Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 271 Kesurupan Hantu Lapar


__ADS_3

Kesurupan Hantu Lapar


Viky menutup pintu kamar Dewi dan berjalan meninggalkan kamar Dewi, menuju sofa untuk menunggu yang lain selesai dan juga menunggu ke 4 pilar selesai membeli Tamanan bunga dan kembali ke sana.


Viky menunggu cukup lama, dia hanya merokok dan meminum anggur yang di sajikan oleh si juru masak, di saat mengantar makanan untuk Dewi.


"Lord maaf, Nona Dewi sudah menghabiskan jatah makanan untuk 5 orang dan ini yang ke 6… apa harus di teruskan jika Nona Dewi meminta makanan lagi…" Ucap si juru masak, ketika akan mengantar makanan yang ke 5 kepada Dewi.


"Apa…?" Viky menjawab dengan reflek dan dia juga sedikit terperanjat dari duduknya karena dia sangat kaget bahwa Dewi makan begitu banyak makanan.


"Maaf Lord…" Ucap Si juru masak dengan ekspresi ketakutan, karena melihat ekspresi dari Viky.


"Apa anak ini kesurupan hantu lapar… memakan makanan jatah untuk 5 orang dan masih minta makan lagi… semoga saja tidak terjadi apa-apa dengannya nanti…" Ucap Viky dalam hati.


"Tidak apa-apa aku hanya kaget saja mendengarnya… Kamu berikan saja jika dia terus memintanya, asal jangan nanti setelah selesai makan dia meledak karena kekenyangan…" Jawab Viky yang tidak mempermasalahkan atas makanan yang Dewi makan.


Namun walau begitu ada rasa penasaran dan juga rasa aneh yang mengganjal di hati Viky, tentang apa yang terjadi kepada Dewi, karena ini baru pertama kalinya terjadi, dan untuk wanita yang lain yang ada di dalam pasukan Magnium tidak pernah seperti ini, hanya saja jika obat tersebut di minum oleh seorang wanita maka efek yang terakhir akan ada pendarahan yang keluar dari dalam perutnya, atau bisa di bilang datang bulan yang berada di laut jadwal.


"Baik Lord… kalau begitu saya permisi dulu untuk mengantar makanan ini ke kamar Nona Dewi…" Jawab Si juru masak dengan rasa yang lega karena Viky tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Baiklah… kamu bisa pergi, dan nanti kamu bawakan 1 botol anggur lagi untuk aku…" Jawab Viky memberikan ijin dan meminta 1 botol anggur lagi. dan si juru masak pun pergi ke arah kamar Dewi untuk mengantar makanan yang ke 6 kalinya.


"Jika mereka langsung meminum obatnya setalah memasuki kamar… maka waktu yang di butuhkan agar efek obatnya hilang sudah cukup… tapi jika membutuhkan waktu yang lebih lama berarti stamina tubuh mereka sangat lemah dan harus di olah lebih serius lagi…" Ucap Viky di dalam hati dengan melihat ke jam yang ada di tangannya, dan dia segera berdiri menuju kamar yang berisi Vanteko Ma dan yang lainnya untuk membuka kunci kamarnya.


Setelah membuka kunci kamar dari masing-masing, Viky kembali ke sofa dan menyalakan rokok kembali serta menuangkan anggur ke dalam gelasnya.


Ketika Viky akan meminum anggur yang baru saja dia tuangkan, Viky merasakan seseorang dengan nafas yang kuat berjalan ke arahnya, Viky berbalik untuk melihat siapa yang pertama keluar dari dalam kamar.


Dan yang keluar pertama adalah si No 4, Viky hanya melihat sepintas karena dia sudah bisa menebaknya siapa orang pertama yang akan keluar dari dalam kamar.


"Agar tubuh kamu tidak menjadi panas dan merasakan sakit di bagian perut kamu, kamu pergi temui Tiger, dan ikuti pelatihan dengan yang lain sampai semua orang selesai dan keluar dari dalam kamarnya…" Ucap Viky dengan memerintahkan si No 4 untuk pergi berlatih, namun maksud dari Viky adalah bahwa tubuh yang sudah meminum obat tersebut harus terus bergerak jika tidak maka tubuhnya akan meledak karena kebanyakan energi yang keluar, sebelum melanjutkan proses selanjutnya.


