
Bercucuran Keringat
Di saat yang bersamaan, Viky dan Rere pergi ke lantai atas, Herman dan Novi pergi ke ruang tengah untuk menunggu Viky selesai, dan di ruang tengah sudah ada Ratna dan Lisa yang sedang duduk santai sambil menonton televisi.
"Terus sekarang bagaimana…?" Tanya Rere kepada Viky setelah berada di dalam ruangan.
"Kita tunggu dulu Aldo sebentar… kamu pergilah bersihkan dulu badan kamu…" Jawab Viky kemudian dia menyuruh Rere mandi.
"Baiklah kalau begitu… aku juga sudah merasa tidak enak… tapi kamu mau ikut mandi bersama aku…" Jawab Rere dengan manja dan menggoda kepada Viky, kemudian Rere berjalan ke kamar mandi, namun di saat dia akan menutup pintunya, dia kembali melihat ke arah Viky.
"Beneran kamu tidak mau ikut…? pintunya tidak aku kunci yah…" Goda Rere kembali.
"Gluk…" terdengar suara Viky menelan ludah, yah bukan tidak mau, tapi ada hal yang harus di bereskan terlebih dulu.
Viky kemudian duduk di sebuah kursi, menunggu Aldo datang dan juga Rere yang selesai mandi, Tidak lama setelah Rere masuk ke dalam kamar mandi, Aldo pun datang ke ruangan tersebut, dan karena pintu tidak di tutup Aldo langsung masuk ke dalam.
"Lord… ini bungkusan yang pernah Lord titipkan kepada saya… selama ini saya tidak pernah membukanya…" Ucap Aldo setelah berada di depan Viky yang tengah duduk di kursi.
"Terima kasih… kamu siapkan 2 kamar untuk Rere dan Herman… mereka malam ini akan tidur dulu di sini…" Perintah Viky kepada Aldo..
"Baik Lord…" Jawab Aldo, dan kemudian Aldo pergi dari ruangan tesebut, namun saat dia akan menutup pintu dari arah kamar mandi Rere berkata dengan nada yang sedikit tinggi agar Aldo bisa dengar
"Aldo… siapkan saja 1 kamar… tidak usah dua kamar…" Ucap Rere yang berjalan dari kamar mandi, dengan memakai handuk baju dengan rambut terurai dan masih basah pula.
Kemudian Aldo, kembali membuka pintunya, dan menatap ke arah Viky.
"Kenapa hanya satu kamar… kan kalian bertiga…" Ucap Viky melihat ke arah Rere.
"Iya hanya satu kamar karena hanya Ayah dan Mamah… kan untuk aku bisa tidur satu kamar dengan kamu…" Ucap Rere dengan santai dan berjalan ke arah Viky.
"Tapi jika kamu tidur bersama aku… bagaimana nanti Ayah dan juga Mamah kamu…" Jawab Viky.
"Aku yakin mereka juga tidak akan mempermasalahkan hal itu…" Jawab Rere santi, walau bisa terlihat raut wajah Rere sedikit berubah merah.
"Baiklah kalau begitu kamu bisa tidur bersama aku… tapi sebelum itu kita periksa dulu bagaimana kondisi kamu…" Ucap Viky melihat ke arah Rere.
__ADS_1
"Aldo kamu siapkan saja satu kamar…" Lanjut Viky dengan melihat ke arah Aldo.
"Baik Lord…" Jawab Aldo, kemudian dia pergi keluar dari ruangan tersebut dan tidak lupa menutup pintu.
"Jadi serang bagaimana…?" Tanya Rere setelah Aldo keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Kamu berbaringlah dan buka handuk kamu…" Perintah Viky kepada Rere.
"Buka Handuk aku… apa harus yah…" Tanya Rere kepada Viky, sebab dia masih aga canggung jika Harus tidak memakai baju di depan Viky.
"Yah… karena itu prosesnya dan juga aku harus extra menahan segalanya… agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar…" Jawab Viky.
