
Viky Bertindak
Viky di kepung oleh orang yang berbadan besar dan lebih dari selusin orang, namun dia tidak ada sedikit pun rasa takut di hatinya, walau orang-orang yang mengepungnya mengeluarkan aura mereka dan mengarahkannya kepada Viky.
"Lega… aku bertanya sekali lagi… dengan kamu mengeluarkan orang-orang kamu… apa kamu ingin meminta penjelasan dari aku atau kamu ingin berperang dengan aku…" Ucap Viky melihat ke arah Lega Ma dengan tatapan tajam, namun di kalimat terkahir, baik itu Deky atau pun Aldo mereka berdua dengan serempak berdiri dan melihat ke arah Lega Ma.
"Penjelasan atau perang sama saja… aku tidak tahu kamu di luar mempunyai pengaruh seperti apa… tapi di sini… aku yang memegang kendali…" Jawab Lega Ma dengan sombong, dia berani berkata seperti itu bukan tanpa alasan, tapi memang benar adanya, yah wajar saja karena dia berada di kediamannya sendiri.
"Baiklah… akan aku kabulkan kedua keinginan kamu… dan perlu kamu tahu, bahwa kamu tidak masuk kualifikasi untuk dapat mengetahui siapa aku sebenarnya…" Ucap Viky kemudian dia mengeluarkan energi pembunuh dari dalam tubuhnya dan menyebar ke wilayah sekitar.
Aldo yang mengerti situasinya dia segera berlari ke arah Herman dan juga Rere, dia pun mengeluarkan Energinya untuk menghalau energi dari Viky yang menyebar ke wilayah sekitar. bukan untuk melindungi Orang-orang dari keluarga Ma tapi untuk melindungi Herman dan Rere karena mereka ber dua belum pernah belajar tentang mengendalikan energi dan untuk Deky, Aldo membiarkannya karena Deky sudah sedikit memahami walau belum mempu untuk menguasai tetang energi secara sempurna, namun jika untuk melindungi diri mungkin sudah bisa di bilang mampu walau pasti Deky akan merasa sangat kesusahan.
Suasana di aula tersebut pun berubah mencekam dengan cepat, orang-orang dari keluarga Ma mereka semua hanya merasakan sesuatu yang tidak nyaman, karena jarak mereka dengan Viky sedikit aga jauh.
Kejadian tersebut terjadi sangat cepat, bahkan orang-orang yang berada aga jauh dari posisi Viky, mereka tidak tahu apa yang terjadi, hanya melihat para penjaga dari keluarga Ma sudah terkapar di lantai, dan untuk orang-orang dari Viky mereka merasa sedikit lemas tapi masih bisa untuk berdiri, dan untung saja Cipto, Rahma, Jarvice dan juga Nenek Sushi merek mundur kebelakang di saat para penjaga keamanan mengepung Viky, jika tidak mereka juga akan mengalami hal yang sama dengan para penjaga keamanan.
Setelah para penjaga keamanan dari keluarga Ma terjatuh, Viky kembali meñarik energinya, dan semua orang yang berada sedikit tidak jauh dengan Viky merasakan sedikit kelegaan, karena tekanan yang tadi menekan mereka sudah hilang.
Setelah tekanan itu hilang, mereka sangat kaget karena melihat para penjaga keamanan dari keluarga Ma terkapar di lantai, mereka tahu bahwa para penjaga tersebut adalah orang-orang terlatih dan orang-orang terbaik yang ada di dalam keluarga Ma.
Di hati semua orang saat ini merasa ketakutan kepada Viky, sebab Viky tanpa menyentuh orang-orang terbaik dari keluarga Ma, Viky sudah bisa mengalahkan mereka dengan mudah, apa lagi jika Viky bergerak, mereka semua tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
Cipto Ma, Yang melihat Hal tersebut pun merasa ketakutan yang amat sangat, tubuhnya mulai bergetar dan keringat dingin sudah mulai membasahi punggungnya… jika wajahnya tidak berlumuran anggur dan darah, mungkin akan terlihat bahwa wajah Cipto saat ini sudah berubah putih pucat, dan rasa sakit di kepala Cipto sudah tidak dia rasakan lagi, karena rasa sakit tersebut sudah kalah dengan rasa takutnya.
