Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 300 Membangun Tempat Olah Raga


__ADS_3

Membangun Tempat Olah Raga


Setelah beberapa menit akhirnya iringan mobil Viky telah sampai di tempat tujuan, yang mana tempat tersebut terlihat sudah bersih seperti sebuah lapangan bola yang belum di tutupi rumput hijau, karena tempat tersebut sudah di rapihkan dari kemarin oleh Johan Bahtiar selaku penanggung jawab di proyek tersebut, dan di sana juga terdapat beberapa alat berat seperti Buldozer, Excavator, Double Drum Roller dan alat-alat berat lainnya yang sedang beroperasi.


Johan Bahtiar melihat ke arah 3 mobil yang datang ke tempat tersebut, di tidak berpikir bahwa di dalam mobil tersebut adalah Viky, karena jarak dari tempat dia berdiri cukup jauh, dia mencoba untuk dapat melihat dengan jelas siapa orang yang baru saja datang.


"Maaf Tuan Bahtiar… yang datang itu adalah Tuan Besar, tuan besar menyuruh saya untuk memanggil tuan Bahtiar… dan…" Belum selesai orang tersebut berkata, Johan Bahtiar sudah berlari meninggalkan orang tersebut dan menuju ke tempat Viky, dia berlari dengan sekuat tenaga agar bisa sampai ke tempat Viky dengan cepat.


"Tuan… kenapa tuan tidak bilang kepada saya jika tuan akan berkunjung ke sini, jadi saya bisa bersiap terlebih dulu…" Ucap Johan Bahtiar dengan napas yang masih belum stabil dan dia juga terlihat sangat cape akibat berlari serta wajahnya sudah di basahi dengan keringat karena dia juga jarang berolah raga jadi efeknya akan seperti itu, dan orang-orang yang di berikan sedikit tanggung jawab oleh Johan Bahtiar atau bisa di bilang tim Johan Bahtiar dalam menjalankan proyek ini, mereka semua pun ikut berkumpul untuk menyambut kedatangan Viky,


"Kamu hanya berlari segitu saja sudah terlihat seperti akan mati…" Jawab Viky dengan nada yang bercanda.


"Maaf tuan… karena saya terlalu fokus bekerja sampai tidak ada waktu untuk berolah raga…" Jawab Johan Bahtiar yang napasnya sudah sedikit stabil.


"Fokus dalam bekerja itu wajib, tapi ada yang lebih wajib yaitu menjaga kesehatan diri sendiri, jika sakit, maka semua pekerjaannya akan terbengkalai, bahkan bisa jadi semua pekerjaan yang di lakukan bisa menjadi sia-sia… tapi jika tubuh kita sehat maka kita akan lebih nyaman dalam berkerja dan akan bisa lebih fokus dari biasanya…" Jawab Viky, memberikan nasihat kepada Johan Bahtiar.


Johan Bahtiar hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, namun bisa terlihat sorot mata Johan Bahtiar memancarkan aura ke kagum kepada Viky.


"Sangat jarang sekali orang yang mempunyai status yang tinggi seperti tuan besar mau memperhatikan hal kecil seperti ini untuk orang-orang yang berada di bawah nya…" Gumam salah seorang dari tim Johan Bahtiar, walau pun suaranya sangat kecil tapi masih bisa di dengar.


Viky melihat ke arah orang yang berkata tersebut, ketika orang tersebut tahu bahwa Viky melihat ke arahnya dia dengan reflek menutup mulutnya, dan raut wajahnya berubah sedikit pucat, karena dia takut salah berbicara dan menyinggung Viky.


"Aku tidak sama seperti orang lain yang kamu pikirkan… dan aku juga memiliki cara tersendiri bagaimana memperlakukan kalian semua agar kalian semua bisa nyaman ikut bersama aku… jika kalian nyaman ikut bersama aku, maka kalian juga akan nyaman dalam melakukan pekerjaan kalian… menjadi seorang pemimpin itu jangan hanya keinginannya saja yang harus di patuhi tapi harus juga memikirkan kondisi orang-orang yang di pimpinnya… dan juga jadi seorang pemimpin itu jangan mau di takuti oleh orang lain, tapi buatlah orang lain itu malu jika melakukan kesalahan, karena jika orang yang membuat kesalahan itu malu, maka dia akan dengan sendirinya memperbaiki kesalahan tersebut…" Ucap Viky sambil tersenyum ke arah orang yang berkata tadi.


Orang tersebut hanya terdiam melihat ke arah Viky, karena dia sedikit bingung, dengan apa yang Viky katakan, orang tersebut bukan tidak mengerti kata-kata dari Viky, tapi dia bingung karena Viky malah tersenyum ke arahnya dan dia juga di berikan sebuah nasihat, bukan mendapatkan hukuman akibat kata-kata dia yang tidak di sengaja tadi, jika bukan Viky sudah jelas dia pasti akan mendapatkan hukuman.


"Maafkan saya tuan atas kata-kata saya tadi… saya berani bersikap tidak sopan kepada tuan, memang terkadang bibir saya ini tidak bisa di kontrol dengan baik… saya janji tidak akan berani berbuat seperti ini lagi…" Ucap orang tersebut dengan buru-buru meminta maaf kepada Viky, karena dia merasa aneh atas sikap Viky, di pikirannya, biasanya jika orang yang memiliki status yang tinggi akan memberikan hukuman yang berat jika bersikap seperti itu.

