
Reuni
Viky dan perempuan tersebut setelah mendengar sindiran dari Beben, mereka pun melepaskan pelukan tersebut. dan akhirnya Viky sekarang sudah dapat melihat wajah perempuan yang tadi dengan asal memeluknya.
Ternyata perempuan tersebut adalah teman dekat Viky bermana Reva Votre, salah satu perempuan yang dekat dengan Viky di masa sekolah dulu, dan satu-satunya perempuan yang paling dekat.
Reva Votre sekarang terlihat sangat cantik, pakaian yang dia pakai saat ini terlihat santai dan sangat seksi dengan baju T-shirt lengan pendek warna biru dengan rambut hitam panjang yang di ikat ke belakang di kuncir kuda, dan di bagian dada yang cukup besar dan berisi serta terlihat sangat padat dan penuh, serta celana jeans pendek sepaha memperlihatkan paha yang lumayan montok dan sangat putih serta mulus. serta sepatu Vans semata kaki berwarna putih.
Viky melihat Reva yang sekarang dia tercengang kaget, karena banyak perubahan di diri Reva, yang mana dulu Reva bisa di bilang tidak terlalu memperhatikan masalah fashion.
"Kamu terlihat sangat berbeda sekali dari sekarang… kamu terlihat lebih modis dan lebih cantik…" Ucap Viky dengan memperhatikan Reva dari atas sampai bawah.
"Aku yang sekarang masih lah sama dengan aku yang dulu, hanya sedikit perubahan dan jadi lah seperti ini…" Ucap Reva dengan wajah memerah karena malu di perhatikan oleh Viky seperti itu.
Setelah berkata seperti itu Reva, Viky dan juga Beben melangkah memasuki ke dalam ruangan. di dalam ruangan tersebut terlihat sudah banyak orang yang hadir walau memang belum semua orang hadir, mereka semua sedang menikmati hidangan pembuka atau cemilan dan minuman yang di sediakan.
Mereka bertiga pun berbaur dengan yang lain, setelah memilih cemilan mereka bertiga pun mencari meja kosong untuk mereka duduk bertiga, dan menunggu acara di mulai, mereka bertiga menemukan tempat kosong yang berada di pojok dan di dekat jendela.
"Beben… aku ingin minta tolong kepada kamu untuk membuatkan aku beberapa kartu bank jenis Platinum, apa kamu bisa membantu aku…?" Ucap Viky memulai pembicaraan.
"Jika kamu bisa membantu aku, dalam 3 hari, kamu nanti bisa datang ke bukit Solvest, dan temui orang yang bernama Aldo…" Lanjut Viky yang melihat ke arah Beben
"Bisa… bisa… aku juga mendapat hak khusus dari pusat untuk melayani semua kebutuhan kamu di perbankan…" Jawab Beben dengan wajah yang sangat cerah, karena dia berpikir dia bisa bertemu dengan pemilik kartu Red Diamond yang asli.
"Wah… kamu sudah menjadi orang hebat ternyata… sudah bisa membuat kartu bank Platinum…" Timpal Reva memuji Viky.
"Tidak… tidak… aku hanya di suruh oleh orang untuk membuat kartu itu…" Jawab Viky simpel dan dari nadanya dia aga sedikit kaku, karena dia belum mau mengungkapkan identitasnya kepada Reva, karena Reva adalah tipe orang yang berbeda dengan orang-orang yang dari kalangan atas.
"Oh seperti itu… tapi jaringan yang kamu punya cukup kuat juga yah, eh… Viky selama ini kamu kemana saja, aku mencari informasi ke sana sini tapi tidak mendapatkan apa pun…" Ucap Reva, dengan wajah yang berseri-seri menatap ke arah Viky.
"Kamu tahu kan, setelah lulus sekolah aku bergabung dengan Divisi perang Kota Taraka dan dalam waktu 1 tahun aku di panggil oleh Divisi perang Montana untuk di kirim ke medan perang dan aku juga baru beberapa hari kembali dari medan perang, jadi yah, kamu tidak akan mendapatkan informasi apa pun…" Ucap Viky menjelaskan, walau tidak semua dia ceritakan kepada Reva.
