
Keluarga Neo Datang
"Sayang… tidak apa-apa kan kalian semua tidak duduk satu meja dengan kami di meja utama…?" Ucap Cipto bertanya kepada Rahma yang berada di sampingnya dan masih memeluk erat lengan Cipto, walau dia sedikit ragu dan malu kepada keluarga Neo tapi ini keputusan ayahnya jadi dia mau tidak mau mengikuti apa yang ayahnya perintahkan.
"Tidak apa-apa sayang… dengan di undangnya kami ke sini, aku juga sudah sangat senang…" Jawab Rahma dengan nada dan sikap manja kepada Cipto Ma.
Baik itu Rahma atau pun Jarvice sebenarnya mereka merasa enggan untuk duduk di meja lain, karena kesempatan untuk dapat mengenal Tuan Besar dari Octa Grup sudah hilang.
Jarvice berencana ingin dekat dengan Tuan Besar, dan dia tidak akan terlalu membutuhkan keluarga Ma lagi setelah dia bisa dekat dengan Tuan besar, dan untuk Rahma dia berniat mendekati Tuan besar dengan kecantikan yang dia miliki siapa tau Tuan besar akan menyukainya, jika itu terjadi makan dia akan meninggalkan Cipto dan pergi bersama dengan Tuan Besar.
"Ayah… Nenek… Maaf bukan aku bermaksud membohongi kalian… tapi aku juga tidak tahu jika akan terjadi seperti ini…" Ucap Cipto dengan berbalik badan dan melihat ke arah Jarvice dan juga Nenek Sushi secara bergantian.
"Tidak apa-apa Cipto… kami juga mengerti… apa pun bisa terjadi dan akan berbeda hasil dengan apa yang kita rencanakan…" Jawab Jarvice menanggapi pernyataan dari Cipto, namun kata-kata dari Jarvice memiliki arti lain, karena dia sangat kesal kepada Lega Ma, yang sudah mempermalukan dia dan tidak menyambut mereka dengan baik.
"Tunggu saja sampai Jeri kembali ke Divisi perang dan bertemu dengan Lord Jendral… aku kan kembalikan 10 kali lipat rasa malu ini kepada kalian…" Gumam Jarvice dengan menatap tajam ke arah Lega Ma.
Keyakinan di dalam diri Jarvice bahwa Tuan besar dari Octa Grup dan Lord Jendral dari Divisi perang mempunyai pengaruh yang besar, dan juga dia yakin bahwa Lord Jendral lebih berpengaruh dari Tuan Besar Octa Grup, karena Ritz Dewa perang pusat, saja menghormatinya Lord Jendral, dan belum tentu Ritz menghormati Tuan Besar dari Octa Grup.
Namun ada sesuatu hal yang tidak mereka sadari dari kata-kata Lega Ma tadi, bahwa Cipto akan di kenalkan kepada orang yang bernama Viky, mereka ber 3 memang tidak terlalu memperhatikan kata-kata dari Lega Ma dan hanya memperhatikan 3 orang yang duduk di meja, mereka sepertinya mengenal orang tersebut karena mereka merasa mengenal postur tubuh ke 3 orang tersebut.
Kemudian mereka ber 4 membalikan badannya dan akan pergi dari sana serta baru melangkahkan kaki satu langkah, terdengar dari arah meja berkata:
"Kalian tidak perlu pergi dari sini… karena ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kalian terlebih dahulu…" Ucap salah seorang dengan posisi masih duduk dan membelakangi mereka 4, serta di tangannya masih memegang gelas anggur.
Mereka ber 4 pun mengurungkan niatnya dan kembali ke tempat semula mereka berdiri, mereka ber 4 berdiri dengan kebingungan, karena mereka tidak mengenal orang-orang yang tengah duduk membelakangi mereka.
__ADS_1
"Tapi sebelum itu… Tuan Lega… apa anda benar-benar sudah lupa dengan saya atau memang Tuan tidak ingat dengan saya sama sekali… atau Tuan Lega memang tidak mau mengingat saya…" lanjut orang yang masih memegang anggur di tangannya berkata.
Lega Ma hanya diam tidak menjawab, sebenarnya dia dari awal juga sedikit merasa tidak asing kepada Viky, namun dia tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia tidak mau membandingkan Viky dengan orang lain, nama bisa saja sama dan juga wajah bisa saja mirip, tapi kedudukan tidak bisa di samakan, Jadi Lega Ma hanya memendam perasaan tersebut dan menghilangkan dari pikirannya karena jika dia bertanya takut menyinggung Viky.
