Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 178 Jalan Ditempat


__ADS_3

Jalan Ditempat


"Tidak juga… tapi aku bisa menebak siapa orangnya dan apa yang dia inginkan dari aku… perlu kamu tahu, Aku tidak diam saja, dan berpikir bagaimana caranya menyembuhkan penyakit kamu… tapi kamu harus sedikit bersabar karena semua pasti akan membutuhkan proses yang cukup lama…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere.


"Aku tahu kamu terus berusaha agar aku bisa cepat di sembuhkan… aku ucapkan terima kasih… tapi aku tidak bisa diam saja dan terus menunggu kamu serta aku juga tidak mau terlalu membebankan semuanya kepada kamu… aku juga ingin berusaha sendiri untuk kesembuhan penyakit aku…" Jawab Rere.


"Tapi apa kamu tahu konsekuensinya dari kamu mengambil buah dan bunga obat ini…?" Ucap Viky bertanya.


"Apa pun konsekuensinya aku akan terima semuanya demi kesembuhan aku karena yang terpenting adalah aku bisa melahirkan seorang anak untuk kamu…" Jawab Rere dengan penuh keyakinan.


"Apa kamu yakin…?" Ucap Viky bertanya.


"Aku yakin… karena sebelum aku mengambil bahan obat ini aku sudah tahu dengan konsekuensi yang akan aku dapatkan nanti…" Jawab Rere.


"Apa…?" Ucap Viky kembali bertanya.


"Aku tidak bisa bilang itu sekarang kepada kamu… jika kamu penasaran, nanti malam setelah kamu selesai dari kediaman keluarga Ling, kamu bisa hubungi aku dan aku akan memberitahukan ke tempat yang akan kamu tuju nanti dan di sana kamu akan tahu semuanya…" Jawab Rere.


"Baiklah… baiklah… nanti malam setelah selesai dari sana aku akan menghubungi kamu…" Jawab Viky, kemudian Viky dan Rere melanjutkan makannya hingga selesai dan hanya mengobrol ringan.


Setelah selesai makan mereka ber 2 kembali ke Octa Grup, dan setelah sampai di Octa Grup, Viky memanggil Deky ke ruangannya.


"Deky… bagaimana dengan kondisi dari Tuan muda dari keluarga Ling…?" Tanya Viky kepada Deky setelah Deky berada di ruangan Viky.


"Kondisinya sudah aga membaik tuan… mungkin nanti sore sudah bisa pulang, dan malam juga saya rasa bisa hadir di acara makan malam nanti…" Jawab Deky.


"Baguslah… biarkan dia sembuh dulu di rumahnya… setelah sembuh nanti baru kita ambil dia, dan kita lihat bagaimana dia bisa bertahan…" Ucap Viky.


"Oh iya Deky… kamu ajaklah Rere untuk membantu pekerjaan kamu dan juga ayah… biarkan dia belajar, agar nanti dia bisa memimpin perusahaannya sendiri…" Lanjut Viky berkata.


"Baik Tuan…" Jawab Deky.


Treett…


Treett…


Treeet…


Ponsel Viky berdering, Viky mengeluarkan ponselnya untuk melihat siapa yang menelpon dia, dan yang menelpon dia adalah adiknya Lisa.


"Ada apa Lisa…?" Ucap Viky setelah telpon tersebut tersambung.

__ADS_1


"Kak aku bosan di rumah terus… aku ingin jalan-jalan bersama ibu… boleh tidak…?" Ucap seorang perempuan dengan lembut di lain telpon, dan perempuan tersebut adalah adik Viky bernama Lisa.


"Boleh… nanti kakak akan kirimkan mobil beserta supirnya untuk menjemput kamu dan juga ibu…" Jawab Viky.


"Baik kak… terima kasih yah…" Jawab Lisa di lain telpon


"Lisa… apa kamu ada rencana untuk masuk kuliah…?" Tanya Viky kepada adiknya.


"Ingin sih kak… tapi bagaimana dengan ibu jika aku pergi kuliah… dia sendirian di rumah tidak ada yang menemani…" Jawab Lisa di lain telpon.


"Untuk hal itu… nanti kakak akan carikan kesibukan untuk ibu…" Jawab Viky.


"Baiklah kalau begitu… tapi bagusnya aku kuliah dimana kak…? aku tidak tahu dimana tempat kuliah yang bagus di sini…" Jawab Lisa dan balik bertanya kepada Viky.


