Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 348 Rere yang sudah siap


__ADS_3

Rere yang sudah siap


"Sungguh lemah… kamu tadi bilang ingin merekrut aku sebagai bawahan kamu, tapi hanya dengan serangan yang paling lemah dari aku saja kamu sudah seperti ini… apa lagi jika aku menyerang kamu dengan serangan terkuat aku, akan jàdi seperti apa kamu nanti…" Ucap Viky setelah berada di depan Fast yang masih setengah bersujud, dengan nada merendahkan dan juga sedikit menghina Fast.


Ketika mendengar kata-kata dari Viky tersebut, Fast secara perlahan menegakkan badannya, dan berubah menjadi berlutut sama seperti yang lain, namun satu tangan Fast, memegang bagian perut sebelah kiri.


Namun raut wajah Rere seketika berubah setelah melihat dengan jelas wajah orang yang bersujud di depan Viky, karena posisinya sudah berubah, jadi wajahnya bisa terlihat dengan jelas.


"Yang menentukan hidup dan mati kamu bukan aku, melainkan wanita yang kamu culik, atau istri aku…" Lanjut Viky berkata, karena Fast tidak menjawab kata-kata dari Viky, hanya melihat dengan tajam ke arah Viky namun raut wajahnya tidak bisa berbohong bahwa dia saat ini sedang menahan rasa sakit di bagian perutnya.


"Rere… sekarang terserah kamu… Mau melepaskan dia atau kamu mau membunuh dia dengan pedang aku ini…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Rere yang berada di sebelahnya, namun raut wajah serta nada Viky juga tidak selembut seperti biasanya, sambil menyerahkan pedang yang dia pedang.


Ketika Viky berkata seperti itu, dia pun menyadari perubahan raut wajah Rere, dan dia juga dengan cepat mengalirkan energi yang dia miliki ke pedangnya, agar pedang tersebut menjadi lebih tajam dan juga memiliki tenaga yang besar, karena dengan di lapisi energi kekuatan, untuk membelah sebuah batu yang sangat besar sekali pun, tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar, hanya cukup mengayunkannya saja, maka batu tersebut bisa terbelah.


Rere tidak berkata apa-apa, dia melihat ke arah Viky dan juga ke arah pedang yang Viky berikan kepadanya, ada sedikit keraguan yang terlihat dari raut wajah Rere, entah itu karena masalah membunuh Fast, atau karena dia takut tidak bisa membunuh Fast walau dengan pedang yang di pakai oleh Viky sekali pun, karena mungkin dia juga sedikit sadar bahwa dia tidak mempunyai kemampuan yang sama seperti yang lain.


"Kamu tenang saja, pedang ini sudah aku lapisi dengan energi dari kekuatan yang aku miliki, hanya dengan mengayunkannya saja sudah bisa membelah batu yang cukup besar…" Ucap Viky dengan nada yang sedikit pelan, karena dia tahu bahwa Rere mempunyai keraguan atas dia mampu atau tidak membunuh Fast dengan pedang yang di berikan oleh Viky.


Namun di kalimat terakhir Viky mungkin akan sangat mustahil bagi Rere untuk menghancurkan sebuah batu besar hanya dengan pedang yang di lapisi energi saja, karena untuk memaksimalkan potensi dari sebuah benda yang di lapisi oleh energi kekuatan, maka orang tersebut juga harus bisa menguasai tekni seni bela diri dasar, namun maksud dari kalimat terakhir Viky adalah untuk menghilangkan keraguan yang ada di dalam diri Rere.


Tanpa ragu lagi, Rere mengambil pedang yang di berikan oleh Viky, dan berjalan beberapa langkah ke dapan Fast, raut wajah Fast pun berubah menjadi sangat ketakutan melihat Rere dengan raut wajah yang marah dan memegang pedang di tangannya penuh dengan energi kekuatan, ketika Fast akan berkata…

__ADS_1


"Sret…" Rere mengayunkan pedang tersebut tepat pada leher Fast, dan seketika kepala Fast pun terpisah dari badannya, sebelum Fast bisa berkata.


"Gludu…"


"Gludu…" Kepala Fast jatuh dan menggelinding menuju ke arah kaki Viky.


