
Melangkah 10 Kali Ke depan
Si manajer menarik napas panjang dan mulai menjelaskan semuanya kepada Viky.
"Jadi begini tuan… untuk masalah perhiasan tersebut, mungkin tuan ingin perhiasan yang istimewa yang akan di kenakan oleh Nyonya saat pernikahan nanti… dengan melihat Nyonya… aku rasa ada satu perhiasan yang sangat cocok untuk Nyonya kenakan nanti tapi sebenarnya ini adalah hal yang sangat sulit bagi kami yang hanya sebuah toko cabang, tapi tuan tidak perlu khawatir karena ada satu perhiasan yang sangat istimewa yang toko kami buat tapi perhiasan tersebut berada di toko pusat kami dan selama dari perhiasan itu selesai di kerjakan dan di pajang di toko, tidak pernah ada yang tahu tujuan perhiasan tersebut di buat, karena selama ini tidak pernah ada bandrol harganya dan belum ada yang bertanya tetang harganya…" Ucap si Manajer, dia berhenti sejenak untuk menarik napasnya.
"Mungkin membutuhkan waktu untuk saya bisa mengkonfirmasi ke pusat tetang keinginan tuan ini… aku akan berusaha sebisa mungkin untuk Nyonya bisa mengenakan perhiasan tersebut…" Lanjut si manajer berkata.
"Kamu urus saja semuanya… jika kamu menemukan kesulitan atau memerlukan aku yang bertindak nanti, kamu tidak perlu sungkan untuk berbicara kepada aku… yang terpenting perhiasan tersebut tidak mengecewakan aku… karena pernikahan nanti adalah hal yang sangat spesial dan akan ada banyak kejutan untuk semua orang…" Jawab Viky atas penjelasan si Manajer, dari kata-kata si manajer yang terakhir Viky tahu bawa tidak akan mudah untuk mendapatkan perhiasan tersebut, dan pasti ada syarat tertentu untuk mendapatkan perhiasan tersebut.
"Baik tuan… jika nanti aku mengalami kesulitan, aku tidak akan sungkan dan aku pasti akan membicarakannya secara langsung kepada tuan…" Jawab si manajer dengan rasa yang sedikit lega, karena Viky mengerti maksud dari pembicaraannya.
"Berbicara dengan orang besar seperti tuan memang tidak sulit… sekali menjelaskan sudah mengerti arah dan langkan yang akan di lakukan kedepannya… pantas saja pencapaiannya sangat tinggi ternyata sekali berbicara sudah melangkah 10 kali ke depan tidak seperti yang lain berbicara dan hanya memikirkan langkah selanjutnya…" Gumam si Manajer.
"Krek…" Pintu ruangan terbuka dan di sana terlihat seorang perempuan membawa beberapa kotak di tangannya, dia berjalan ke arah si manajer dan menyerahkan kotak-kotak tersebut.
"Manajer ini semua perhiasan yang tuan suruh ambil tadi… semuanya sudah lengkap…" Ucap si wanita dengan menyerahkan kotak yang di bawanya ke si manajer.
"Baik… Terima kasih Ria…" Jawab si manajer dengan mengambil kotak yang di berikan oleh si wanita yang bernama Ria ini.
"Tuan… ini semua perhiasan yang tadi Nyonya minta… yang ini adalah perhiasan mewah tapi simpel, dan sangat cocok di pakai oleh anak muda yang masih kuliah, karena simpel jadi tidak terlalu mencolok jika di lihat orang lain…" Ucap si manajer mengeluarkan sebuah kalung dari dalam kotak dan menyerahkannya kepada Viky.
"Aku tidak perlu melihat itu semua… karena aku tidak mengerti soal perhiasan… yang terpenting adalah jika di pakai oleh adikku, tidak terlalu mencolok, karena jika itu terjadi maka akan mengundang kejahatan yang tidak terduga…" Jawab Viky yang tidak mengambil kalung yang di berikan oleh si Manajer.
"Dan yang satu ini sangat cocok jika di pakai oleh ibu tuan… karena liontin kalung ini terbuat dari batu safir hitam, tidak hanya mewah tapi juga sangat bagus untuk kesehatan, dan ada gelang juga yang di lengkapi dengan batu Falcon's eye, sangat bagus untuk memperlancar peredaran darah…" Lanjut si manajer dengan mengeluarkan perhiasan dari kotak yang lain.