Rere pun mau tidak mau dia melepaskan handuknya dan dengan enggan naik ke atas tempat tidur, dan berbaring di sana.
"Gluk…" terdengar kembali Viky menelan ludahnya, melihat Rere yang berbaring di tempat tidur tanpa sehelai benang pun yang menghalanginya, dan masih ada sedikit air yang masih belum kering di tubuh Rere.
Keringat dingin mulai bercucuran di wajah Viky, dia menatap ke arah Rere yang sedang berbaring, emosi di dalam dirinya sudah meluap-luap.
Siapa yang tidak akan tergiur dengan seorang wanita cantik, dan sudah berbaring di tempat tidur tanpa mengunakan apa-apa dan juga tubuh yang masih sedikit basah akibat air mandi.
"Viky bisa tolong cepat, aku merasa tidak nyaman di lihat oleh kamu seperti itu… jika kamu menginginkan hal lain, kamu bisa memintanya secara langsung kepada aku… " Ucap Rere kembali menggoda Viky dan ucapan Rere menyadarkan Viky dari pikiran liarnya.
"Baiklah… aku akan mulai sekarang… tadi aku mencoba mengontrol emosiku dulu… takut-takut nanti aku menjadi hilang kendali… jika itu terjadi makan proses pemeriksaannya akan tertunda lama kembali… " Jawab Viky kemudian dia membuka bungkusan yang di berikan oleh Aldo.
Bungkusan tersebut isinya adalah 1 set jarum berwarna emas, Jarum tersebut terlihat sangat bersih walau tidak di pakai lama.
"Baiklah… aku akan mulai sekarang…" Ucap Viky, kemudian dia mengambil jarum tersebut dan mulau menancapkan jarum-jarum tersebut di tubuh Rere, dengan sangat cepat dan tepat pada sasaran titik akupuntur.
10 jarum, 20 jarum, 30 jarum sampai pada jarum yang ke 50, dan Rere pun tidak merasa kesakitan walau di tusuk oleh 50 jarum, namun wajah Viky saat ini sudah penuh dengan keringat dan juga wajahnya sudah berubah sedikit pucat, bahkan keringat Viky ada yang menetas ke tubuh Rere.
Setelah Jarum yang ke 50 selesai tertancap, Viky memegang tangan Rere, untuk mengecek detak nadi Rere. setelah Viky mengecek nadi Rere, ada sebuah senyuman yang tersirat dari wajah Viky.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu…" Tanya Rere dengan raut wajah bingung menatap ke arah Viky, walau hanya matanya saja yang bergerak, karena tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.
"Tidak apa-apa… kerusakan di dalam tubuh kamu masih bisa di sembuhkan… tapi bahan utama dari obat ini sangat sulit di cari…" Jawab Viky, namun di kalimat terakhir Nada Viky terdengar sangat lemas.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu… walau obatnya sulit di temukan, tapi masih ada harapan kan…" Jawab Rere mencoba menghibur Viky.
"Memang benar… ada sedikit harapan untuk kamu agar bisa sembuh secara total… dan untuk sekarang aku akan mencoba cara lain… cara ini tergantung bagaimana kondisi kamu, apa kamu bisa mengalami kemajuan atau kamu hanya akan seperti ini terus, dan harus di bantu dengan obat…" Ucap Viky menjelaskan.
"Terus sekarang bagaimana…? apa aku harus tetap seperti ini dalam waktu yang lama…" Ucap Rere yang mulai sudah tidak nyaman dengan posisi dia saat ini. baik itu karena banyaknya jarum yang tertancap di tubuh atau karena dia tidak memakai baju.
"Baik aku akan melepaskannya secara bertahap dan mulai melakukan cara yang kedua…" Ucap Viky, kemudian dia perlahan mencabut jarum yang berada di tubuh Rere, secara teratur dan perlahan.
Namun di saat jarum pertama di cabut, raut wajah Rere berubah dan keringat mulai keluar dari wajah cantiknya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1