
Tidak Lupa Jalan Pulang
"Maaf… maafkan aku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kepada seorang wanita dan hanya ini saja yang bisa aku lakukan, serta aku juga bingung harus bertanya kepada siapa, tentang cara memperlakukan seorang wanita dengan baik dan juga benar, serta sesuai apa yang di inginkan wanita… aku juga hanya melakukan apa yang aku lihat dari orang-orang memperlakukan wanitanya…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit lemas, karena dia tidak bisa berbuat banyak untuk dapat menyenangkan Rere.
"Jika orang lain memperlakukan wanitanya dengan tidak wajar, apa kamu juga akan melakukan hal itu juga…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit kesal kepada Viky.
"Yah tidak juga sih… tapi selama ini, aku belum pernah menemukan seorang pria yang memperlakukan seorang wanita dengan tidak wajar, jika pernah, mungkin bisa saja aku mencontoh orang tersebut…" Jawab Viky, namun di kalimat terakhir dia sedikit bercanda kepada Rere.
"Terserah kamu saja lah… yang penting kamu tidak pergi meninggalkan aku karena aku juga tahu kamu saat ini sedang dekat dengan siap… kamu bebas memiliki wanita lain di luar sana, tapi perlu kamu ingat, untuk tidak lupa jalan pulang… " Jawab Rere dengan nada yang pasrah dan juga memberikan sedikit peringatan kepada Viky.
"Siapa…?" Jawab Viky bertanya kepada Rere, namun dia juga tahu akan jawabannya, karena dia saat ini bisa di bilang sangat dekat dengan Dewi atau Grisha Ling.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, siapa wanita yang sedang dekat dengan kamu…? apa terlalu banyak sampai-sampai kamu lupa dengan nama dan wanita yang mana yang aku tahu kamu sedang dekat dengan siapa…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit tinggi karena kesal kepada Rere.
"Baiklah… baiklah… wanita yang sedang dekat dengan aku sekarang adalah Dewi atau Grisha Ling tidak ada yang lain, tapi kamu jangan salah paham dulu, aku dekat dengan dia bukan karena aku menyukainya, tapi aku sedang melatih dia karena dia akan menemani Vanteko Ma dalam mengurus bisnisnya… jika kamu tidak percaya, nanti kamu atur waktu untuk bertemu dengannya atau kamu bisa pergi ke clubnya Vanteko Ma, karena dia juga hampir setiap hari berada di sana…" Ucap Viky buru-buru menjelaskan kepada Rere, tentang kesalahpahaman yang terjadi.
"Tidak perlu, kamu bebas kok memiliki wanita selain aku… aku tidak akan keberatan jika harus berbagi kamu dengan orang lain, asal kamu bisa jujur kepada aku, kamu memiliki berapa banyak wanita di luar sana dan siapa saja wanita tersebut… sudah dulu yah, aku akan pergi ke ruangan kepala sekolah dulu… katanya di sana sedang di adakan rapat bersama para komite sekolah…" Ucap Rere yang terus mengulang kata-kata yang pernah dia katakan sebelumnya kepada Viky, dan dia juga ingin menyudahi panggilannya dengan Viky karena akan pergi ke ruangan kepala sekolah.
"Yah sudah kalau kamu mau pergi ke ruangan kepada sekolah, dan bilang kepada mereka nanti, bahwa besok aku akan berkunjung ke sana, untuk membicarakan tentang masalah proyek yang akan kamu kerjakan nanti…" Jawab Viky dengan nada yang pasrah dan juga bingung harus menjawab apa lagi kata-kata dari Rere tentang masalah memiliki wanita lain.
"Yah nanti akan aku bicarakan kepada kepala sekolah dan juga kepada komite tentang kamu akan datang ke sini… tapi aku bilang kepada mereka bahwa Viky yang akan datang ke sini atau tuan Besar yang akan datang ke sini…?" Ucap Rere bertanya, karena dia tidak mengerti maksud dari kata-kata Viky barusan.
"Terserah siapa yang mereka mau untuk datang, aku akan datang sesuai apa yang mereka ingin kan…" Jawab Viky dengan sedikit asal karena Rere tidak mengerti dengan apa yang dia masud dan juga tidak menangkap pembicaraan sebelumnya di saat berbicara dengan Nayla.
