Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 265 Tulang Kerbau Dan Tulang Ikan


__ADS_3

Tulang Kerbau Dan Tulang Ikan


"Lord… perintah dari Lord sudah saya selesaikan… semua barang yang tertulis di kertas semuanya sudah ada di dalam mobil… ini kunci mobil dan kartu banknya… dan untuk barangnya apa perlu saya bawakan ke sini…" Ucap Si No 1 melapor kepada Viky, sambil menyerahkan kunci mobil dan kartu bank kepada Viky


"Tidak perlu… biarkan saja barangnya di mobil, karena barang tersebut akan di pergunakan nanti… lebih baik kalian makan saja dulu, oh iya, tadi kalian sudah memesan makanan untuk kalian kan…?" Jawab Viky dan balik bertanya kepada si No 1 dan si No 3.


"Sudah tuan… tadi sebelum ke sini, orang yang mengantar kami, bertanya ingin makan apa…" Jawab Si No 3.


"Yah sudah… kalian duduk saja, sambil menunggu makanannya datang, kalian bisa minum anggur terlebih dulu, atau makan cemilan yang ada untuk mengganjal rasa lapar kalian…" Jawab Viky dengan menyuruh ke 2 orang tersebut untuk duduk, dan menunggu makanan.


Igor Long menjadi sangat kagum kepada Viky, sebab dengan status Viky yang sangat tinggi, masih saja memperhatikan hal-hal yang kecil yang harusnya tidak pernah dia lihat.


"Tuan Lord… aku sangat kagum kepada anda, dengan status yang anda miliki masih mau mengurusi hal yang kecil dan sepele seperti ini… kebanyakan orang, yang mempunyai status tinggi tidak akan mau mengurusi dan peduli dengan hal yang kecil seperti ini… termasuk aku di dalamnya, tapi Tuan Lord sangat berbeda dengan yang lain…" Ucap Igor Long yang tidak bisa menahan lagi untuk menuju Viky.


"He… he… he… mungkin ayah pernah mendengar tentang sebuah pribahasa, yang akan menjadi masalah itu bukan tulang kerbau, tapi tulang ikan yang kecil… karena sangat susah untuk di deteksi hal yang kecil bisa menjadi lebih besar dan lebih serius… tapi untuk hal besar, akan mudah menarik kesimpulan dan membereskan hal tersebut…" Jawab Viky dengan santai, mengungkapkan sedikit rahasia yang selalu dia pakai kepada orang-orangnya.


Setelah mendengar jawaban dari Viky akhirnya Igor Long mengerti kenapa di dunia ini ada sebuah penghianatan, karena hal yang kecil selalu di lupakan. bisa di bilang musuh besar yang ada di depan selalu di permasalahkan dan selalu menjadi fokus, tapi hal yang kecil berada di samping tidak di perhatikan dan akan menjadi masalah yang cukup serius.


"Ayah… aku masih ada urusan yang lain… jika ayah masih ingin di sini, silahkan… dan ayah juga bisa menambah anggur jika ayah ingin…" Ucap Viky dengan niat dia berpamitan kepada Igor Long, setelah Viky dan yang lainnya selesai makan.


"Tidak… aku juga akan kembali ke kediaman keluarga Long untuk mencari orang yang Tuan Long maksud tadi, lebih cepat di temukan akan lebih baik…" Jawab Igor Long, yang mana dia juga ingin pergi dari sana.


"Yah sudah kalau begitu kita pergi bersama dari sini…" Jawab Viky dengan berdiri serta berjalan ke arah pintu keluar, dan di ikuti oleh semua orang yang juga ikut berdiri dan pergi meninggalkan ruangan tersebut, di pintu keluar si pelayan tadi sedang menunggu Viky, dan dia juga mengantar Viky ke depan.


"Tuan Lord… saya bersama Ovi ijin untuk pergi terlebih dulu, dan terima kasih atas jamuan yang tuan berikan hari ini… sampai jumpa 2 hari lagi, tapi akan aku usahakan lebih cepat menemukan orang ini…" Ucap Igor Long di saat mereka sudah sampai di parkiran restoran.