"Kamu carilah sendiri, kamu mau kuliah dimana… semua tempat kuliah pasti bagus, yang membedakannya adalah, kamu nyaman atau tidak kuliah di sana… mungkin nanti sambil jalan-jalan kamu bisa sekalian mencari tempat kuliah yang cocok dengan kamu…" Jawab Viky menjelaskan.


"Baiklah kakak ku tersayang terima kasih yah…" Jawab Lisa di lain telpon dengan nada manja kepada Viky, kemudian dia menutup telponnya.


"Deky… Lisa ingin jalan-jalan dan mencari tempat kuliah untuk dia… nanti kamu kirimkan mobil ke rumah untuk menjemput Lisa dan juga ibu…" Ucap Viky melihat ke arah Deky setelah dia selesai menelpon dengan Lisa.


"Baik Tuan… akan segara saya laksana kan… kalau begitu, saya ijin pamit dulu tuan… untuk mempersiapkan semuanya…" Jawab Deky.


"Krek…" Ketika Viky baru saja duduk di mejanya, pintu masuk kembali di buka, Viky melihat ke arah pintu masuk dan terlihat seorang pria muda tersenyum ke arahnya.


"He… he… he… kakak, apa kakak sedang sibuk…?" Ucap orang tersebut dengan tersenyum kepada Viky dan dia hanya memperlihatkan kepalanya.


"Tidak juga sih… kamu ngapain ke sini…?" Jawab Viky.


"Apa aku tidak di persilahkan dulu masuk kak…?" Jawab orang tersebut.


"Iya… iya… kamu masuk lah…" Jawab Viky dengan nada yang lemas dan sedikit di paksakan.


"Sepertinya kakak tidak ikhlas, membiarkan aku masuk…" Jawab orang tersebut, dengan berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Yah sudah… jika kamu tidak mau masuk, kamu bisa pergi dari sini…" Jawab Viky dengan nada ketus.


"Ok… ok… aku duduk yah…" Ucap orang tersebut sambil duduk di kursi.


"Terserah kamu saja lah, jika kamu mau minum kamu bisa ambil sendiri di kulkas…" Ucap Viky.


"Teko …bagaimana dengan bisnis kamu… apa semuanya sudah berjalan dengan normal dan sesuai standar…?" Lanjut Viky bertanya. dan orang yang baru saja datang tersebut adalah Vanteko Ma.

__ADS_1


"Aku tidak menemukan kesulitan yang berarti, Semua berjalan dengan lancar kak setelah bantuan yang kakak berikan… mungkin 2 sampai 3 hari lagi, kita bisa melakukan acara peresmian…" Jawab Vanteko Ma.


"Baguslah kalau begitu… dan untuk bisnis yang di pegang oleh keluarga Ling, nanti malam aku akan membicarakan hal itu nanti…" Ucap Viky.


"Tapi kak… apa mereka akan menyerahkannya begitu saja kepada aku… kakak pasti tahu kan, keluarga Ma dengan keluarga Ling bagaimana posisinya…" Ucap Vanteko Ma dengan sedikit ragu.


"Itu masalah keluarga Ma dan juga keluarga Ling di masa lalu… untuk sekarang, ke 2 keluarga besar yang ada di Kota Taraka akan membuka lembaran baru… dengan bersatunya 2 keluarga besar, akan mencetak sejarah baru yang ada di Kota Taraka ini…" Jawab Viky menyakinkan Vanteko Ma.


"Kak bagaimana dengan keluarga Long… apa yang akan kakak lakukan kepada keluarga Long…?" Ucap Vanteko Ma bertanya.


"Menurut kamu, bagaimana keluarga Long ini…?" Ucap Viky bertanya dan sekaligus mencari informasi tentang keluarga Long.


"Menurut aku… keluarga Long ini, sebenarnya orang-orangnya sangat berpotensi dan mempunyai kemampuan, dan mungkin bisa saja sejajar dengan keluarga Ma dan juga keluarga Ling dalam beberapa tahun, tapi yang menjadikan keluarga Long tertinggal adalah dari kepala keluarganya… yang aku tahu kepala keluarga Long sering berjudi dan juga sering main perempuan… karena itulah keluarga Long hanya berjalan di tempat selama 10 tahun ini, dan tidak ada kemajuan sama sekali…" Ucap Vanteko Ma menjelaskan tentang keluarga Long yang dia tahu.


"Baiklah… mungkin nanti aku akan mencari tahu sendiri bagaimana kondisi keluarga Long ini, dan potensi apa saya yang bisa kita gunakan dari keluarga Long… dan aku juga ada sedikit urusan dengan Tuan muda mereka…" Jawab Viky namun di kalimat terakhir Viky sedikit tersenyum penuh makna.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2