Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 390 Keteguhan Hati


__ADS_3

Keteguhan Hati


Viky membawa Salsa pergi dari dalam gedung Mall tersebut, tidak ada pembicaraan di antara mereka ber 3, hingga masuk ke dalam mobil, walau pun sebenarnya banyak pertanyaan di pikiran Salsa, tentang baju yang Viky beli, dan juga tentang pembayaran baju yang dia kenakan, namun Salsa tidak berani menanyakan hal itu kepada Viky, dia hanya menundukkan kepalanya, dan Viky juga fokus untuk mengemudikan mobilnya, menuju ke pusat industri kota Yako.


"Kamu mau ikut aku turun atau mau menunggu aku di sini…?" Ucap Viky bertanya setelah mobilnya berhenti di sebuah parkiran.


"Memangnya kamu mau kemana…? dan dimana kita sekarang…?" Ucap Salsa dengan balik bertanya kepada Viky, dan melihat ke arah Viky yang berada di sampingnya.


"Aku ada urusan sebentar… Kamu lihat saja sendiri kita berada dimana…" Jawab Viky dengan melihat ke arah luar.


"Gadung Widya Grup… Kamu mau ngapain ke sini…?" Ucap Salsa dengan melihat ke arah luar dan melihat ke arah Viky secara bergantian, dengan raut wajah yang sedikit kaget, karena bagaimana pun untuk orang luar tidak akan bisa masuk secara sembarangan, walau hanya ke area parkir Widya Grup.


"Yah memang dimana lagi… kan sudah aku katakan tadi, aku ada urusan di sini…" Jawab Viky dengan santai menanggapi ke kagetan Salsa.


"Kalau kamu lama… aku ikut, tapi jika kamu hanya sebentar, aku tunggu di sini saja…" Jawab Salsa, walau pun awalnya dia ingin menanyakan hal lain kepada Viky, tapi dia urungkan niatnya tersebut, mengingat tentang cerita Viky sebelumnya, jadi dia berpikir bahwa Viky mempunyai hubungan dengan Keluarga Latimore, akan tetapi hubungan seperti apa, hanya Viky dan Keluarga Latimore saja yang tahu, karena sebelumnya Viky juga tidak mengatakan tentang hubungan apa yang terjalin dengan Keluarga Latimore.


"Tidak… aku tidak lama, paling hanya 30 sampai 60 menit…" Jawab Viky.


"60 menit kamu bilang tidak lama…" Jawab Salsa dengan nada yang sedikit marah.


"Yah tidak lama jika di bandingkan dengan aku yang tadi menunggu kamu 2 jam tapi tidak ada hasil sama sekali…" Jawab Viky dengan santai.


"Wajar saja lama… perlu kamu tahu bahwa jika seorang wanita berbelanja pasti membutuhkan waktu yang lama… karena wanita itu sukanya memilih-milih… menurut aku waktu 2 jam itu baru sebentar…" Jawab Salsa memberi tahu tentang masalah wanita.


"Tidak semua wanita seperti itu… buktinya adik dan juga calon istri aku… mereka ber 2 tidak butuh waktu yang lama sampai berjam-jam hanya untuk membeli baju…" Jawab Viky, mematahkan persepsi dari Salsa.


"Mungkin mereka sedang terburu-buru, jadi waktu belanjanya tidak lama…" Jawab Salsa yang tidak mau kalah.


"Iya… iya… mungkin adik dan juga calon istri aku sedang terburu-buru, oleh karena itu mereka tidak butuh waktu yang lama untuk membeli baju…" Jawab Viky, yang mana dia sudah tidak mau berdebat hal yang tidak penting lagi dengan Salsa.


"Yah sudah… cepat kamu pergi sana… aku akan menunggu kamu di sini… jika waktunya lebih dari 60 menit, aku akan pergi masuk ke dalam…" Jawab Salsa yang mengerti maksud dari jawaban Viky barusan, dan dia juga menyuruh Viky untuk segera pergi dari sana, dengan nada yang sedikit kesal.

__ADS_1


"Tanpa kamu suruh pun aku akan turun…" Jawab Viky, sambil membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobil.


Kemudian Viky berjalan menuju ke pintu masuk gadung Widya Grup, ketika Viky berada tidak jauh dari pintu masuk, Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Deky.


"Deky… diman kamu sekarang…? apa kamu masih di perusahaan Keluarga Latimore…?" Ucap Viky bertanya kepada Deky, setelah sambungan telepon dengan Deky tersambung.


"Masih tuan… mungkin sebentar lagi aku akan kembali ke kota Taraka… apa ada yang bisa saya bantu tuan…?" Jawab Deky dengan sopan di balik telepon.


"Tidak ada… aku hanya bertanya saja, aku juga ini sedang berada di pintu masuk, kamu berada di ruangan mana…?" Ucap Viky dengan kembali bertanya kepada Deky.


"Aku sedang berada di ruangan Kent Latimore… apa tuan mau ke sini…? kalau begitu saya akan menjemput tuan di bawah…" Jawab Deky.


