
Pakaian Yang Salah
"Aku sangat senang kamu mau mengambil proyek ini… perlu kamu tahu bahwa kamu tidak akan pernah sendirian menjalankan proyek tersebut, semua orang pasti membantu dan juga akan selalu mengawasi kamu… tidak peduli proyek ini selesai atau tidak, sukses atau tidak… aku hanya berharap kamu dapat belajar banyak dari proyek tersebut… karena akan percuma jika proyek tersebut sukses secara maksimal tapi kamu tidak mendapatkan pelajaran yang berharga dari sana… maka semuanya akan berakhir dengan sia-sia…" Ucap Viky, menanggapi perkataan dari Rere.
Sebenarnya keinginan Viky menyuruh Rere untuk menangani proyek tersebut bukan karena Viky ingin Rere sukses menjalan proyek tersebut tapi melainkan dia mempunyai rencana lain untuk Rere. dan yang Viky inginkan adalah Rere bisa mendapatkan pelajaran yang berharga dari proyek tersebut.
Rere hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Viky, dia sedikit mengerti dengan perkataan Viky barusan, dan dia juga teringat dengan kata-kata yang sering Viky katakan, untuk hasil adalah urusan lain… Walau hasil akhir sangat penting tapi yang lebih penting lagi adalah prosesnya, karena proses yang di lakukan secara baik dan maksimal maka hasilnya pun tidak mengkhianati prosesnya.
Mobil Viky berhenti di sebuah Bank, yang mana Bank tersebut adalah tempat kerja Beben, dan ketika dia sampai di sana, dia juga melihat Reva yang baru saja keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke arah pintu masuk Bank.
"Reva…" Teriak Viky memanggil Reva di saat Viky baru saja turun dari mobilnya.
Namun Reva hanya berbalik melihat sebentar ke arah sumber suara kemudian dia segera berbalik kembali dan bergegas berlari masuk ke dalam bank dengan terburu-buru.
"Kenapa lagi anak ini…? apa ada yang salah dengan aku…? sampai-sampai dia lari seperti itu… ada ada hal yang membuat dia takut…?" Gumam Viky dengan bingung sambil melihat ke kiri dan ke kanan belakangnya, siapa tahu dia menemukan hal yang membuat Reva takut.
"Viky apa yang kamu cari…?" Ucap Rere setelah turun dari dalam mobil dan berjalan ke arah Viky.
"Tidak… tidak ada yang aku cari… apa kamu menemukan hal aneh dari aku…? sampai-sampai Reva tadi pergi begitu saja setelah melihat aku…" Ucap Viky yang balik bertanya kepada Rere.
"Banyak… terlebih lagi pikiran kamu yang selalu aneh dan sangat sulit sekali di tebak oleh orang lain… dan hanya kamu saja yang dapat memahaminya…" Jawab Rere dengan sedikit bercanda namun terdengar dari nadanya dia sedikit menyindir kepada Viky.
"Jika jalan pikiran aku gampang untuk di tebak, maka semua musuh-musuh aku dulu akan sangat mudah untuk mengalahkan aku…" Jawab Viky dengan sedikit bangga, namun dia juga tahu bahwa Rere sedang menyindirnya.
__ADS_1
"Sudahlah ayo masuk dan temui Beben… akan lebih ngaco lagi jika di teruskan lebih dari ini…" Ucap Rere dengan sedikit kesal kepada Viky, karena dia tidak peka terhadap sindirannya, namun walau Rere sedikit kesal kepada Viky, dia tidak lupa untuk merangkul lengan Viky.
Kemudian mereka ber 2 pun berjalan memasuki bank tersebut dengan posisi Rere mengandeng lengan Viky, di saat mereka ber 2 berjalan memasuki pintu masuk, semua orang yang ada di dalam bank dengan serempak melihat ke arah Viky dan Rere yang baru saja masuk di pintu masuk, semua orang menghentikan aktivitas mereka dan hanya melihat ke arah Viky dan juga Rere, tidak ada yang memalingkan pandangan semua orang dan juga tidak ada yang berani mengeluarkan suara.
