
Kartu Platinum Bintang 9
Semua orang yang berada di sana setelah mendengar kata-kata yang terucap dari Reva, mereka semua menyadari bahwa masalah yang sebenarnya baru akan datang.
Mereka semua termasuk Beben, mengingat tentang ucapan terakhir dari Lie Meng, bahwa orang yang mendukung Beben dari belakang adalah pemilik dari Siren Country, yang mempunyai ke dudukan lebih tinggi dari Deky.
Seorang Deky saja sudah dapat mendominasi di Kota Taraka ini, apa lagi orang dengan kedudukan lebih tinggi dari pada Deky, entah seperti apa pengaruhnya, mereka semua tidak dapat membayangkannya.
"Benar… Benar apa yang Reva katakan, masalah ini tidak sesederhana seperti sebelumya… kalian pergilah dari sini, biar aku nanti yang berbicara kepada Tuan Deky… dan menjelaskan semuanya… aku yakin Tuan Deky pasti akan mengerti… dan tidak memperpanjang masalah ini…" Ucap Beben menatap ke arah Reva dan Viky.
Beben sadar dengan apa yang dia katakan dan konsekuensi atas sikap yang dia ambil, Karena jika mereka bertiga masih di sini, pasti mereka akan terkena akibatnya, oleh karena itu Beben mengorbankan dirinya demi keselamatan kedua sahabat baiknya itu, dan bertanggung jawab sendiri atas masalah yang terjadi.
"He… he… he… Beben… beben… dari dulu memang kamu tidak pernah berubah yah… rela berkorban apa pun demi kita berdua… aku sudah tahu dengan apa yang kamu rencanakan… tapi aku yakin jika aku pergi dari sini, masalah ini akan menjadi lebih besar…" Ucap Viky dengan tertawa menatap ke arah Beben.
"Aku sungguh sangat bahagia dan beruntung bisa mendapatkan teman seperti kamu… karena tidak ada arak di sini, maka aku akan bersumpah demi langit dan bumi…"
"Mulai hari ini aku Viky bersumpah demi langit dan bumi, akan menganggap Beben sebagai saudaraku sendiri…" Ucap Viky dengan berteriak dan melihat ke arah sekeliling.
"Dan mulai sekarang kamu harus memanggilku kakak…" Ucap Viky melihat ke arah Beben
Setelah Viky berkata seperti itu, Beben dan Reva mengernyitkan alisnya, dengan raut wajah yang rumit menatap ke arah Viky. Beben dan Reva menganggap Viky sudah menjadi gila karena ketakutan, dan bukan hanya Reva dan Beben saja tapi semua orang yang hadir sudah menganggap Viky gila.
Disaat ini raut wajah Viky berubah sangat cerah ceria, seperti seorang anak yang di beri uang jajan lebih oleh orang tua nya. kebahagian terpancar dari wajah Viky.
"Tuan Deky datang…" Entah siap yang berteriak tapi kata-katanya terdengar sangat jelas ke telinga semua orang.
Tanpa perintah dari siapa pun semua orang berbalik menatap ke arah belakang dan memang benar Deky sedang berjalan ke arah mereka, dengan beberapa penjaga keamanan dengan tubuh kekar mengikuti di belakangnya, kerumunan tersebut secara otomatis memberikan jalan kepada Deky.
Beben dan Reva di saat ini menatap ke arah Deky yang sedang berjalan ke arahnya, tubuh mereka mulai gemetar ketakutan, dan wajah mereka sudah berubah putih pucat.
Setelah mengumpulkan keberanian yang sempat hilang, Beben bergegas berlari ke arah Deky, setelah berada di depan Deky, dia mengambil posisi berlutut menghadap ke arah Deky.
__ADS_1
"Tuan… Tuan Deky tolong maafkan saya… maafkan saya yang sudah membuat keributan kecil ini… saya bisa menjelaskan semuanya dan saya sendiri yang akan bertanggung jawab atas semua ini…" Ucap Beben memohon kepada Deky.