Melihat Rere yang seperti ini, raut wajah Viky terlihat sedikit senang walau pun dia masih memasang wajah dinginnya, dan sebuah senyum terukir di wajahnya, kemudian Viky berjalan ke arah Rere, yang mana dia melihat dari gerak tubuh Rere bahwa Rere marasa sedikit shok atas apa yang dia lakukan tersebut, karena tubuh Rere juga sedikit bergetar.


"Sudah cukup… kamu sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya, namun aku berjanji hal ini tidak akan pernah terjadi lagi…" Ucap Viky, sambil mengambil pedang di tangan Rere, dan juga sedikit mengalirkan energinya agar Rere bisa sedikit lebih tenang.


"Viky… apa yang aku lakukan ini tidak akan menjadi masalah besar bagi kamu di masa depan…?" Ucap Rere bertanya dengan nada yang khawatir.


"Kamu tidak usah memikirkan hal itu, namun jika kamu tetap ingin tahu, jika dia tidak di bunuh hari ini, maka masalah yang lebih besar akan terjadi… namun dengan kamu membunuh dia hari ini, maka kamu sudah membantu aku meringankan masalah yang terjadi dan juga masalah yang akan aku hadapi akan sedikit berkurang, karena musuh yang akan aku hadapi ini, memang yang aku cari-cari selama ini, jadi mau tidak mau mereka semua harus aku hadapi, demi melindungi orang-orang yang aku sayangi yang ada di kota Taraka ini…" Jawab Viky, mencoba menenangkan Rere dan juga memberitahu Rere bahwa dengan membunuh Fast bisa sedikit meringankan masalah besar yang akan Viky hadapi nanti, walau pun hal itu hanya sekedar untuk memenangkan Rere saja.


Namun entah karena hal apa Rere bisa kembali tenang dengan cepat, yang mana awalnya Viky sudah memberikan kode kepada Aldo, untuk membawa Rere sedikit menjauh dari sana jika Rere masih shok, atas apa yang dia lakukan tersebut, karena jika Rere masih di sana maka akan membuatnya lebih shok jika melihat lebih banyak orang yang di bunuh di depannya.


Melihat Rere yang seperti ini, hati Viky menjadi lebih senang dari sebelumnya, karena Rere sudah sangat siap jika terjadi hal seperti ini lagi di masa depan, walau pun Viky tidak berharap bahwa Rere akan siap dengan situasi seperti ini dengan secepat ini, karena perkiraan dia bahwa Rere membutuhkan waktu yang sedikit lama agar bisa siap dengan situasi seperti ini, karena Rere hanya orang biasa yang tidak berlatih teknik seni bela diri, oleh karena itu lain halnya dengan Dewi, yang berlatih teknik seni bela diri, walau pun mereka ber 2 sama-sama pertama kalinya menghadapi situasi seperti ini.


"Tuan… Maaf… semua orang-orang yang ada di sana semuanya adalah orang-orang saya yang tidak ikut berperang, jumlah mereka semua ada 299 orang di tambah dengan saya menjadi 300 orang…" Ucap orang yang Viky perintahkan untuk membawa orang-orang yang bersembunyi dan tidak ikut berperang, setelah dia berada di dekat Viky, dengan menunjuk ke arah orang-orang yang pergi bersama dia dari dalam barak menuju ke arah tempat Viky berada, kemudian dia menundukkan kepalanya setelah dia selesai berkata.


"Baiklah… untuk kamu, mau kamu ikut dalam peperangan ini atau tidak, memang sudah aku jamin bahwa kamu bisa pergi dari sini dengan selamat asal kamu tidak mati dalam serangan yang aku lakukan, dan kamu sangat beruntung masih bisa bernapas sampai sekarang, namun untuk orang-orang kamu, aku akan melakukan sedikit pemeriksaan kepada mereka, benar atau tidak mereka semua tidak ikut berperang…" Jawab Viky, yang mana dia juga sudah menyadari bawah orang yang Viky perintahkan untuk membawa orang-orangnya yang sedang bersembunyi sudah kembali ke tempat tersebut membawa semua orang-orangnya, namun Viky juga tidak akan melepaskan begitu saja orang-orang yang di bawa oleh orang tersebut, melainkan akan melakukan sedikit pemeriksaan terlebih dulu.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2