"Baiklah kalau begitu… akan aku tanyakan nanti…" Jawab Rere yang juga asal menjawab karena dia juga sudah teringat dengan kata-kata Nayla sebelumnya.
Kemudian sambungan telpon dengan Rere terputus, kemudian Viky melakukan panggilan lain.
__ADS_1
"Deky… apa besok kamu sibuk…?" Ucap Viky bertanya, setelah panggilan ke 2 tersambung, dan yang dia telpon adalah Deky.
"Tidak terlalu tuan… memangnya ada apa tuan, apa ada hal penting yang harus saya kerjakan…?" Ucap Deky di lain telpon bertanya.
"Jika kamu tidak terlalu sibuk, kamu bisa temani aku pergi ke sekolah yang akan kita rehab…?" Ucap Viky bertanya dan bertanya kembali kepada Deky.
"Baik tuan… besok aku akan menemani tuan pergi ke sana…" Jawab Deky.
"Yah sudah kalau begitu… tapi setelah itu kita lihat juga proyek pembangunan taman hiburan… aku ingin lihat seperti apa tempat di sana… apa ada hal yang menarik atau hanya tempat biasa saja…" Ucap Viky dengan memberitahukan kepada Deky atas tujuan ke 2 nya besok.
"Baik tuan… mungkin menurut aku tempat di sana cukup menarik dan juga akan memiliki daya tarik tersendiri karena ada sebuah…" Belum sempat Deky menyelesaikan kata-katanya di hentikan oleh Viky.
"Stop… biar aku lihat sendiri nanti bagaimana kondisi di sana… jika kamu jelaskan maka aku tidak perlu pergi ke sana, hanya cukup mendengarkan penjelasan dari kamu saja…" Ucap Viky memotong kata-kata dari Deky.
"Maaf Tuan… aku hanya memberitahu sedikit saja, siapa tahu tuan ingin memiliki gambaran tentang tempat yang ada di sana, sebelum tuan melihatnya dengan sendiri…" Ucap Deky dengan buru-buru meminta maaf dan dia juga buru-buru menjelaskan kepada Viky.
Kemudian Viky memasukan telponnya kembali ke dalam sakunya, dan berbalik melihat ke arah Eagle yang baru saja datang.
"Ada apa…?" Ucap Viky bertanya kepada Eagle.
"Maaf Lord… tadi Dewi bilang katanya dia sudah selesai, dan ingin keluar… tapi aku tidak langung membukanya, dan ingin bertanya terlebih dulu kepada Lord… untuk langsung membukanya atau tidak…" Ucap Eagle bertanya, dan mengatakan kepada Viky kenapa dia kembali ke Viky bukan menjaga di pintu kamar Dewi.
"Secepat itu kah…? ayo kita lihat ke kamarnya, aku sedikit tidak yakin jika dia sudah selesai dan bisa mengontrol kekuatan yang di bangkitkan secara paksa ini…" Ucap Viky dengan balik bertanya, dan juga dengan raut wajah yang bingung, sebab dalam perhitungan Viky, paling cepat saja proses pengontrolan ini akan memakan waktu tidak kurang dari 2 jam, tapi Dewi baru juga 1 jam sudah selesai, dan hal itu juga yang membuat Eagle bertanya kepada Viky.
Kemudian Viky berdiri dan berjalan ke arah kamar dimana Dewi berada dan di ikuti oleh Eagle berjalan mengikuti Viky di belakangnya.
"Dewi apa kamu sudah selesai…?" Ucap Viky bertanya, setelah berada di depan pintu kamar Dewi.
__ADS_1
"Aku sudah selesai, hanya sebentar dan itu juga tidak terlalu sakit… tapi aku sekarang merasa sangat lapar sekali… bisakah kamu bukakan pintunya dan ambilkan makanan untuk aku…" Jawab Dewi dari dalam kamar.
Karena sangat penasaran akhirnya Viky membuka kunci serta membuka pintu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, dan apa benar yang Dewi katakan, namun ketika pintu kamar terbuka Viky sangat tercengang melihat pemandangan yang ada di depannya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...