"Baiklah… Tuan Lega jika Tuan Lega sudah lupa maka akan aku ingatkan kembali… kita pernah bertemu sebelumnya di ruang tunggu di Octa Grup…" Lanjut Viky berkata.
Ke 4 orang yang berdiri mereka lebih bingung dan tidak mengerti dengan maksud dari pembicaraan ini, namun ekspresi Lega Ma berubah rumit, setelah Viky berkata seperti itu, dan sekarang dia akhirnya mengerti tetang pertanyaan dari Viky tadi.
"Tuan… Maaf, maafkan aku… aku sungguh tidak tahu bahwa itu adalah Tuan… dan tadi ketika tuan datang ke sini aku sempat terpikirkan hal itu, tapi aku tidak bertanya karena takut menyinggung Tuan… jadi saya mohon maaf atas kesalahpahaman ini…" Jawab Lega Ma dengan sopan dan terburu-buru menjelaskan kepada Viky.
"Baiklah… untuk itu aku bisa memaafkannya tapi ada satu hal yang ingin aku minta penjelasannya dari keluarga Ma…" Lanjut Viky berkata, dengan menatap tajam ke arah Lega Ma, di kalimat terkahir ekspresi Viky mulai berubah, serta senyum ramah tadi sudah menghilang dari wajah Viky.
"Penjelasan apa lagi Tuan…?" Jawab Lega Ma dengan sedikit gugup dan juga tubuh yang mulai bergetar.
Setelah Viky berkata, semua orang yang berada di dekat meja menjadi lebih bingung lagi, karena masalah itu mereka tutupi dari publik dan hanya mereka saja yang mengetahui masalah ini, bahkan anggota keluarga mereka saja tidak mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.
Ke 4 orang yang berdiri, mereka semua menjadi lebih penasaran siapa orang ini dan dari mana dia mengetahui masalah yang sudah lama terjadi dan bahkan mereka sudah melupakan masalah ini.
"Maaf Taun… sebenarnya itu adalah aib bagi keluarga kami… tapi jika tuan ingin mengetahui dengan kejadian yang sebenarnya maka akan saya ceritakan… dan tetang masalah ini hanya keluarga inti saja yang mengetahui kejadian yang sebenarnya… " Jawab Lega Ma, karena dia tahu bahwa Viky sudah mengetahui semuanya dan jika dia tidak menjelaskannya maka akan terjadi masalah yang lebih besar lagi.
"Untuk masalah awalnya, aku pun tidak tahu pasti, tapi yang aku tahu adalah anakku pergi ke sebuah hotel karena saat itu anakku dalam keadaan mabuk berat, dia pergi ke sana dengan pacarnya, namun entah apa yang terjadi saat itu, wanita yang bersama anakku berubah menjadi orang lain, dan tidak lama dari anakku berada di dalam kamar ada seorang pria yang mencoba masuk secara paksa ke dalam, dan ketika sudah di dalam pria tersebut menghajar anakku hingga dia babak belur dan sampai tidak sadarkan diri, namun sampai sekarang aku tidak dapat menemukan orang yang membuat anakku sampai seperti itu… aku juga sempat mencari informasi untuk mengetahui siapa orangnya namun semua jalan menemukan hal buntu… oleh karena itu aku menyebarkan informasi bahwa anak saya di hajar oleh orang tidak di kenal di sebuah kamar hotel… " Ucap Lega Ma, menceritakannya kepada Viky, namun semua yang dia ceritakan tidak semuanya benar. karena kebenaran yang terjadi adalah, dia tidak mencari informasi tentang siapa yang menghajar anaknya, karena di saat Cipto sudah sadar, Cipto meminta kepada Ayahnya untuk menyelesaikan masalah ini sendiri, karena Cipto pun tidak ingin ayahnya mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi.
"Oh seperti itu… Apa kamu ingin mengetahui siapa wanita yang bersama anak kamu dan siapa pria yang menghajar anak kamu…?" Ucap Viky berkata dengan nada dingin kepada Lega Ma.
"Apa Tuan mengetahui siapa pria yang melakukan hal tersebut kepada anak saya…?" Jawab Lega Ma, dengan nada yang penuh semangat.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1