
Aldo Jatuh Cinta
Setelah acara berpelukan cukup lama, Viky berpamitan dan pergi meninggalkan rumah kediaman Herman.
Viky pergi ke sebuah hotel dimana tempat Ibu serta adiknya menginap selama beberapa hari ini, tapi ketika Viky sampai di sana Ibu dan adiknya sudah terlelap tidur.
Kemudian Viky mencoba menemui Aldo, siapa tau Aldo belum tidur, dan memang Aldo masih terjaga dan sedang merokok di balkon.
Aldo pun mengajak Viky untuk bersantai sambil merokok di balkon, mereka merokok dan memandang ke arah luar di mana pemandangan yang terlihat adalah sebuah gedung-gedung yang bertingkat, serta jalan yang masih ramai mobil berlalu lalang walau malam sudah sangat larut, serta cahaya lampu dari berbagai arah menerangi semua yang berada di sekitar.
"Lord… bagaimana tetang tawaran yang di berikan oleh Divisi perang Montana…?" Tanya Aldo memulai pembicaraan.
Viky melihat ke arah pemandangan kota, kemudian menghisap rokok yang berada di tangan dan menghembuskan asap rokok ke udara.
"Aku masih memikirkan hal tersebut sampai sekarang… aku masih bimbang untuk mengambil tawaran tersebut atau tidak, tapi yang pasti aku akan menetap di Montana, lebih tepatnya di Kota Taraka ini, karena aku masih punya tanggung jawab ibu serta adikku…dan rencana untuk masa depanku, aku berencana membangun sebuah keluarga di Kota Taraka ini…" Ucap Viky.
"Rencana kamu ke depan bagaimana…? apa kamu akan kembali lagi ke pasukan atau menetap di sini…?" Tanya Viky yang melirik ke arah Aldo.
"Aku akan mengikuti Lord kemana pun Lord pergi… dan selalu berada di samping Lord dalam ke adaan apa pun…" Jawab Aldo dengan serius dan penuh keyakinan.
memang jawaban Aldi tidak sesuai dengan pertanyaan dari Viky, yang mana artinya Aldo tidak mempunyai rencana masa depan dan hanya akan mengikuti Viky sampai akhir.
"Bukan itu maksudku, apa kamu ada rencana untuk membangun sebuah keluarga atau kamu mempunyai seorang wanita yang kamu suka…?" Perjelas Viky tetang pertanyaannya.
"A-aku sebenarnya telah menyukai seorang perempuan tapi…" Ucap Aldo ragu-ragu dan di kalimat terakhir Aldo berhenti berkata, terlihat ada sesuatu yang mengganjal di hatinya tapi sangat sulit untuk dia katakan.
"Tapi apa…? katakan saja, selama ini aku tidak melarang kamu untuk tetap bersamaku, kamu bebas membuat pilihan untuk diri kamu sendiri, selama itu tidak melanggar norma kemanusiaan…" Ucap Viky memberi masukan kepada Aldo.
"Bukan begitu Lord, aku tidak yakin perempuan tersebut menyukai saya atau tidak, dan jika dia menyukai aku, sangat tidak mungkin untuk kita bisa bersama…" Jawab Aldo dengan lemas dan terdengar dari nadanya dia sudah putus asa.
"Kenapa…? apa kamu tidak mau memperjuangkannya…? aku yakin jika kamu memperjuangkannya kalian berdua bisa bersama-sama…" Ucap Viky menyakinkan Aldo.
"Lord… apa kamu tahu siapa wanita yang aku suka…?" Tanya Aldo kepada Viky.
__ADS_1
"Aku tidak akan bertanya jika kamu tidak mau mengatakannya, apa pun keputusan kamu aku akan mendukungnya, dan pastinya perempuan tersebut sangat beruntung jika kamu memilihnya…" Ucap Viky melihat ke arah Aldo, dan menepuk pundak Aldo.
Viky menyadari ada sesuatu yang berbeda dari sikap Aldo sekarang, ada perbedaan yang terlihat jelas dari sikap Aldo yang biasa. Viky cukup mengenal Aldo, bagaimana tidak selama kurang lebih 5 tahun mereka berdua bersama.
