Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 388 Mencari Toko Baju


__ADS_3

Mencari Toko Baju


Tanpa bertanya kepada Salsa, Viky memacu mobilnya pergi menuju ke arah pusat kota Yako.


"Kamu mau beli baju dimana…?" Ucap Viky bertanya setelah memasuki pusat kota Yako.


"Di toko baju lah… masa di toko bangunan…" Jawab Salsa dengan nada yang sewot, namun ada sedikit bercandanya karena di akhir kalimat, sudut bibir Salsa sedikit terangkat.


"Aku juga tahu kalau hal itu… tapi maksud aku mau beli baju di toko mana… karena aku tidak tahu toko baju yang bagus yang ada di kota Yako ini…" Jawab Viky, dengan nada yang kesal, namun ada sedikit kebahagian di hatinya karena Salsa sudah mau bercanda dengannya, yang berarti bahwa Salsa sudah merasa sedikit lebih nyaman dengan Viky, dan sudah mau menerima Viky.


"Toko baju yang biasa saja… jangan di toko baju yang mahal, sayang kan uangnya, lebih baik di pakai untuk keperluan lain, mau baju mahal atau baju murah, ke 2 2 nya sama kok, sama-sama di pakai di badan dan untuk kualitas juga aku rasa hampir sama, hanya yang membedakannya dari mereknya saja…" Jawab Salsa dengan serius menanggapi pertanyaan Viky tadi, dan dia juga berpikir bahwa Viky tidak terlalu banyak mempunyai uang, dan apa yang di katakan oleh Viky tadi, dia berpikir bahwa Viky hanya sedang bercanda saja, dan dia pun tidak terlalu serius memberikan syarat kepada Viky, dengan maksud hanya untuk menolak tawaran dari Viky, dan memberikan syarat yang berat.


Viky tidak menjawab perkataan dari Salsa dan terus berjalan mengendarai mobilnya, sambil melihat kiri kanan mencari toko yang menjual baju.


Walau pun sempat beberapa kali Salsa meminta kepada Viky untuk menghentikan mobilnya, karena dia melihat toko baju, namun Viky terus menjalankan mobilnya dan tidak mendengarkan kata-kata Salsa, karena menurut Viky, toko baju tersebut terlihat kurang bagus dan juga kurang lengkap.


"Kenapa kita pergi ke parkiran Mall…?" Ucap Salsa bertanya dengan nada yang kesal karena Viky tidak mendengarkannya untuk berhenti tadi.


"Untuk membeli baju… memangnya mau ngapain lagi… kita ini adik-kakak, jadi tidak mungkin kan kalau kita berkencan…" Jawab Viky dengan sedikit bercanda kepada Salsa.


"Lagian siapa juga yang mau berkencan dengan kamu… Tapi baju di sini, semuanya sangat mahal… paling murah saja harganya pasti di atas 1 juta… aku pernah mengantar teman aku berbelanja baju di sini…" Jawab Salsa.


"Tidak masalah mau berapa pun, asal kamu suka, tinggal beli saja…" Jawab Viky dengan santai dan keluar dari dalam mobilnya setelah mobilnya terparkir, dan tidak mendengarkan jawaban dari Salsa terlebih dulu.


"Baiklah… bukan aku yang mau yah tapi kamu yang mengajak aku ke sini… jika nanti total belanjanya berjumlah sangat besar, kamu yang harus membayar semuanya, dan aku tidak mau mendengar alasan apa pun…" Ucap Salsa yang sudah berada di dekat Viky, setelah dia keluar dari dalam mobilnya, dengan sedikit berlari mendekat ke arah Viky.


"Kamu bebas memilih baju yang kamu suka… tapi jangan baju kamu saja, belikan juga baju untuk buna… kalau kamu memang benar sayang kepada buna, kamu pasti tahu ukuran baju untuk buna…" Jawab Viky yang tidak mempermasalahkan kata-kata dari Salsa dan dengan santainya dia berjalan menuju ke pintu masuk Mall, dan dia juga menyarankan untuk membeli baju untuk buna, jika Viky yang membelinya sendiri dia tidak tahu ukuran baju yang pas untuk buna, jadi dia melimpahkan semuanya ke Salsa.


Salsa berjalan mengikuti Viky, dengan raut wajah yang bingung dan juga merasa sedikit ragu-ragu, tentang apa yang Viky katakan tadi, pasalnya dia tidak tahu masalah keuangan Viky, bisa jadi Viky bisa membayar semua baju yang dia beli, bisa jadi juga Viky tidak bisa membayar semua baju dengan alasan yang entah apa nanti, dan akhirnya hanya bisa membeli baju 1 atau 2 saja.

__ADS_1


Mereka ber 2 berjalan mengelilingi Mall tersebut, dan mencari toko baju, namun toko baju yang mereka ber 2 cari sangat berbeda, Salsa mencari toko baju yang murah, agar bisa membeli banyak baju dengan jumlah yang tidak terlalu besar, namun untuk Viky, dia mencari toko baju yang bagus, dan tidak mempermasalahkan untuk masalah harganya, namun tidak ada pembicaraan di antara mereka, hanya memperhatikan sekitar saja.


Ketika Salsa tidak memperhatikan jalan, karena terfokus pada sebuah gaun yang di pajang, Viky tiba-tiba berhenti.


"Bruk…" Salsa menabrak Viky yang dengan tiba-tiba berhenti.


