Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 296 Kebahagiaan Viky


__ADS_3

Kebahagian Viky


"Tapi Nona… apa tidak ada jalan keluar lain untuk dapat menyelesaikan masalah ini…?" Ucap Zemi mencoba bernegosiasi dengan Rere.


"Tidak… itu pun baru hukuman pertama yang aku berikan kepada kamu… karena akan ada hukuman yang ke 2 yang akan di berikan oleh para wanita yang kalian pilih tadi…" Jawab Rere yang tidak mau bernegosiasi dengan Zemi.


"Baik Nona… akan saya lakukan sesuai keinginan Nona… tapi saya mohon ampuni nyawa saya…" Jawab Zemi setelah memikirkan baik dan buruknya mematahkan salah satu tangannya, karena menurutnya mungkin akan lebih baik kehilangan satu tangan dari pada kehilangan nyawa.


Rere berbalik mengambil sebuah balok kayu yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri, dan dia melemparkan balok tersebut ke arah Zemi.


"Jika kamu tidak bisa mematahkan tangan kamu sendiri… kamu bisa meminta bantuan kepada adik kamu, menggunakan balok itu… dan untuk nyawa kamu, aku sendiri yang akan menjamin bahwa kamu tidak akan menerima hukuman mati, atau hukuman lain selain mematahkan tangan kamu, baik itu dari Viky atau dari Prasetyo…" Ucap Rere dengan menunjuk ke arah balok yang dia lemparkan tadi.


"Prasetyo… untuk masalah Zemi, kamu tidak boleh ikut campur, baik itu di sini, atau pun di luar nanti… tapi jika dia tidak mematahkan tangannya, maka hukuman dia, aku serahkan kepada kamu…" Ucap Rere dengan berbalik melihat ke arah Prasetyo.


"Baik Nona… saya tidak akan ikut campur dengan masalah ini…" Jawab Prasetyo, yang mengerti maksud dari kata-kata Rere, dia awalnya akan memberikan hukuman lain kepada Zemi setelah ini, tapi setelah mendengar kata-kata dari Rere, dia menghentikan niatnya, karena jika tidak, maka dia sendiri yang akan menerima akibatnya nanti.


"Baik… terima kasih Nona… karena Nona sudah mengampuni nyawa saya… di masa depan, jika Nona butuh bantuan dari saya, dengan senang hati saya akan datang dan membantu Nona…" Ucap Zemi berterima kasih kepada Rere, karena yang dia takutkan adalah setelah ini, dia akan di bunuh oleh Prasetyo, tapi jika sudah mendapatkan jaminan dari Rere dia bisa sedikit merasa lega.


"Adik… cepat kamu lakukan sekarang…" Lanjut Zemi berkata dengan memberikan balok yang dia ambil dari atas pasir pantai kepada adiknya.


"Tapi kak… aku tidak bisa melakukan ini kepada kakak…" Jawab Adik Zemi dengan sedikit ragu-ragu, dan dengan raut yang sangat rumit.


"Jika kamu tidak melakukan ini… maka nyawa kita ber 2 yang akan menjadi taruhannya… kita tidak tahu seberapa tinggi status yang di miliki Nona Rere namun bisa di pastikan bahwa statusnya lebih tinggi dari pada keluarga kelas 1 yang ada di Kota Taraka… oleh karena itu kebaikan dari Nona Rere kita ber 2 harus membalasnya… dan hukuman ini adalah yang paling ringan, harusnya kita bersyukur bahwa Nona Rere yang memberikan hukuman ini, Jika orang lain, maka nasib kita akan lebih buruk dari ini…" Jawab Zemi menjelaskan sekaligus memberikan peringatan kepada adiknya.


Adik Zemi, setelah berpikir sejenak dia mengambil balok yang di berikan oleh kakaknya, dan memang benar apa yang di katakan oleh kakaknya, jika dia menyinggung orang lain, maka sudah dapat di pastikan bahwa mereka ber 2 tidak akan bisa melihat matahari lagi besok.


