Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 184 Sumpah Setia orang-orang keluarga Ling


__ADS_3

Sumpah Setia orang-orang keluarga Ling


"Aku tidak masalah putriku berada di mana, asal dia bisa bersikap yang baik… memang apa yang tuan Viky katakan ada benarnya juga, biar putriku dan juga Vanteko Ma bisa menjadi contoh bagi orang-orang dari keluarga Ling dan juga keluarga Ma…" Jawab Sulis Ling.


"Tuan Sulis… Vanteko Ma, untuk pertukaran ini, aku berharap jangan sampai ada orang luar yang tahu sebelum kita semua siap, mungkin nanti aku sendiri yang akan mengumumkan perubahan ini di muka umum setelah kita semua siap…" Ucap Viky melihat ke arah Sulis Ling dan Vanteko Ma.


"Untuk orang-orang dari keluarga Ling, tidak perlu aku yang mengatakannya mereka semua sudah tahu langsung dari tuan Viky…" Jawab Sulis Ling.


"Untuk orang-orang keluarga Ma, mungkin nanti akan aku umumkan kepada semua orang tetang pembahasan kita dan juga untuk tidak menyebarkan pertukaran ini sebelum tuan Viky yang mengumumkan nya…" Jawab Vanteko Ma.


"Tuan… maaf, pertukaran ini akan di mulai dari kapan…?" Ucap salah seorang dari keluarga Ling bertanya, yang duduk di meja sedikit di arah pojok.


Semua orang langsung melihat ke arah sumber suara, di hati keluarga Ling hampir kebanyakan mengutuk orang ini, walau mereka juga ingin bertanya tapi mereka takut menyinggung pembicaraan orang-orang besar yang ada di meja utama, orang tersebut langsung menundukkan kepalanya karena dia pikir dia sudah salam berucap, dan semua mata terarah kepadanya, mata yang menyorot penuh dengan rasa kesal, apa lagi Sulis Ling, dia merasa tidak enak, karena orang-orangnya bersikap tidak sopan yang bertanya tiba-tiba seperti itu.


"Tuan Viky… mohon tuan jangan dengarkan dia…" Ucap Sulis Ling buru-buru karena dia takut Viky akan tersinggung, Sulis saja yang sebagai kepala keluarga tidak berani bertanya seperti itu dan hanya menunggu arahan dari Viky, tapi orangnya tiba-tiba bertanya tanpa memikirkan hal lain.


"Mungkin nanti setelah Vanteko Ma mengumumkan kepada keluarga Ma, baru kita akan memulai pertukaran ini, tapi semuanya harus di lakukan secara diam-diam terlebih dahulu…" Jawab Viky dengan melihat ke arah orang yang bertanya tadi.


Semua orang sedikit tercengang dengan jawaban Viky dengan raut wajah bingung semua orang melihat ke arah Viky, masalahnya bukan karena jawaban dari Viky, tapi karena Viky yang notabenenya orang besar mau menjawab pertanyaan orang kecil seperti pria yang bertanya tadi.


"Kenapa…?" Lanjut Viky bertanya karena melihat orang-orang dari keluarga Ling dengan raut wajah yang bingung.


"Tuan Viky… maaf jika salah satu orang…" belum selesai Sulis Ling berkata sudah di hentikan oleh Viky.


"Oh iya… aku belum memberitahukan kepada kalian semua, aku adalah tipe orang yang selalu memberikan kesempatan yang besar kepada orang-orang aku untuk mencapai suatu tujuan yang besar, dan aku juga memerintahkan kepada orang-orang ku untuk bertindak sesuai apa yang menurut dia itu benar dan menyelesaikan semua atas tindakan yang dia lakukan, tapi tindakan yang orang tersebut lakukan harus di dasari oleh alasan yang kuat, contoh kecil saja kalian bisa tanyakan kepada Deky dan juga Herman, di Octa Grup jika masuk ke dalam ruangan aku… hanya sedikit orang yang mengetuk pintu dan meminta ijin masuk, karena aku yakin jika orang itu pergi ke ruangan aku, maka dia mempunyai kepentingan dengan aku dan bahkan mungkin ada hal yang sangat mendesak…" Ucap Viky menjelaskan setelah menghentikan kata-kata Sulis Ling.

