Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 169 Restoran Khusus


__ADS_3

Restoran Khusus


Sebuah Restoran terlihat tampak dari depan seperti layaknya sebuah restoran biasa, banyak orang berkunjung ke sana untuk makan, dan ada juga yang hanya minum segelas kopi tapi diam di sana lebih lama dari orang yang makan.


Tapi yang menjadikan restoran tersebut sangat ramai pengunjung adalah bagian dalamnya, karena di sana terdapat ruangan khusus untuk sepasang kekasih.


Ruangan tersebut di desain sangat elegan di beri warna merah gelap serta di setiap sudut ruangan di simpan lilin yang mengeluarkan aroma yang sangat wangi dan juga menenangkan… Lampu yang sedikit redup di atas meja terdapat lilin yang menerangi meja, menjadikan suasana yang sangat romantis di dalam ruangan tersebut.


Hal tersebut lah yang menjadi daya tarik untuk kalangan remaja dan pasangan-pasangan baru, dan di sana juga terdapat tempat untuk dapat mencari pasangan, untuk yang masih jomblo.


Setelah pintu ruangan tersebut di buka, Viky sedikit kaget melihat suasana ruangan tersebut, karena terlihat berbeda dari ruangan yang berada di luar, bisa di bilang seperti berpindah dimensi, dari ruangan yang biasa ke ruangan yang sangat penuh dengan hal keromantisan, serta wangi dari aroma lilin tercium oleh Viky, lilin tersebut terasa sangat wangi dan menenangkan hati dan jiga.


"Dewi apa kita tidak salah memilih tempat…?" Ucap Viky berjalan ke dalam ruangan sambil melihat-lihat ke setiap sudut ruangan. walau Viky buka tipe laki-laki yang romantis, tapi untuk hal ini Viky sedikit banyaknya mengerti.


"Tidak kak… sebenarnya aku ingin dari dulu pergi ke sini… tapi aturan di sini tidak membolehkan kita datang sendiri, jadi jika kita ingin masuk ke sini kita harus pergi dengan kekasih kita…" Jawab Dewi mengikuti Viky masuk ke dalam ruangan tersebut dan duduk di sebuah meja yang sudah tersedia di sana, dan di atas meja sudah tersedia 2 gelas kosong serta 1 botol anggur dengan bentuk botol tersebut berbentuk LOVE tapi terbalik (♠️).


"Tapi kan kita bukan pasangan kekasih…" Jawab Viky dengan berjalan ke arah meja dan duduk bersebrangan dengan Dewi.


"Tidak apa-apa… Orang-orang di sini tidak akan tahu jika kita bukan sepasangan kekasih… mereka pikir kita adalah sepasang kekasih, makanya kita di perbolehkan untuk masuk ke sini…" Jawab Dewi dengan menyanggah dagunya dengan kedua tangannya dan melihat ke arah Viky dengan wajah polosnya.


"Kenapa kamu tidak pergi ke sini dari dulu, kan bisa kamu pergi ke sini dengan Vanteko Ma atau Danu… kan sama saja, mereka juga bisa di anggap sebagai kekasih kamu…" Jawab Viky, karena merasa aneh atas kata-kata dari Dewi tadi.


"Mereka berdua tidak asik… aku pernah mengajak Vanteko Ma ke sini, tapi dia terlalu kaku jadi kita di curigai bukan sepasang kekasih dan tidak di perbolehkan masuk… tapi jika ingin tetap masuk, katanya aku harus berciuman dengan Vanteko Ma… iihh ogah banget deh…" Jawab Dewi menjelaskan kepada Viky kenapa dia tidak bisa masuk ke sini, namun di kata-kata terakhir dia merasa sedikit jiji.


"Loh kenapa…? kan hanya sebuah ciuman… jika kamu ingin mencapai suatu tujuan maka mau tidak mau kamu harus melakukan sebuah pengorbanan… dan mungkin hasilnya juga akan setimpal dengan pengorbanan kamu…" Jawab Viky.


