
Teman Baik Rere
"Sudah cukup ngambeknya, jadi terlihat jelek kan kalau kamu cemberut seperti ini terus…" Ucap Viky dengan mencubit Gemes pipi Rere yang mulus tanpa makeup berlebih.
"Jadi aku harus tersenyum terus, biar kelihatan cantik di mata kamu…" Ucap Rere, dengan sedikit tersenyum ke arah Viky.
"Tidak juga… kamu akan tetap cantik di mataku walau dalam keadaan apa pun…" Jawab Viky.
Setelah selesai berkata mereka berdua pun keluar dari mobil dan pergi menuju ke lobi hotel.
"Rere… aku tidak menyangka kamu akan pergi ke hotel dengan seorang laki-laki… ternyata semua orang telah di kelabui oleh kamu…" Ucap salah seseorang dari arah belakang ketika Viky dan Rere sedang berada di loby hotel.
Viky dan Rere berbalik badan untuk melihat siapa yang barusan berkata, ternyata orang yang barusan berkata adalah seorang perempuan, perempuan tersebut sangat lah seksi, dengan mengenakan Rok Jins sepaha dengan kulit putih mulus dan kaos pendek polos berwarna putih sedikit transparan karena bisa terlihat seperti sebuah kaca mata berwarna merah terdapat di dalamnya yang menutupi dua buah benjolan yang cukup besar dan padat, serta rambut panjang yang di ikat kebelakang. menjadikan kesan seorang wanita seksi dan santai.
"Aqila…" Ucap Rere setelah melihat perempuan tersebut, perempuan tersebut bernama Aqila.
"Tidak perlu kaget seperti itu… tetang saja teman baik kamu ini bisa jaga rahasia kok…" Jawab Aqila, menyimpulkan bahwa Rere akan pergi ke kamar hotel dengan pria yang ada di depannya dan akan melakukan perpaduan antar kasih dan sayang
"Maksud kamu…" Ucap Rere yang tidak mengerti maksud dari Aqila.
"Kamu tidak usah menutup-nutupi lagi, dan semua orang juga tahu bahwa ketika laki-laki dan perempuan pergi ke hotel berdua akan melakukan apa…" Jawab Aqila.
"Aku pergi ke sini karena akan bertemu seseorang… dan bukan melakukan hal yang kamu maksud…" Jawab Rere menjelaskan.
"Sudahlah itu tidak penting lagi, dan juga itu urusan kamu, kamu mau ngapain ke sini, tapi kenapa kamu memilih laki-laki seperti dia ini, banyak dari kalangan keluarga kelas atas yang menyukai kamu tapi kamu tolak semuanya demi laki-laki seperti dia ini…" Ucap Aqila melirik ke arah Viky dengan tatapan menghina.
Rere bingung harus menjawab apa lagi kepada Aqila, karena dari awal memang sudah terjadi salah paham.
"Kamu sendiri… apa yang kamu lakukan di sini…?" Tanya Rere mencoba mengalihkan perhatian.
"Aku di sini sedang menunggu idolaku, kamu tahulah, aku dari dulu bercita-cita menjadi seorang desainer baju yang handal, dan aku mendapatkan informasi bahwa idolaku akan berkunjung ke sini…" Jawab Aqila.
"Terus apa yang akan kamu lakukan…?" Tanya Rere kembali.
__ADS_1
"Yah kalau bisa sih aku ingin belajar darinya tapi aku rasa itu tidak mungkin, jadi paling aku hanya bisa meminta tanda tangannya… agar aku bisa lebih semangat lagi dalam mencapai cita-citaku…" Jawab Aqila dengan sedikit lemas.
"Kamu harus semangat… aku yakin kamu akan menjadi desainer baju yang handal dan mendunia, jadi bukan mimpi lagi untuk bertemu dengan idola kamu…" Ucap Rere memberikan semangat kepada Aqila.
"Sudah pasti… oh iya Rere minggu ini kamu tidak sedang sibuk kan…?" Tanya Aqila
"Aku rasa tidak… ada apa memangnya…?" Tanya Rere dengan penasaran.