__ADS_1


"Aku bersumpah setia selamanya kepada tuan Viky, anggur ini berwarna merah, jika aku mengkhianati tuan Viky, maka anggur ini akan berubah menjadi darah dari keluarga aku…" Ucap salah seorang dari keluarga Ling berdiri dengan mengangkat segelas anggur kemudian dia meminumnya dengan sekali tenggak.


"Yah aku juga bersumpah setia kepada tuan Viky…" timpal yang lain.


"Apa pun yang terjadi, aku akan selalu mengikuti tuan Viny…" Ucap yang lain.


Setelah orang pertama bersumpah setia kepada Viky, di ikuti oleh orang ke dua dan ke 3 hingga seterusnya.


"Hanya dengan sekali bertemu dan berkata beberapa kata, kamu sudah bisa membuat semua orang dengan penuh keyakinan dan tanpa ragu bersumpah untuk mengikuti kamu… aku tidak tahu di masa depan nanti akan seperti apa kamu membawa kemana perahu ini, dan apa yang akan terjadi dengan perahu yang kamu kendalikan… aku sungguh beruntung tidak menyingung orang seperti kamu, sungguh kerugian besar bagi keluarga Neo yang mengusir Herman dulu… aku yang hanya memberikan sedikit kebaikan, sudah mendapatkan keuntungan yang begitu besar…" Gumam Sulis melihat ke arah Viky.


"Dadan… selama kamu dalam masa pemulihan kamu bisa pergi ke Octa Grup, untuk sedikit belajar dari Deky… kamu gunakan kesempatan itu sebaik mungkin, dan ambil semua ilmu yang kamu bisa, jangan terlalu memaksakan diri untuk bisa menguasai semuanya dalam waktu yang cepat…" Ucap Viky, setelah orang terakhir dari keluarga Ling berkata setia kepada Viky, dengan melihat ke arah Dadan Ling.


"Baik Tuan… terima kasih atas kesempatan yang tuan berikan kepada saya… saya berjanji untuk tidak mengecewakan tuan dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin…" Jawab Dadan Ling.


"Kamu bisa pergi membantu Vanteko Ma mengurus bisnisnya… aku tahu kamu mempunyai kemampuan yang kamu sembunyikan, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi menutupi itu semua, karena sekarang semua orang sudah mendukung kamu, kamu tunjukan kepada kami kemampuan yang kamu miliki…" Jawab Viky dengan tersenyum lembut ke arah Dewi.


"Baik kak… karena tidak ada lagi yang perlu aku sembunyikan, maka dari itu aku tidak perlu lagi menyembunyikan semuanya termasuk kemampuan yang aku miliki… aku akan memberikan kejutan kepada semua orang… terutama kepada kakak…" Jawab Dewi, dengan raut wajah yang berubah serius, dengan sorot mata yang tajam.


Sulis sedikit tercengang melihat ekspresi dari putrinya, karena dia baru pertama kali melihat ekspresi putrinya yang seperti itu dan dia hampir tidak bisa mengenali putrinya, bisa di bilang putrinya seperti memiliki dua kepribadian, yang satu terlihat polos dan manja, yang satu lagi terlihat tegas dan penuh dengan wibawa serta aura dari seorang pemimpin.


"Aku menantikan sebuah kejutan dari hasil kerja kamu… aku harap kamu tidak mengecewakan aku…" Jawab Viky.


"Tuan Viky… keluarga Ma dan keluarga Ling sekarang sudah bersatu, namun bagaimana dengan keluarga Long…?" Ucap Sulis bertanya kepada Viky


"Aku belum memiliki rencana untuk keluarga Long… menurut Tuan Sulis, bagaimana dengan keluarga Long…?" Ucap Viky bertanya dan melihat ke arah Sulis Ling.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2