Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 122 Suatu Pilihan


__ADS_3

Suatu Pilihan


"Tuan Deky…" Sapa Sulis, kepada Deky dengan sopan dan dia juga ragu-ragu untuk duduk.


"Tuan Sulis… silahkan duduk…" Jawab Deky dengan sopan dan mempersilahkan Sulis untuk Duduk, Deky mempersilahkan Sulis duduk, karena Sulis terlihat ragu-ragu dan merasa tidak enak jika duduk berhadapan dengan Deky.


"Terima kasih Tuan Deky…" Jawab Sulis, dia dengan canggung akhirnya duduk berhadapan dengan Deky.


Sulis bingung dia harus memulai berkata apa dan harus berbuat bagaimana. dan Suasana di dalam ruangan pun menjadi hening dan penuh kecanggungan, Sulis mencoba memahami situasi yang terjadi, dan asumsi Sulis yang nanti akan duduk di kursi utama adalah Herman, karena yang menjanjikan untuk berbicara bisnis dengannya juga adalah Herman.


"Krek…" di saat keadaan sedang canggung di dalam ruangan tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan terlihat Herman berjalan masuk bersama Aldo yang mengikutinya dari belakang masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Tuan Ling… Tuan Deky… maaf sudah menunggu lama…" Ucap Herman dengan sopan setelah berada di dalam ruangan, dan melihat kepada Deky dan Sulis secara bergantian.


Ketika Deky akan berbicara, dia di potong oleh kata-kata yang keluar dari Sulis.


"Tidak apa-apa Herman… aku juga baru sampai, tidak lebih dari 1 menit di sini…" Jawab Sulis, melihat ke arah Herman, walau ada sedikit rasa aneh di hatinya karena Herman memanggil Deky dengan awalan Tuan.


"Ayah… apa semuanya sudah beres…?" Tanya Viky kepada Herman.


"Sudah… hanya sekitar 50% barang-barang aku yang bisa di ambil, dan masih bisa di pergunakan, sisanya sudah di rusak… dan tadi juga aku sempat melihat rekaman CCTV di rumah, dan yang merusak semua barang-barang adalah Cipto Ma beserta anak buahnya…" Jawab Herman menjelaskan kepada Viky.


"Sudahlah… biar nanti masalah ini kita urus belakangan… dan juga Lega Ma saat ini sedang menunggu di bawah, aku tidak tahu apa yang dia inginkan…" Jawab Viky menanggapi penjelasan dari Herman.


"Baiklah… karena semua orang sudah berkumpul, jadi mari kita bahas tetang bisnis dan kerja samanya…" Ucap Viky, dengan berjalan ke arah kursi utama, dan duduk di sana.


Setelah mendengar kata-kata dari Viky, Herman dan Aldo pun duduk di kursi yang tersedia di sana, yang mana Herman duduk berdampingan dengan Sulis, dan Aldo duduk berdampingan Dengan Deky.

__ADS_1


Raut wajah bingung Sulis, saat ini terlihat lebih jelas lagi, karena posisi saat ini berada di luar ekspektasi dia. di saat dia akan berkata dan memulai pembicaraan, Viky sudah lebih dulu berkata.


"Baiklah… Tuan Ling aku mengerti Tuan pasti bingung dengan semua ini, maka sebelum melanjutkan pembicaraan bisnis, aku perkenalkan dulu semua orang kepada Tuan Ling…" Ucap Viky memulai pembicaraan dan melihat ke arah Sulis, di saat semua orang udah duduk di posisi masing-masing.


"Namaku adalah Viky, dan aku adalah pemilik dari Octa Grup dan juga Siren Country… semua orang di Kota Taraka ini mengetahui bahwa pemilik 2 perusahaan ini adalah Deky… aku hanya bergerak di belakang dan Deky yang bergerak di depan, namun karena ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan, jadi intinya mulai dari sekarang, aku akan bergerak secara langsung di depan…" Ucap Viky memperkenalkan diri serta menjelaskan secara singkat antar dirinya dan Deky.


