
Ji Song Bingung
Saat ini, Viky dan ibu pengasuhnya tengah menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh pihak restoran, sambil menunggu hidangan utama di sajikan dan juga sambil menunggu hidangan spesial yang sedang di siapkan oleh koki, begitu juga dengan Ji Song dan juga wanitanya, namun yang membedakan ke 2 ruangan tersebut adalah bahwa Viky dan ibu pengasuhnya dengan santai menikmati hidangan yang sudah di sajikan, sedangkan Ji Song dan wanitanya dengan rakusnya melahap semua hidangan yang di sajikan tanpa tahu bahwa akan ada hidangan lain yang akan di sajikan.
Di ruangan Ji Song.
"Sayang… apa kamu merasa ada sesuatu yang aneh…?" Ucap wanita Ji Song bertanya, dengan secara bergantian melihat ke arah makanan yang hampir habis di atas meja dan melihat ke arah Ji Song.
"Aneh…? apa yang aneh…?" Jawab Ji Song dengan balik bertanya sambil menghentikan makanya dan melihat ke arah wanitanya.
"Apa kamu tidak menyadarinya…? kita di sini sudah sangat lama sekali, dan juga makanan yang ada di sini sudah hampir habis, tapi tuan Viky tidak kunjung datang juga ke sini… apa terjadi sesuatu dengan tuan Viky…" Ucap wanita Ji Song dengan sedikit kesal kepada Ji Song, karena Ji Song tidak mengerti atas apa yang dia masuk.
Ketika Ji Song akan menjawab perkataan dari wanitanya, dari arah pintu masuk terlihat seorang laki-laki masuk bersama dengan beberapa orang yang berjalan di belakangnya.
"Maaf tuan… aku di perintahkan untuk merapihkan meja…" Ucap laki-laki tersebut, yang mana laki-laki itu adalah pelayan yang bertugas melayani ruangan Ji Song dan wanitanya.
"Kenapa di rapihkan… apa kamu tidak lihat bahwa aku belum selesai makan…" Jawab Ji Song dengan nada yang sedikit tinggi, namun dia juga tahu bahwa Viky sudah selesai makan, oleh karena itu pelayan di sana ingin membereskan meja makannya.
"Maaf tuan… jika tidak di bereskan mejakan akan penuh, dan untuk hidangan utamanya akan di simpan di mana…" Jawab si pelayan dengan sopan menjelaskan kepada Ji Song atas niatnya mau membereskan meja makan.
"Hidangan utama…? aku tidak memesan hidangan utama…" Jawab Ji Song kembali, dengan raut wajah yang bingung dan juga sedikit takut, karena dia tahu berapa uang yang harus dia keluarkan untuk menutupi kekurangan pembayarannya nanti.
"Memang tuan tidak memesannya… tapi Tuan Viky yang memesan hidangan tersebut…" Jawab si pelayan.
Setelah mendengar jawaban dari si pelayan raut wajah Ji Song terlihat rumit, begitu juga wanitanya, terlihat tidak lebih baik dari Ji Song.
"Jika aku cancel pesanan hidangan utamanya… apa aku harus tetap membayarnya…?" Ucap Ji Song bertanya.
"Tetap harus di bayar tuan… walau pun hanya 50% dari harganya… karena hidangan utama tidak akan di siapkan jika tidak ada yang memesan…" Jawab Si pelayan, dengan sopan, namun raut wajahnya terlihat sedikit bingung.
Ji Song dan wanitanya sedikit tertegun mengingat harus membayar 50% dari harga hidangan utamanya walau pun di cancel.
Si pelayan, karena melihat Ji Song dan wanitanya diam saja, dia memerintahkan pelayan lain untuk membereskan meja makannya, di pikirannya hidangan utamanya mau di cancel atau tidak, dia tetap harus membereskan mejanya, untuk urusan pesanan hidangan utamanya, bisa di bicarakan nanti.
__ADS_1
"Tuan… jadi bagaimana dengan hidangan utamanya, apa mau di sajikan sekarang atau nanti…" Ucap Si pelayan setelah dia dan pelayan lain membereskan meja makan, dan kata-katanya tersebut menyadarkan Ji Song dan wanitanya.
"Kamu keluar dulu saja… aku akan membicarakannya terlebih dulu bersama pacar aku, nanti aku akan memanggil kamu…" Jawab Ji Song menyuruh si pelayan untuk keluar terlebih dulu, karena dia tidak mau si pelayan tahu dengan jumlah uang yang dia punya saat ini tidak cukup.
"Baik tuan… kalau begitu saja ijin pergi… saya akan menunggu di depan pintu masuk…" Jawab Si pelayan, kemudian dia berbalik dan pergi dari ruangan tersebut.
"Orang kalangan kelas atas memang aneh, makanan sudah di bayar masih saja mau di bicarakan terlebih dulu…" Ucap Si pelayan dalam hati di saat dia berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan raut wajah yang bingung.
"Sayang bagaimana ini…? walau hanya 50% tapi nominal yang juga tidak sedikit… apa kamu punya uang yang cukup untuk menutupi 20% nya…? "Ucap wanita Ji Song, bertanya setelah si pelayan tidak ada lagi di ruangan tersebut dengan nada yang bingung, walau pun mereka harus membayar hanya 20% saja dari total tagihan tapi jika nominal tagihannya sangat besar, maka 20% nya juga pasti juga tidak sedikit.