__ADS_1


"Heemmm…" Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan Igor Long bersama Ovi Long pergi meninggalkan Viky serta yang lainnya menuju mobilnya, karena mobil mereka ber 2 di simpan cukup jauh dari mobil Viky dan juga berlawanan arah dengan mobil Viky. dan Viky bersama yang lainnya pun pergi ke arah dimana mereka menyimpan mobilnya.


"Terima kasih karena kamu sudah menemani aku selama di sini… aku sangat puas dengan service dan kinerja dari kamu… aku berharap apa yang kamu lakukan ini bukan hanya kepada aku saja, tapi kepada setiap pengunjung yang datang ke sini…" Ucap Viky berterima kasih kepada orang yang melayaninya selama dia berada di Siren Country.


"Sama-sama tuan… ini sudah sepantasnya saya lakukan… dan saya juga akan selalu melakukan hal ini kepada setiap pengunjung yang datang ke sini…" Jawab si pelayan tersebut dengan sangat sopan, namun ada sedikit rasa malu di hatinya dan juga ada rasa gembira karena mendapatkan sanjungan dari Viky.


Kemudian Viky menaiki mobilnya dan ikuti oleh yang lain, yang mana dengan posisi yang masih sama seperti awal mereka datang ke sini.


3 mobil mewah pergi meninggalkan Siren Country dan menuju ke arah timur, dengan di pimpin oleh mobil Viky. dan tempat yang di tuju adalah tempat latihan orang-orang dari Divisi perang.


Viky hanya melihat sepintas orang-orang dari Divisi perang berlatih, dan dia terus menjalankan mobilnya menuju ke sebuah rumah yang terlihat cukup besar, dan di sana juga ada Eagle dan yang lainnya sedang duduk sambil mengobrol santai serta ada beberapa penjaga yang berdiri tidak jauh dari Eagle dengan jumlah tidak kurang dari 1 lusin orang, dan penjaga tersebut adalah orang-orang dari pasukan Magnium, namun ketika melihat mobil Viky datang, mereka semua segera berdiri untuk menyambut kedatangan Viky.


Setelah memarkirkan mobilnya, Viky turun dan berjalan ke arah rumah tersebut, di ikuti oleh Dewi, Vanteko Ma, Dadan Ling dan juga si No 1, No 3 dan No 4 berjalan di belakangnya.


"Salam Lord…"


"Salam Lord…"


"Kalian semua berdirilah dan lanjutkan apa yang menjadi tugas kalian…" Jawab Viky dengan memerintahkan semua orang agar tidak terganggu oleh ke datangannya.


"Baik Lord…" Jawab semua orang dengan serempak, dan mereka semua berdiri serta kembali kepada tugas masing-masing, dan yang tersisa di sana adalah Eagle dan juga 3 pilar pasukan Magnium karan untuk yang satu lagi yaitu Tiger masih sibuk melatih orang-orang dari Divisi perang, dan di bantu oleh orang-orang dari pasukan Magnium yang sudah berada di sana.


"Satu, tiga dan 4 kalian turunkan semua barang yang ada di dalam mobil Dadan Ling… bawa masuk semua barang-barang tersebut…" Ucap Viky memerintahkan si No 1, 3 dan 4 untuk menurunkan barang yang di beli tadi di pasar.


"Baik Lord…" Jawab ke 3 orang tersebut dengan serempak, dan mereka pun berbalik badan pergi ke arah mobil Dadan Ling.

__ADS_1


Kemudian Viky berjalan masuk ke dalam rumah tersebut, di ikuti oleh semua orang berjalan di belakang Viky. di dalam rumah tersebut, ada ruangan tengah dengan sebuah sofa dan juga sebuah meja berada di tengah-tengah dan juga di lengkapi dengan 8 kamar, serta ada sebuah ruangan dapur yang ada di bagian belakang dan ruangan tersebut adalah ruangan yang terbesar dari yang lain, kerena ruangan tersebut di gunakan untuk membuat makanan untuk semua orang yang sedang berlatih.


Viky duduk di sofa yang ada di tengah rumah, dan untuk yang lainnya hanya berdiri melihat ke arah Viky menunggu instruksi selanjutnya dari Viky.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2