Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 87 Rere Ingin Di Manja


__ADS_3

Rere Ingin Di Manja


Setelah Viky sampai di parkiran mobil, Viky menyuruh Aldo untuk mengantar mamah nya Rere (Di ganti nama panggilan, karena ada 2 nama ibu author jadi pusing) dan juga mengantar ibu dan adiknya pulang, setelah itu Aldo di perintahkan pergi ke Siren Country untuk menemui seseorang.


Di parkiran tersisa Viky, Rere, Reva dan juga Beben, suasana di sana pun menjadi canggung setelah kepergian rombongan Aldo, karena di antara mereka tumbuh cinta yang sangat rumit.


"Viky… sekarang aku sudah membuka hati untuk Beben, walau sangat sulit untuk melupakan kamu, tapi aku akan berusaha menerima Beben menjadi pasangan aku, dan mencintainya dengan tulus…" Ucap Reva memecah kecanggungan di antara mereka, dengan menatap ke arah Viky.


"Baguslah kalau begitu… aku sangat senang mendengarnya… dan aku juga akan selalu mendukung apa pun itu yang akan menjadi keputusan kamu…" Jawab Viky melihat ke arah Reva.


"Beben… kamu juga harus berusaha untuk mendapatkan hati Reva… kamu tunjukan bahwa kamu mencinta Reva dengan tulus, kalian adalah pasangan yang sangat serasi… jika kamu memerlukan bantuan aku, kamu jangan sungkan untuk berbicara dan memintanya kepadaku…" Ucap Viky dengan menepuk pundak Beben.


"Baik… terima kasih… karena aku sudah di beri kesempatan oleh Reva, aku akan berusaha semampu yang aku bisa untuk mendapatkan hati Reva dan menunjukan cinta aku yang tulus kepada Reva…" Jawab Beben


"Dan ada satu hal lagi… karena Reva menginginkan acara pernikahannya di selenggarakan di Loka Center… maka kado pernikahanku untuk kalian berdua adalah menyediakan tempat untuk kalian nanti…" Ucap Viky melihat ke arah Beben dan juga Reva secara bergantian.


"Kalian berdua habis ini mau kemana…? Jika tidak ada cara bagaimana kalau ikut aku pergi untuk memilih gaun pengantin…" Ucap Viky bertanya kepada Beben Dan Reva.


"Aku akan pergi kembali ke tempat kerja ku karena di sana sudah menunggu kerjaan yang begitu banyak yang sudah menanti…" Jawab Reva.


"Kalau aku mungkin setelah mengantar Reva kembali ke kantornya, aku akan kembali ke bank untuk mengaktifkan kartu bank yang tadi baru selesai di buat…" Jawab Beben.


"Baiklah… kalau begitu kita berpisah di sini…" Ucap Viky, kemudian dia melangkah ke arah mobilnya, tapi di saat dia akan masuk ke dalam mobil, dia melihat Rere yang masih tetap berdiri di tempat semula dengan ekspresi cemberut dan dengan posisi tangan di lipat di data.


"Kenapa…? ayo kita pergi…" Dengan santainya Viky mengajak Rere tanpa bisa melihat sikon.


"Kamu ini yah… benar-benar…" Jawab Rere dengan kesal dan pergi masuk ke dalam mobil tanpa berkata lebih.


"Viky… bisakah kamu lebih peka sedikit…" Ucap Beben di saat dia sebelum memasuki mobil, karena dia bisa melihat sikap Rere yang sedang kesal.

__ADS_1


Viky bingung dengan apa yang di maksud Beben, Viky yang nota bandnya Jendral perang memang bisa di bilang sangat peka terhadap apa pun tapi untuk masalah wanita, Viky memang tidak peka, bukan hanya sekarang tapi memang dari dulu.


Viky dan Rere pun pergi meninggalkan restoran tersebut, menuju ke salah satu tempat yang sudah di janjikan untuk bertemu. di dalam mobil Rere masih dengan ekspresi cemberut dan tangan yang di lipat di dada.