"Aku juga bingung sayang… total tagihan dari 1 ruangan VVIP ini adalah 100 juta, jika 2 ruangan berarti 200 juta, 20% nya adalah 40 juta, dengan nominal 40 juta ini, aku bisa meminta keringanan kepada kakak aku, setidaknya kita bisa membayar 10 sampai 20 juta saja… tapi jika di tambah hidangan utama, yang harganya 200 juta, maka total tagihan dari 2 ruangan VVIP ini tidak kurang dari 600 juta, kita setidaknya harus mengeluarkan uang 120 juta, kalau pun aku bisa meminta keringanan kepada kakak aku mungkin hanya bisa berkurang sekitar 20 jutaan saja, akan tetapi kita tidak tahu apa saja yang di pesan oleh tuan Viky di ruangnya, mungkin saja total tagihannya bisa mencapai 1 miliar… setidaknya kita harus menyiapkan uang sekitar 150 juta lebih, itu pun pastinya aku sudah memohon kepada kakak aku untuk meminta keringanan…" Jawab Ji Song menjelaskan kepada wanitanya.
"Tapi jika kita cancel hidangan utamanya, kita juga setidaknya harus membayar uang sekitar 100 juta, maka sia-sia saja kita mendapatkan makanan gratis di ruangan VVIP ini… jika di akhir kita harus tetap mengeluarkan uang 100 juta…" Jawab wanita Ji Song.
"Makan tidak makan hidangan utamanya, uang yang harus kita keluarkan juga hampir sama saja… tapi jika kita makan, setidaknya kita dapat merasakan makanan tersebut, hanya saja uang aku tidak cukup untuk membayarnya, apa kamu ada uang untuk menambah sisa kekurangannya…?" Jawab Ji Song, bertanya kepada wanitanya.
"Memangnya berapa uang yang kamu punya sekarang…? yah kalau hanya menambah kekurangannya 5 atau 10 juta sih aku ada… tapi kalau lebih dari itu aku tidak ada…" Jawab wanita Ji Song, dengan balik bertanya.
"Uang yang ada di rekening aku hanya ada 90 juta… di tambah dengan uang dari kamu masih jauh dari kata cukup…" Jawab Ji Song, belum selesai dia berkata, dari pintu masuk, seorang pelayan masuk dengan membawa satu botol minuman di tangannya, sontak Ji Song dan wanitanya melihat ke arah pelayan yang baru saja masuk.
"Siapa yang memesan anggur ini, kami tidak memesan anggur apa pun…?" Ucap wanita Ji Song bertanya kepada si pelayan, namun raut wajah Ji Song seketika berubah putih pucat setelah tahu merek anggur yang di bawa oleh si pelayan, dan keringat dingin juga mulai keluar dari wajahnya.
"Memang nyonya dan tuan tidak memesan anggur ini, tapi anggur ini di pesan oleh tuan yang membuka ruangan ini, katanya ini adalah bonus karena sudah meminjamkan kartu membernya…" Jawab Si pelayan menjelaskan.
"Yah sudah, kalau begitu kamu bisa pergi, dan tinggalkan anggur tersebut di sini…" Jawab wanita Ji Song dengan santai, namun dia belum menyadari perubahan pada Ji Song, kemudian si pelayan pun pergi dari sana setelah di perintahkan oleh si wanita Ji Song.
Wanita Ji Song berkata dengan santai seperti itu karena dia bukan pecinta minuman anggur oleh karena itu dia tidak menyadari jenis anggur apa yang di bawa oleh si pelayan.
"Sayang kenapa wajah kamu berubah putih pucat dan juga keluar keringat seperti itu…? apa kamu sakit…?" Ucap Wanita Ji Song bertanya dengan sedikit cemas, setelah si pelayan keluar dari ruangannya, sambil mengulurkan tangannya dan di letakan di dahi Ji Song.
"Aku sekarang baik-baik saja, tapi tidak tahu setelah keluar dari ruangan ini, apa aku akan baik-baik saja atau tidak…" Jawab Ji Song dengan mata yang masih menatap ke arah botol anggur yang ada di atas meja.
"Kenapa…?" Ucap wanita Ji Song bertanya dengan raut wajah yang bingung sambil menarik tangannya kembali.
__ADS_1
"Kamu tahu anggur berapa harga satu botol anggur ini…?" Jawab Ji Song dengan balik bertanya, sambil menunjuk ke arah botol anggur yang ada di atas meja.
"Aku tidak tahu berapa harga dari anggur ini, kamu juga tahu, aku bukanlah tipe wanita yang terlalu suka minum anggur, jadi aku tidak tahu jenis atau pun harga dari minuman anggur… memangnya kenapa…? apa harga anggur ini sangat mahal…? jika di lihat dari tampilan serta botolnya, aku rasa harga anggur ini tidak akan lebih dari 1 juta…" Jawab wanita Ji Song, sambil memperhatikan dengan teliti botol anggur yang ada di atas meja, dan mengeluarkan pendapatnya, menurut pandangan dia yang tidak terlalu suka minum anggur.
#Maaf telat up date, karena data yang sudah author siapkan hilang, jadi author nulis lagi dari awal.
ada sedikit perubahan up date, yaitu untuk malam minggu author tidak up date.
Terima Kasih 🙏🙏
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...