Rahma, Jarvice dan Nenek Sushi saat ini mereka ber 3 pun tidak lebih baik dari Cipto, wajah mereka sudah berubah putih pucat karena mereka ber 3 sangat ketakutan, keringat dingin pun mulai membasahi tubuh serta wajah mereka, dan baru kali ini melihat Viky yang seperti ini dan terlihat sangat jelas, karena ketika di kediaman keluarga Neo hanya melihat Viky memukul Jeri, dan itu bukan sesuatu yang aneh.
Julia dan Seli pun mengalami hal yang sama, mereka juga sangat ketakutan, karena mereka juga baru mengalami hal yang seperti ini, namun berbeda dengan Lega Ma, wajah Lega Ma saat ini berubah sangat merah, dan terlihat sangat marah, tatapan Lega sangat tajam dan terpancar api kemarahan melihat ke arah Viky.
"Viky… Masalah ini sudah sangat terlalu jauh… aku tidak mengenal kamu, tapi aku sangat menghormati Deky… aku bisa melupakan hal ini dan melepaskan kamu… tapi kamu harus bersujud di hadapan aku dan meninggalkan satu tangan kamu…" Ucap Lega Ma bernegosiasi, sebenarnya di hati Lega Ma dia juga merasakan ketakutan, tapi dia berusaha tetang dan mengendalikan dirinya.
"He… he… he… Tuan Lega… Tuan Lega, kamu untuk dapat mengetahui aku siapa saja tidak masuk kualifikasi, apa lagi ingin aku bersujud dan memberikan satu tangan aku untuk kamu…" Jawab Viky dengan tersenyum ke arah Lega, namun senyum Viky membuat orang-orang di sekitar menjadi lebih takut.
__ADS_1
"Cipto… kamu yang menjelaskan semuanya atau aku yang berbicara dan memberitahukan semuanya kepada semua orang…" Ucap Viky berganti melihat ke arah Cipto.
Karena Cipto sangat takut, dia hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa… hanya tubuhnya saja yang terlihat bergetar.
"Baiklah karena kamu tidak berkata apa pun, maka aku yang akan menjelaskan semuanya…" Ucap Viky kembali dan berganti melihat ke arah Lega Ma.
"Tuan Lega bukannya tadi kamu ingin tahu siapa pria yang menghajar anak kamu… laki-laki tersebut dari awal sudah berada di sini… dia adalah calon ayah mertuaku… namanya adalah Herman…" Ucap Viky menunjuk ke arah Herman.
Rahma, Jarvice dan juga Nenek Sushi sangat kaget setelah Viky berkata seperti itu… dan mata mereka ber 3 melihat ke arah orang yang Viky tunjuk dan memang benar apa yang Viky katakan, orang tersebut adalah Herman, dan di sampingnya adalah Rere, mereka ber 3 dari awal tidak terlalu memperhatikannya dan fokus melihat ke arah Viky.
"Dan Wanita yang bersama Cipto di kamar hotel adalah calon istriku, dia adalah Rere…" Tunjuk Viky ke arah Rere.
"Sebelum aku menceritakan kejadiannya lebih lanjut, aku ingin tahu dulu, hukuman apa yang pantas bagi seorang pria yang meracuni seorang wanita hingga tidak sadarkan diri, dan membawanya ke sebuah kamar hotel untuk dia nikmati tubuh si wanita tersebut…" Ucap Viky melihat ke arah semua orang, namun tatapan Viky berhenti tepat di hadapan Cipto.
"Apa salah jika seorang ayah menghajar seorang pria yang tega meracuni anak perempuannya, dan pria tersebut membawa si perempuan itu ke atàs ranjangnya… untuk dia nikmati tubuhnya…" Lanjut Viky berkata.
Di saat Viky berkata, raut wajah Herman sudah berubah, dari sorot matanya memancarkan aura kemarahan dan tangannya sudah mengepal dengan erat, begitu pun Rere raut wajah kesedihan terpancar dari wajah cantiknya.
Author minta maaf 🙏 Bukan author tidak mau up banyak, tapi ada dua hal yang membuat author up sedikit:
author hanya menulis inti dan hal yang penting dari ceritanya, cerita dengan versi seperti ini biasanya selalu berbelit-belit dan menceritakan hal yang tidak perlu. dan author ingin menulis cerita yang tidak membuat pembacanya kesal karena menceritakan hal yang tidak penting.
author untuk saat ini hanya mampu menulis segini, karena berbenturan dengan kerjaan, dan author pun lagi berusaha untuk bisa menulis cerita dengan banyak.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1