"Tidak perlu… aku langsung saja ke sana… nanti aku akan meminta penjaga keamanan untuk mengantarkan aku ke sana…" Jawab Viky, kemudian dia mematikan teleponnya dengan Deky.


"Maaf Tuan… apa ada yang bisa saya bantu…?" Ucap penjaga keamanan bertanya, namun maksudnya adalah untuk menghentikan Viky masuk ke dalam, dengan basa-basi, karena dia baru pertama kalinya melihat Viky datang ke sini.


"Bisakah kamu mengantarkan aku ke ruangan Kent Latimore…?" Ucap Viky bertanya, namun terdengar dari nadanya bukan bertanya tapi sedikit memerintah.


"Aku tidak ada janji bertemu atau pun janji khusus dengan Kent… namun aku ingin bertemu sekarang dengan kent… aku tidak peduli akan ada orang penting yang datang atau tidak, yang jelas aku ingin bertemu dengan Kent di ruangannya sekarang juga…" Jawab Viky, dengan nada yang sedikit tinggi dan juga sedikit di tekankan, Viky berkata seperti itu karena dia ingin menguji keamanan di sana, sampai sejauh mana para penjaga keamanan bisa bertahan.


"Maaf Tuan… aku tidak bisa mengijinkan tuan untuk masuk, kalau tuan tidak ada janji khusus dengan tuan muda karena ini adalah perintah langsung dari tuan muda, dan tuan muda juga tidak menitipkan pesan kepada aku, jika akan ada seseorang yang akan datang…" Jawab penjaga keamanan tersebut dengan nada yang masih sopan.


"Aku ini datang untuk menandatangani sebuah kontak kerja sama… jika kontrak kerja ini berhasil di sepakati, maka aku akan memberi kamu uang 50 juta… apa kamu tertarik dengan tawaran yang aku tawarkan…? tapi kamu jangan beritahu siapa pun tenteng kesepakatan kita ini…" Jawab Viky, yang mana dia terus mencari celah untuk bisa di persilahkan masuk.


"Tetap tidak bisa tuan… walau pun tuan menawarkan uang lebih dari 50 juta sekali pun aku tidak bisa mempersilahkan tuan untuk masuk… walau pun sebenarnya aku sangat membutuhkan uang untuk biaya operasi anakku… tapi aku tidak mau mencoreng nama baik aku di Widya Grup, demi uang yang tidak seberapa…" Jawab si penjaga keamanan dengan nada yang sedikit tegas, namun ketika berkata tentang anaknya, raut wajahnya sedikit berubah sedih, dan hal itu juga terlihat oleh Viky, walau pun perubahannya hanya sebentar.


"Ayo lah… kita juga saling menguntungkan satu sama lain… aku mendapatkan kontrak kerja dan kamu juga bisa membawa anak kamu ke rumah sakit untuk operasi… jika masih kurang, aku juga akan menambahkan keuntungan lain untuk kamu, yaitu aku akan menanggung semua biaya berobat anak kamu hingga sembuh total… bagaimana…? " Jawab Viky dengan sedikit merayu si penjaga keamanan, walau pun rayuan Viky sangat kaku, tapi kata-kata dari Viky tersebut akan sangat menggoda si penjaga keamanan.


"Tetap tidak bisa tuan… jika tuan tidak ada keperluan lain, saya mohon dengan sopan untuk tuan segera pergi dari sini, jika tidak, jangan salahkan aku jika aku tidak bersikap dengan sopan lagi kepada tuan…" Jawab si penjaga keamanan tersebut dengan mempersilahkan Viky untuk segera pergi dari sana, dan juga dengan posisi tangan yang di arahkan ke pintu gerbang luar, dan tetap pada pendirian awalnya.


"Baiklah… baiklah… aku akan pergi sekarang juga… tapi sebelum aku pergi bisakah kamu panggilkan ketua penjaga keamanan ke sini… siapa tahu dia mau menerima tawaran dari aku…" Jawab Viky, yang terus mencari celah di bagian keamanan.

__ADS_1


"Tidak… aku tidak mau terlibat dalam urusan tuan… jika tuan ingin bertemu dengan ketua keamanan, tuan cari saja sendiri, atau bisa tanyakan ke orang lain dimana keberadaan ketua keamanan…" Jawab si penjaga keamanan dengan tegas.


Setelah mendengar jawaban dari si penjaga keamanan, Viky berbalik untuk pergi dari sana dengan raut wajah yang terlihat kecewa dan juga dengan sikap yang lemas, hal itu dia lakukan untuk melengkapi aktingnya tersebut, akan tetapi jika di lihat dengan teliti akan terlihat bahwa hal itu, terlihat sangat dipaksakan, karena Viky tidak pernah berada di posisi yang seperti sekarang ini.


"Ketua…" Ucap si penjaga keamanan, setelah Viky berjalan 3 langkah dari pintu masuk, dan kata-kata tersebut menghentikan langkah Viky, dan dia pun kembali berbalik, berjalan ke arah pintu masuk gadung Widya Grup.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2