"Tapi aku tidak mau… dia sudah sering berganti-ganti pasangan… sedangkan aku, belum pernah punya pasangan… jadi tidak mau ciuman pertama aku, aku berikan kepada orang seperti dia…" Jawab Dewi, dengan sedikit nada kesal, tapi bukan kepada Viky melainkan kepada Vanteko Ma.

__ADS_1


"Terus jika hal yang sama terjadi kembali tadi… kamu masih tidak akan bisa masuk ke sini lagi…" Ucap Viky bertanya.


"Yah untuk hal itu… berciuman dengan kak Viky bukan…? yah walau tidak di suruh untuk pembuktian bahwa kita adalah sepasang kekasih… aku sih tidak akan menolak untuk memberikan ciuman pertama aku kepada kak Viky… mungkin kak Viky yang akan menolak untuk menerima ciuman pertama aku…" Jawab Dewi dengan percaya diri, namun aga sedikit malu-malu dan wajah yang putih mulus Dewi sedikit berubah aga kemerah-merahan.


"Mulai lagi deh… apa kamu habis minum anggur lagi…?" Jawab Viky menanggapi kata-kata dari Dewi, dan menganggap Dewi sedang dalam keadaan mabuk lagi.


"Tidak… aku tidak habis minum kok kak…" Jawab Dewi mengelak pertanyaan dari Viky.


"Oh seperti itu… baguslah akan sangat merepotkan nanti jika kamu minum lagi… dan untuk sekarang kamu juga jangan terlalu banyak minum… Ok…" Ucap Viky.


"Ok Kak… tapi dengan satu syarat…" Jawab Dewi dengan mengangkat jari telunjuknya.


"Apa syaratnya…? Asal jangan minta yang aneh-aneh saja…" Jawab Viky bertanya namum memperingatkan kepada Dewi.


"Aga aneh sih kak… tapi aku harap kakak mau bantu aku… jadi gini kak…" Raut wajah Dewi berubah serius.


"Tapi untuk malam ini sepertinya aku tidak bisa bantu kamu… aku juga ada acara yang tidak bisa aku tinggalkan, dan aku juga pergi ke sana bersama Teko…" Jawab Viky


"Terus bagaimana kakak mau bantu aku…?" Ucap Dewi kembali bertanya.


"Mungkin nanti kita bisa di foto berdua… dan kamu tunjukan foto kita berdua kepada ayah kamu dan bilang kepadanya bahwa aku adalah pacar aku…" Jawab Viky memberikan solusi lain kepada Dewi.


"Kaka tidak tahu ayahku itu orangnya seperti apa, ayah aku itu berbeda dengan yang lain… dia tidak akan percaya jika aku tidak membawa orangnya secara langsung kehadapan dia…" Jawab Dewi dengan sedikit cemberut.


"Yah di coba saja dulu… jika masih tidak bisa… mungkin besok siang aku bisa pergi ke rumah kamu dan berbicara kepada ayah kamu… toh kalian juga tidak akan di nikahkan malam ini juga kan…?" Jawab Viky dengan memberikan alternatif jalan lain.


"Baiklah kak kalau begitu… kak tahu tidak… kenapa peraturan di restoran ini sangat aneh…?" Ucap Dewi bertanya, dan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tidak tahu… kenapa memangnya…?" Jawab Viky pura-pura pemasaran.


"Katanya dulu yang punya restoran ini… dia adalah orang miskin, sewaktu pacaran dulu katanya dia tidak bisa mengajak pacarnya untuk pergi makan dan pergi ke tempat-tempat yang romantis… jadi dia memberikan diskon yang cukup besar bagi pasangan kekasih yang datang ke sini dan ruangan-ruangan di sini juga di desain sedemikian rupa agar terlihat romantis… dan hanya di perbolehkan masuk, jika orang tersebut bersama pasangannya… oleh sebab itu tempat ini sangat ramai di kunjungi oleh anak-anak muda bersama pasangannya… dan katanya setiap orang yang masuk ke ruangan ini akan di berikan sebuah kado hadian untuk pasangan tersebut, jika beruntung maka hadiahnya, bisa saja voucher menikah gratis… dan sudah banyak orang yang mendapatkan hadian tersebut…" Ucap Dewi menjelaskan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2