Setelah Viky menyelesaikan kalimatnya, dia hendak pergi, meninggalkan Aldo dan memesan kamar untuk dia beristirahat. tapi baru satu langkah dia akan pergi, Aldo berlari ke depan Viky dan dalam sekejap dia berlutut di hadapan Viky. Berlutut dengan satu lutut menyentuh tanah dan lutut yang lain di lipat menyentuh dada. serta tangan yang mengepal berada di samping menyentuh tanah
"Lord Jendral saya mohon ampun… saya tidak berani dan tidak akan meneruskan hal ini…" Ucap Aldo dengan posisi berlutut dengan kepala menunduk ke bawah.
Viky berjalan ke arah Aldo, tangan Viky menyentuk lengan Aldo dan mengangkat Aldo untuk berdiri, dengan posisi berdiri dan tangan Viky yang masih berada di lengan Viky. Viky menatap kepada Aldo dan berkata:
"Kenapa…? apa ada masalah yang sangat serius…?" Tanya Viky yang merasa aneh kepada sikap Aldo, karena selama ini Aldo ketika mereda sedang berdua seperti ini Aldo tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.
"Jika ada masalah yang berada di luar kendali kamu, kamu bisa berbicara denganku dan berbagi masalah tersebut dengan aku dan mencari jalan keluar atas masalah itu…" Ucap Viky, memberi sedikit masukan.
Aldo menarik napas dalam-dalam, dan mengumpulkan keberaniannya untuk mengucapkan apa yang mengganjal di hatinya kepada Viky.
"Bukan Begitu Lord Jendral… sebenarnya wanita yang aku suka adalah…… adik Lord Jendral Nona Lisa…" Jawab Aldo, di saat kata-kata terakhir terucap dari Aldo, dia menundukkan kepalanya.
Aldo mengernyitkan Alisnya menatap heran kepada Viky.
"Lord… apa ada sesuatu yang salah dengan ucapan saya…" Tanya Aldo yang keheranan melihat sikap Viky.
"Tidak… tidak ada, aku kira masalah apa ternyata masalah itu…" Jawab Viky santai.
"Lord Jendral tidak marah kepadaku…?" Tanya Aldo, yang masih ragu jika Viky tidak marah karena dia menyukai adiknya.
"Untuk apa aku marah kepada kamu… yang ada aku bisa tetang jika adikku bisa bersama dengan kamu, aku yakin kamu bisa melindungi dan menjaga dia… dan untuk masalah dia menyukai kamu atau tidak itu terserah dia, aku akan mendukung apa yang akan kalian lakukan untuk kedepannya…" Ucap Viky menepuk pundak Aldo.
Aldo terdiam, mematung setelah mendengar kalimat yang Viky ucapkan dia sangat kaget mendengar jawaban dari Viky. kemudian Viky berjalan meninggalkan Aldo yang masih terdiam yang sedang mencerna kata-kata yang Viky ucapkan.
Ketika Viky berada di pintu keluar kamar hotel, dia berbalik menatap ke arah Aldo dan berkata:
"Kalau memang kamu benar-benar menyukai adikku… kamu harus berusaha untuk mendapatkan perhatiannya… tetap berusaha dan jangan menyerah… berjuang untuk kebahagian kamu di masa depan…" Ucap Viky memberi semangat kepada Aldo.
__ADS_1
Ucapan Viky menyadarkan Aldo dari kekagetannya, Aldo kemudian menganggukkan kepalanya menatap ke arah Viky dengan wajah sedikit memerah karena malu.
Aldo menatap punggung Viky yang pergi meninggalkan dia, perlahan punggung Viky terhalang oleh pintu yang tertutup.
Aldo di saat ini, dia bertekad di hatinya jika dia bisa bersama dengan Lisa, dia akan menjaga serta berusaha sekuat tenaga untuk membuat Lisa bahagia tapi jika Lisa tidak memilihnya dia akan tetap menjaga dan mendukung dengan apa yang menjadi keputusan Lisa untuk masa depannya.
*Janji author untuk up 2 bab, tapi maaf aga telat, karena lama Review nya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1