"Baik Lord…" Jawab si No 4 kemudian dia pergi dari sana untuk menemui Tiger dan mengikuti latihan bersama dengan orang-orang dari Divisi perang.


Setelah si No 4 pergi dari sana, tidak lama No 1 dan 3 juga keluarga dari kamarnya dan di susul oleh Dadan Ling beserta Vanteko Ma, Viky juga memerintahkan hal yang sama kepada mereka ber 4, untuk pergi menemui Tiger dan ikut berlatih bersama karena menunggu Dewi yang masih di dalam kamar.

__ADS_1


Mereka semua pun tidak mengatakan apa pun dan pergi dari sana untuk ikut berlatih bersama pasukan Magnium.


Viky merasa aneh, kepada Dewi, tadi dia sudah terlihat baik-baik saja, tapi kenapa dengan begitu banyak waktu yang di butuhkan, Dewi belum juga keluar dari dalam kamarnya, dengan kekuatan yang sudah di bangkitkan Viky berpikir tidak akan membutuhkan waktu yang banyak untuk menstabilkan tubuhnya.


Kemudian Viky berdiri dari sofa dan berjalan ke arah kamar Dewi untuk mengecek ke adanya sekarang bagaimana.


Setelah Viky membuka pintu kamar, Dewi masih makan dan tersenyum ke arah Viky dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Apa kamu baik-baik saja…?" Ucap Viky bertanya.


"Aku baik-baik saja, bahkan sangat lebih baik dari sebelumnya…" Jawab Dewi setelah menelan makanan yanga ada di mulutnya.


"Baguslah kalau seperti itu… aku kira ada masalah dengan kamu, sampai menghabiskan begitu banyak makanan…" Jawab Viky yang masih merasa aneh dengan sikap Dewi yang makan banyak.


"Aku juga tidak tahu, aku sangat lapar sekali, rasanya ingin terus makan dan terus, kakak lihat perut aku ini kecil tapi entah kemana semua makan yang masuk ke dalam perut aku pergi…" Jawab Dewi dengan memperlihatkan perutnya yang kecil dan masih berukuran normal.


Jika orang lain tidak mengetahui bahwa Dewi sudah makan, makanan jatah untuk 5 orang, orang tersebut tidak akan percaya walau di pukuli sampai mati pun karena perut Dewi masih kecil, jika di pikir secara logika, harusnya perut Dewi sedikit membuncit akibat makan, makanan yang terlalu banyak.


"Lantas apa yang terjadi kepada kamu…?" Ucap Viky bertanya kembali dengan penasaran.


"Nah setelah itu, aku rasa dengan waktu yang tidak lebih dari 1 menit, tubuh aku ini mulai terasa panas dan semakin lama semakin panas sampai-sampai keluar keringat dan membasahi hampir seluruh pakaian yang aku pakai, oleh karena itu aku membuka baju aku, setelah membuka baju, aku merasa sedikit membaik, tidak terlalu panas lagi, dan keringat di tubuh aku juga mulai kering dan tidak mengeluarkan keringat lagi…" Lanjut Dewi berkata.


"Tapi di saat yang bersamaan, aku mulai merasakan lapar, aku coba untuk menahannya, tapi semakin aku menahan rasa lapar aku, semakin aku merasakan lapar yang amat sangat, ketika aku akan meminta Eagle untuk membawakan makan untuk aku ketika itu juga tubuh aku mulai merasakan lemas, kemudian aku berniat untuk kembali ke tempat tidur, tapi belum sampai di atas tempat tidur aku terjatuh karena tubuh aku sudah sangat lemas sekali… maka sampai pada yang terkahir kakak lihat…" Ucap Dewi mengakhiri penjelasannya kepada Viky tentang apa yang terjadi dengannya.


"Boleh aku mengecek denyut nadi kamu…?" Ucap Viky bertanya kembali, dan dia ingin mengeceknya sendiri apa Dewi berhasil membangkitkan kekuatannya atau tidak, dan dia juga ingin tahu apa yang terjadi dengan Dewi.


"Boleh…" Jawab Dewi dengan memberikan tangannya kepada Viky.


#Walau tidak penting tapi perlu di ingat, Tingkat kekuatan dan masing-masing memiliki Level dari 1 hingga 5 namun dari Lord hingga Saint hanya ada 3 Level :


Guru


Master


Grand Master

__ADS_1


Panglima Perang


Ksatria


Jendral Perang


Lord


Lord Jendral


Saint


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2