
Ibu Pengasuh Viky
Jibsen sedikit tertegun mendengar perkataan dari Viky, bukan karena masalah Viky menanyakan dimana ibu pengasuhnya, melainkan tentang resiko keselamatan Lisa dan juga Ratna.
Dia tidak berpikir jika Klan Xian mengetahui Lisa dan juga Ratna ada di kediaman Keluarga Latimore, apa yang akan di lakukan oleh orang dari Klan Xian terhadap Lisa dan juga Ratna, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa Keluarga Latimore juga bisa terkena imbasnya.
"Untuk ibu pengasuh kamu, dia sudah berada di tempat yang aman dan hidup dengan layak… namun untuk masalah keselamatan Lisa dan juga Ratna, memang aku sedikit ceroboh atas apa yang aku lakukan saat ini, namun aku juga hanya menjalankan wasiat dari kakek kamu, agar aku bisa membawa Lisa dan juga Ratna kembali pulang ke kediaman Keluarga Latimore…" Jawab Jibsen.
"Yang kamu lakukan sekarang ini bukan membawa Lisa pulang, tapi membawa Lisa ke dalam kematian… perlu kamu tahu, musuh yang sebenarnya bukanlah Klan Xian, tapi orang yang berada di balik Klan Xian… dan orang yang berada di balik Klan Xian tersebut, tidak akan mampu untuk di singgung oleh Keluarga Latimore kamu yang kecil ini… hanya dengan kekuatan kecilnya saja, aku yakin Keluarga Latimore akan musnah dengan cepat…" Jawab Viky dengan nada yang lebih tinggi lagi, karena Viky sangat marah sekali kepada Jibsen. karena secara tidak langsung Jibsen telah mengungkapkan keberadaan Lisa dan juga Ibunya kepada pihak musuh, dan Viky serta orang-orangnya yang berada di kota Taraka saat ini belum 100% siap jika pihak musuh bertindak, namun bukan berarti Viky takut, akan tetapi jika musuh bertindak sekarang, maka kerugian di pihak Viky juga tidaklah sedikit.
Jibsen hanya menundukkan kepalanya dan tidak berkata apa pun, dia sadar bahwa apa yang Viky katakan adalah benar, namun dia juga sedikit tercengang atas kata-kata dari Viky, karena dia baru tahu bahwa Klan Xian memiliki pendukung di belakangnya, di pikirannya, Klan Xian saja sudah sangat kuat dan juga bukanlah lawannya, apa lagi orang yang berada di belakang Klan Xian, dia tidak berani memikirkan seberapa kuat kekuatan yang di miliki oleh orang yang berada di belakang Klan Xian.
"Kamu bawa aku menemui ibu pengasuh aku sekarang…" Lanjut Viky dengan nada memerintah kepada Jibsen.
"Baik… tapi bisakah tunggu sebentar… aku ingin mengobati luka aku dulu…" Ucap Jibsen meminta kepada Viky.
"Nanti saja… jika ibu pengasuh aku baik-baik saja, aku akan menuliskan resep untuk kamu dan juga untuk istri kamu… agar tangannya yang patah bisa dengan cepat pulih…" Jawab Viky, yang mana dia tidak mau membuang-buang waktunya hanya untuk menunggu Jibsen mengobati lukanya, karena Viky memiliki sedikit keyakinan bahwa obat yang akan Jibsen gunakan pasti obat yang memiliki efek biasa.
"Baiklah kalau begitu… sebelumnya aku ucapkan terima kasih…" Jawab Jibsen, yang mana dia mau tidak mau harus mengikuti apa yang Viky mau.
"Tapi jika ibu pengasuh aku tidak dalam keadaan baik… tanpa persetujuan dari ibu, aku pastikan bahwa Keluarga Latimore akan musnah hari ini juga…" Jawab kembali Viky, dengan nada yang sedikit mengancam kepada Jibsen.
Setelah selesai berkata, kemudian Viky berdiri dan di ikuti oleh, Jibsen, Vanteko Ma dan juga para tetua dari Keluarga Latimore, serta Lisa, serta berjalan keluar dari Mansion tersebut.
Para tetua dari Keluarga Latimore awalnya ingin membatu Jibsen untuk menjelaskan kepada Viky, namun karena mereka melihat sikap Viky, mereka hanya bisa menjadi penonton saja.
"Nak Viky… jika berkenan, nak Viky tunggu saja di sini, aku bisa menyuruh orang untuk menjemput ibu pengasuh kamu…" Ucap Jibsen berbalik melihat ke arah Viky yang berjalan di belakangnya setelah berada di luar Masnion.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, sekalian ambilkan aku kertas dan juga alat tulis, untuk menulis resep obat untuk memilihkan kamu dan juga istri kamu serta orang yang di hajar oleh Eagle, karena dia tidak akan bisa sembuh jika hanya menggunakan resep obat biasa saja…" Jawab Viky.
"Teko… kamu pergilah temani orang dari Keluarga Latimore untuk menjemput ibu pengasuh aku, pastikan bahwa dia tinggal di rumah yang layak…" Lanjut Viky berkata dengan memerintahkan Vanteko Ma untuk ikut pergi menjemput ibu pengasuh Viky, namun di kalimat terakhir nada Viky sedikit di tekankan.