__ADS_1


"He… he… he… biasanya kata-kata yang tidak di sengaja adalah kata-kata yang berasal dari hati… dan aku juga tidak mempermasalahkan hal itu, tapi apa kamu lupa saat aku mengumpulkan kalian semua beberapa hari yang lalu, dan apa yang di lakukan oleh Johan Bahtiar… dan apa yang aku lakukan kepadanya…" Jawab Viky dengan sedikit tertawa karena melihat sikap orang tersebut yang salah mengartikan sikapnya.


"Memang sangat susah merubah sesuatu yang sudah berakar di pikiran kalian, tapi perlu kalian tahu bahwa aku sangat berbeda dengan orang lain… aku menganggap kalian semua itu seperti keluarga aku sendiri…" Lanjut Viky dengan nada lemas, karena contoh yang dia berikan kepada Johan Bahtiar belum bisa merubah pandangan semua orang kepadanya.


"Saya rasa akan sangat sulit merubah hal itu tuan… tapi saya yakin dengan perlahan tuan akan bisa merubah pandangan semua orang, dan mereka semua akan terbiasa dan akan bisa menjadi apa yang tuan inginkan…" Ucap Deky ikut berkata.


"Yah biarkan waktu yang menjawabnya apa mereka akan tetap seperti ini atau tidak… tapi jika tidak bisa maka biarkan saja seperti itu, yang terpenting mereka bisa nyaman dengan apa yang mereka lakukan tersebut…" Jawab Viky dengan berbalik melihat ke arah Deky.


"Deky… nanti kamu buat rencana untuk membangun sebuah tempat oleh raga, kalau bisa tempanya masih di dalam kawasan Octa Grup… atau jika ada bangunan yang tidak terpakai, maka pergunakan saja bangunan tersebut, dan setelah tempat tersebut siap, kamu umumkan kepada semua orang, wajib berolah raga minimal 1 minggu sekali agar kesehatan mereka semua bisa terjaga…" Lanjut Viky berkata.


"Baik tuan…" Jawab Deky dengan singkat.


Setelah Viky selesai berkata Johan Bahtiar dan timnya sangat tercengang mendengar kata-kata dari Viky barusan, karena Viky bukan hanya menyuruhnya untuk berolah raga saja tapi menyiapkan tempatnya sekaligus dan tempatnya pun masih berada di kawasan Octa Grup jadi tidak akan ada yang bisa beralasan lagi tidak ada waktu untuk berolah raga karena terlalu fokus bekerja.


"Johan Bahtiar… aku tidak punya banyak waktu… aku datang ke sini hanya ingin melihat pekerjaan kamu saja… dan aku ingin tahu apa kamu mengalami sebuah kesulitan lagi seperti sebelumnya, atau ada masalah yang tidak bisa kamu tangani…?" Ucap Viky dengan berbalik melihat ke arah Johan Bahtiar dan bertanya.


"Baguslah kalau begitu… tapi bisakah proyek ini di selesaikan dengan setengah atau lebih sedikit dari waktu yang di jadwalkan…?" Lanjut Viky bertanya.


"Jika tidak ada gangguan aku rasa proyek ini bisa di selesai dengan waktu setengah dari waktu yang di jadwalkan, dan aku berserta semua tim aku, akan bekerja dengan sangat maksimal agar hasilnya juga maksimal dan membuat tuan puas dengan hasil kerja kami semua…" Jawab Johan Bahtiar.


"Baiklah… aku akan menunggu bagaimana hasil kerja kalian semua… jika hasil kerja kalian sangat bagus, aku akan memberikan bonus kepada kalian semua…" Jawab Viky, dengan memberikan semangat kepada Johan Bahtiar dan timnya, dengan cara memberikan bonus, setelah selesai pekerjaannya.


"Terima kasih tuan…" Jawab Johan Bahtiar, kemudian di susul oleh tim Johan Bahtiar yang mengucapkan terima kasih juga kepada Viky.


"Kalian tidak perlu berterima kasih seperti itu, karena semua itu hasil dari kerja keras kalian semua, maka sudah sepantas aku memberikan sedikit apresiasi kepada kalian semua… jika sebuah pekerjaan di lakukan dengan maksimal maka hasilnya pun tidak akan mengkhianati kalian…" Ucap Viky, setelah orang yang terakhir yang ada di saja mengucapkan terima kasih.


"Baiklah… kalian bisa lanjutkan kembali pekerjaan kalian semua, dan aku akan berkunjung lagi di saat pekerjaan kalian akan mencapai akhir…" Lanjut Viky berkata sekaligus berpamitan kepada semua orang yang ada di sana, dan semua orang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


Kemudian Viky berbalik pergi dari tempat tersebut dan berjalan kembali menuju mobilnya, yang berada tidak jauh di tempat mereka semua mengobrol.


Johan Bahtiar dan timnya melihat kepergian Viky dengan tatapan yang sangat kagum dan juga sangat bangga… bangga kepada diri mereka sendiri karena bisa mengikuti sosok pemimpin seperti Viky yang mempunyai status yang tinggi tapi tidak merasa tinggi dengan status yang di milikinya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2