"Kamu kenapa…? Apa ada yang salah dengan ku…" Ucap Viky memulai pembicaraan, sambil mengemudikan mobilnya


"Tidak…" Jawab Rere singkat.


"Kalau tidak… kenapa kamu diam saja…" Jawab Viky dengan santai.


Rere tidak menjawab pertanyaan Viky, dan sekarang Viky semakin bingung dia harus berkata apa lagi.


"Yah sudah kalau kamu tidak mau bercerita… jika kamu ingin bercerita aku siap menjadi pendengar yang baik…" Ucap Viky, dan di dalam mobil pun kembali Hening


Viky pernah diberi tahu oleh Beben dulu, jika wanita tidak berbicara maka dia sedang marah, dan jika sudah seperti itu bagaimana pun caranya tidak akan bisa untuk membuatnya berbicara, jadi sebaiknya diam saja dan menunggu jika si wanita sudah mau berbicara.


"Apa kamu benar-benar sayang kepada aku…" Ucap Rere, memecah keheningan di antar mereka.


"Untuk masalah itu… banyak di luar sana yang menikah tanpa ada rasa sayang…" Jawab Rere.


"Terus aku harus bagaimana agar kamu bisa yakin kepada aku…" Timpal Viky yang sedikit bingung dan kurang memahami dengan apa yang Rere maksud.


"huh… kamu itu benar-benar yah… sikap kamu kepada aku selalu dingin dan cuek… tapi kepada orang lain kamu tidak seperti itu…" Ucap Rere dengan kesal.


"Aku bersikap sama kepada setiap orang, dan tidak ada yang berbeda, baik itu kepada Reva dan Beben, atau bahkan kepada Aldo sekali pun semuanya sama…" Jawab Viky.


Yah memang sikap Viky kepada semua orang sama, tidak ada yang berbeda, baik itu teman, bawahan dan orang tua, yang berbeda adalah ketika berhadapan dengan musuhnya.


"Tapi aku berbeda dengan orang-orang yang kamu sebutkan tadi, dan juga sikap kamu kepada Lisa terlihat sangat berbeda sekali… kamu lebih memanjakan dia dari pada a,…ku…" Ucap Rere dengan Nada tinggi, karena Rere sangat kesal, dia tidak bisa menahan kata-katanya, namun di kalimat terakhir Rere menyadari bahwa kata-kata yang dia ucapkan adalah salah, jadi dia memelankan kata-kata yang terkahir, Yah memang salah karena cemburu kepada adik iparnya sendiri.

__ADS_1


Viky mengernyitkan alisnya, dia bingung dengan apa yang Rere maksud, setelah Rere berkata demikian di dalam mobil pun kembali hening, tapi tidak di pikiran Viky, karena otaknya sedang bekerja untuk mencerna dan memahami apa yang Rere maksud.


Sampai pada akhirnya mobil mereka telah sampai di salah satu hotel terbaik yang berada di Kota Taraka. Namun ketika Rere akan pergi ke luar dari mobil, dengan cepat tangannya sudah di tahan oleh Viky.


"Maaf… bukan maksud aku tidak menjawab pertanyaan kamu tadi, aku tahu aku salah… karena memperlakukan kamu sama dengan yang lain, tapi aku juga bingung, karena mendengar cerita dari Ayah tetang kamu, jadi aku takut jika kamu tidak suka di manja, maka dari itu aku bersikap biasa dan juga aku bersikap seperti itu hanya kepada adikku, aku sedikit canggung jika bersikap seperti itu kepada wanita selain adikku dan jika kamu menginginkan di manja olehku kenapa kamu tidak bilang dari awal malah diam dan ngambek seperti itu…" Ucap Viky dengan memegang tangan Rere dan mata mereka berdua saling bertemu.


"Yah harusnya kamu bisa lebih peka, jadi aku tidak perlu membicarakannya secara langsung kepada kamu…" Jawab Rere yang masih sedikit kesal kepada Rere.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2