"Baik Kak…" Jawab Vanteko Ma.
Kemudian Jibsen menyuruh salah satu tetua dari Keluarga Latimore untuk menjemput ibu pengasuh Viky, karena tempat keberadaan dari ibu pengasuh Viky, hanya di ketahui oleh dia dan juga para tetua yang ada di Keluarga Latimore, tidak lupa Jibsen juga menyuruh salah satu orang dari Keluarga Latimore yang berada di sana untuk mengambilkan kertas dan juga alat tulis untuk Viky menuliskan sebuah resep obat.
Vanteko Ma pun pergi dari sana bersama dengan salah satu tetua dari Keluarga Latimore untuk menjemput ibu pengasuh Viky dengan menggunakan mobil dari Keluarga Latimore, tidak lama dari kepergian Vanteko Ma, orang yang di perintahkan oleh Jibsen sudah kembali dengan membawa kertas dan juga alat tulis yang di butuhkan.
"Nak Viky… ini kertas dan alat tulis yang nak Viky minta…" Ucap Jibsen sambil menyerahkan kertas dan alat tulis kepada Viky.
"Resep obat ini, akan aku berikan kepada kamu, setelah aku memastikan bahwa ibu pengasuh aku baik-baik saja… dan dia tinggal di tempat yang layak…" Jawab Viky dengan mengambil kertas dan juga alat tulis yang di berikan oleh Jibsen kepadanya.
"Yah… untuk masalah layak atau tidaknya, sebenarnya ibu pengasuh kamu yang meminta dia tinggal di tempat tersebut, mungkin dia lebih nyaman dengan tempat tinggal yang dia tinggali saat ini…" Jawab Jibsen, karena dia tahu, jika di bandingkan dengan rumah yang ada di lingkungan Keluarga Latimore, rumah yang di tinggali ibu pengasuh Viky, sangat jauh berada di bawahnya, bahkan jika di bandingkan dengan rumah yang paling kecil dan yang paling biasa pun, bisa di bilang sangat jauh berada di bawahnya.
"Kita pastikan saja nanti, dia tinggal di sana dengan nyaman atau tidak…" Jawab Viky dengan nada dingin, dia sedikit paham dengan maksud dari kata-kata Jibsen yaitu bahwa tempat tinggal pengasuh Viky saat ini adalah rumah yang kecil, dan untuk kelayakan mungkin bisa di bilang tidak layak jika di bandingkan dengan rumah pengasuh Viky yang dulu saat masih berada di Klan Xian, karena Klan Xian, adalah satu Klan terbesar, maka rumah untuk pelayan atau pengasuh saja, jika di bandingkan dengan rumah yang ada di dalam kediaman Keluarga Latimore adalah yang paling bagus.
Setelah memastikan bahwa wanita yang baru saja turun dari dalam mobil tersebut adalah pengasuh Viky, Viky berlari menuju ke arah wanita tersebut, dan langsung memeluk wanita tersebut dengan sangat erat.
"Buna… buna kemana saja, Viky sangat kangen sekali sama buna… buna dulu janji sama Viky, bahwa buna akan mencari Viky, tapi sampai sekarang buna tidak datang-datang, jadi Viky yang mencari buna…" Ucap Viky dengan nada yang sedikit manja seperti anak kecil yang sedang melepas rindu kepada ibunya, Buna adalah kata panggilan Viky dulu saat masih kecil kepada pengasuhnya.
Ketika Viky berkata seperti itu, semua orang yang ada di sana terlihat kaget dan juga bingung, karena Viky yang saat ini mereka lihat, sangat berbeda dengan Viky yang beberapa saat yang lalu, bukan hanya orang-orang dari Keluarga Latimore saja, tapi orang-orang Viky pun sama, mereka baru pertama kalinya melihat sikap Viky yang seperti itu, termasuk Lisa pun sama.
"Tuan… Tuan muda… in-ini benar tuan muda…" Jawab Buna dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, dan raut wajah yang terlihat tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Yah ini aku buna… memangnya siapa lagi selain aku yang memanggil nama buna… apa buna sudah lupa sama aku…?" Jawab Viky, dengan nada yang sedikit bercanda.
__ADS_1
Setelah kata-kata dari Viky keluar, pengasuh Viky pun kembali memeluk Viky dengan sangat erat.
"Maafkan buna… buna tidak bisa menepati janji buna… mungkin sekarang kamu pasti sudah tahu alasannya kenapa buna tidak bisa menepati janji buna…" Ucap pengasuh Viky, dengan memeluk erta tubuh Viky, dan air mata pun dengan tidak terasa mengalir keluar dari matanya.
"Buna tidak melupakan kamu, buna selalu memikirkan kamu setiap hari… harapan buna selama ini adalah ingin melihat kamu yang sudah tumbuh dewasa dan menjadi laki-laki sejati yang akan menjadi orang besar, yang disegani oleh banyak orang, yang menjadi cita-cita kamu saat masih kamu kecil dulu…" Lanjut pengasuh Viky atau buna berkata dengan posisi masih memeluk Viky.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...