Beberapa saat yang lalu Deky mendapat kabar dari seorang penjaga keamanan bahwa di sekitar Viky berada telah terjadi sebuah keributan dan mengundang perhatian banyak orang.
Di saat Deky mengetahui bahwa ada keributan di sekitar tempat Viky mengadakan acara reuni Deky sangat marah kepada penjaga keamanan yang melaporkan hal tersebut.
Oleh karena itu dia bergegas ke sini karena takut Viky merasa tidak nyaman akan keributan yang terjadi di sekitarnya.
Tapi setelah Deky berada di sana tiba-tiba ada seseorang yang berlari ke arahnya dan berlutut meminta maaf, Deky sedikit bingung dengan apa yang terjadi.
Deky melihat sekeliling dan mecoba memahami situasi yang terjadi di sana, setelah memahami situasi yang terjadi Deky menyuruh orang-orang yang berada di belakangnya untuk membereskan semua kerusakan di sana.
Setelah Deky menyuruh orang-orang nya untuk membereskan hal tersebut dia tidak memperdulikan Beben yang tengah berlutut di lantai dan berjalan ke arah Viky.
Reva yang melihat Deky berjalan ke arahnya, karena begitu ketakutan tanpa sadar dirinya memeluk tangan Viky dengan begitu erat.
Setelah berada di depan Viky, Deky membungkukkan badannya dan berkata:
Namun di saat ini semua orang sangat kaget melihat kejadian yang terjadi, di pikiran mereka Viky akan di hajar habis-habisan oleh Deky, tapi kenyataan yang terjadi berbanding terbalik, yang mana Deky meminta maaf kepada Viky yang sudah membuat keributan yang sangat besar di Siren Country.
Beben yang masih dengan posisi berlutut menatap ke arah Viky dangan tatapan tidak percaya dengan kejadian di depannya.
Reva yang berada di samping Viky juga tidak kalah kagetnya dengan semua orang yang berada di sana.
Reva yang masih bingung dengan kejadian ini, dia melihat ke arah Viky, dengan tatapan meminta penjelasan dari Viky, meminta penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi, bahkan bukan hanya Reva saja yang butuh penjelasan dari Viky tapi semua orang yang berada di sana termasuk Beben.
"Tidak apa-apa… sebenarnya keributan di sini di sebabkan olehku… aku hanya sedikit membantu Siren Country untuk membasmi hama yang masuk ke sini…" Ucap Viky dengan santai.
"Terima kasih… Terima kasih Tuan telah membantu Siren Country dalam membereskan hama yang masuk dan mencoba merusak citra Siren Country dari dalam…" Jawab Deky dengan sopan kepada Viky.
"Tuan bisa lanjutkan kembali aktivitas tuan… Untuk masalah di sini biar aku yang mengurus semuanya…" Lanjut Deky berkata.
__ADS_1
Deky mengeluarkan sebuah kartu dari dalam sakunya dan menyerahkan kartu tersebut kepada Viky.
"Tuan… ini kartu anda, tadi seorang penjaga keamanan menemukan kartu ini terjatuh di lantai dan menyerahkannya kepada saya… saya berpikir ini adalah kartu tuan… karena hari ini hanya anda seorang yang mempunyai kartu ini dan berkunjung ke sini…" Setelah berkata Deky menyerahkan kartu yang dia pegang kepada Viky.
Setelah melihat kartu yang di berikan Deky kepada Viky, semua orang sekarang tidak merasa aneh dengan sikap Deky yang seperti itu, karena kartu yang Deky berikan kepada Viky bukanlah kartu sembarangan, kartu tersebut adalah kartu tertinggi yang ada di Siren Country. kartu tersebut adalah kartu Platinum dengan 9 Bintang berwarna merah membentuk sebuah sandi khusus, yang mana hanya para petinggi di Siren Country saja yang tahu arti dari sandi yang di bentuk dengan 9 bintang berwarna merah tersebut.
*Ini bonus bab, karena author suka telat update
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...