Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 149 Tukang Parkir


__ADS_3

Tukang Parkir


#wajah mereka perlahan mendekat dan saling mendekat satu sama lain setiap detiknya dan……


"Ini masih pagi… kalian harusnya bekerja bukan malah bermesraan seperti itu…" Ucap Herman dengan kepala Nongol di pintu masuk.


Ketika Herman berbicara seperti itu, baik Viky atau Rere mereka berdua sangat kaget dan dengan segera mereka berdua saling menjauh satu sama lain dan mereka menjadi salah tingkah, wajah Rere berubah sangat merah karena malu di pergoki oleh ayahnya sendiri.


"Baiklah… aku akan pergi dari sini dan tidak akan mengganggu kalian bermesraan…" Lanjut Herman dengan tersenyum kepada Viky dan Juga Rere, kemudian dia menarik kepalanya keluar dan menutup pintu serta pergi dari sana.


"Dasar orang tua… ikut campur aja urusan anak muda… awas aja nanti aku balas kamu…" Gumam Viky dengan sedikit kesal melihat ke arah pintu masuk yang mana Herman sudah pergi dari sana.


Di ruangan Viky sekarang menjadi sangat canggung, mereka berdua menjadi salah tingkah dan tidak tahu harus melakukan apa.


Treett…


Treett…


Treeet…


Ponsel Viky berdering di saat suasana di dalam ruangan tersebut sangat canggung, kemudian Viky mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menelpon dia, Viky sedikit mengernyitkan alisnya melihat di layar ponsel yang menelponnya adalah sebuah no yang tidak Viky kenal.


"Siapa yang menelpon…?" Tanya Rere dengan sedikit penasaran.


"Aku tidak tahu siapa yang menelpon… dan aku juga tidak mengenal no ini punya siapa…" Jawab Viky.


"Yah sudah angkat saja… kali aja penting…" Jawab Rere menyuruh Viky mengangkat telponnya.


"Kak di mana…? hari ini kakak sibuk tidak…? ini aku Vanteko…" Ucap seorang pria dari balik telpon setelah telpon tersambung. dan yang menelpon adalah Vanteko Ma.


"Aku berada di Octa Grup bersama Rere… hari ini aku tidak terlalu sibuk…?" Jawab Viky, memberitahukan kepada orang yang berada di balik telpon.


"Oh bersama kakak ipar yah… kak jika kakak tidak sibuk… bagaimana kalau aku traktir kakak minum tea, ada yang ingin aku bicarakan kepada kakak…" Jawab orang di balik telpon, mengajak minum tea.


"Baiklah… kamu kirimkan saja di mana tempatnya… aku nanti bersama Rere akan ke sana…" Jawab Viky.


"Baiklah… nanti akan aku kirimkan tempatnya dimana…" Jawab orang di balik telpon, kemudian dia menutup telponnya.

__ADS_1


"Viky kamu pergi sama ke sana sendiri… tidak apa-apa kan…? aku akan keluar bertemu dengan teman aku…?" Ucap Rere setelah sambungan telpon Viky terputus.


"Yah sudah… tidak apa-apa, kamu ingin pergi ke sana bersama siapa…? kamu pakai saja mobil ini…" Ucap Viky kemudian dia memberikan kunci mobilnya kepada Rere.


"Terus kamu pergi ke sana naik apa…?" Tanya Rere.


"Aku bisa naik taksi… atau nanti aku bisa menyuruh orang di bawah untuk mengantar aku… dan nanti malam jangan lupa… kita akan pergi ke kediaman keluarga Neo…" Jawab Viky, dan mengingatkan kembali Rere, tetang rencana nanti malam.


"Iya… iya… aku tidak lupa… aku juga tidak akan lama bertemu teman aku… paling sore juga aku sudah kembali ke sini…" Jawab Rere.


Kemudian mereka berdua pergi dari ruangan tersebut, dan mereka berdua berpisah di loby, Rere pergi ke tempat parkir, Viky pergi ke ruang supir Octa Grup untuk meminta mengantar dia ke alamat yang di berikan oleh Vanteko Ma. Namun ketika dia sudah sampai di ruangan supir di sana tidak ada seorang pun. dan akhirnya Viky mau tidak mau dia harus pergi ke tempat Vanteko Ma dengan naik taksi.