"Di minggu ini akan ada acara reuni… jika kamu mau kita bisa pergi bersama…" Jawab Aqila.
"Aku tidak bisa janji… tapi jika di ijinkan oleh calon suamiku, aku akan pergi…" Jawab Rere.
"Calon suami…?" Ucap Aqila dengan nada yang aga tinggi karena kaget mendengar apa yang di katakan oleh Rere.
"Yah… aku berencana menikah di akhir bulan ini, untuk tempat dan waktunya aku belum menentukannya…" Jawab Rere.
"Siapa calon suami kamu…? laki-laki dari keluarga besar mana yang sudah meluluhkan hati kamu…?" Tanya Aqila, dia yakin dengan kecantikan yang Rere miliki, Tuan muda dari keluarga besar akan bertekuk lutut di hadapannya.
"Ini calon suamiku, namanya Viky… Viky ini adalah teman baikku namanya Aqila…" Jawab Rere dan memperkenalkan Viky kepada Aqila, dan juga sebaliknya memperkenalkan Aqila kepada Viky
Viky mengernyitkan alisnya menatap ke arah Aqila, setelah mendengar apa yang Aqila ucapkan tentangnya.
Viky memang terlihat biasa saja dan tidak memakai pakaian mewah, tapi pakaian yang Viky pakai juga tidak murah.
Aqila adalah tipe orang yang suka blak-blak kan, jadi dia tidak ragu berkata seperti itu kepada Viky karena memang sudah terbiasa.
"Tidak salah… karena cinta itu tidak bisa di ukur dari kekayaan, contohnya adalah Tuan muda dari keluarga besar yang kamu maksud tadi, dia adalah Tuan muda dari keluarga kaya tapi dia mau kepada aku yang hanya dari kalangan biasa saja…" Ucap Rere menjawab penasaran dari Aqila.
"Viky Maaf… temanku yang satu ini memang seperti ini, dia tidak suka basa-basi dan selalu berbicara seperti ini kepada setiap orang…" Ucap Rere melihat ke arah Viky, Rere merasa tidak enak kepada Viky atas ucapan dari temannya itu.
"Tidak apa-apa, aku cukup senang bisa berkenalan dengan teman kamu dan juga aku tidak merasa terganggu dengan tipe orang seperti teman kamu ini, bahkan itu lebih baik, dari pada membicarakan orang lain di belakang…" Jawab Viky dengan lembut kepada Rere.
"Apa desainer sekaligus idola yang kamu maksud bernama Vice Bol…?" Tanya Viky melihat ke arah Aqila.
__ADS_1
Aqila mengernyitkan alisnya menatap ke arah Viky, sebab informasi yang di tahu adalah bahwa idolanya pergi ke sini secara sembunyi-sembunyi untuk bertemu seseorang, bahkan di Kota Taraka ini hanya beberapa orang yang tahu akan informasi tersebut.
"Dari mana kamu tahu dengan nama idolaku…" Ucap Aqila, menatap ke arah Viky dengan penuh rasa curiga.
"Aku tidak tahu siapa idola kamu, jika memang benar kamu ingin bertemu dengannya… Aku bisa bantu kamu agar bisa bertemu dengan Vice…" Jawab Viky mengajak Aqila, karena Viky bisa melihat bahwa Aqila cukup dekat dengan Rere dan juga hubungan mereka terlihat sangat baik dan akrab.
"Apa benar… jangan-jangan kamu hanya mau menipuku saja dan menyerahkan aku kepada lelaki hidung belang yang berada di sini…" Jawab Aqila dengan sedikit bersemangat tapi dengan sedikit curiga kepada Viky.
"Yah sudah jika kamu tidak percaya… aku tidak bisa memaksa kamu untuk ikut… dan juga bisakah kamu tidak selalu menaruh curiga kepada orang lain…" Jawab Viky, dengan sedikit kesal kepada Aqila.
*Author minta saran untuk up, lebih baik pagi 1 bab sore 1 bab, atau sore 2 bab sekaligus ?
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...