Viky dan juga Rere sangat bingung kenapa semua orang berhenti beraktivitas dan hanya melihat kepada mereka ber 2 yang baru saja datang. dan mereka juga menjadi bingung dengan apa yang harus mereka ber 2 lakukan sekarang ini, kemudian dari arah samping terlihat seorang pria penjaga berjalan ke arah Viky, walau dia sedikit ragu-ragu untuk menghampiri Viky dan dia juga mau tidak mau harus melakukan ini, karena dia juga harus bersikap profesional, sebagai seorang penjaga keamanan di sana.
"Ma-maaf Tuan… saya adalah petugas keamanan di sini… apa ada yang bisa saya bantu…? dan Maaf jika saya salah memanggil panggilan untuk tuan…" Ucap si penjaga kemanan dengan sangat hati-hati dan juga sangat sopan, setelah berada di dekat Viky.
Viky mengernyitkan alisnya melihat ke arah semua orang, dia juga binging kenapa semua orang bersikap aneh hari ini di dalam bank, karena terakhir dia pergi ke bank tidak seperti ini, dan di tambah lagi seorang penjaga keamanan bersikap tidak biasanya, dan juga sikap Reva tadi berbeda juga dari biasanya.
"Kamu panggilkan Beben kesini… bilang padanya aku sudah datang…" Jawab Viky, yang memberikan perintah kepada si penjaga keamanan untuk memanggil Beben.
"Baik Tuan… silahkan tuan menunggu sebentar di sofa, saya akan memanggilkan Tuan Manajer dengan segera…" Jawab si penjaga keamanan dengan menunjuk ke arah sofa yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Dari kejauhan Beben sedikit mengernyitkan alisnya, melihat ke arah orang yang ingin bertemu dengannya… dia memperhatikan dengan seksama siapa orang tersebut, karena selama ini dia tidak pernah punya kenalan seseorang dari Divisi perang, apa lagi orang tersebut mempunyai jabatan, karena si penjaga keamanan tadi memberitahukan kepada dia bahwa ada seseorang dari Divisi perang ingin bertemu dengannya dan orang tersebut terlihat dari baju yang di pakainya seperti mempunyai jabatan yang cukup tinggi di Divisi perang. dan tadi Reva juga bilang kepadanya bahwa ada seseorang dengan memakai baju militer memanggil namanya, karena Reva sedikit takut jadi dia segera berlari masuk ke dalam bank.
Beben dengan berjalan ke arah orang tersebut, sambil berpikir siapa kenalan dia di Divisi perang, walau sedikit terlintas di kepalanya bahwa orang tersebut adalah Viky, tapi dia menghilangkan pikiran tersebut, karena dia juga tahu bahwa Viky adalah tuan besar dari Octa Grup. dia hanya bisa mengeceknya sendiri, bahwa orang tersebut adalah Viky atau bukan.
"Viky… kenapa kamu berpakaian seperti ini…?" Ucap Beben setelah berada di dekat Viky, dengan raut wajah yang bingung, dan setelah dia mengetahui bahwa orang tersebut bener adalah Viky.
"Memangnya kenapa jika aku berpakaian seperti ini…? apa ada yang salah dengan pakaian yang aku pakai… dan apa hal ini juga yang membuat semua orang bersikap dan memandang aku dengan aneh…" Jawab Viky dengan melihat-lihat bajunya, siapa tahu dia menemukan hal aneh yang akan membuat semua orang berpikiran buruk kepadanya.
"Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pakaian yang kamu pakai semuanya tampak normal… tapi perlu kamu tahu, pakaian yang kamu pakai ini tidak bisa sembarangan di pakai oleh orang biasa… semua orang yang ada di bank ini juga pasti tahu arti dari pakaian yang kamu pakai sekarang ini dan juga mungkin bukan hanya orang-orang yang ada di bank ini saja, tapi semua orang juga tahu… apa kamu tahu konsekuensi yang akan kamu dapat dari memakai baju yang kamu pakai itu secara sembarangan…? jika orang dari Divisi perang mengetahui hal ini, kamu akan mendapatkan masalah yang sangat serius…" Jawab Beben menjelaskan kepada Viky, tentang sikap semua orang yang ada di sana dan juga tentang baju yang di pakai oleh Viky, dengan duduk di sofa dan saling berhadapan dengan Viky dan juga Rere.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...