……


Beberapa saat kemudian Viky sudah sampai di sebuah tempat yang mirip seperti Restoran, restoran tersebut terlihat sepi pengunjung, tapi banyak kendaraan yang terparkir di sana.


Viky mengeluarkan ponselnya saat dia sudah berada di depan tempat tersebut untuk menelpon Vanteko Ma, untuk menanyakan dimana Vanteko Ma berada.


"Teko… aku sudah berada di depan tempat yang tadi kamu kirim…" Ucap Viky setelah telpon tersambung dengan Vanteko.


"Kakak tunggu saja di sana… aku akan ke sana menjemput kakak ke sana…" Jawab Vanteko Ma, di lain telpon.


"Hey kamu parkir kan mobil aku… aku lagi terburu-buru di tunggu seseorang… kamu nanti pergi antar kan kuncinya ke rungan no 18…" Ucap Si wanita setelah berada di depan Viky dan memberikan sebuh kunci mobil kepada Viky.


Viky mengernyitkan alisnya menatap ke arah si wanita yang memberikan kunci kepadanya, dan si wanita tidak mengindahkan tatapan Viky dan berjalan pergi masuk ke dalam tempat tersebut, setelah memberikan kuncinya kepada Viky, dan tanpa menunggu jawaban dari Viky.


"Apa tampang aku seperti tukang parkir yah…?" Gumam Viky yang masih berdiri di tempat dengan memegang kunci mobil di tangannya.


"Kak… Maaf sudah membuat kakak menunggu lama…" Ucap seseorang dari arah belakang Viky, di saat Viky masih memikirkan tetang si wanita tadi.


"Tidak apa-apa… aku juga baru sampai belum lama…" Jawab Viky dengan membalikan badannya melihat ke arah sumber suara, dan orang yang berkata tadi adalah Vanteko Ma


"Kak… di mana kakak ipar…" Ucap Vanteko, dengan penasaran dan melihat-lihat sekeliling mencari Rere.


"Dia tidak ikut… katanya ingin bertemu dengan temannya… jadi aku pergi ke sini sendirian…" Jawab Viky.


"Baguslah kalau begitu… tadinya aku ingin menyuruh kakak pergi sendiri tapi takut Kakak ipar mendengarnya… jadi aku tidak mengatakan hal itu…" Jawab kembali Vanteko.

__ADS_1


"Memang kita mau ngapain di sini… sampai-sampai Rere tidak boleh ikut ke sini… dan juga tempat apa ini…?" Tanya Viky dengan penasaran.


"Nanti juga kakak akan tahu setelah kita berada di dalam…" Jawab Vanteko.


"Ayo kita masuk kak… teman-teman aku sudah menunggu di dalam…" Lanjut Vanteko Ma berkata dan mengajak Viky masuk ke dalam, tanpa mendengarkan jawaban dari Viky dia pun berjalan masuk kedalam tempat tersebut


Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam tempat tersebut, Viky merasa sedikit aneh, karena Vanteko Ma mengajaknya untuk minum tea tapi dia di bawa ke ruang bawah tanah, Viky tidak banyak bertanya dan hanya mengikuti Vanteko Ma masuk ke dalam tempat tersebut.


Mereka berdua berjalan dan sampai di sebuah lorong dan dari arah dalam, terdengar suara musik yang sangat keras dan memekakkan telinga, Viky mengernyitkan alisnya melihat ke arah dalam ruangan tersebut.


"Teko… tempat apa ini… kenapa terdengar musik yang begitu keras dari sana…?" Tanya Viky yang merasa sedikit aneh dengan tempat tersebut.


"Ini adalah sebuah Club… namun tempat ini sangat rahasia, dan hanya beberapa orang saja yang tahu akan tempat ini… jika Kakak tadi pergi ke sini dengan kakak ipar, paling kita hanya akan minum tea di lantai atas dan tidak jadi pergi ke sini…" Jawab Vanteko Ma menjelaskan kepada Viky.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2