Setelah balok kayu tersebut di ambil oleh adiknya, Zemi berjalan ke salah satu meja yang tidak jauh dari tempat dia berdiri, dan dia menyingkirkan benda-benda yang ada di atas meja dan meletakan tangannya dia atas meja tersebut, kemudian dia merobek sebagian bajunya untuk dia gigit, dan dia melihat ke arah adiknya, memberikan kode bahwa dia sudah siap.


"Bruk…" terdengar sebuah suara benturan yang cukup keras dari pukulan adik Zemi, dan pukulan dari adik Zemi tersebut bukan hanya mematahkan tangan Zemi saja, tapi meja yang berada di bawah tangan Zemi pun terbelah menjadi 2.


"Aaaa…" Di saat yang bersamaan juga terdengar sebuh teriakan dari Zemi, walau pun mulutnya sudah di tutupi oleh kain tapi teriakan dari Zemi tersebut masih bisa di dengar, walau tidak terlalu keras.


Dan teriakan dari Zemi pun, terdengar sangat ngilu di telinga semua orang yang hadir di sana, dan suasana di sana pun langsung berubah menjadi sangat mencekam serta menjadi hening seketika, semua orang saat ini menatap ngeri dan tidak percaya kepada Rere, karena yang mereka tahu bahwa Rere adalah tipe perempuan yang lemah lembut dan tidak suka sebuah kekerasan.


"Kemarahan dari seseorang yang suka bersikap lemah lembut ternyata lebih mengerikan dari orang biasa pada umumnya…" Ucap salah seorang dari teman Rere, dan semua orang melihat ke arah sumber suara tersebut, walau suara tersebut tidak terlalu keras, tapi bisa di dengar oleh semua orang, karena suasana di sana sangat hening.


Rere berjalan ke arah sumber suara tersebut, dan semua orang memberikan jelan kepada Rere.

__ADS_1


"Maaf… aku tidak sengaja berkata seperti itu… kamu tahukan dari dulu, aku ini memang seperti ini…" Ucap orang tersebut menjelaskan kepada Rere yang sedang berjalan ke arahnya, dengan raut wajah yang sangat ketakutan melihat ke arah Rere.


"Dari dulu sikap aku sudah seperti ini, tapi aku tidak suka memperlihatkannya kepada kalian, karena apa yang suka kalian lakukan masih lah dalam batas wajar dan tidak membuat aku menjadi sangat marah, jadi aku suka bersikap biasa saja kepada kalian…" Ucap Rere dengan melihat ke arah orang yang berkata tadi.


"Terima kasih Rere…" Jawab orang tersebut, mengalihkan pembicaraan.


"Terima kasih untuk apa…?" Jawab Rere dengan balik bertanya.


"Untuk apa yang kamu lakukan sekarang… aku mewakili semua orang meminta kepada kamu, atas apa yang kami semua lakukan sebelumnya… dan kami juga sangat berterima kasih karena kamu sudah menolong kami menyelesaikan masalah ini…" Jawab orang tersebut, kemudian setelah orang tersebut selesai berkata, satu persatu semua orang juga berkata meminta maaf dan juga berterima kasih kepada Rere, dan semua orang saat ini sangat mengangumi Rere.


"Kita semua adalah teman, jadi sudah sepantasnya kita semua saling menolong satu sama lain… tidak seperti seseorang yang hanya bisa menyelamatkan diri sendiri…" Ucap Rere dengan mengangkat kan tangannya untuk menghentikan semua orang berbicara, namun kata-kata dari Rere tersebut sangat menyinggung seseorang yang berada tidak jauh dari sana.


Kemudian Rere, berbalik dan berjalan ke arah Zemi yang tergeletak di atas pasir pantai sambil memegang tangannya.


"Dengan ini urusan aku dan kamu sudah selesai… untuk masalah orang-orang kamu, biar kamu nanti yang memberikan hukumannya kepada mereka…" Ucap Rere dengan melihat ke arah Zemi, jika dia yang memberikan hukuman kepada orang-orang dari Zemi, maka akan memakan waktu yang lama


"Baik Nona… nanti aku juga akan memberikan hukuman kepada semua orang-orang aku, termasuk adik aku sendiri…" Jawab Zemi, dengan sedikit terbata-bata karena dia sambil menahan sakit di tangan dan juga kakinya.