__ADS_1
"Baiklah… kamu tidak perlu menjelaskan itu semua, kamu pisahkan saja mana yang untuk adikku dan mana yang untuk ibuku…" Jawab Viky, karena dia tidak mengerti soal perhiasan jadi dia tidak mau ribet, yang penting ibu dan adiknya senang.
"Oh iya… untuk tagihannya tolong kamu tuliskan saja semua totalnya… nanti akan aku kirim lewat transfer… karena aku tidak membawa uang cash yang cukup untuk membayarnya…" Lanjut Viky berkata dan meminta tagihannya tanpa banyak bertanya kembali.
Setelah Viky selesai berkata, ada sedikit rasa menyesal di hati si manajer, dan dia juga lupa bahwa Viky membeli 2 kalung termahal yang ada di tokonya.
"Jika tau seperti ini, kenapa aku tadi tidak menyuruh Ria untuk membawakan perhiasan yang mahal saja sekalian… tapi tidak apa lah, yang terpenting adalah, bahwa tuan Viky senang dengan pelayanan yang aku berikan, aku yakin orang seperti tuan Viky ini, jika apa yang di lakukan orang lain sesuai keinginannya maka dia tidak akan mempersulit hal lain… dan pelanggan seperti ini aku tidak boleh mengecewakannya dengan keserakahan aku…" Gumam si manajer sembari menasehati dirinya sediri untuk tidak serakah dan memanfaatkan kesempatan yang sesaat tapi melewatkan kesempatan bagus jangka panjang.
"Baik Tuan… untuk total tagihan yang harus dibayar tidak terlalu besar tuan… karena ada potongan harga, dan juga ketika tuan membeli kalung yang di pakai Nyonya, tuan otomatis menjadi salah satu member toko kami, jadi setiap pembelian perhiasan apa pun akan otomatis terpotong diskon oleh sistem kamu… dan ini total tagihannya…" Jawab si manajer sedikit menjelaskan kepada Viky, dan memberikan secarik kertas nota total pembelian perhiasan tersebut, namun tadi hampir saja si manajer keceplosan mengatakan bahwa Viky membeli 2 buah kalung di toko nya.
"Apa diskonnya hanya berlaku untuk Viky saja, atau bisa juga untuk aku…?" Ucap Rere bertanya, kepada si manajer.
"Jika Nyonya datang sendiri ke toko, dan memakai kalung itu, maka pelayan kami semua pasti sudah tahu bahwa Nyonya adalah istri dari orang yang sudah menjadi salah satu member kami… dan nanti pelayan yang melayani Nyonya akan memasukan kode member di saat pembayaran…" Jawab si manajer menjelaskan.
"Kenapa…? apa kamu mau beli perhiasan lagi…? kamu bilang saja sekarang kepada si manajer perhiasan seperti apa yang kamu inginkan…" Ucap Viky bertanya kepada Rere, karena dia pikir bahwa Rere ingin membeli perhiasan lain untuk dirinya.
"Uangku juga uang kamu… dan mamah kamu juga mamah aku… aku tidak membelikan perhiasan untuk mamah karena aku tidak tahu perhiasan seperti apa yang mamah suka…" Jawab Viky.
"Mungkin itu nanti jika kita sudah menikah… tapi sekarang kan kita belum menikah, walau tinggal beberapa hari lagi kita akan menikah…" Jawab Rere.
"Yah sudah terserah kamu saja… nanti kamu ajak mamah untuk melihat-lihat perhiasan yang dia suka…" Jawab Viky kemudian dia berbalik melihat ke arah si manajer.
"Dan untuk tagihannya nanti, kamu kirim ke sini saja… jika Rere ingin membayar kamu tolak saja… ok…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah si manajer.
"Baik Tuan…" Jawab si manajer.
__ADS_1
"Loh kenapa bisa begitu… aku yang membelinya yah aku juga yang harus membayarnya…" Jawab Rere yang tidak terima atas perintah Viky kepada si manajer.
"Bisa kenapa tidak… kan aku adalah suami kamu… lagian beberapa hari ke depan kamu juga tidak akan ada waktu untuk pergi ke toko perhiasan dengan mamah, karena waktu kita beberapa hari ini akan sangat padat sampai pada hari pernikahan kita dan kamu harus hadir di sana…" Jawab Viky dengan santai menjelaskan alasannya kepada Rere.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...