"Kamu ini… kenapa sih berhenti dengan tiba-tiba seperti itu… tubuh aku jadi sakit gara-gara menabrak tubuh kamu… sebenarnya tubuh kamu terbuat dari apa sih, kok keras banget gitu…" Ucap Salsa dengan kesal, karena dia mereka sakit akibat menabrak tubuh Viky.


"Kamu yang jalannya tidak hati-hati… dan menabrak tubuh aku… tubuh aku ini terbuat dari kulit, daging dan tulang, kamu nya saja yang lemah, sampai-sampai kesakitan hanya bertabrakan begitu saja… memangnya kamu sendiri sedang melihat apa, sampai-sampai aku berhenti saja kamu tidak tahu…" Jawab Viky, sambil melihat sekitar untuk mencari tahu apa yang membuat perhatian Salsa teralihkan.


Wajar saja tubuh Viky, sangat keras, bagaimana pun tubuhnya sangat terolah dengan baik, dan juga Viky mempunyai kuda-kuda yang kuat, jadi tidak akan goyah jika hanya di tabrak oleh Salsa yang hanya seorang wanita biasa.


"Kamu mau beli gaun itu…?" Ucap Viky bertanya sambil menunjuk ke arah sebuah gaun yang terpajang di sebuah etalase toko, setelah dia melihat gaun yang sangat bagus, yang mungkin menjadi perhatian Salsa tadi.


"Tidak juga… aku hanya sedikit tertarik saja sama gaun itu…" Jawab Salsa, setelah dia melihat harga yang tertulis di bawah depan gaun tersebut.


"Ayo kita masuk ke tokonya, siapa tahu kamu akan berubah pikiran setelah kamu mencoba gaun tersebut…" Ucap Viky dengan mengambil tangan Salsa dan menariknya masuk ke dalam toko tersebut, tanpa menunggu jawaban dari Salsa, dan Salsa pun hanya bisa mengikuti tarikan tangan dari Viky.


"Tadi kamu bilang di rumah, kamu ingin uang jajan yang cukup… aku akan memberikannya untuk kamu… tapi kamu juga harus tahu bagaimana cara menggunakan uang tersebut dengan benar yang akan aku berikan untuk kamu nanti…" Jawab Viky yang terus membawa masuk Salsa ke dalam toko tersebut.


"Selamat datang Tuan… apa ada yang bisa saya bantu…?" Ucap seorang pelayan wanita dengan sopan, menyapa kepada Viky, setelah tadi dia melihat Viky masuk ke dalam toko tersebut, dan pelayan tersebut pun menghampiri Viky.


"Aku ingin baju yang kalian pajang di depan… bisakah kamu membawanya ke sini untuk di coba…?" Jawab Viky dengan sopan dan balik bertanya kepada si pelayan tersebut.


"Maaf tuan… untuk baju yang di pasang di depan tidak bisa di coba dulu tuan…" Jawab si pelayan dengan sopan.


"Jika tidak bisa di coba… lantas bagaimana, aku tahu baju tersebut cocok atau tidak untuk adik aku ini…" Jawab Viky.


"Maaf tuan… tapi ini sudah menjadi peraturan dari toko kami tuan bahwa semua baju yang di simpan di depan tidak bisa di coba terlebih dulu… mungkin tuan dan adik tuan bisa melihat-lihat baju yang lain dan bisa mencobanya terlebih dulu… tapi jika tuan tetap ingin mencoba baju tersebut, mungkin aku bisa memanggilkan manajer ke sini, bisa saja manajer nanti membuat pengecualian dan mengijinkan tuan untuk mencobanya…" Jawab si pelayan tersebut dengan sopan menjelaskan kepada Viky dan juga memberikan solusi jika Viky ingin tetap mencoba baju tersebut.

__ADS_1


"Tidak perlu… kamu sekarang temani saja adik aku ini untuk memilih baju di sini… serta carikan baju yang cocok untuknya… dan untuk masalah gaun yang ada di depan tadi… nanti saja, setelah adikku selesai memilih baju… tapi jangan sampai ada orang yang membelinya…" Jawab Viky, yang mana dia tidak mau ribet, jika harus bertemu dengan manajer toko tersebut, dan belum tentu juga dia di ijinkan oleh si manajer, karena Viky juga sadar bahwa dia sedang berada di kota Yako dan dia juga belum terlalu di kenal di sana, namun berbeda cerita jika dia sedang berada di kota Taraka, maka tidak akan ribet hanya untuk sekedar mencoba sebuah baju, bahkan mungkin akan banyak toko yang menawarkan kepadanya walau hanya untuk sekedar mencoba bajunya saja.


"Baik tuan… mari Nona bisa ikut bersama dengan saya untuk mencari baju yang cocok dan juga yang Nona suka…" Jawab si pelayan wanita tersebut dengan sopan, dan mengajak Salsa untuk ikut bersama dengan dia.


"Kamu pilih saja baju yang kamu suka… untuk masalah pembayarannya, kamu jangan terlalu memikirkannya, dan kamu juga pilihkan baju untuk buna… aku akan menunggu kamu di dekat meja kasir…" Ucap Viky sambil sedikit mendorong tubuh Salsa untuk mengikuti si pelayan tersebut, yang mana entah kenapa Salsa tidak bergerak walau sudah di persilahkan untuk mengikuti si pelayan wanita tersebut.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2