"Boom…" Pikiran Sulis seperti di sambar petir setelah mendengar kata-kata dari Viky, dia hanya bisa diam tanpa bisa berkata apa-apa, dia sangat terkejut, bahkan lebih-lebih terkejut lagi.


Sulis di saat ini melihat ke arah Viky, seperti seseorang yang berbeda di saat bertemu di bawah dan mengobrol tadi di saat berjalan ke sini, Ekspresi dan sikap Viky berubah drastis di saat Viky berkata, aura dari seorang pemimpin yang berwibawa terpancar dari tubuh Viky, hingga menyebabkan tubuh Sulis bergetar, tanpa dia sadari.


"Ini adalah Aldo… dia adalah salah satu orang kepercayaan aku, dan orang yang paling dekat dengan aku… namun sekarang dia akan selalu bersama dengan Harman atau calon ayah mertua aku… Herman di sini juga salah satu memegang kendali atau keputusan… " Lanjut Viky memperkenalkan Aldo sekaligus Herman.


"Jadi sekarang ini, hanya 4 orang yang memegang kendali atas Octa Grup… dan di Kota Taraka hanya Tuan Ling yang mengetahui hal ini…" Lanjut Viky mengakhiri penjelasan dan perkenalan dirinya.


Sulis saat ini dia bingung harus berkata apa, antara senang dan takut bercampur menjadi satu, senang karena bisa terpilih oleh Octa Grup tanpa usaha dan persaingan yang keras, dan takut karena tadi dia berkata seenaknya kepada Viky.


"Apa yang ingin Tuan tanyakan…" Jawab Viky.


"Namun sebelum itu, alangkah baiknya aku memperkenalkan diri dulu, walau mungkin Tuan Viky sudah mengetahui nama saya…" Sulis menghentikan kata-katanya dan menarik napas.


"Aku adalah Sulis Ling… Tuan bisa memanggil saya dengan nama Sulis, aku adalah seorang kepala keluarga kecil dari keluarga Ling, aku mempunyai dua orang anak, yang terbesar adalah laki-laki


"Tuan sebelumnya aku minta maaf jika pertanyaan ini menyinggung tuan, tapi aku ingin tahu kenapa tuan memilih keluargaku untuk bekerja sama atau bersanding dengan Octa Grup… karena di luar sana banyak yang lebih menjanjikan dari pada keluargaku, dan juga tuan tahu sendiri bahwa keluargaku tidak menerima persyaratan yang tidak masuk akal…" Ucap Sulis bertanya


"Baiklah… aku sudah tahu kamu pasti akan bertanya tentang hal ini… yang pertama adalah karena ayah sudah pernah bekerja sama dengan keluarga Ling, yang ke dua adalah dari sekian banyak orang yang ada di Kota Taraka ini, hanya keluarga Ling yang dapat memenuhi sedikit syarat dari ku, bukan masalah posisi keluarga No 1, tapi ada hal lain yang menjadi pertimbangan aku secara pribadi…" Jawab Viky.


"Dan mungkin kamu tidak sadar bahwa semua pertanyaan yang aku tanyakan tadi adalah salah satu syarat apa keluarga kamu memenuhi syarat atau tidak untuk bisa bersanding dengan aku…" Lanjut Viky.

__ADS_1


"Aku akan memberi kamu kesempatan untuk kamu berpikir, apa kamu mau ikut bergabung dengan aku atau tidak… jika tidak kamu akan tetap menjadi keluarga No 1 di Kota Taraka tapi kalau memilih untuk bergabung maka untuk keuntungannya aku tidak bisa jelaskan tapi nanti kamu bisa rasakan sendiri, tapi untuk kerugiannya, jika kamu berkhianat maka nasib keluarga kamu akan sama seperti keluarga Handoko…" Ucap Viky memberikan pilihan dan kesempatan kepada Sulis untuk berpikir.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2