Rere tidak menjawab kata-kata Zemi dan dia berjalan ke arah Viky.


"Bagus… tapi aku memiliki sedikit rencana untuk Zemi… tidak apa-apa kan…?" Jawab Viky dengan tersenyum bahagia kepada Rere, karena Rere sudah mendekati apa yang dia mau.


"Rencana apa…? aku sudah menjanjikan kepada Zemi bahwa kamu dan juga Prasetyo tidak akan melakukan hal lain kepadanya…" Jawab Rere dengan balik bertanya, namun dia juga menyadari raut wajah bahagia Viky, akan tetapi dia tidak menanyakan hal itu sekarang, karena di pikirannya bahwa menanyakan hal itu sekarang sangat tidak tepat.


"Kamu lihat saja nanti…" Jawab Viky dengan mengusap lembut kepada Rere sambil berdiri dari kursinya.


Viky berjalan ke arah Zemi yang tergeletak di atas pasir pantai, dengan aura yang sangat elegan dan juga sangat berwibawa.


"Dengan kekuatan yang kamu miliki, aku rasa pukulan tadi tidak akan terlalu berakibat fatal kepada tangan kamu…" Ucap Viky setelah berada di dekat Zemi.


Zemi tidak buru-buru menjawab perkataan dari Viky, dia hanya melihat ke arah Viky dengan raut wajah yang bingung, karena dia tidak mengerti kata-kata dari Viky.


"Maaf tuan… saya tidak mengerti maksud dari kata-kata tuan…?" Ucap Zemi memberanikan diri untuk bertanya kepada Viky.


"Di saat adik kamu, akan memukul tangan kamu tadi, aku menyalurkan sedikit aura pembunuh aku, agar pukulan tersebut tidak terlalu keras dan mengakibatkan luka fatal terhadap tangan kamu…" Ucap Viky memperjelas maksud dari kata-katanya sebelumnya.


"Terima kasih Tuan… terima kasih karena tuan sudah memberikan sedikit keringanan atas hukuman aku…" Jawab Zemi berterima kasih kepada Viky, setelah mengerti maksud dari kata-kata Viky barusan.

__ADS_1


"Ada hal yang tidak bisa aku katakan di sini, tapi aku sangat berterima kasih kepada kamu, jika kamu ingin lebih jelas kenapa aku berterima kasih kepada kamu, kamu bisa datang ke Octa Grup untuk menemui aku di sana, tapi jika kamu pergi, maka kamu harus melepaskan ikatan dengan Prasetyo, karena aku akan memberikan tugas lain untuk kamu…" Jawab Viky, dengan maksud memberikan sebuah pilihan kepada Zemi.


"Baik… terima kasih tuan… terima kasih banyak…" Jawab Zemi yang terus berterima kasih kepada Viky, karena dia sedikit tahu maksud dari kata-kata Viky


Maksud dari Viky adalah, jika dia bersedia menjadi bawahan Viky, maka dia harus melepaskan tanggung jawab menjadi bawahan Prasetyo, tapi siapa yang akan menolak tawaran seperti itu, sudah jelas bahwa status yang di miliki Viky lebih tinggi dari Prasetyo, jadi untuk masa depan sudah dapat di pastikan akan seperti apa.


"Tapi tuan… bolehkah saya membawa adik saya…?" Ucap Zemi bertanya, dengan sedikit ragu-ragu.


"He… he… he… kamu ini bodoh atau bagaimana… jika kamu pergi, maka mau tidak mau kamu harus membawa bawahan kamu yang ingin terus bersama kamu… jika kamu pergi sendiri, lantas bagaimana dengan nasib bawahan kamu, apa kamu akan tega menelantarkan mereka semua yang selama ini sudah setia kepada kamu…" Jawab Viky dengan sedikit tertawa, namun dia tidak marah, karena sedari awal dia sudah dapat menilai Zemi itu seperti apa.


"Dan juga nanti aku akan memberikan obat untuk tangan serta lutut kamu… karena obat yang biasa, akan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 6 bulan untuk kamu agar bisa sembuh secara total…" Lanjut Viky berkata, kemudian dia berbalik dan melihat ke arah Yoki Meng.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2