__ADS_1
"Hemmm……" Reva menganggukkan kepalanya, walau ada beberapa hal yang tidak dapat Reva mengerti tapi dia tidak menanyakan hal tersebut, karena Reva juga mengerti bahwa ada satu atau dua hal yang mungkin bersifat pribadi.
"Apa kalian tahu tetang Tuan besar yang akan mengadakan acara pernikahan di Loka Center…?" Tanya Reva yang melihat ke arah Beben dan juga Viky.
Beben dan Viky menggelengkan kepalanya, memang mereka berdua tidak tahu tetang isu yang beredar, Beben lebih fokus mencari informasi tetang pemilik dari Red Diamond yang di bawa Viky.
Sedangkan untuk Viky memang dia sedang sibuk mengurus hal lain, dan tidak update tetang topik terhangat di Kota Taraka.
"Kalian berdua memang payah, berita tersebut sedang menjadi perbincangan terhangat di Kota Taraka ini, dan kabarnya orang yang mengadakan acara pernikahan di Loka Center adalah Tuan besar dari Octa Grup…" Ucap Reva dengan lemas.
Viky yang mendengar kalimat terakhir dari Reva, dia sangat kaget sampai tersedak oleh makanan yang sedang dia makan.
Reva dan Beben melihat ke arah Viky, mereka berdua menaruh curiga kepada Viky karena setelah Reva selesai berkata Viky menunjukan sikap yang berbeda.
"Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu…" Jawab Viky yang kurang nyaman dengan tatapan dari Reva dan Beben.
"Tidak…" Mereka berdua menjawab dengan serempak, tapi terdengar dari nadanya, mereka sedikit kesal kepada Viky.
Mereka bertiga berteman cukup lama jadi mereka sudah saling mengenal satu sama lain, dan mereka menyadari dari sikap Viky, bahwa Viky seperti menyembunyikan hal lain.
"Kamu itu sebenarnya baru pulang dari medan perang atau dari mana sih, hal seperti itu saja kamu sampai tidak tahu…" Jawab Reva dengan kesal.
Reva menarik napas dalam- dalam kemudian di melihat ke arah jendela, dan secara perlahan dia menjelaskan sedikit yang dia tahu tetang Loka Center
"Loka Center adalah sebuah tempat yang di desain khusus serta elegan, sangat cocok untuk menyelenggarakan sebuah acara, apa lagi acara pernikahan, tapi sayang nya tidak mudah untuk membuat acara di Loka Center, bukan masalah uang tapi juga masalah jaringan dan latar belakang orang yang akan membuat acara di Loka Center…"
"Di Kota Taraka ini, hanya orang-orang dari 3 keluarga besar yang mampu untuk membuat acara di Loka Center, itu pun hanya sebagian tempat yang bisa di pakai oleh mereka tapi Tuan Besar yang mengadakan acara pernikahan di sana, dia memboking seluruh tempat yang berada di Loka Center…"
"Aku tidak bisa membayangkan seberapa berpengaruhnya orang tersebut di Kota Taraka ini, dan aku yakin bukan hanya di Kota Taraka tapi di Montana pun orang tersebut mempunyai pengaruh…" Perjelas Reva, dengan posisi masih melihat ke arah jendela.
"Andai aku bisa menikah dengan Viky di tempat seperti itu…" Ucap Reva tanpa sadar yang masih melihat ke arah jendela.
__ADS_1
"Jika tidak di tempat seperti itu apa kamu masih mau…" Timpal beben dengan terburu-buru sebelum Reva sadar bahwa Viky berada di sampingnya.
"Aku sih tidak masalah, tidak di tempat seperti itu, asal bisa menikah dengan Viky tapi bagaimana dengan ke…luar…ga…ku" Ucap Reva, di saat terakhir dia mengucapkan kalimatnya dia sadar akan apa yang dia ucapkan.
Reva dengan perlahan membalikan badannya dan melihat ke arah Viky dengan wajah memerah karena malu.
Di saat ini Reva menjadi bingung dan mengutuk dirinya sendiri karena asal dalam berbicara.
Suasana di meja tersebut pun menjadi canggung, Viky yang mendengar hal itu, dia juga merasa kaget, dan tidak percaya bahwa Reva menaruh hati untuknya, tapi tidak untuk Beben karena dari awal dia sudah tahu bahwa Reva menaruh hati kepada Viky.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...