.
"Aaa… aaa… aaa…" terdengar dari dalam kamar Rere mulai berteriak kesakitan, walau tidak terlalu keras teriakan yang Rere keluarkan tapi karena sudah malam jadi bisa terdengar dengan jelas.
Di telinga Viky saat ini terdengar 2 suara, yaitu dari deburan ombak laut yang sangat kecil dan juga teriakan dari Rere, hati Viky saat ini menjadi sangat gelisah dari sebelumnya.
"Jeri… aku tidak akan membantu kamu mengembalikan kekuatan kamu… tapi aku akan memberikan caranya untuk kamu… dan semua prosesnya tidak akan mudah… serta kamu akan lebih menderita dari Rere…" Gumam Viky dengan sorot mata yang tajam ke arah gelapnya laut, dan dengan salah satu tangannya yang mengepal dengan erat.
kemudian di saat rokok pertama habis, Viky menyalakan rokok yang ke dua, ke tiga sampai pada rokok yang ke 6. namun baru saja dia menyalakan rokok yang ke 6 teriakan dari Rere sudah berhenti.
Viky sedikit tersentak, karena belum satu jam berlalu… tapi Rere sudah berhenti berteriak, dia dengan terburu-buru berlari ke dalam kamar untuk melihat keadaan Rere.
"Rere… apa kamu baik-baik saja…?" Ucap Viky yang melihat Rere yang terduduk di atas tempat tidur dengan bermandikan air keringat, serta tempat tidur yang sudah berantakan, dan wajah Rere yang sudah berbuah putih pucat.
"A-aku me-merasa lebih baik sekarang… rasa sakitnya sudah hilang… tapi sekarang perut aku sangat mules sekali… bisa bantu aku untuk pergi ke kamar mandi…? aku merasa sangat lemas sekali…" Jawab Rere, dengan nafas yang masih memburu, akibat kelelahan menahan rasa sakit dari efek obat tersebut, dan dia meminta Viky untuk membantunya pergi ke kamar mandi
__ADS_1
Viky berjalan ke arah Rere, kemudian dia mengambil tisu, yang ada di meja tempat tidur dan mengelap keringat yang membasahi wajah Rere.
"Tunggulah sebentar lagi… mungkin itu sisa efek dari obatnya… dan kamu atur dulu napas kamu agar lebih tenang lagi… dan sedikit menjadi lebih baik…" Ucap Viky dengan mengelap keringat di wajah Rere, Viky bukan tidak mau mengantar Rere ke kamar mandi, tapi dia takut jika di saat Rere di kamar mandi dan sakitnya kembali terasa lagi maka semuanya akan sangat menjadi merepotkan.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1