
Acara Selanjutnya
Energi yang Viky keluarkan juga tidak terlalu banyak, Viky di saat ini dia tengah fokus kepada jarum yang terletak di bagian perut Rere, dia harus fokus, karena energi yang di alirkan harus sangat kecil dan juga stabil, jika tidak semua proses dari awal akan sia-sia.
Beberapa menit terlah berlalu, dan yang tidak di perhatikan oleh Viky saat ini adalah wajah Rere sudah sangat merah, entah apa yang terjadi kepada Rere. yang bisa mengakibatkan wajahnya memerah seperi itu.
Wajah Viky saat ini sudah mulai berkeringat, dan kesadaran dia juga mulai goyah karena terlalu lama memandang keindahan yang hakiki, di pikiran Viky saat ini, dia ingin sekali dengan cepat menyelesaikan semua prosesnya, dan tanpa sadar energi yang Viky alirkan terlaku besar.
"Aahh…" Terdengar suara Rere yang secara tiba-tiba, entah karena sakit atau karena hal lain.
Viky yang menyadari hal itu pun, dia dengan cepat menarik jarum yang tersisa dan menyelesaikan prosesnya, dia juga tahu bahwa tadi dia melakukan kesalahan, karena dia mengalirkan sedikit energi yang lebih besar ke dalam jarum tersebut.
Viky melirik ke arah wajah Rere, dan Viky juga sedikit kaget melihat Rere yang wajahnya memerah dengan wajah tertutup, dengan sedikit panik Viky mengambil tangan Rere untuk memeriksa nadinya, dan betapa leganya di saat detak nadi pada Rere masih ada dan juga masih normal.
"Untunglah aku masih bisa menyadarinya dan dengan cepat menghentikan semuanya… jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada kamu…" Gumam Viky dengan memegang tangan Rere.
Kemudian Viky berjalan ke arah kursi dan memasukan jarum terkahir ke dalam kantong yang mana semua jarum sudah dia rapihkan dan dia bersihkan tadi, tapi sebelum di masukan jarum terkahir, Viky sudah membersihkannya terlebih dahulu dengan air.
Ketika Viky selesai merapikan semua dan akan pergi duduk, dari arah belakang Rere dengan cepat memeluk Viky, dan di punggung Viky terasa ada sesuatu yang menempel dan terasa sangat kenyal serta empuk.
Gejolak di dalam tubuh Viky yang sudah tenang, di saat ini kembali bergejolak, bahkan lebih menggebu-gebu dari sebelumnya, dan Viky pun mencoba menenangkan dirinya, karena dia pun tidak tahu apa yang terjadi kepada Rere.
Kemudian Viky berusaha melepaskan pelukan dari Rere, dan berbalik badan untuk melihat apa yang terjadi kepada Rere.
"Rere…" Baru satu kata yang terucap dari Viky, dia sudah di hentikan oleh sebuah bibir yang menuju ke arahnya.
Viky pun sangat kaget dengan sikap Rere yang seperti ini, walau awalnya dia sedikit enggan dan aneh, tapi karena Rere yang terus memaksa dan juga aroma wangi dari tubuh Rere, dan juga Viky tidak mau menyakiti perasaan Rere, jika Viky langsung menolak apa yang Rere mau.
Dan Viky akhirnya melanjutkan aktivitasnya bersilat lidah dengan Rere, ketika Viky akan kehilangan kendali akibat gejolak di dalam dirinya, dia melepaskan Ciuman tersebut dan menatap ke arah Rere.
__ADS_1
"Rere apa yang terjadi kepada kamu…" Ucap Viky menatap ke arah Rere dengan kedua tangan memegang pundak Rere.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada diriku… dan aku juga tidak dapat mengontrol diriku ini… di saàt-saat terakhir tadi aku merasakan seperti ada sesuatu yang menyengat di dalam tubuhku dan sekarang aku sangat menginginkan hal itu…" Jawab Rere dengan sedikit malu-malu dan menundukkan kepalanya, karena dia saat ini masih tidak mengenakan pakaian,
"Oh seperti itu… aku juga tidak tahu efek dari jarum yang ke 3 ini, aku kira terjadi sesuatu kepada kamu… dan untuk hal itu…" belum sempat Viky melanjutkan kata-katanya, Rere sudah kembali menghentikan kata-kata dari Viky dengan bibirnya, dan tangan Rere pun dengan cepat melingkar di leher Viky.
Dan Viky pun akhirnya tidak bisa mengontrol gejolak di dalam dirinya kembali, dan mengikuti apa yang Rere inginkan, serta tangan Viky melingkar di pinggang Rere, dengan sekali hentakan Rere saat ini sudah berada di dalam pelukan Viky.
Rere dengan cepat membuka baju yang Viky kenakan, dan dengan sekali angkat, baju Viky sudah terlepas dan terlempar entah kemana, ketika baju Viky sudah terlepas mereka berdua pun melanjutkan kembali aktivitasnya.
Cukup lama mereka melakukan aktivitas mereka dengan posisi berdiri sambil berpelukan satu sama lain, Rere melepaskan ciumannya dan menatap ke arah Viky, baik Viky atau pun Rere di saat ini mereka berdua, sudah merasakan gejolak di dalam dirinya sudah berada di atas kepada dan akan meledak.
"Apa kita akan seperti ini terus dan tidak melanjutkan nya ke hal lain…" Goda Rere kepada Viky, dan dengan tangan yang mengelus lembut pipi Viky.
"Baiklah jika kamu sudah tidak sabàr lagi… aku akan melanjutkannya dan kamu bersiaplah untuk sesuatu yang lebih terasa dari pada saat pertama kita melakukan ini… karena aku pun tidak akan sungkan lagi…" Jawab Viky.
"Aahh… Kamu ini… kenapa kamu menggendongku dengan tiba-tiba seperti ini aku merasa sangat kaget…" Ucap Rere dengan sedikit kaget dan memukul dada Viky dengan lembut dan juga dengan nada yang sangat manja kepada Viky.
Dengan nada Rere yang sangat manja, membuat Viky menjadi lebih bersemangat lagi, dan dengan cepat Viky berjalan membawa Rere ke atas tempat tidur dan membaringkan Rere dengan lembut dan punuh kasih sayang.
"Baiklah… Ayo kita mulai, dan aku berharap setelah ini kamu tidak akan kapok…" Ucap Viky menatap ke arah Rere yang sudah terbaring di atas tempat tidur dan dengan tangan membelai lembut rambut Rere.
Rere tidak menjawab apa pun dan dia menarik tubuh Viky agar lebih dekat dengan dirinya, dan Rere pun mencium Viky kembali dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Kemudian mereka pun melanjutkan aktivitasnya ketahap selanjutnya sampai akhir.
(Maaf untuk adegan ini author skip, karena takut melanggar aturan dan juga up nya kembali tertàhan sampai besok)
Suara dari aktivitas Rere dan Viky dapat terdengar ke ruangan sebelah, bahkan suara dari Rere terdengar lebih keras, yang mana di ruangan tersebut terdapat Herman dan juga Novi.
__ADS_1
Baik itu Herman atau pun Novi, di saat ini mereka berdua merasakan hal yang sama, akibat mendengar suara dari Rere yang sangat keras, entah karena merasakan sakit atau karena merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.
"Viky apa yang sedang kamu lakukan kepada anakku sampai suaranya terdengar seperti ini…? kami ini sedang mengobati anakku atau sedang melakukan hal lain…" Gumam Herman, dengan sedikit kesal, karena suara yang di timbulkan oleh Rere membuat gejolak di dalam dirinya mulai menggebu-gebu.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1